NovelToon NovelToon
Suami Malaikatku

Suami Malaikatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa Modern / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:110k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Sebelum membaca di sarankan untuk membuka novel yang berjudul "Calon Istri Pengganti Tuan Abian" karena ini adalah lanjutan dari novel tersebut.

Cerita yang di angkat tentang perilaku suami yang bersosok malaikat selalu mampu membuat hati sang istri meleleh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19. Senjata Makan Tuan

Pagi itu kedua pasangan yang baru melahirkan tampak duduk menikmati suasana cerah di temani para suami yang tampan membuat hari semakin bersemangat.

Gibran yang barusan tiba di halaman itu membuat semua mata tertuju padanya.

"Gibran, kau habis dari mana?" tanya Indira melihat wajah adiknya yang penuh keringat dengan kostum training menambah ketampanan pria muda itu.

"Gibran dari lari di sekitaran perumahan sini saja, Kak. Gibran masuk dulu yah Kak." ucapnya berjalan dan menundukkan kepalanya pada Abian.

Bram dan Gia hanya ikut menatap kepergian pria itu saja. Sungguh Gibran terlihat sangat menawan pagi itu.

Tubuh tidak begitu tinggi dan berisi hanya memiliki otot yang tampak membentuk kaosnya saja benar-benar mencuri perhatian.

"Adikku sudah besar saat ini." tutur Indira sembari tersenyum senang.

Sampai hari sudah semakin panas, kini mereka semua memutuskan untuk segera masuk membersihkan diri.

"Tuan muda, ayo berhentilah menangis. Ayo Tuan ingin naik ke mobil ini, tidak?" Suara Bi Qila terdengar terus berusaha membujuk Rabian yang sejak tadi menangis.

"Ada apa, Bi?" tanya Indira.

"Nyonya, ini Tuan muda Rabian sejak tadi terus menangis karena marah." terang Bi Qila.

Indira yang ingin menggendong putranya di cegah oleh Abian. "Duduklah di situ, biar aku yang menggendong Rabian."

Abian memberikan Rafael pada Bi Qila sementara Rabian ia bawa ke gendongannya. "Ayo ayo sama Papah sini, Sayang. Rabian kenapa menangis?" tanya Abian sembari mengusap lembut wajah putranya yang sudah basah itu.

"Papah sama Mamah sudah nggak sayang sama Bian, Papah sama Mamah sayang sama dedek." ucapnya sembari menangis terisak.

"Hey, siapa bilang begitu? Papah sama Mamah sayang sekali sama Rabian. Sama adek Rafael juga sayang sekali. Jangan menangis sayang."

Rabian yang mendengarnya justru semakin mengencang kan suara tangisan itu. "Loh kok semakin menangis? ada apa? ayo katakan!" pintah Abian yang mengeratkan pelukannya sembari mengusap punggung putranya.

"Rabian, jangan menangis, Nak. Mamah sama Papah sayang sekali dengan Rabian. Ini Mamah lagi sakit jadi belum bisa gendong Rabian."

Indira dan Abian sangat tidak tega melihat anak mereka bersedih seperti itu. Tanpa bisa menggendong Indira hanya bisa ikut mengusap lembut wajah Rabian.

"Tapi Papah sama Mamah tinggalin Bian sendili nggak di ajak jalan." ucapnya.

"Loh tadi Rabian masih bobo kan? Mamah sama Papah harus bawa adek berjemur sayang. Sudah jangan menangis besok kita ajak Rabian juga yah."

"Ayo main mobilnya sama Papah." ajak Abian menurunkan putranya dari gendongan dan membawa Rabian masuk ke mobilannya itu.

Indira yang duduk di sofa hanya tersenyum melihat kedua pria di hadapannya tengah bermain. Abian memainkan remot mobilannya sementara Rabian sudah tertawa kegirangan tiap kali mobilnya belok dengan laju.

"Bi... pelan-pelan nanti Rabian jatuh." Suara Indira terdengar khawatir.

"Tuan, Nyonya kami pergi mandi dulu." ucap Bram yang bergegas menuju lift bersama Gia.

"Iya kalian mandilah kami juga akan ke kamar." ucap Indira.

"Rabian, kita mandi dulu yuk." ajak Abian yang menghentikan permainan singkat itu.

"Belum, lagi Papah." bujuk anak itu.

"Iya nanti kita main lagi habis mandi sayang." tutur Indira.

Abian meraih tubuh putranya menuju ke kamar. Mereka mandi berdua pagi itu. Sementara Rafael kini sudah di mandikan oleh Bi Qila.

"Sayang, kau tidak ingin bergabung?" goda Abian.

"Papah ayo Mamah juga itut." Rabian pun bersuara meminta Indira mandi bersama mereka.

Mata Indira membulat kaget mendengar ajakan putranya. "Bi...kau ini benar-benar yah." hardik Indira.

"Iya Sayang, Mamah jahat yah tidak mau mandi dengan Rabian. Papah saja mau mandi sama Rabian. Mamah tidak sayang kan sama Rabian? cuman Papah yang sayang sama Rabian."

"Bi, berhenti mempengaruhi Rabian seperti itu." pekik Indira.

"Mamah ayo sini." terlihat tangan Rabian yang melambai memanggil Indira.

Melihat senyuman penuh kemenangan suaminya, Indira hanya memutar malas matanya.

"Rabian mandi sama Papah saja, Mamah belum boleh mandi, kan Mamah masih sakit, Nak."

Abian menyerah saat mendengar Rabian mengatakan, "Ayo Pah mandi, kasihan Mamah." ucapnya meraih kran shower untuk menyalakannya.

Keduanya sudah basah di bawah siraman shower. Abian begitu heboh di kamar mandi dengan putranya saat mandi sembari bermain busa sabun yang melimpah.

"Dasar anak sama papahnya sama saja."

Kini Indira melangkah menuju lemari untuk menyiapkan pakaian kedua pria yang saat ini tengah menikmati air di dalam kamar mandi itu.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan kaca dari pembatas kamar mandi. Indira menoleh menangkap sosok Abian yang sedang menggoda dengan menunjukkan kepemilikannya yang tegak berdiri.

"Dasar mesum." pekik Indira kemudian berlalu pergi.

Usai Abian dan Rabian mandi, mereka menuju ruang ganti. Di sana Abian tampak memakai kan pakaian dan beberapa peralatan baby pada Rabian agar wangi.

Sementara Indira memilih untuk segera mandi sendiri.

Di kamar yang berbeda juga tampak Bram yang mandi bersama dengan Gia, sedangkan Raina sudah di bawa oleh pelayan untuk di mandikan.

"Sudah, ayo keluar." ajak Abian yang menggendong istrinya dengan balutan handuk tebal.

"Hari ini jangan bergerak terlalu banyak, ada pelayan yang akan menemanimu. Aku harus bekerja bersama Tuan." tutur Bram memperingatkan Gia.

"Iya-iya, tenanglah aku tahu itu." ucap Gia.

"Gia." panggil Bram.

"Iya, Huby ada apa?" tanya Gia.

"Apa kau pernah memiliki rasa dengannya?" tanya Bram tampak ragu.

"Dengannya? maksudnya?" tanya Gia tak mengerti.

Bram tanpa sengaja mengingat kembali masa dimana Gibran yang begitu terpuruk karena pernikahan mereka, dan juga Gia yang sempat merawat Gibran saat sakit. Ada perasaan ingin tahu saat ini.

Terlebih lagi melihat Gibran yang sempat melemparkan tatapan dalam pada Gia tadi pagi.

"Gibran." ucap Bram.

Gia tersenyum menatap suaminya ia tahu jika Bram sedang cemburu. "Kau cemburu padanya?" goda Gia.

Mata Bram seketika melirik kesana kemari berusaha menyembunyikan perasaan cemburunya itu ia sangat malu.

"Ti-tidak, aku hanya ingin tahu saja." tutur Bram.

"Itu hanya sesuatu yang tidak jelas dan yang pasti sudah lewat, Huby." ucap Gia enggan mengakui perasaannya yang telah pudar dan terlupakan karena cinta Bram hadir saat itu juga.

"Tenanglah, cinta Bram sudah menyempurnakan hidup ku, tidak ada yang perlu di takutkan." tutur Gia tersenyum lembut.

Bram yang tidak bisa berkata apa-apa lagi akhirnya meraih jasnya dan keluar dari kamar di ikuti dengan Gia di belakangnya.

Semua sudah tampak duduk berkumpul di meja makan pagi itu, termasuk Gibran juga. Ia sudah bersiap untuk ke kampus.

"Bagaimana kuliahnya, Gibran?" tanya Abian.

"Semua baik-baik saja, Kakak ipar. Hari ini Gibran hanya dua jam saja di kampus setelah itu Gibran segera ke kantor." tuturnya.

"Oke nanti kita bertemu di sana saja." tutur Abian.

"Baik kakak ipar."

***

"Oke semua sudah sempurna. Afrah kau memang sangat cantik. Tidak mungkin jika seorang Abian tidak mampu kau taklukkan bukan?" tutur Afrah tampak tersenyum menyeringai.

Pagi itu ia memakai pakaian yang jauh lebih mini lagi. Belahan dada yang terlihat sangat menantang menambah tampilan seksi wanita itu.

Tangannya tampak mengoles seluruh lotion di tubuhnya yang memancarkan aroma begitu tajamnya menggoda setiap indera penciuman.

Afrah bergegas meraih kaca mata hitamnya dan mendaratkan di hidung mancungnya itu.

Sungguh tampilan yang akan menggoda kaum adam di luaran sana. Kali ini Afrah enggan bersikap menjadi seorang mantan rekan bisnis. Ia ingin menjadi wanita yang akan masuk ke dalam kehidupan Abian Malik.

"Abian, I'm coming." ucapnya dengan manja.

Gadis itu melangkah masuk ke dalam mobilnya, dan mobil mewah itu pun melaju ke arah kantor Malik Company.

Selama di dalam mobil wanita itu tak henti-hentinya berkaca dan meraba setiap lekukan tubuhnya hingga supir pribadi yang duduk di depannya saat ini meneguk kasar salivahnya saat tanpa sengaja melirik dari kaca spion itu.

"Hey apa yang kau lihat awas!" teriak Afrah yang sadar akan supirnya yang gagal fokus hingga mobil mereka hampir menabrak pengendara lainnya.

"Aaaaaaaaa." teriak keduanya.

Dengan cepat supir itu membanting stir mobil hingga mereka menabrak satu pohon yang berada di pinggir jalan itu.

"Nona, maafkan saya."

"Ah...sakit." Afrah terdengar merintih dan memegang bagian kepalanya yang terbentur ke jendela.

Tanpa mereka sadari jika kecelakaan kecil itu sudah membuat alis Afrah sebelah tampak membengkak.

"Nona, maafkan saya."

1
Heliati Mamonto
lanjut
bundan@ furqan
ika widya
lucky ma dita ja,, sprtiny lucky org yg baik
nhiena Ali
💖💖💖💖💖💖💖💝💝💝💝💝💝❤❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
sarianum manurung
bakalan kangen SM keluarga malik...Abian i love u
Retno Marsudi
sukses selalu thorrrr
Retno Marsudi
waduhhhh tamat deh,, padahal aku suka novelnya nih,,
Retno Marsudi
bucinnya dikau tuan abiannnnnn
Retno Marsudi
Bayiku,, bukan bayi kami 🤣🤣🤣🤣
Retno Marsudi
Baper akut diriku sama kamu tuan abian malik
Yuni Ati
Jauh-jauhin tuh si ular cobra afrah Thor
Lutfiati Puzz
ak gk bisa mve on dari Abian Malik😭😭😭
ig: monalisa_n28: Hehehe Terimakasih kak🙏🙏
total 1 replies
harap_tenang😌
bi qila mulai lagi deh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
may Saka
kak bikin versi mauren sama gibran don kepo kelanjutan cerita cita mereka berdu nihhh plissssssssssssss.....................
Aris Mamae Rakha
extra part nya dong kak thor...😁😁😘😘
ig: monalisa_n28: Hehehe udah mentok selesainya kak
total 1 replies
Ghea_yuni_Aprinsa
yg berikut'y pa thor.....?
semoga lbh seru y....😘
ig: monalisa_n28: amin kak terimakasih yah kak
total 1 replies
Sri Hendrayani
up lgi donk thor
Sri Hendrayani: buat bonus upnya kak..
cerita bagus banget... 😍😘🥰
total 2 replies
Aris Mamae Rakha
Indira wanita yang lembut, anggun bisa berubah menjadi wanita jadi2an 🤣🤣 bahkan seperti monster kata Bram, 🤭🤭🤭🤭
Aris Mamae Rakha
bener2 cari mati berurusan dengan Abian
ajiu jiu
tamat sdh cerita ringan yg tdk bkin stress , ap akhirnya kita "pisah" di sni Thor 🤔🤔 rasa ny ngk mau novel in tamat 😢😢😢
ig: monalisa_n28: hehehe terimakasih kak sudah setia sampai akhir
total 1 replies
Erna Watie AZ
buat kisah si rabian thorr,,,
ig: monalisa_n28: hehehe masih di pikir dulu yah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!