NovelToon NovelToon
Istri Sambung

Istri Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:536.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Jika pengganti tidak diinginkan, maka jalan keluarnya mencari penyambung sosok yang hilang.

Tidak salah, jika timbul rasa cemburu dalam suatu ikatan. Namun, rasa cemburu yang Kinasya miliki pada suaminya. Menghadirkan ketidaknyamanan dan membatasi semua gerak langkah suaminya.

Hingga akhirnya, Kinasya divonis mengidap sindrom Othello. Dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya. Padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Bukannya tidak mungkin, kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini, membuahkan tindak kekerasan atau tindak bunuh diri maupun pembunuhan. Sayangnya, hal ini berakhir tragis untuk dirinya sendiri.

Seribu kali sayang. Disfungsi seksual yang pernah Ghifar alami, kini kambuh kembali dalam dirinya, lepas sepeninggalan istrinya. Ia tidak kuasa menahan rasa traumanya, hingga gairah hidupnya padam begitu saja.

Pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Ghifar tetap enggan untuk menikah kembali, meski wanita silih berganti dipilihkan oleh orang tuanya.

Hidup terus berlanjut, hingga Ghifar tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan peran ibu. Ia tidak mungkin terus melamuni istri yang pergi dan tak akan pernah kembali lagi itu. Mau tidak mau, ia membuka hati dan pikirannya, mencoba membangkitkan gairah dan rasa minatnya pada keindahan wanita kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS20. Memutus kerjakan

"Dia itu Novi loh, Za. Keponakannya teungku haji, yang tinggal di rumah megah itu." terang tante Shasha kemudian.

Ghifar mengangguk mengiyakan, dengan tersenyum silih berganti pada dua orang dewasa tersebut.

"Ohh, yang kemarin dijemput paksa di ujung jalan ini tuh ya?" Rauzha manggut-manggut, dengan mengusap dagunya.

"Siapa yang dijemput?" Ghifar terheran-heran.

Ia bahkan menoleh sejenak pada Novi, yang masih gelisah di dekat mobilnya itu.

Rauzha menunjuk Novi dengan dagunya, "Ya itu, Novi ya? Dijemput bapak kau, di ujung jalan ini." Rauzha menunjuk arah timur, "Karena ketemu Nando di situ."

Ghifar terdiam menyimak. Ia tidak segera menyahuti ucapan Rauzha, membuat Rauzha berpikir bahwa Ghifar tidak mengenal orang yang Rauzha sebut dalam dialognya.

"Itu loh, Far. Anaknya pak Eki ini, yang di belakang rumah Umi." Rauzha menunjuk ke belakang tubuhnya, sembari melirik ke ibu sambungnya.

"Tau lah, Za. Nando ini temannya abangnya Ghifar, pemuda-pemuda kan pasti saling kenal, meski cuma ketemu di kedai kopi aja." ujar tante Shasha dengan beralih menatap Ghifar.

Yang membuat Ghifar terdiam sedari tadi. Ia tidak habis pikir, mendengar cerita dari Rauzha dan tante Shasha tersebut. Ia kembali dibuat terheran-heran, dengan sikap ayahnya.

Karena, Ghifar kira yang ia dengar saat di rumah orang tuanya. Ayahnya hanya memberi gertakan kosong, agar Novi segan pada ayahnya. Namun, ternyata itu dibuktikan sendiri oleh ayahnya. Bahwa, ia benar-benar menyeret Novi pulang jika ketahuan menemui Nando kembali.

Padahal Novi bulan anak kandung, tapi kenapa papah sampai kek gitu?

Benak Ghifar bermonolog seorang diri.

"Oh, iya. Maaf ya, Za? Ini…. Kal jajan habis berapa?" Ghifar tersenyum kaku, dengan memegangi kedua bahu anaknya yang menghadap Rauzha tersebut.

"Ehh." Rauzha malah menepuk lengan Ghifar.

Ghifar melongo saja, saat lengannya disentuh oleh mantan pacarnya itu.

"Kal malah yang jajanan orang-orang di sini. Uangnya banyak, kaget loh aku. Tapi udah aku kasih tau, kalau uang banyak diumpetin di dalam sarung bantal aja. Daripada, dibawa-bawa di tas sekolahnya."

Ghifar garuk-garuk kepala, ia malah bingung dengan jumlah uang anaknya. Masalahnya, Ghifar tidak pernah memberikan anaknya uang dalam jumlah banyak.

"Pulang yuk, Pah?" Kal mendongak menatap ayahnya.

Ghifar langsung mengangguk.

Kemudian ia beralih menatap tante Shasha dan Rauzha, "Makasih udah jagain Kal ya, Tan? Za?" ungkap Ghifar dengan senyum manisnya

"Sama-sama, Far. Kau kek sama siapa aja? Bareng-bareng aja, Far. Dulu Tante jualan makanan, Haikal sering main di tempat mamah kau sampai ketiduran." tante Shasha masih mengingat secuil kenangan kebaikan orang tua Ghifar, yang bergelar haji di kampung tersebut.

Lalu Ghifar mengusap kepala anaknya dengan menundukkan pandangannya, "Salim dulu sama Masyik, sama Kak Roza." pinta Ghifar pada Kal.

Tin…. Tin….

Ghifar terlonjat kaget, mendengar klakson mobilnya yang berbunyi tersebut. Ia segera menoleh, mendapati Novi berada di tempat kemudi dengan wajah marahnya.

"Iya, iya. Dasar, Novil!" Ghifar menggerutu hebat.

"Udah, Pa."

Ghifar bahkan hilang fokus. Ia tidak menyadari, bahwa anaknya sudah mencium tangan tante Shasha dan Rauzha.

Ghifar kembali menatap mereka bergantian, "Makasih ya semuanya? Assalamualaikum."

Ghifar undur diri, setelah mendengar salamnya dijawab bersama.

Ghifar menggandeng tangan anaknya, sampai ke mobilnya. Lalu, ia membantu anaknya untuk masuk dan duduk di bangku tengah.

"Aku mau jemput Kaf dulu, Nov." ujar Ghifar, setelah ia duduk di bangku kemudi kembali.

Novi menghembus nafasnya kasar, "Ya ampun, Grapari! Kesel betul aku sama kau. Mau jalan sendiri, aku pakai hak tinggi. Bisa lecet kaki aku. Kalau sabarin nunggu kau wara-wiri begini, rasanya aku udah lumutan nungguin kau basa-basi." sewot Novi dengan memukul pahanya sendiri.

Ghifar tersenyum senang, "Ngerti keadaan aku dong, Nov." ucapnya enteng.

Mobil mulai melaju, seiring tatapan para tetangga jauh yang melihat putra teungku haji yang berstatus duda itu. Mereka memiliki penghakiman masing-masing, mengenai Ghifar yang dekat dengan Rauzha. Namun, membawa sepupunya sendiri ke sana ke mari tersebut.

Karena, mereka hanya melihat. Tanpa mengetahui kisah di baliknya.

Setelah menjemput Kaf, Ghifar menurunkan Novi di depan pagar rumah orang tuanya. Dengan ia langsung berbelok, menuju halaman rumah yang berbentuk seperti huruf U tersebut.

"Pa, jangan pulang ke rumah lagi." Kal merengek tidak jelas.

"Ada Papa, Kal. Tenang aja." Ghifar melirik anaknya, dari spion tengah mobilnya.

"Ada apa, Kak?" tanya Kaf polos.

Kal menggeleng, "Tak ada. Tapi Adek sama Kakak terus ya? Di rumah juga, jangan jauh-jauh dari Kakak ya?" Kal memberikan wejangan pada adiknya.

"Iya, Kak." Kaf tidak begitu ingin tahu.

Sesampainya di rumah. Ghifar langsung keluar dari mobilnya, tanpa memasukan mobilnya ke garasi rumahnya. Ia ingin tahu sekali, bagaimana tingkah dua orang asing tersebut jika tidak ada orang di rumah.

Blaghhhh….

Pintu rumahnya, Ghifar sengaja buka dengan cepat. Terlihat, dua orang yang tengah rebahan di sofa ruang tamu tersebut langsung panik.

"Telepon agen kalian, minta ganti orang atau nama kalian jelek. Cepat kemasi barang-barang kalian, Saya tunggu di sini." tegas Ghifar, di depan anak-anaknya yang saling melempar pandang itu.

"Memang, salah kami apa Pak?" tanya salah satu dari mereka dengan terbata-bata.

Ghifar menghela nafasnya, kemudian sedikit melempar tas kerjanya ke sofa tamu.

"Banyak. Salah satunya, kenapa tak cari anak Saya yang ada di luar rumah."

Yang paling fatal menurut Ghifar, adalah mereka yang malah bersantai di sofa tamu. Bukannya mencari kesibukan agar diakui kinerjanya.

"Tapi, Pak. Anak Bapak yang tak pulang-pulang ke rumah, padahal Saya sudah peringatkan untuk cepat pulang." sahut bu Ani, yang berstatus sebagai pengasuh kedua anaknya tersebut.

"Namanya juga anak-anak, Bu. Saya kecil pun, harus dicari orang tua dulu baru pulang. Mereka tak dicari, ya mereka lupa waktu." Ghifar tidak jauh-jauh untuk mengambil contohnya. Ia jadikan dirinya sendiri, sebagai contoh bagaimana anak-anaknya.

Satu yang Ghifar syukuri hari ini. Untungnya, Kal tidak berpikir kabur mencarinya. Juga Kaf yang ditahan adiknya di rumahnya, karena adiknya hanya mengetahui bahwa di rumah Ghifar itu kosong. Giska, tidak akan membiarkan keponakannya di rumah sendirian.

"Tapi, Saya tak di…."

Ghifar menoleh pada ibu Rina, seorang asisten rumah tangganya itu.

"Sama, Bu. Anak Saya tak suka dengan cara Ibu maksa mereka makan, Ibu terlalu kasar." pangkas Ghifar segera.

Hingga, sore hari itu Ghifar langsung memproses dua orang tersebut. Untuk kembali ke agen dan yayasannya. Ghifar tidak habis pikir, dengan yayasan yang mengayomi dua orang pekerja yang memiliki sikap seperti itu.

Tibalah esok harinya, Ghifar kini dibuat kerepotan kembali dengan kewajiban dan rutinitasnya.

"Pa…. HP mama mana ya? Aku cari-cari tak ketemu." Kal garuk-garuk kepala, dengan memperhatikan tempat yang ia acak-acak barusan.

Ghifar yang tadi tengah membantu anak bungsunya berpakaian, langsung merasakan firasat tak enak. Kata jangan-jangan, memenuhi relung pikirannya.

"Coba di tumpukan baju mama, Kal." Ghifar berjalan menghampiri anaknya.

Ghifar ternganga, dengan bola mata Kal yang hampir menggelinding. Melihat……

...****************...

Jangan bilang liat setan 😰

1
ahyuun.e
Kurang lama merenungnya, langsung otw nyusul aja Istri msuk kubur biar anak" jdi yatim piatu. Makanya kalau hidup itu punya pegangan dan sandaran itu satu pondasi aja yaitu Tuhan, jdi gak goyah kemana" sedih boleh berlarut ampe 6 bulan itu alangkah, belum lg klo ngak disadarkan hanyut deh ntah sampe kapan itu
falea sezi
kinasya meninggal jadinya
Lismardiana
benci benci benci aku sm givar
Lismardiana
terkadang aku benci jugak sm gifar
sering kali membandingkan istri nya orang lain.. mata nya jelalatan ngk suka aku
Lismardiana
kadang2 aku benci sm gifar udah enak lihat givan
Yunia Spm
mbak nisa nggak jelas...
Yunia Spm
ish mulutnya pkdhe
Yunia Spm
🤣
Yunia Spm
mbak nisa curhat ta...
Yunia Spm
mentang² ibu tiri ghifar mau langsung action....

aq aja yg emak kandung kalo anakku ngga tertib langsung teriak²
Yunia Spm
masih sempat curhat aja mbak nisa 😁
Yunia Spm
Tante Bena hamil novi kan hamil duluan baru akad
Rani Ummi
asli gesrek ini🤣🤣🤣
Rani Ummi
banyak ragam perselingkuhan....
Rani Ummi
lucuuuu
Red Velvet
mau simbiosis mutualisme, parasitisme atau simbiosis apalah itu yg penting kak Nisa udh mau bikinin karya baru lagi. thanks banget loh kak🤭
Febrians
gift dpt bekas givan mulu
Mafa
yayah ipan , love u pull
Edelweiss🍀
semangat terus buat kak Nisa, selalu ku tunggu karya2 mu🥰🥰🥰
Red Velvet
gimanakah keseruan cerita ttg bang Chandra, ku yakin bakalan sangat menarik😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!