NovelToon NovelToon
7 Life Crystals Book I

7 Life Crystals Book I

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Koibumi Alana

Demi perdamaian Crymane, terbentuklah sebuah tradisi mencari Tujuh Kristal Kehidupan beserta pengendalinya, dan yang mengadakannya ialah adidaya Crymane, Kerajaan Woerlt.

Yula Athhra, putri bungsu Kerajaan Hearthose yang berusia 12 tahun, terpilih menjadi rekan pertama Putri Kerajaan Woert, Lacus Wallt, untuk menemukan ketujuh kristal kehidupan tersebut.

Bagaimana perjalanan Yula dalam mengumpulkan ketujuh kristal kehidupan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koibumi Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 : Keputusan Putri Wallt terhadap rekan selanjutnya

Dalam kesendirian, Esha berhenti dalam keteduhan pohon yang berdaun lebat. Ia memukul batang pohon itu sekali. Sial! Ia merasa sangat kecewa dengan keputusan Yula. Entah kenapa padahal ia tak begitu tertarik dengan perjalanan Putri Woerlt, tetapi ia menginginkan sebuah alasan yang diterima Raja agar dapat mengizinkannya keluar dari Durasec.

Ia teringat kembali percakapannya dengan Yula tadi malam.

Setidaknya jangan memberiku harapan.

.

.

.

Setiba di istana, Raja Durasec dan keluarganya berpencar menuju aktifitas masing-masing. Lacus dan Yula kembali ke kamar mereka. Di sana para dayang menyambut mereka, lalu tak berapa lama tersedia minuman buah dan roti di kamar mereka. Lacus menyuruh para dayang untuk meninggalkan mereka berdua di kamar. Dengan patuh mereka keluar dan menutup pintu kamar.

“Jadi bagaimana untuk selanjutnya, Kak?” tanya Yula sambil mengambil sepotong roti dan mengunyahnya dengan nikmat.

“Ada beberapa hal yang membuatku terganggu, Yula. Begitu banyak kejadian di luar dugaanku. Tentu saja aku akan memilih Esha, sesuai dengan petunjuk kristalku. Tapi, jika benar Esha bukanlah seseorang yang asli dari Durasec, kenapa kristal memimpinku ke Durasec. Kupikir setiap perwakilan ialah anak dari keluarga kerajaan, karena biasanya seperti itu, setidaknya keturunan asli dari para pembuat kristal ini. Jika aku merekrut Esha atas nama Durasec, apa itu benar bisa?”

Lacus terganggu dengan pemikirannya dengan segala teori batu kristal dan para pengendalinya, segala hal yang ia ketahui dari sejarah buku maupun gurunya, benar-benar membuatnya bingung.

“Jadi artinya, jika kakak membawa Esha atas nama perwakilan Durasec tapi ternyata Esha bukanlah orang asli Durasec dan itu akan dipertanyakan oleh orang-orang Durasec? Jika Esha bukan orang Durasec, ia akan menjadi perwakilan dari mana?”

“Tepat sekali! Ayahanda, pasti akan menanyakan hal itu padaku nantinya. Jika aku salah saja bisa fatal akibatnya. Tapi aku benar-benar yakin kristalku memberi isyarat saat bertemu dengannya. Setiap mata kita bertemu, kristalku bersinar dalam tubuh ini.”

Yula menuangkan minum untuknya dan Lacus, menegaknya terlebih dahulu karena begitu haus.

“Apa yang harus aku katakan?” Lacus mulai cemas. Ia baru menyadari akan tugasnya, memilih perwakilan untuk mengendalikan Batu Kristal Kehidupan itu begitu sukar. Ini pertama kali baginya pergi keluar dari Kerajaan Woerlt—kecuali ke Kerajaan Hearthose, ia pernah beberapa kali berkunjung ke kerajaan itu.

“Apa banyak orang yang tahu tentang pengendali kristal itu keturunan pembuat batu kristal?”

Lacus ragu menjawab. “Benar. Tidak banyak yang tahu. Itu hanya kesimpulanku. Dari semua sejarah yang kubaca.”

“Kata Raja Durasec, kerajaannya pertama kali menerima pesan menjadi perwakilan pencarian kristal kehidupan. Nah, berarti....”

“Mereka tak tahu! Lalu, bagaimana jika ada yang mempertanyakan hal itu, hal yang membuatku cemas ini? Misalnya saja seperti Pangeran Seiger, kau tahu ia sangat tidak puas dengan hasil duel hari ini, bukan?”

Yula terdiam, mencari solusi.

“Kalau kita jujur saja?”

“Maksudnya?”

Yula melanjutkan sarannya. “Katakan saja tentang batu kristal kakak yang memberi isyarat akan pengendali batu kristal. Bahwa ialah yang memberi kakak petunjuk akan Esha, saat melihat sosoknya di duel tadi.”

Lacus mempertimbangkan saran Yula. Ia mulai mengangguk. “Benar juga. Akan kuberitahu apa yang menjadi dasarnya saja, benar begitu bukan?”

Yula mengangguk setuju.

“Baiklah! Sudah diputuskan! Terima kasih, Yula. Kehadiranmu banyak membantuku. Aku senang kamu yang ada disampingku untuk pertama kali. Kau tahu, aku keluar kerajaan hanya ke kerajaanmu saja, tak tempat lain. Karena itu, aku sangat gugup berhadapan dengan orang lain. Aku butuh pendamping yang memberiku solusi.”

“Jangan memujiku terlalu banyak, kak, nanti aku minta persenan!”

“Hahahaa..., tak akan! Dasar, kecil-kecil pecicilan!”

Yula terkekeh mendengarnya, untuk seorang Putri Dunia mengeluarkan sebuah kata yang sering dipakai rakyat biasa. Pecicilan?

.

.

.

Makan siang bersama dengan keluarga kerajaan Durasec. Dengan posisi tempat duduk yang sama sebelumnya, dan juga sebuah kursi yang tak ditempati, lagi.

Yula menatap kursi di seberangnya, lalu ke arah wajah Lacus yang terlihat sedih menatap tempat duduk di sebelah kanannya. Namun raut wajah sedih itu tak tampak oleh orang lain, hanya Yula yang menyadarinya. Lalu menatap Daisy yang sudah tiba di sampingnya, gadis kecil itu masih berharap yang duduk di sampingnya ialah Esha. Saat Yula menyapanya, ia tak membalas sama sekali. Mungkin ia kesal saat Yula mengeluarkan Esha dari duel. Tapi tak hanya Esha, bukan?

Dan makan siang kali ini benar-benar terasa canggung bagi kedua orang luar keluarga kerajaan. Ternyata, apa yang akan mereka rencanakan dengan yang akan mereka lakukan sangat sulit dikerjakan. Namun mereka harus mengatakan semuanya setelah makan siang.

“Jadi Tuan Putri, kami semua ingin mendengarkan pendapat Anda. Pastinya ada yang ingin Anda sampaikan pada kami semua setelah semuanya terjadi.”

Raja membuka perbincangan setelah peralatan makan dibersihkan dari meja makan. Semua mata memandang Lacus. Sebagai Putri Kerajaan Woerlt, ia harus menjaga sikapnya, tak dibutuhkan rasa gugup dan tetap bersikap tenang dari gerak tubuh dan cara bicara. Ia menenangkan pergerakan jantungnya, mengatur pernapasannya dengan cepat. Ia tak mau membuat Raja Durasec dan yang lain menunggunya berbicara.

“Saya sangat menghargai partisipasi pangeran dan putri Durasec, duel yang sangat mengagumkan. Namun saya salah langkah dalam memilih cara pemilihan bagi pangeran dan putri Durasec, saya sangat menyesal.” Lacus menjeda pembicaraannya beberapa detik. “Saya mengerti, bagaimana perasaan saat bertarung dengan saudara sendiri, itu sangat sulit. Dan itulah yang membuat duel tak sesuai sebagai pemilihan perwakilan.”

Raja mengangguk. “Ya, aku juga merasa sangat cemas saat anak-anakku saling menyerang di tengah lapangan. Kengerian tersendiri sebagi orang tua.”

Pangeran dan putri Durasec menatap ayahanda mereka dengan rasa senang namun sekalian menyesal bagi yang mengikuti duel. Raja tersenyum pada mereka semua.

“Tapi bagaimana pun, duel tadi menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi mereka semua. Dengan begitu mereka dapat mengetahui sebatas mana kekuatan magica yang mereka miliki.”

Lacus tersenyum lega mengetahui Raja tidak marah padanya.

“Lalu, Tuan Putri, bagaimana tentang perwakilan kerajaan kami? Siapa yang akan Anda pilih untuk menjadi rekan Anda dalam perjalanan ke depan?”

“Saya telah memikirkannya matang-matang. Tapi sebelumnya saya ingin memberitahu tentang batu kristal yang saya miliki.”

Semua kembali mengalihkan perhatian pada Lacus. Lacus menggenggam kedua tangannya yang kosong di depan dadanya, lalu tangannya menampakkan cahaya yang menyilaukan dari celah-celah jarinya. Kemudian perlahan ia membuka kedua tangannya, semua mata memperhatikan apa yang ada dalam tangannya itu dan membuat mereka terkagum.

“Inilah Batu Kristal Kehidupan yang kami cari. Batu yang ada pada saya ialah kristal magica elemen air. Kristal penghubung seluruh elemen magica lainnya yang ada di seluruh bumi ini. Dengan begitu saya tahu di mana saja saya harus mencari batu kristal kehidupan lainnya tanpa kehilangan arah. Dan juga, kristal ini yang memberitahukan saya siapa saja yang pantas menjadi pengendali kristal-kristal lainnya.”

“Berarti batu kristal Anda memberitahu Anda di mana saja kristal berada dan siapa saja yang menjadi pengendali kristal-kristal tersebut secara terpisah?” terka Lylia.

“Benar,” Lacus mengangguk sekali membenarkannya.

“Apakah setiap pengendali yang Anda temukan, Anda akan tahu di mana batu kristal yang harus mereka temukan?” tanya Cathia antusias.

“Pada dasarnya saya hanya mengerti di mana letak keenam batu kristal lainnya karena arahan dari batu kristal yang saya miliki. Jalan mana yang harus saya tempuh dan batu kristal elemen apa yang akan saya temui. Tapi, untuk memutuskan seorang pengendali saya butuh bertemu dengan orang itu lewat tatapan mata kami yang bertemu.”

“Bagaimana jika Anda tak bertemu dengan orang itu?” tanya Cathia lagi.

Lacus tersenyum. “Saya selalu yakin dengan kehendak Tuhan yang akan mempertemukan kami, cepat atau lambat. Karena itu semua adalah takdir kami sebagai pengendali Batu Kristal Kehidupan.”

“Kalau begitu Anda sudah bertemu dengan salah satu pengendali batu kristal di kerajaan ini, bukan? Karena kulihat mata Anda tak terpancar keraguan lagi, Tuan Putri. Siapa orang itu?” tanya raja mendesak.

“Ya. Saya sudah bertemu dengannya. Dan saya berharap kita bertemu lebih awal dari apa yang telah terjadi.”

Sesaat Raja seakan terkejut, namun ia sebenarnya sudah menebak maksud dari perkataan Lacus. Ia mengangguk paham. “Katakan saja, Tuan Putri.”

“Dia... adalah orang yang tak hadir dipertemuan ini.”

Para ratu dan seluruh pangeran dan putri terperanjat dengan jawaban Lacus. Mereka tak habis pikir kenapa orang itu yang bisa terpilih, dan sebagian lainnya berpikir bahwa Putri Woerlt kali ini pasti salah menafsirkan pemberitahuan dari batu kristalnya sendiri. Ruang makan yang menjadi tempat pertemuan itu bising dengan suara bisikan mereka.

“Maaf, Tuan Putri. Apa Anda tidak salah dengan pilihan Anda?” Seiger mulai geram dengan semua perkataan Lacus yang dianggapnya omong kosong. “Anda sudah mendengarnya, bukan, bahwa anak itu––Esha, bukanlah bagian dari keluarga kerajaan ini. Bagaimana bisa ia menjadi perwakilan kerajaan ini?” Seiger mengoreksi kata ‘anak itu’ menjadi Esha saat Raja mendehem padanya, pertanda Raja tak suka dengan panggilan yang diberikan.

“Apa pun statusnya di kerajaan bukanlah sebuah alasan. Saya juga berpikir sama pada awalnya. Tapi, batu kristal yang saya miliki bersinar hangat dalam tubuh saya saat bertemu dengannya. Dan itulah pertanda akan pengendali selanjutnya.”

Semua terdiam sesaat.

“Kita sudah mendengar jawaban yang kita tunggu dari Putri Lacus,” Raja mengambil alih pembicaraan. “Dan jika itu sudah menjadi keputusannya, berarti perkataannya mutlak. Aku mengizinkan Esha pergi menemani Anda, Tuan Putri, atas nama Kerajaan Durasec. Bagaimanapun bagiku ia sudah menjadi salah satu anak yang kusayangi.”

Yang lain terbungkam.

“Tapi, ayahanda. Apa Esha menginginkan hal ini? Apa ia bisa diberi tanggung jawab yang besar seperti ini?” Seiger masih belum percaya.

“Pastinya ia bisa. Aku percaya padanya.”

Lagi-lagi hanya dia yang diberi kepercayaan!?

“Apalagi, Seiger? Apa yang membuatmu tidak puas dengan keputusan Putri Lacus, atau keputusanku?” terka Raja.

“Tidak,” Seiger menjawab dengan cepat. Ia akan sangat lancang jika menolak keputusan raja. “Hanya saja, saya tak bisa percaya pada Esha. Dari awal.”

“Ya, aku tahu kau akan berkata seperti itu.” Raja menggeleng sekali. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Lylia. “Apa kamu bisa menemukan Esha dan memberitahukan hasil pertemuan hari ini padanya?”

Lylia mengangguk sopan. “Ya. Saya akan menemukannya.”

Yula mengacungkan tangan. “Ah. Bolehkah aku ikut mencarinya?”

Tak hanya Lylia, Cathia, Nemuz dan Thev, anak kedua dari ratu kedua yang sangat akrab dengan Nemuz, ikut mencari Esha secara terpisah. Mereka mencoba pergi ke berbagai tempat yang mungkin disinggahi anak itu. Walau bagaimanapun mereka tak tahu anak itu akan ada di mana. Durasec dan desa-desa disekelilingnya terlalu luas untuk mencari satu orang. Mereka juga tak bisa mengerahkan para pengawal karena takut akan membuat rakyat ketakutan.

Yula, dengan insting penjelajahnya, yang tak terlalu mengenal daerah Durasec ikut mencari sendiri. Ia punya firasat akan menemukan Esha.

1
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
kasian esha
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangatt semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
ko we jadi sedih
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat Semangat Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Vivi
Semangat thor semangat
Nayla Syberia
namanya lacus tapi aku baca nya berkali-kali salah malah Lucas 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!