NovelToon NovelToon
SENJA

SENJA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:136.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Venny 22

Senja, seorang perempuan yang mencari kebenaran atas apa yang terjadi dalam keluarganya.
Ayah dan adiknya meninggal di hari yang sama, sedangkan Ibunya selama 3 tahun tidak dapat mengenalinya karena hilang ingatan.
Selain mencari siapa penyebab kehancuran keluarganya, Senja dihadapkan dengan kisah cinta yang mewajibkan dia harus memilih antara dokter Sandi atau pengusaha Rama Permana.

Apakah Senja akan menemukan orang yang menyebabkan Ayah dan adiknya meninggal?

Dan siapakah cinta sejati Senja??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venny 22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana apa?

Hari sudah sore, tapi sang senja belum menampakkan sinarnya. Pekerjaanku sudah selesai, dan aku bergegas untuk segera pulang. Setelah aku pamit pada karyawanku, tiba-tiba di luar aku melihat Rama dengan motor besarnya.

"Hai Senja" sapanya.

"Rama, lagi ngapain kamu disini?"

"Lagi nunggu kamu"

"Buat apa nungguin aku"

"Aku mau traktir kopi di cafe Serayu"

"Hari ini?"

"Iya, kamu bisa kan?"

"Kamu sebegitu penasarannya sama hubunganku dengan Dokter Sandi ya?"

"Iya"

"Kenapa?"

"Penasaran aja"

"Aneh kamu"

"Ayo kita berangkat, kita naik motor aku aja ya" pintanya.

"Tapi aku bawa mobil"

"Aku udah titipin mobil kamu sama preman sini tenang aja"

"Preman sini, emang ada?"

"Udah ayo, nih pake helmnya" ucapnya sambil memakaikan helm padaku.

"Aku bisa sendiri" aku berusaha mengambil alih helm itu, tapi sayang helm itu sudah mendarat di kepalaku.

"Oh iya, lain kali kamu harus beli jaket kulit, biar bisa motoran sama aku kan keren tuh motoran pake jaket kulit"

"Aku kan gak selalu motoran sama kamu, sayang aja nanti malah jarang dipake"

"Gimana kalau kamu masuk komunitas moge bareng aku?"

"Aku masuk komunitas moge? ya gak mau lah, orang aku gak bisa pake motor"

"Seriusan kamu gak bisa?"

"Iya serius, aku takut aja"

"Sini kalau takut pegangan sama aku" lagi, Rama megang tanganku dan melingkarkannya ke badannya.

Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan sore yang cerah, hari ini langit tersenyum cerah. Burung-burungpun menghiasi cakrawala yang indah. Hatiku sore ini, seperti semesta yang menebarkan udara hangatnya.

Kami sampai di cafe Serayu pukul 19.00 WIB, karena Rama mengajakku berkeliling terlebih dahulu sebelum kami pergi ke cafe.

Aku dan Rama memesan kopi dan beberapa cemilan. Kami mengobrol apa saja pada saat itu

"Senja, jadi bagaimana hubunganmu dengan Sandi?"

"Aku kira kamu lupa" ucapku sambil tertawa.

"Nggak dong"

"Aku putus sama dia"

"Kenapa?"

"Pagi itu, sebelum aku menerima telepon dari rumah sakit kalau ibu hilang, aku sudah ada di rumah sakit karena dari semalam aku gak enak hati memikirkan ibu, setibanya disana benar saja suster kalang kabut mencari ibu dan tidak sempat memberitau ku. Aku mencari dokter Sandi diantara kerumunan orang yang mencari ibu tapi tidak ada"

"Lalu"

"Aku langsung menuju ruangan dokter, aku menerobos masuk membuka pintu dan kamu tau apa yang dia lakukan?"

"Apa?"

"Dia lagi mesra-mesraan sama dokter perempuan, dan aku tau dia itu Raisa, sama sih dia kerja di rumah sakit itu juga dan aku pernah bertemu sama dia"

"Terus kamu gimana?"

"Aku lari ke kamar ibu lagi, tapi aku gak nemu ibu juga, akhirnya aku ke kantor polisi dan melaporkan kehilangan ibu, lalu polisi belum bisa memproses karena belum 24 jam, aku nangis sambil nelepon tante Gita"

"Sandi gak ngejar kamu?"

"Aku gak tau dia ngejar atau nggak, soalnya aku lari kenceng banget"

"Hahaha setragis itu?"

"Kok ketawa sih, orang itu sedih"

"Ya aku gak habis pikir aja gitu sama kelakuannya Sandi"

"Nah itu dia yang bikin aku marah, aku lagi kehilangan ibu aku lagi sedih eh dia malah, ah sudahlah aku gak mau mengingat itu lagi"

"Pantesan waktu kita kembali ke rumah sakit dan ibumu sudah ketemu, terus Sandi meriksa ibumu eh kamu malah marah-marah, tau gak aku sama mamah saling pandang gak ngerti sama sikap kamu yang marah-marah ke Sandi"

"Habisnya aku kesel banget sama dia"

"Sekarang masih sedih dong karena putus cinta?"

"Sedih? aku gak ngerasa sih, mungkin hubungan aku sama dia baru sebentar, terus aku sekarang ga kesepian karena ada ibu, jadi aku lupa kalau aku baru putus hehe"

"Baguslah kalau gitu"

"Bagus apanya?"

"Bagus kamu cepet move on"

Aku dan Rama melanjutkan obrolan dengan tema yang berbeda, tiba-tiba di pintu masuk cafe aku melihat dokter Sandi dan Raisa.

"Hah,baru aja pagi tadi mohon-mohon balikan ke aku eh sekarang udah sama dia lagi" ucapku tiba-tiba.

"Ngomong apa sih?"

"Tuh kamu lihat siapa yang dateng"

Seketika Rama membalikan badannya dan melihat siapa yang datang, ternyata Dokter Sandi datang bersama Raisa ke cafe itu.

"Wah wah wah, ada yang jealous nih kayak lagu yang diputer kali ini" iya, cafe ini memutar lagu Jealous dari Labrinth.

"Bukannya aku jealous tapi aku males aja ketemu dia"

"Samperin sono"

"Ogah banget"

Handphone ku berbunyi.

"Halo, iya bu aku pulang sekarang ya"

Mungkin ibu khawatir padaku, karena sampai jam 9 malam aku belum pulang juga, padahal dulu sebelum ibu ada di rumah, pulang ke rumah pun aku jarang, sekarang kalau jam 9 malam belum pulang, ibu selalu nelepon aku.

"Ram, aku pulang sekarang ya" ucapku.

"Loh kok pulang, kan kamu belum berantem sama Raisa hahaha" ledekknya.

"Apaan sih kamu, ayo anterin aku pulang"

"Yakin nih gak mau saling sapa dulu sama mereka?"

"Nggak mau, ayo dong"

"Iya iya aku bayar dulu ya, kamu tunggu di luar"

Aku berjalan ke luar cafe itu, dan Dokter Sandi melihatku, dia segera menghampiriku.

"Senja, kamu disini sama siapa?"

"Aku sama Rama, kenapa?"

"Aku"

"Aku mau pulang, dan silahkan lanjutkan kencan anda pak Dokter Sandi"

Aku berjalan cepat menuju parkiran cafe, hatiku marah, entah kenapa aku membencinya saat ini. Cemburu? bahkan aku tidak memikirkan untuk cemburu padanya. Yang aku rasa, aku hanya tidak mau bertemu dengannya apalagi dengan perempuan itu.

"Hei, kok jauh banget nunggunya sampe parkiran?" tanya Rama.

"Gak apa-apa, pengen cepet pulang aja"

"Iya ayo deh, kamu tuh kalau ada maunya gak bisa ditunda sebentar ya"

"Aku kangen ibu"

"Aku juga kangen kamu"

"Apa, kamu bilang apa?"

"Aku juga kangen mamah"

"Kirain"

"Apa?"

"Udah yuk ah"

Rama pun mengantarkanku sampai rumah.

"Aku pulang langsung ya, udah malam, salam sama ibu"

"Ya udah makasih ya Rama, udah bawa aku jalan-jalan, udah traktir aku, nanti lagi ya hehe"

"Iya Senja bawel"

"Ya udah sana pulang"

"Ya ampun diusir"

"Abisnya lama banget"

"Ya udah deh aku pulang, assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, hati-hati ya"

Dia melambaikan tangannya sambil berlalu dengan motornya.

"Assalamualaikum bu"

"Waalaikumsalam nak, kemana aja sih?"

"Aku jalan-jalan tadi sama Rama"

"Kamu barusan pulang sama Rama, dimana Ramanya?"

"Udah pulang soalnya udah malam, kata Rama salam ke ibu"

"Senja, ibu mau tanya sama kamu"

"Tanya apa bu?"

"Apa benar kamu sudah tunangan sama Dokter Sandi?"

"Apa tunangan, ibu tau darimana?"

"Gak penting ibu tau darimana, tapi ibu berhak tau tentang pertunangan kamu dengan Dokter Sandi"

"Bu, sebenarnya aku udah putus sama Dokter Sandi"

"Kenapa?"

"Adalah masalah antara aku dan dia bu"

"Nak, Dokter Sandi itu baik, dia yang merawat Ibu selama ini, apa masalahmu dengan dia gak bisa diselesaikan baik-baik?"

"Aku tau Bu, tapi dia udah ngecewain aku, tolong ibu ngerti ya sama aku"

"Ngecewain bagaimana?"

"Bu, aku jelasin ya, dia itu waktu ibu menghilang bukannya nyari ibu malah mesra-mesraan sama perempuan lain, aku lihat sendiri Bu"

"Nak, itu salah paham"

"Bu, apa tadi Dokter Sandi kesini?"

"Iya, tadi dia kesini, dan menceritakan semuanya. Dia itu lagi banyak masalah terus Raisa datang dan menenangkannya, mereka terlalu terbawa perasaan jadi mereka melakukan itu, dia khilaf Senja"

"Khilaf? udah deh Bu, aku gak mau lagi sama dia. Aku cape Bu, aku mau istirahat ya"

"Senja dengerin Ibu Senja"

Aku tak menghiraukan perkataan Ibu, aku makin marah padanya. Buat apa dia mempengaruhi Ibu seperti itu, apa yang sebenarnya dia rencanakan.

1
Nurcahyani Nurr
Ada ada ajaaa... Kira2 syapa ya org yg kasih info ke wika..
Nurcahyani Nurr
Wahhhh... Bner2 gila ini sandi...
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat lanjut Thor, mari saling dukung🙂
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Ema Curup
Marko mungkin
Syala Yaya (IG @syalayaya)
lanjut kak, double like untukmu dan salam manis dari syala yaya
yuliashafira14
Smngat ya
Listiana
Next up.. semangat.😍
Dapat salam dari "Blue Eyes" & "Jalan Cerita Cinta" ❤
Duwisukema
lanjut lagi..

slm dr wedding agreement
kiki rizki
next thor..

salam dari "wanita seribu luka"
Little Peony
Suka suka sukaaa 😍
Semangat update nya thor ✨


Salam dari Serendipity dan CEO’s Love Secret 💕
linanda anggen
lanjut 😁👍
का
Lanjut, boomlike done.

Jejak : CINTA SEORANG BOS MAFIA.

🤭🤭🤭
का
Lanjut
Noejan
nungguin senja ngomong jujur ke rama
Wichan606
Udah lama g koment. Komenlah.
Semangat author
Heaven's Feel
Permisi Promosi

【Judul】
Perfect Mask

【Genre】
Comedy, Psychological, Romance, School Life, Teen.

【Note】
Aku akan sangat menghargai Kritik dan Sarannya
mbak i
kapan senangnya,,,,konfliknya nggak pernah habis😭😭😭
_sshinta
next 😍jgn lupa mampir "Hello My Presdir"
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
dobel like untuk kakak semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!