Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terluka, Menghindar.
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
...Pagi hari......
David kembali mengetuk pintu kamar Queen. Padahal baru beberapa jam yang lalu ia meninggalkan kamar itu, tapi kini ia ingin memastikan bagaimana kondisi wanita itu lagi. David tak akan puas sebelum ia benar-benar memastikan Queen dalam keadaan baik-baik saja.
"Queen biarkan aku masuk" Seru David dari luar pintu. Setelah terdengar suara ceklek dari kunci, tanpa menunggu persetujuan dari Queen David langsung masuk ke dalam kamar.
David membuka tirai di kamar Queen, dan membuka pintu balkon kamar Queen, agar sinar matahari dan juga udara segar masuk ke dalam kamar itu.
Lama David memperhatikan wajah teduh Queen yang masih terlelap. Bulu mata lentik gadis itu bergerak-gerak namun masih menudungi matanya yang indah.
Ternyata Queen kembali tertidur, setelah mengijinkan David masuk ke kamarnya.
"Queen..." panggil David dengan suara lembut.
''Pagi sekali kau datang ke kamar ku.?" protes Queen menghembuskan nafasnya lelah.
"Kau masih ingin tidur?" David bersuara lembut.
"Tidak. Kau tau, aku memang selalu seperti ini.- Aww..." Queen memegang bahunya yang terluka, gerakan yang ia lakukan tiba-tiba sontak membuat lukanya terasa sakit.
''Kau baik-baik saja?" cemas David, membantu Queen bangun dari posisi berbaringnya.
"Queen, luka mu kembali terbuka, aku akan membantumu.'' Kata David saat melihat noda darah merembes di baju tidur Queen.
Dengan sekali gerakan, David membopong tubuh Queen dari atas ranjang dan memindahkannya ke atas sofa.
"Aku bisa melakukan nya sendiri." elak Queen melepaskan dirinya dari pelukan David. "Ini hanya luka kecil, dan aku masih bisa berjalan. Yang terluka bahuku, kakiku baik-baik saja." ujar Queen menolak diperlakukan seperti pasien.
"Kau memang selalu ceroboh Queen, sudah ku katakan untuk berhati-hati, bukankah sudah ku katakan jangan melakukan semuanya sendiri, jangan...
"OK. ok. stop..!" Queen mengangkat tangan nya. Inilah yang akan terjadi apabila ia mengatakan apa yang dialaminya, semua orang akan heboh karena merasa khawatir, dan Queen tak suka hal itu.
"Aku tau kau khawatir tapi ini masih pagi Dav.- Ayolah, jangan mencemaskan aku berlebihan, Ok..?"
Queen menghentikan David yang ingin menceramahi dirinya.
"Baiklah, aku akan menutup rapat mulutku..!" ucap David kemudian menjauh dan berdiri di samping Queen. Ia hanya menyiapkan kotak P3K dan membiarkan Queen untuk mengobati lukanya sendiri.
Melihat David yang berdiam diri membuat Queen merasa sedikit tidak nyaman, tapi ia benar-benar tidak ingin orang lain bersikap berlebihan pada dirinya.
"Maafkan Aku.." Queen melihat ke arah David. ''Hem, aku tau kau cemas, tapi aku tidak suka kau memperlakukan aku seperti bocah lima tahun.'' kata Queen lagi. Sampai David merubah raut wajahnya, barulah Queen merasa tenang.
"Kau tau aku tidak bisa marah padamu, walau bagaimana pun kau adalah bosnya nona." ucap David seraya mengambil alih tugas untuk membantu Queen mengobati lukanya.
Dengan gerakan perlahan, Queen membuka setengah piyama bagian atasnya. Untung saja yang ia gunakan adalah pakaian yang mudah di buka, meskipun bukan piyama yang akan menarik perhatian lawan jenis.
David selalu seperti ini, ia bisa sangat tenang saat menghadapi Queen. Seolah-olah, Queen hanyalah seorang pasien yang membutuhkan perawatannya.
Saat David sudah selesai mengganti perban, serta membalut luka Queen, hal yang tak mereka duga pun terjadi. Pintu kamar itu kembali terbuka.
Queen dan David sama-sama melihat ke arah pintu yang terbuka. Aorion berdiri di sana dengan wajah kaku namun penuh tanda tanya.
Mengerti dengan arah pandang Aorion, dengan sigap David menghalangi tubuh Queen dan membiarkan wanita itu merapikan pakaiannya.
"Lilie, ada apa ini?" tanya Aorion masih tak mengerti apa yang baru saja di saksikannya.
''Dan kau, apa yang barusan kau lakukan pada Lilie?'' tanya Aorion sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Queen.
Raut wajah Aorion tak bisa terbaca. Entah apa yang saat ini telah di pikirkan oleh pria itu.
"Berhenti disitu Rion..!" ucap Queen, setengah berteriak, membuat Aorion menghentikan langkahnya seketika. Sementara David tidak memperdulikan Kehadiran Aorion ia masih terus melakukan pekerjaannya hingga selesai.
"Nona Queen hanya sedikit terluka.." ucap David sambil menundukkan kepala menghadap kepada Aorion. David tidak ingin membuat situasi semakin rumit dengan kesalahan-pahaman yang di timbulkan karena apa yang Aorion lihat sebelumnya.
David berhati-hati untuk menjaga rahasia Queen tetap aman. Aorion mengerutkan kening nya, ''Terluka, bagaimana bisa?"
"Aku baik-baik saja.'' Sela Queen bangkit dari tempat duduknya. "Aku ingin mandi, kalian berdua keluarlah..!!
Queen meninggalkan David dan Aorion yang masih saling bertatapan.
"Kenapa Queen bisa terluka, dan kau, sejak kapan kau ada disini ?" tanya Aorion menautkan kedua alisnya sambil menatap sengit pada David.
"Saat nona bertemu teman-temannya, tanpa sengaja nona terluka, dan aku membantu nona mengobati luka nya, karena nona tak ingin menggunakan jasa dokter, hanya itu!" Jelas david singkat.
"Kenapa harus kau, bukankah banyak pelayan wanita disini?" Aorion mendesis. ''Sedekat apapun kau dan Queen, dia adalah calon istriku, jadi jaga sikap mu..!" kecam Aorion, memperingatkan David.
"Maaf tuan." David menundukkan kepalanya dan melangkah keluar meninggalkan Aorion di sana.
"Terluka..? Bagaimana bisa dia tidak mengatakan apapun pada ku..?" Aorion melihat perban bekas luka dari tubuh Queen. Dan Aorion tau jika luka yang di dapat Queen bukanlah luka kecil.
Sementara Queen berada di kamar mandi, Aorion tetap menunggu Queen di dalam kamar tersebut. Ia ingin memastikan sendiri bagaimana luka yang di dapatkan oleh tunangannya.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pintu itu pun terbuka, Queen keluar dengan menggunakan piyamanya sambil menggosok-gosok rambutnya dengan handuk, lalu menyadari keberadaan Aorion.
"Apa yang kau lakukan disini, bukankah aku sudah meminta mu untuk keluar..?" Kata Queen sambil merapatkan piyamanya. Sikap Queen membuat Aorion semakin mencurigai luka tersebut.
Dengan perlahan Aorion melangkah mendekati Queen, sementara Queen hanya berdiam ditempatnya.
"Kenapa kau membasahi rambutmu, luka mu akan semakin memburuk jika terkena air.." ucap Aorion perlahan. "Apa kau baik-baik saja Lilie?" tanya Aorion lagi sambil mengambil handuk yang ada di tangan Queen, ia menuntun Queen untuk duduk di depan meja rias.
"Aku bisa melakukan semuanya sendiri." Queen mencoba mengambil handuk yang ada di tangan Aorion, namun Aorion menjauhkannya dengan cepat.
"Diamlah sayang, bukankah kau sedang terluka?- Jadi biarkan aku membantumu." Aorion membungkus rambut Queen dengan handuk kemudian mengambil pengering untuk mengeringkan bagian yang basah.
"Katakan padaku bagaimana kau bisa mendapatkan luka ini Lilie?" kata Aorion meminta penjelasan pada Queen.
"Ini bukan luka serius, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku..!" sahut Queen menolak untuk menceritakan kronologisnya.
"Kau pikir aku bisa bersikap tidak peduli saat kau meminta aku melakukan itu?'' Protes Aorion tak terima.
"Bagaimana keadaan Jessy,- Ah maksudku, apa dia sudah selesai dengan tugas kuliahnya..?" Queen mengalihkan pembicaraan. Aorion bisa mengerti jika Queen tidak ingin membahas tentang lukanya. Tapi Aorion tidak akan diam saja hanya karena Queen mengalihkan topik pembicaraan mereka. Aorion akan mencari tahu kebenarannya.
"Ya. Aku rasa nanti sore kita sudah bisa bertemu dengan Jessy, dia sangat senang saat ku katakan kau datang bersama ku ke London." Aorion berbohong.
"Baiklah kalau begitu, aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jessy." sahut Queen bersikap seceria mungkin.
Siapa yang ingin kau kelabui sayang?
Setelah rambut Queen kering, Aorion membiarkan Queen untuk menatanya sendiri. Aorion sengaja menyentuh pelan bahu Queen untuk mengetes seberapa besar luka yang di dapatkan Queen, dan ternyata berhasil.
Aorion dapat melihat dengan jelas bahwa Queen bergeming dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit akibat sentuhan tangan Aorion.
"Apa kau baik-baik saja..?" tanya Aorion.
"Apa kau sengaja melakukan nya..?" kesal Queen.
''Apa lukanya sesakit itu?"
''Tidak sakit sedikit pun.''
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...