Bisakah Kelvin menjadi seorang ayah, yang baik untuk keluarga kecil barunya?
Apakah pada akhirnya Vina bisa menerima kehadiran Kelvin dalam hidupnya?
Akankah kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan dengan lancar?
Apakah pada akhirnya kebenaran akan terungkap?Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai?
Aku akan belajar menjadi seorang ayah yang baik untuk mu dan anak mu, walaupun aku tidak tau, anak yang berada di kandungan mu anak mu dengan siapa, hanya saja jika melihat mu seperti ini mengingatkan ku dengan gadis itu gadis yang ku tinggali setelah malam itu, aku ingin tanggung jawab tentang hidupnya tapi bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia dimana.
Aku berharap dia akan bertemu dengan laki laki yang mau menjaganya dan menerima kekurangan nya, sama halnya aku yang akhirnya menikahi mu dan menerima kekurangan mu. Aku harap suatu saat nanti kamu juga bisa menerima ku pada akhirnya
Jika kalian yang baru bergabung jangan lupa baca Novel sebelumnya dulu ya agar kalian ga bingung karna ini adalah Sequel lanjutan dari Cerita Kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
pagi datang begitu cepat matahari mulai memancarkan sinarnya dan memaksa masuk melalui celah jendela kamar Kelvin dan Vina, bahkan cahaya itu dapat menyilaukan mata Vina yang terkena paparan sinar matahari itu. Vina terbangun dari tidurnya dan terduduk di samping Kelvin yang masih tertidur, Vina menempelkan punggung tangan nya kepada dahi Kelvin memastikan bahwa suaminya sudah baik baik saja.
Setelah tahu kalau Kelvin sudah baikan Vina segera bangkit dari ranjang dan menuju lemari bajunya memilih beberapa baju dan membawa handuk untuk ia yang akan mandi. Vina mandi dengan sangat cepat dan merasa sangat segar sekarang. Vina segera memakai pakaiannya, dan segera keluar kamar mandi dan dia masih mendapati Kelvin yang masih terlelap. Vina langsung merias wajahnya dengan natural dan segera menghampiri Kelvin untuk membangunkan suaminya itu.
"Vin.. bangun yuk udah siang kamu emang ga kerja?" tanya Vina dan terus mengguncang tubuh Kelvin agar segera bangun
"Hemm.. aku masih ngantuk.. aku masih mau sama kamu gamau kerja.. aku masih sakit Vin" ucap Kelvin meracau dengan suara orang khas bangun tidur
"Ish.. ngomong apaan si Vin, cepet ah bangun kalau ga bangun aku ngambek lagi biarin" ucap Vina seraya akan meninggalkan kelvin
Kelvin yang mendengar itu langsung bangun sambil terduduk dan menggenggam tangan Vina yang ingin pergi meninggalkan nya lagi. "Jangan lakukan itu! aku gamau sendiri lagi emang kamu tega apa liat aku kayak kemarin" ucap Kelvin seraya bersikap manja terhadap Vina
Vina yang ga bisa liat suami nya dengan keadaan seperti kemarin langsung duduk di samping suaminya, "Iyaa iyaa ga ninggalin kamu kok, yaudah mandi ya aku tunggu di bawah aku udah lapar banget ini" ucap Vina seraya meninggalkan Kelvin dan bergegas ke bawah untuk sarapan
Sesampainya di bawah Vina langsung duduk di meja makan dan sudah ada bibi yang sedang menyiapkan piring makanan dan menata lauk untuk sarapan. "Bi minta tolong kupasin buah buahan nya ya bi, aku mau buat susu" ucap Vina kepada pembantunya itu
"Baik non, tunggu sebentar ya" ucap bibi kepada Vina seraya mengambil buah buahan di kulkas, dan segera mengupasnya dan memotong buah buahan itu dan menatanya di piring.
Vina segera membuat susu hamil untuk dirinya, dan duduk di meja makan untuk meminum susu itu, dan memakan buah buahan yang sudah di potong bibi untuknya, sambil makan buah Vina juga mengecek ponselnya mendapatkan pesan dari kakak iparnya yang ingin mengajaknya keluar rumah untuk membeli beberapa perabot rumah, Vina yang bosan di rumah pun akhirnya mengiyakan ajakan kakak iparnya itu. dan mereka akan pergi jam 11 siang ini.
Saat Vina meletakan ponselnya ternyata Kelvin sudah ada di hadapan nya dengan pakaian kerjanya yang sangat rapih, Vina yang ga pernah melihat suaminya dengan pakaian rapih itu tersenyum saat melihat suaminya sangat tampan. "Kenapa kamu memandangi wajah ku seperti itu, apa masih ada bekas pasta gigi?" tanya Kelvin kepada Vina
"apaan si mas engga ko gada, Oia aku mau ijin keluar boleh ga?" tanya Vina kepada Kelvin
"Kamu emangnya mau kemana? Ama siapa terus berangkat kapan balik kapan?" tanya Kelvin dengan rinci
"Ya Allah mas, kamu nanya apa introgasi aku? tenang aja aku ga jalan Ama siapa siapa ko, cuma keluar bentar sama Kaka ipar mau nemenin dia beli perabot rumah katanya" ucap Vina kepada Kelvin
"Oh kirain sama siapa, yaudah kalau gitu jangan pulang malam malam ya, jangan cape cape juga minum obat sama susu tepat waktu" ucap Kelvin kepada Vina perhatian
"siap komandan" ucap Vina kepada Kelvin seraya mengambilkan makanan untuk Kelvin sarapan
"Kamu mau apa nasi goreng atau roti aja?" tanya Vina kepada Kelvin
"aku mau roti aja selai coklat ya Bun" ucap Kelvin kepada Vina seraya mencari dompetnya di saku celana
"oke" ucap Vina seraya menyiapkan roti dan susu untuk suaminya itu. Kelvin berbeda dengan suami suami lain yang kalau pagi minum kopi kalau Kelvin minum susu hehehe.
Vina pun ga lupa membuat bekal untuk Kelvin agar siang ini dia bisa makan dengan baik ga makan di luar yang ga jelas.
"Mas ini aku bekelin juga nasi goreng ya, kamu harus makan awas sampai ga makan aku gamau kamu makan sembarangan kamu kan baru sembuh, jangan lupa minum obat juga oke udh aku siapin semuanya" ucap Vina kepada Kelvin
"iya Bun, ih iya ini kamu pegang buat kamu belanja sama Kaka, sekalian Beli lemari baru buat naruh album album yang kamu beli kemarin kan belum di rapihin karna gada tempat khusus" ucap Kelvin seraya memberikan ATM nya kepada Vina
"Apaan si mas, aku ada ko uang biarpun ga banyak gausah ah" ucap Vina menolak pemberian ATM Kelvin
"kamu mah uang Kamu kamu tabung aja, kamu pakai uang aku aja, kalau kamu nolak aku ga akan ijinin kamu keluar awas aja" ucap Kelvin kepada Vina
"ish dia mah maksa aku gamau ngabisin uang kamu tau" ucap Vina kesal
"Bunda ayah yang cantik, ayah kerja itu untuk dapat uang yakan, kalau bukan buat di abisin bunda terus buat apa sayang kuh, udah ah jangan ngambek nanti cantiknya ilang loh" ucap Kelvin kepada Vina
"Ish pake segala buat aku abisini lagi, nanti di abisini nangis.. hahahah" ucap Vina seraya tertawa
"hahah kenapa harus nangis Yang abisin istri sendiri juga" ucap Kelvin kepada Vina
akhirnya mereka sarapan bersama setelah membahas hal ga penting itu, akhirnya Vina mau ga mau menerima ATM itu agar dia bisa di izinkan oleh Kelvin keluar rumah, setelah selesai makan sarapan Kelvin pun menyuruh pak supir untuk menyiapkan mobil untuk dirinya pergi ke kantor. dan juga meminta supir untuk standby jika sewaktu waktu Vina membutuhkan nya.
karna dia takut kakaknya ga bisa anter Vina sampai rumah kembali. "Udah lah mas aku bisa pulang sendiri kalau emang Kakak ga bisa anter aku" ucap Vina kepada Kelvin agar ga perlu khawatir dengan keadaan nya
"Ga bisa gitu bunda bunda lagi hamil jadi harus di jaga dengan ekstra oke, udah bunda nurut aja ya" ucap Kelvin
"iyaa iyaa oke, seterah ayah aja, yaudah hati hati di jalan ya semangat kerjanya ayah" ucap Vina kepada Kelvin dan Salim kepada suaminya itu
sedangkan Kelvin mencium keningnya, dan berbicara pada Dede bayi agar tidak menyulitkan hundanya. "Sayang nya ayah ayah kerja dulu ya untuk cari uang yang banyak biar Dede bisa makan makanan enak bisa jalan jalan bisa beli susu bisa buat bunda seneng juga, Dede jangan huat sulit bunda ya," ucap Kelvin seraya mencium perut Vina dan mencium kepala Vina lagi
"Hahaha kamu selalu punya cara sendiri untuk bicara sama anak mu ya, tenang aja uang mu ga akan habis kan sampai tujuh turunan hahaha" ucap Vina kepada Kelvin yang ikut tertawa dan mengacak rambut Vina sebelum akhirnya pergi meninggalkan Vina untuk ke kantor