Angga dijodohkan orang tuanya dengan Jesica tapi tepat pada hari pernikahan mereka Jesica mengetahui bahwa Vivi sahabatnya adalah kekasih Angga calon suaminya.
Apakah Jesica akan tetap menikah dengan Angga?? atau mengikhlaskan Vivi untuk menggantikannya?
yuk baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Setelah memutuskan sambungan telepon Angga, Alex menelpon Jesica.
Tut....tut...tut...
"Hallo Lex. Gimana kabar Vivi? Tanya Jesica
"Vivi udah sadar kok. Dia sudah kembali ke kantor" jawab Alex
"Oh Syukurlah." ucap Jesica
"Oh ya tadi Vivi bilang ke aku kalau dia udah janji padamu untuk tidak mau bertemu dengan Angga lagi" ucap Alex
"Hmm." Jesica mengiyakan
"Dia juga berencana akan tinggal di rumah atasannya. Tama" ucap Alex
"Apa??untuk menghindari Angga?" tebak Jesica
"Iya, dengan begitu juga Angga akan percaya kalau Vivi benar-benar menjalin hubungan dengan atasannya. Nggak mungkin juga kan kalau Angga datang ke rumah Tama untuk menemui Vivi" ucap Alex
"Hmm. Tapi aku khawatir pada Vivi" ucap Jesica
"Kamu nggak perlu khawatir. Vivi pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Apalagi atasannya seperti menyukai Vivi yaaaa semoga saja dia bisa membuat Vivi jatuh cinta padanya. Iya kan" ucap Alex
"Hmm. Semoga saja." ucap Jesica
"Oh ya tadi Angga menelepon ku untuk mencari tahu rumah Tama karena dia ingin bertemu dengan Vivi. Trus aku mengancamnya akan menyebarkan fotonya dengan Vivi malam itu. Aku yakin dia tidak akan berani. Dan......pasti Angga akan menyalahkan mu" ucap Alex
"Nggak apa-apa. Toh aku yang minta tolong padamu. Kamu nggak usah khawatir" ucap Jesica
"Okay, aku tutup telepon nya ya" ucap Alex
"Hmm. Kamu kirim ke aku foto itu ya" ucap Jesica
"Oke" Ucap Alex lalu memutuskan sambungan telepon
Di sisi lain Tama dan Vivi sudah berada di rumah Tama.
Tama mengantar Vivi di dalam kamar.
Ceklek....
"Ini kamar kamu. Jika ada apa-apa kamu bisa tanyakan pada ku" ucap Tama
"Kamu benar-benar tinggal sendiri?" tanya Vivi
"Hmm." Tama mengangguk
"Kenapa? Apa kamu takut?" tanya Tama
"Nggak sih, hanya saja kamu yang masih punya orang tua tapi tidak tinggal bersama mereka" jawab Vivi
"Aku sering mengunjungi mereka. Jika aku tinggal bersama mereka telingaku sakit karena mereka akan memaksaku untuk segera menikah. Makanya aku memilih tinggal sendiri. Sudahlah, kamu istirahat ya. Aku keluar dulu" ucap Tama
"Hmm" Vivi mengangguk
Sementara Angga sudah mendapatkan alamat rumah Tama tapi ragu untuk datang ke sana. Dia takut Alex benar-benar akan melakukan ancamannya.
"Aku menemui Vivi saat dia di kantor saja" ucap Angga.
Angga pun kembali ke rumahnya untuk menanyakan pada Jesica soal foto itu.
10 menit kemudian Angga sudah sampai di rumah, ia masuk dan mencari keberadaan Jesica. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Angga melihat Jesica hanya memakai handuk dengan rambut yang terurai basah.
"Angga......" ucap Jesica kaget
Angga pun langsung berbalik.
"Maaf-maaf, cepat ganti baju ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Angga, lalu iya segera keluar dan menutup pintu dari luar.
Huuuuuuuft ngapain juga aku nggak ketuk pintu dulu?? Dasar.... Batin Angga
"Aku tunggu di kamarku" teriak Angga
15 menit kemudian, Jesica mengetuk pintu kamar Angga.
"Masuk lah" ucap Angga
Ceklek....
Jesica menutup pintu dari dalam.
"Ada apa?" tanya Jesica
"Kamu kenapa lama sekali?" tanya balik Angga
"Terserah aku" jawab Jesica
"Duduklah" ucap Angga
Jesica duduk di depan Angga.
"Ada apa?" tanya Jesica
"Kamu kenapa menyuruh Alex untuk mengikuti ku?" tanya Angga
"Emang kenapa? Aku hanya tidak mau suamiku selingkuh" jawab Jesica
"Jes, kamu tahu kan aku dan Vivi saling mencintai, ja...."
"Kamu sudah setuju memberikan aku waktu 6 bulan Angga. Jika kamu menjalin hubungan dengan Vivi perjanjian itu sama saja nggak ada gunanya" potong Jesica
Jesica mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
"Kalau hanya membahas soal wanita lain lebih baik nggak usah." ucap Jesica, ia hendak pergi tapi ditahan Angga
"Aku belum selesai bic...."
Angga menarik Jesica sehingga Jesica jatuh menimpanya.
Kedua mata mereka saling menatap.
Angga Merasakan benda kenyal di dadanya, lalu menatap bibir Jesica.
Jesica yang sadar dengan tatapan Angga langsung bangun dari tubuh Angga.
"Dasar mesum..." ucap Jesica
"Me...mesum?? Kamu bilang aku mesum?" tanya Angga
"Hmm. Kamu" jawab Jesica lalu ia buru-buru keluar dari kamar Angga.
"Dasar......emangnya nggak boleh natap istri sendiri?? Ha? Istri?? Angga sadarlah.....kamu jangan sampai tergoda dengan tubuhnya" ucap Angga mengacak-acak rambut nya.
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Rasain semua org pergi meninggalkanmu