Imut, cantik dan baik hati itulah yang terus terucap di bibir semua orang saat bertemu dengan Aisyah, dia sangat ceria meski tidak bisa melihat, walau ditindas sama ibu dan kakak tirinya dan ayah yang tidak bisa melindunginya dia tetap bersyukur dengan hidup yang dihadapinya.
Namun hidupnya berubah saat bertemu seorang pria yang selalu melindungi dan menemaninya, apakah dia akan terus ditindas oleh ibu dan kakak tirinya atau mungkin takdir sudah berubah kepadanya.
Penasaran.
Yuk ikuti kisahnya.
IG : gx_shi7
update : Kamis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadila sizy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Aisyah segera melangkah keluar setelah dirinya sudah selesai berdandan. Aisyah pun melangkah kakinya ke dekat pintu kamarnya. Dia membuka pintu namun dirinya dikejutkan oleh adanya seseorang yang berdiri di depan kamarnya. Awalnya dia kaget namun akhirnya dia pun tersenyum kepada orang di depannya yang tidak lain adalah Reyhan yang juga sudah siap-siap dengan baju kaos hitam dengan celana levis selutut. Reyhan tersenyum kepada Aisyah. Dia melambaikan tangannya kepada Aisyah dan memberikan senyuman terbaik yang ia miliki.
" Apa kamu sudah siap?" tanya Reyhan dengan senyum penuh pesonanya membuat Aisyah salah tingkah dan terlihat gugup untuk menjawab pertanyaannya itu.
" Emm." hanya itu kata yang bisa keluar dari mulut Aisyah dengan tangan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kalau begitu ikut aku. Aku mau mengajakmu keluar hari ini. " seru Reyhan menarik tangan Aisyah tanpa meminta persetujuan terlebih dulu pada di pemilik tangan dan langsung membawa Aisyah ke bawah. Aisyah kaget karena tiba-tiba Reyhan menariknya. Setelah sampai di luar rumah dan Reyhan pun sudah selesai menghangatkan mobilnya Aisyah pun menanyakan perihal kemana Reyhan akan membawanya hari ini.
" Kita mau kemana? " tanya Aisyah yang sudah duduk di dalam mobil dan menatap bingung ke arah Reyhan.
" Kamu tenang saja. Aku akan membawamu bersenang-senang hari ini." seru Reyhan memakaikan sabuk pengaman untuk Aisyah. Aisyah pun kaget karna wajah Reyhan begitu dekat dengannya. Aisyah bahkan bisa mencium wangi sampoo di rambut Reyhan. Jantung Aisyah seolah berdetak kencang ketika wajah Reyhan begitu dekat dengannya. Aisyah bahkan sudah menahan nafasnya karena sudah mulai terancam akan keberadaan Reyhan di dekatnya yang hanya berjarak 2 cm darinya. Setelah selesai memakaikan sabuk pengaman untuk Aisyah Reyhan pun memasangkan sabuk pengaman untuk dirinya juga. Reyhan pun melihat ke arah Aisyah setelah dirinya sudah memasang sabuk pengaman nya. Dia melihat Aisyah yang menahan nafasnya dengan mata yang mematung ke depan.
" Tarik nafas Syah. Kenapa kamu menahan nafasmu? Nanti kamu akan sesak nanti. " seru Reyhan membuyarkan lamunan Aisyah. Aisyah pun menoleh dan melepaskan angin keluar dari mulutnya.
" Huh...Oh." Aisyah merasa lebih baik setelah melihat Reyhan sudah duduk di tempatnya. Dia mengusap dadanya pelan sembari melihat ke arah jendela.
" Kenapa dia begitu dekat tadi. Aku hampir tidak bisa bernafas dibuatnya. " gumam Aisyah yang tidak terdengar oleh Reyhan. Reyhan pun menoleh mendengar gumaman Aisyah namun tak begitu jelas ditelinganya.
" Kamu bilang apa tadi Syah? " Reyhan memastikannya.
" Huh...tidak ada kok, aku hanya bersiul saja." jawab Aisyah tersenyum kikuk mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kamu tidak apa-apakan? Kenapa kamu pucat begitu! Atau kita batalkan saja acara malam ini dan kamu istirahatlah dikamarmu. " seru Reyhan khawatir.
" Tidak...tidak, aku tidak apa-apa kok. Kamu setir saja mobilnya dan pergi ketempat yang sudah kamu siapkan itu." Aisyah mencoba menjelaskan kalau dia tidak apa-apa dan hanya tegang saja saat tadi Reyhan begitu dekat dengannya tapi tidak mungkin bagi Aisyah untuk mengatakannya secara langsung pada Reyhan. Dia pun hanya mengatakannya di dalam hati.
Reyhan pun merasa lebih tenang mendengar jawaban dari Aisyah dan dia pun langsung melakukan mobilnya. Setelah beberapa menit Reyhan pun sudah membawa Aisyah ke tempat yang sudah dia siapkan sejak sore tadi dan tentunya hal itu dilakukan oleh pengawalnya dengan instruksi langsung olehnya. Mereka pun terlihat melintasi lilin putih yang berbaris rapi di tanah.
" Ada apa ini! Apa ini kamu yang siapkan? " tanya Aisyah kagum dengan apa yang dia lihat di depannya.
" Emm. Apa kamu suka ? " tanya Reyhan tersenyum menatap lekat wajah wanitanya.
" Emm. Sangat suka. " balas Aisyah menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya membuat Reyhan merasa bahagia karena dia berhasil membuat senyuman di bibir wanitanya itu.
" Baguslah kalau kamu suka. "balas Reyhan mengusap kepala Aisyah dengan senyuman bahagia keluar di mulutnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
ditunggu banget lanjutannya, kok lama
sampai aisyah ny melahirkan thor😅
kejam kali kau Thor kenapa nggak di anak kandung kan 😌😌😌
semangat Thor
semangat Thor