NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:59.1k
Nilai: 5
Nama Author: SyoChan

Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.

"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.

Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.

Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?

~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Bercak Darah

Setelah melewati kejadian yang memanaskan hati, pikiran, dan tubuh itu, mereka lalu berhenti dan bergegas ke dapur untuk makan siang. James berinisiatip memasak makanan untuk makan siang bersama Vanya. Ia hanya menyuruh Vanya untuk duduk dan memerhatikannya yang sedang memasak.

***

James pun memulai aktivitas memasaknya. Ia menggunakan celemek terlebih dahulu sebelum mulai memasak. Kemudian, ia memotong-motong bahan-bahan yang akan dimasak dengan sangat cepat seperti seorang koki yang sudah berpengalaman.

Vanya memerhatikan James yang sedang memasak dengan tatapan terpesona. Ia tak menyangka akan dimasakkan oleh orang yang menyukainya itu. "Leo pun dulu sering memasak untukku karena dia memang berprofesi sebagai seorang pembisnis kuliner yang handal dalam bidang memasak," ucap Vanya agak keras tanpa sadar bahwa ia sedang berada di rumah James.

Pranggg!

Tiba-tiba, pisau yang dipegang James terjatuh ke lantai. Vanya pun segera menghampiri James karena khawatir pisau itu menggores kakinya, "Kamu tidak apa-apa kan? Kakimu tidak terluka kan?" tanya Vanya khawatir.

"Aku tidak apa-apa. Namun, sepertinya hatiku yang tidak baik-baik saja," jawab James dengan raut wajah yang masam.

"Eh? Apa maksud ucapanmu itu?" Vanya kebingungan kenapa James tiba-tiba berbicara seperti itu.

"Tanyakan saja pada dirimu sendiri?" James malah bertanya balik pada Vanya sambil mengambil pisau yang terjatuh ke lantai.

"Hah . . . . Kamu kenapa sih tiba-tiba marah seperti itu?" tanya Vanya lagi karena tak habis pikir dengan sikap James yang tiba-tiba berubah.

"Apa kamu masih mencintai pria bajin*an itu? Mengapa terkadang kamu selalu menyebut-nyebut namanya. Apa tidak terdapat sedikit pun aku dihatimu?" teriak James dengan kesal.

"Eh? Ya ampun! Aku lupa tadi malah tiba-tiba membicarakan si playboy gadungan itu lagi. Cih! Nyebelin banget. Pelet apa yang sebenarnya dia berikan padaku sehingga terkadang aku menyebut namanya yang menyebalkan itu," batin Vanya kesal karena ia malah mengucapkan hal yang seharuanya tidak dia ucapkan lagi.

"Aku minta maaf, James. Aku tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan playboy itu denganmu. Aku benar-benar menyukaimu dan sangat membencinya! Jika aku tidak menyukaimu, aku tidak akan berani melakukan hal tadi. Bahkan, dengan si playboy itu pun aku belum pernah melakukannya. Aku berani bersumpah!" teriak Vanya dengan keras di hadapan James yang sedang marah.

James pun tiba-tiba tersenyum kembali. Ia merasa senang dengan ucapan yang Vanya lontarkan barusan. Dia lalu menyuruh Vanya untuk kembali duduk karena ia akan segera menyalakan kompor dan mulai memasak bahan-bahan yang telah ia potong. "Kamu duduklah kembali! Aku akan memulai memasak dan menyalakan kompor ini," pinta James sambil tersenyum.

"Eh? Apakah kamu sudah tidak marah lagi?" Vanya tiba-tiba merasa aneh karena sikap James berubah dengan sangat cepat.

"Terima kasih sudah menyukaiku kembali," ucap James sambil mengecup kening Vanya.

***

Vanya merasa malu karena James tiba-tiba mencium keningnya. Kemudian, ia pun segera duduk kembali di kursi meja makan. Setelah menunggu James memasak dalam waktu yang agak lama, James pun membawa satu per satu hasil masakannya ke meja makan.

Berjejeranlah makanan yang terlihat mewah dan menggugah selera siapa pun yang melihatnya. James pun tidak lupa menyediakan jus buah dan air putih sebagai minumannya. Vanya sangat terpesona dengan masakan James yang terlihat enak dengan hiasan sayuran yang ditata secara rapi seperti masakan buatan koki-koki profesional.

James lalu menyuruh Vanya mencicipi masakannya bukan hanya melihat-lihatnya saja. "Cobalah satu per satu masakanku ini! Jangan hanya melihatnya saja!" pinta James sambil menyorkan piring, sendok, dan garpu pada Vanya.

Vanya pun lalu mencoba masakan James satu per satu. Raut wajahnya kini tiba-tiba berubah menjadi gembira karena merasa masakan James sangat enak, "Em . . . masakanmu ini sangat lezat seperti masakan dari koki profesional. Bahkan, masakanmu ini lebih lezat dari masakan yang beberapa hari lalu aku makan di restoran bintang lima itu bersamamu," puji Vanya sambil mencicip masakan buatan James.

"Kamu terlalu memujiku secara berlebihan. Mari kita makan sebelum makanan ini menjadi dingin," sahut James sambil menatap Vanya dengan senyuman manisnya.

***

Mereka berdua pun menyantap masakan buatan James hingga habis tanpa sisa. Kemudian, Vanya membawa piring-piring yang kotor itu satu per satu untuk dicuci. James tiba-tiba menghadang langkahnya dan tidak mengizinkan Vanya untuk mencuci piring.

"Biarkan aku saja yang mencucinya," ucap James sambil mengambil piring-piring yang dibawa Vanya.

"Eh? Jangan bersikap seperti itu! Aku kan sudah makan secara gratis disini. Masa aku tidak mencuci piring-piring ini untukmu," sahut Vanya sambil menghampiri James yang meletakkan piring-piring kotor di wastafel.

"Biarkan aku saja yang mencucinya!" pinta Vanya pada James.

"Kamu tidak perlu repot-repot melakukannya. Biarkan aku saja yang membersihkan semuanya. Kamu bisa duduk manis di kursi meja makan dan memerhatikan aku yang sedang mencuci piring. Jika merasa bosan, kamu bisa jalan-jalan di sekitar rumahku," sahut James sambil mengecup kening Vanya.

Wajah Vanya pun memerah. Ia merasa kesal sekaligus malu karena James selalu saja menciumnya ketika dia marah atau membantah ucapannya. "Apa kamu sengaja melakukannya?" tanya Vanya kesal dengan wajahnya yang masih memerah.

"Pft! Aku memang sengaja melakukannya agar kamu diam," goda James sambil menahan tawanya setelah melihat emosi Vanya yang selalu meledek secara tiba-tiba. Namun, hal itu baginya terasa sangat lucu karena Vanya selalu jujur mengungkapkan isi hatinya secara terang-terangan.

***

Vanya pun berjalan-jalan di sekitar halaman rumah James, sedangkan James sedang mencuci piring di dapur. Ia lebih memilih untuk berjalan-jalan daripada hanya duduk santai dan tidak melakukan aktivitas apa pun.

Vanya berjalan-jalan mengelilingi rumah James tanpa terlewat satu tempat pun. Dia merasa senang karena nuansa rumah James ini berbeda dari rumah-rumah mewah yang pernah ia lihat. Saat Vanya melewati sebuah ruangan di halaman belakang, ia sangat terkejut mendapati di depan pintu ruangan itu ada bercak darah yang berceceran.

Karena merasa penasaran Vanya pun membuka ruangan tersebut dan ternyata pintunya tidak terkunci. "Eh? Ternyata pintu ruangan ini tidak dikunci. Aku coba saja masuk ke dalamnya. Namun, apakah James tidak akan marah jika aku sembarang masuk ke berbagai tempat di rumahnya? Biarlah! Hal itu pikirkan nanti saja, yang aku pikirkan sekarang adalah ada apa di balik pintu ini melihat di lantai depan pintunya sangat banyak bercak darah berceceran," ucap Vanya sambil memerhatikan bercak darah di lantai depan pintu.

Kemudian, Vanya pun membuka pintu ruangan tersebut. "Hmm . . . ruangan ini sungguh sangat terawat kebersihannya. Sepertinya banyak juga koleksi barang-barang antik milik James yang ia simpan di sini," ucap Vanya sambil memerhatikan sekeliling ruangan tersebut.

Tiba-tiba, Vanya dibuat terkejut karena mendapati lantai di dalam ruangan tersebut pun banyak bercak darah berceceran menuju sebuah kulkas tua di ujung ruangan. Vanya lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah kulkas yang terlihat tua dan usang.

Dikarenakan merasa sangat penasaran dengan benda yang terdapat di dalam kulkas tersebut, ia lalu mengulurkan tangannya untuk membuka pintu kulkas. Tiba-tiba, James sudah berada dibelakangnya dan menghentikan tangan Vanya yang berusaha membuka pintu kulkas tersebut.

***

BERSAMBUNG.....

● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏

● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏

● Klik FAVORIT ❤

● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆

TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏

1
Mami Vanya Kaban
hadech akhirnya up juga ya thor, hampir lupa juga thor ceritanya..☺☺🤭
syochan: author pun yang bikin sampe lupa😫🙏 gara2 sibuk kerja dunia nyata:')🙏
total 1 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jujur rada lupa alurnya... tapi liat update lagi jadi seneng



Semangat yaa Thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ: 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝙿 𝚃𝚑𝚘𝚛... 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚑𝚕𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚕𝚞𝚞... 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝...



𝙶𝚘𝚘𝚍 𝚕𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚊 𝚃𝚑𝚘𝚛...
total 3 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
𝙱𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛...

𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
luar biasa.... cerita fiktif yg bener² membuat reader berfantasi dengan segala keajaiban dan romantisme pada cerita ini... Good luck thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
eh... busettt.., kya petasan lebaran nyrocosnye neng
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
auto ngakak...
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ganggu aja Sus😄😃
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ngeri ngeri sedap euy...
up thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ada yaa saudara kembar jahat kek Vania/Selena/Jasmine,,,, cuma demi cinta,,, bukannya nolong malah ngancam... sodara kejam
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jejak jempol dan komen gak pentingnya aku Thor,,,, makasih udah buat aku berhalusinasi,,, semangat Thor
syochan
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia🙏🙏🙏
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.
Yanti Azha
kapan lanjutnya ni
syochan: saya lanjut ko pasti kaka
mohon maaf author lagi cari kerja di real life🙏🙏🙏
total 1 replies
El_Enleia
'Menarik'
El_Enleia
Kebetulan beruntun macam apa ini 😶😶
El_Enleia
Kayak Ariel pas nyelamatin pangeran
syochan: tapi ini cowonya kaka
total 1 replies
El_Enleia
Aduh maksa banget, tonjok aja Vanya
Naura
lanjut thor aku menunggumu
syochan: terima kasih atas dukungannya kaka
total 1 replies
Raffi Ahmaad
lanjut Thor
syochan: Terima kasih kaka atas segala dukungannya
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor ko jdi horor merinding aq😣
syochan: hehe ada plot twist nya biar pembaca penasaran
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor aq masih bingung emang y ada masalah ap sih. sampai si jams begitu. n orang yg mencelakai vanya kn kembaran y Vanya. selain kedekatan jams n Vanya ap ad masalah lain.🤔
syochan: Coba baca dengan teliti kenapa si james kesel banget sama itu perempuan kaka. Pasti bakalan ketemu jawabannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!