Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.
Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.
Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.
Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Suara merdu Aira
Daniel mengikuti taxi yang di naiki Aira sampai di sebuah masion yang bangunannya megah. Daniel menjaga jarak dari taxi yang di naiki Aira. Hingga akhirnya ia melihat Aira masuk ke dalam masion itu. Daniel memajukan mobilnya di depan masion yang Aira masuki.
Daniel sangat terkejut ternyata Aira yang biasanya pulang pergi ke kampus naik taxi ternyata anak kolongmerat, di lihat dari rumahnya saja sudah seperti istana, dengan mobil berjejer-jejer di bagasi seperti mobil BMW 18, Lamborgini veneno roandster masih banyak lagi yang tidak terlihat karena bagasi sedikit tertutup, juga dengan sederetan motor besar seperti neiman marcus limited edition.
"Ternyata kamu yang sekaya ini, masih mau hidup sederhana, tidak bergaya seperti wanita lainnya yang akan memanfaatkam kekayaan orang tuanya untik banyak gaya dan berfoya-foya, saya bangga denganmu Aira," kata Daniel bicara dengan dirinya sendiri.
Setelah merasa cukup mengamati Aira dari luar masion Aira, kini Daniel menyalakan mobil lamborghini gallardo untuk pulang.
****
Aira memasuki rumah masion mertuanya di sabut oleh Nathan berserta mama mertuanya.
"Assalamualaikum," sapa Aira masuk ke dalam rumah yang seperti istana.
"Waalaikumsalam, bunda ...," jawab Nathan.
"Sudah pulang nak, istirahatlah dulu dikamar suamimu atau di kamar bawah kamar Nathan nak," suruh mama.
"Tidak mah, Aira tidak lelah," ucapa Aira duduk di samping mama mertuanya.
"Nak, besok mama akan menyuruh pak Men untuk mengantar kemana pun kamu pergi, agar kamu tidak naik taxi saja, apa suamimu tidak mau memberikanmu salah satu mobilnya padamu?" tanya mama.
"Bukan begitu mah, mas Raka sudah menawari Aira, tapi Aira lebih suka naik taxi saja," jawab Aira bohong.
"Tidak ada alasan besok kamu kemana pun akan di antar sopir," kata mama tegas.
"Tapi mah, Aira lebih suka naik taxi saja."
"Tidak ada alasan, gimana kuliahmu nak? Apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya mama.
"Alhamdulilah lancar mah, di sana semua pada baik sama Aira hingga saya dapat dengan muda beradaptasi."
"Syukur kalau begitu, nak kamu yang sabar ya, Raka sebenarnya anak yang baik, sejak di tinggal Dinda ia jadi begini, tidak pernah menjalankan shalat kan, sifatnya juga dingin, dia itu dulu sangat penyayang, tidak muda marah, kini sifatnya berubah 180 dari diri aslinya," kata mama menjelaskan sifat aslinya Raka yang dulu.
"Iya mah, Aira mengerti mungkin akibat dari depresinya mah, Aira akan mencoba mengobati luka yang ada di hati mas Raka," ucap Aira.
"Terima kasih nak, mama beruntung mempunyai menanti seperti kamu," ucap mama sambil memeluk Aira.
"Oma, Nathan juga mau di peluk," rengek Nathan.
"Sini sayang," kata Aira.
"Nanti menginaplah disini, biar mama memberi tahu Raka.
"Baik ma," jawab Aira.
Mama Mia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Raka, ia mencari nama Raka lalu menekan tombol hijau.
📞📞 Raka
📞📞Mama
Raka mendengar ponselnya berdering ia segera melihat panggilan dari siapa mengetahui dari sang mama ia segera mengeser tombol hijau, ia takut jika Nathan mulai rewel kembali.
📞📞 "Assalamualaikum, mah," sapa Raka dalam ponselnya
📞📞 "Waalaikumsalam, Ka nanti Nathan sama Aira mama suruh menginap disini, mama kangen mereka, kamu pulang kesini atau ke apartemen kamu sendiri?" tanya mama di balik layar telephone.
📞📞"Baiklah mah, nanti Raka pulang kesana habis urusan kantor selesai," kata Raka lalu mematikan ponselnya.
"Mama sudah memberi tahu Raka, katanya nanti dia akan pulang kesini, kamu manfaatkan ini nak, buat dia jatuh cinta padamu, mama juga sudah menyiapkan baju gantimu," kata mama.
"Terimakasih banyak mah, atas dukungan mama selama ini, Aira akan berusaha membuat mas Raka membuka hatinya buat Aira," ucap Aira.
****
Malam hari
Aira masih belum tertidur, ia membolak balikkan badannya sambil menunggu kedatangan Raka yang katanya juga akan menginap di rumah orang tuanya.
Aira melihat jam di dinding sudah menujukkan pukul 10 malam tapi Raka juga tak kunjung datang. Perasaan Aira tak tenang hingga akhirnya ia mengambil air wudhu untuk membaca Al-Quran sambil menunggu kedatangan sang suami.
Aira membaca surat yasin agar hatinya lebih tenang, ia melantunkan ayat-ayat Allah dengan sangat merdu, yang mendengarkannya akan menjadi lebih tenang hatinya.
Setelah ia selesai membaca surat yasin ia segera melafalkan doa, "Bismillahirrahmaanirrahiim.
Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa.
Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin‘ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i.
Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin. Wasallalhumma alaabdika warasu likasaiyadinaa wamailanaa muhammadin wa ala lihi wasabihi wasallam. Warzuqnaa kamaalal mutaaba’ati lahu zaahiran wa baathinan fii ‘aafiyatin wa salaamatin birahmatika yaa arhamar raahimiin. Wa shallilaahumma ‘alaa ‘abdika wa rasuulika sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim." Aira melafalkannya dengan sangat khusuk.
Setelah merasa tenang Aira segera membaringkan tubuhnya di ranjang, tetapi ia masih sibuk dengan pikirannya.
"Mas mungkin kamu tidak datang kesini, mas kapan cintaku engkau balas?" ucap Aira lirih dengan dirinya sendiri.
Ya Allah mengapa engkau mengajariku jatuh cinta untuk pertama kalinya, namun orang yang saya cintai tidak menerimaku apa akan selamanya cintaku tak terbalaskan batin Aira.
Merasa telah cukup lelah dalam pikiran juga lamunannya akhirnya ia terlelap tidur juga.
Sedangkan Raka yang berada di depan pintu kamarnya diam mematung dengan menyandarkan tubuhnya dipintu sedang menunggu Aira tertidur agar ia bisa masuk dengan leluasa.
Raka sudah sejak tadi menunggu di depan pintu saat Aira mulai menbacakan lantunan ayat Allah dengan merdu, yang membuat hatinya terenyuh karena ia sudah lama meninggalkan sang pencipta.
Raka ingin sekali mulai bertaubat namum ia juga sangat malu kepada sang pemilik kebesaran yang sudah sekian lama meninggalkan ajarannya.
Pada akhirnya Raka segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah shalat isya yang sudah lama ia tinggalkan.
Raka yang telah selesai dengan ibadahnya ia memohon pentunjuk bagi kehidupannya kedepan memohon untuk yang terbaik untuk dirinya serta Nathan.
Raka membaringkan tubuhnya di samping Aira dengan memberi pembatas bantal guling di antara mereka. Lalu ia menyelimuti tubuh Aira.
Raka sedikit mengamati wajah polos Aira, yang begitu cantik saat ia tertidur pulas, Raka ingin sekali merasakan bibir merah Aira tapi niatnya di urungkan ia segera menyembunyikan wajahnya dalam selimut.
"Raka kamu itu terlalu naif, kamu sebenarnya ingin menyentuh istrimu tapi kamu terlalu gengsi mengakuinya," kata setan di telinga kanannya.
"Ingat Raka, kamu katanya tidak mencintainya, kamu hanya ingin bersama Siska ingat ucapmu," bisik setan di telinga Raka.
"Apa kamu ingin bersama Siska, saat Siska saja menyentuh milikmu lihat kamu apa milikmu bereaksi? Kamu hanya melihat wajah Aira saja sudah tegang pusakamu," bisik setan di telinga kanan Raka.
Raka pusing mendengar bayang-bayang yang berbicara dengannya ia menutupi kedua telinganya dengan ke dua tangannya.
****
Jangan lupa like lagi ya juga kometar....
jika suka dengan ceritanya jadikan favorit ya kak.. biar tahu setiap update .... smg tdk bosan dg karya recehanku
happy reading...😘😘😘🤩