sepeninggal kekasihnya, Citra saat itu dalam kondisi hamil, siapa sangka Citra justru di lamar oleh pria tampan yang meminta Citra menjadi pendamping hidupnya.
karena sang ibu Fatimah tidak ingin putrinya melahirkan seorang anak tanpa suami. Fatimah memaksa Citra untuk menerima pinangan si pria misterius itu.
Pernikahan tanpa cinta, di kondisi Citra sedang mengandung benih cintanya bersama almarhum kekasihnya. Bagaimana kehidupan pernikahan mereka selanjutnya?
Apakah motif sebenarnya pria tampan yang mau menikahi wanita yang sedang hamil?
jangan lupa untuk mampir dan baca kelanjutan ceritanya ya....
jngan lupa juga untuk meninggalkan like dan Vote kalian ya 🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reinna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 rumah sakit
"jono jon teriak papanya Agam memanggilnya supir peribadainya. jono segera berlari mendekat mendekat tuannya teriak hal yang tidak pernah di lakukan di rumah.
"cepat bantu saya bawa Agam ke mobil.
jono segera membatu mengangkat Agam. tangan papanya bergetar memngangkat anak semata wayang yang kini terkulai lemas tak sadarkan dini. mamanya terus terisak menyaksikan anak kesayangannya tak berdaya. jono memacu mobil dengan kecepatan tinggi. namun di rasa mama nya jono membawa mobil sangat lambat.
" supir bodoh anak saya hampir mati kenapa kamu membawa mobil sangat lambat umpatnya pada jono.
" maaf Bu tapi ini sudah kecepatan tinggi bela jono.
tiba di rumah sakit papahnya teriak brankar, ia meminta seseorang membawakan brankar untuk anaknya setelah Agam di pindahkan ke brankar, papa dan mamanya membantu perawat membawa Agam ke ruangan UGD. setelah di periksa dokter Agam segera di bawa ke ruang ICU,
beberapa dokter di bantu perawat memasang tubuhnya dengan selang selang yang terlihat memenuhi tubuhnya.
di depan ruangan mama dan papanya saling berpelukan menyesali pertikaiannya tadi.
"pah mamah sangat takut,
"semua akan baik baik saja mah. Agam anak yang kuat. kita do'akan semoga ia baik baik saja.
kreeeeek pintu ruangan terbuka, seorang dokter keluar. papanya segera menyambut,
"dok bagaimana keadaan anak saya?
"pasien masih dalam masa kritis,
"mari kita berdoa semoga Tuhan memberikan keajaiban pada kita ucap dokter yang membuat kedua orang tua itu lemas dan terduduk.
"saya permisi dulu pak bu, ucap sang dokter sambil berlalu.
mamanya terus terisak ia menagis di pelukan suaminya, ia tidak mampu membayangkan kalo harus kehilangan anak anaknya.
ia selalu memberikan semua yang anaknya minta. apapun ia turuti untuk anaknya hanya kali ini ia tidak setuju dengan pilihan Agam untuk hidup bersama dengan wanita pilihannya tapi ia harus membayar dengan amat sakit melihat anaknya tidak berdaya di dalam ruangan kaca.
di tempat lain, citra tidak bisa tidur, entah kenapa ia selalu terbayang senyuman Agam yang di sertai lesung pipinya. sejak sore tadi ia menghubungi Agam tapi tidak ada balasan dari pesan pesan yang citra kirimkan. sudah dini hari citra belum juga bisa memejamkan matanya untuk tidur. ia melihat lihat foto Agam di handphone miliknya sampai akhirnya bisa membawanya tidur.
di tengah tidurnya citra bertemu Agam, kini Agam memakai kemeja putih, terlihat sangat tampan, ia tersenyum menghampiri citra,
Agam berpesan bahwa anak dalam kandungannya harus ia jaga, Agam juga mengatakan anak itu yang akan membawakan kebahagiaan untuk citra. saat citra ingin mengejar tapi seolah tangan Agam telalu jauh ubah di raihnya citra hanya mampu teriak teriak memanggil nama Agam.
"Agam....
"Agam jangan tinggalkan aku.
"Agam.
teriakan citra berhasil membuat ibunya menghampiri citra. di goyang goyangkan tubuh citra karena sudah pukul sembilan pagi, citra mengerutkan dahinya matanya mengercap
" Ibu...
di lihatnya ibunya sedang duduk di sebelah nya. ibunya dengan sedikit kesal melihat anaknya yang susah di bangunkan pagi ini tidak seperti hari hari biasanya..
"Apa kamu tidak pergi kuliah? mau jadi apa kamu tidak kuliah ucap ibunya dengan menarik selimut yang menutupi tubuh anaknya.
citra yang bangun segera memeluk ibunya,
" Ibu maafkan citra bu, ibu citra sangat takut,
citra memeluk ibunya dengan sangat erat seolah ia tidak ingin melepaskan ibunya. dalam pikiran ibunya ada apa dengan anak gadisnya ini, kenapa pagi hari sudah bersikap sangat aneh.
"apa yang kamu makan semalam? sampai sikapmu sungguh aneh sekali ucap ibunya sambil pergi meninggalkan citra.