NovelToon NovelToon
Imam Pilihan Ayah

Imam Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:427.2k
Nilai: 5
Nama Author: Adhel

Alya Rahmadhani, anak kedua dari keluarga Hasan dan Rahma, menerima perjodohan pilihan Ayahnya. Menggantikan Kakaknya yang bernama Tyas, Karena Ia sudah memiliki calon lebih dulu.

Dimas yang baru menyadari ternyata Anak ke-2 pak Hasan yang akan ia nikahi. Menjadi dilema karena Raka adiknya sudah menyukai lebih dulu sejak awal masuk kuliah. Tetapi Dimas juga sudah mulai suka kepada Alya.

Kini pria yang pernah Alya jumpai saat berada di Jogja beberapa tahun lalu akan menjadi pendampingnya, dan tanpa Alya sadari perlahan ia mulai menyukai Dimas.

Karena belum bisa menerima perjodohan tersebut, Raka lebih memilih ke Kalimantan sesuai permintaan Ayahnya. Mengubur jauh rasa sayang untuk memiliki Alya.

Tetapi takdir berkata lain, ada banyak polemik yang menerjang hubungan mereka.

Akankah Alya menikah dengan Dimas atau Raka akan kembali ke Jakarta menghentikan pernikahan Alya dan Dimas ?

Ikuti novelnya sampai tuntas ya readers, untuk dapat klimaks nya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu

Suasana ruang tengah kini sudah ramai, selain keluarga Alya juga ada Pak RT dan beberapa warga yang ikut melihat kondisi Dimas yang jatuh pingsan setelah dihantam balok kayu. Orang yang memukul pun sudah diamankan dan dibawa kekantor polisi. Sedangkan Kelompok geng motor lainnya sudah dibubarkan oleh warga. Setelah kejadian itu warga langsung berjaga-jaga jika sewaktu-waktu kelompok lain datang kedaerah mereka.

Bunda memberikan penghangat kehidung Dimas, tak lama kemudian Ia pun tersadar. Menyadari sudah banyak orang yang berkerumun mengelilinginya, Dimaspun berusaha bangun dari posisi berbaring.

"Aww kepala saya." Ringis Dimas sambil menyentuh bagian kepalanya yang sakit.

"Sabar nak, istirahat dulu. Jangan langsung bangun. Minum air hangatnya." Ucap Bunda lalu memberikan segelas air putih hangat.

Lalu Dimas meminumnya dan merebahkan kembali tubuhnya di sofa.

"Ini ada apa ya Bun ramai-ramai disini?" Dimas bertanya sambil meringis masih memegangi kepalanya.

"Tadi Kamu dipukul dari belakang oleh anak geng motor yang lewat disekitaran sini. Belakangan diwilayah ini diresahkan aksi Mereka yang buat onar. Sekarang sudah dibawa kepihak berwajib." Jelas Bunda.

"Pak Hasan, Bu Rahma, kami semua pamit pulang dulu. Alhamdulillah melihat kondisi nak Dimas sudah sadar." ucap salah satu warga.

"Terimakasih Bapak-Bapak, Ibu-Ibu yang sudah repot." Ucap Hasan sambil memandangi kearah warga.

"Tidak apa-apa Pak, Assalamualaikum." Pamit dari salah satu warga.

"Waalaikumsalam." Jawab Hasan dan Rahma bersamaan.

"Nak Dimas masih pusing kepalanya?" Tanya Bunda melihat kearah Dimas.

"Masih Bun, Enggak apa nanti juga membaik." Jawab Dimas dan mencoba berdiri.

"Loh mau kemana nak?" Tanya Rahma melihat Dimas berdiri dengan khawatir.

"Saya pamit mau pulang." Jawab Dimas.

"Jangan dipaksakan pulang lalu bawa mobil. Lebih baik tinggal disini saja malam ini. Biar Ayah yang menghubungi keluarga Mu." Jelas Hasan.

"Ba baiklah kalau begitu Yah." Jawab Dimas.

"Al tolong Kamu siapkan kamar tamu untuk nak Dimas ya." Ucap Rahma melihat kearah Alya yang masih posisi berdiri disamping Dimas.

"Baik Bun." Alya melangkah kekamar tamu.

(Aneh banget itu geng motor pada mau buat apa disini? kurang kerjaan banget kan, kasian kak Dimas jadi kena pukulan. Padahal tidak punya salah. Lagian sudah Aku bilang pulang justru tetap tinggal. Jadi begini deh kejadiannya. Astagfirullah bicara apa sih Aku ini. Monolog Alya).

Lalu Ia melanjutkan langkahnya masuk kedalam kamar tamu, membersihkan beberapa bagian yang sedikit kotor karena jarang dihuni. Setelah siap barulah Dimas masuk kedalam kamar bersama Bagas yang membantunya berjalan.

Menjelang malam seluruh keluarga sudah beristirahat dikamar masing-masing. Alya dan Dimas masih terjaga. Jendela kamar tamu terbuka, semilir angin malam masuk perlahan, lampu kamar dibiarkan hidup. Dimas masih bolak balik ditempat tidur, padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Brugggh !!

Terdengar suara seperti benda jatuh dari arah dapur, Dimas berjalan kearah pintu lalu membukanya perlahan. Pandangannya lurus kekiri menuju dapur. Penglihatannya agak samar karna lampu dimatikan, hanya ada pantulan sinar dari arah dapur. Karena kejadian tadi Ia merasa khawatir jika ada maling yang mencoba masuk kedalam saat penghuninya tertidur.

"Aaaaaaa maling." Teriak suara wanita dari dalam dapur.

Dimas yang merasa diteriaki maling langsung menuju Sumber cahaya dan mendekati wanita itu. Seketika lampu ruang tengah menyala, Bunda dan Bagas keluar dari kamar. Terganggu dari teriakan suara di dapur.

"Ada apa ini Al?" Tanya Bunda yang masih terus berjalan kearah dapur untuk memastikan.

"Eh kak Dimas, dari kapan disitu?" Ucap Alya yang baru menyadari bahwa bayangan tadi adalah Dimas.

"Dari suara benda jatuh yang Kamu buat didapur." Ucapnya enteng sambil memandangi wajah Alya.

"Kalian sedang apa di dapur? Bukannya istirahat." Uap Bunda.

"Eh ini Bun, Alya kaget ada bayangan orang. Dikira maling taunya kak Dimas." Jelas Alya dengan menyunggingkan senyumannya.

"Maaf ya Bun, jadi kebangun." Sergah Dimas sambil membungkukkan badannya dihadapan Bunda.

"Ya sudah, tidak apa nak Dimas. Ayo semuanya kembali ke kamar masing-masing. Lanjut istirahat." Jelas Rahma.

Lalu Bagas pun kembali masuk kekamarnya. Ia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Kakaknya itu. Ia masih terjaga karena sedari tadi masih asik dengan game online nya. Berhubung waktu sekolah tinggal menunggu kelulusan jadi lebih banyak waktu santai. Tidak harus bangun pagi, dan berangkat sekolah. Meraih earphone nya untuk lebih fokus tanpa ada gangguan suara dari luar seperti tadi.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Setelah menginap semalam dirumah Alya, Dimas memutuskan menuju Apartment. Kepalanya masih terasa sakit, urusan Kantor sudah Ia serahkan kepada assisten pribadinya Nico.

Ceklek !!

Pintu Apartment terbuka, betapa terkejutnya ada seorang wanita sedang tersenyum kearah dirinya.

"Renataa!" Ucap Dimas terkejut.

"Hai Dim, maaf ya semalam Aku bermalam disini. Ternyata password nya masih sama yah. Aku terharu Kamu belum bisa move on dariku." Jawab Renata dengan santainya.

Tak tok tak tok .. Suara langkah high heels Renata berjalan menghampiri Dimas yang masih terpaku dibalik pintu.

"Singkirkan tangan Mu dari tubuh Saya." Ucap Dimas dengan tegas.

"Kamu kenapa Dim, 2 tahun Aku kira sudah melupakan Ku. Ternyata .. " Ucapnya terputus kemudian menyentuh pipi kiri Dimas.

Dengan sigap Dimas mencegah tangan Renata yang menyentuh dirinya. Ia berjalan menuju sofa.

"Sekarang Kamu pergi dari sini. Saya tidak mau melihat kamu lagi. Dan jangan pernah datang atau mendekati keluarga Subadiyo." Tegas Dimas.

"Hah? Sayang sekali Aku sudah berbisnis dengan Om Subadiyo. Tunggu saja Dim permainan Ku selanjutnya." Ucap Renata kemudian berlalu pergi dengan membanting pintu.

"Aargghh ..." Teriak Dimas menggema diruangan.

pranggg !!

Pecahan vas bunga terjatuh dari meja. Dimas merebahkan tubuhnya di sofa, memijat keningnya yang semakin berdenyut.

Entah masa lalunya harus muncul disaat situasi seperti ini. Ia tak menyangka Renata datang ke Indonesia. Saat 2 tahun lalu Dimas menemuinya di London, wanita itu yang memutuskan hubungan dengannya, dengan Susah payah Dimas melupakan kenangan bersamanya. Membuka lembaran baru ketika pulang ke tanah air. Bergelut dengan dunia bisnis bersama papahnya. Sampai ia menemukan bukti bahwa Renata pernah berhubungan dengan pria lain disaat statusnya masih bersama dirinya. Bahkan sudah lebih dari batas wajar, melakukan hubungan layaknya suami istri diluar nikah seperti gaya kehidupan negara asing.

Kenyataan itu sempat membuatnya terguncang, hingga akhirnya ia bertemu Alya di Jogja. Pertemuan singkatnya menaruh rasa yang dalam pada pandangan pertama. Alya wanita yang berbeda dari sudut pandang mata laki-laki, dengan gaya sedikit tomboy nya membuat Dimas menjadi penasaran. Hingga perjodohan yang tanpa di sangka ini membawa mereka berdua pada perkenalan yang lebih dalam.

"Al tetaplah disisiku." Ucap Dimas dengan lirih.

Dimas berusaha menutup kedua matanya, terlelap sejenak dari pemikiran yang menguras tenaganya pagi ini.

.

.

.

1
Dul...😇
ini ceritanya lewat tol mana y thor.dari Jogja ke Dieng mana ada tol nya thor, hadeeeh.tol langit ada , jalur Dieng ke bawang.
Dul...😇
terlalu lama deh thor kayaknya kalau dari Malioboro ke Merapi sampai 2 jam.maaf y thor koreksi 😁
Dul...😇
keluar dari kantor jm 5, terus ngobrol di cafe, pulang sampai rumah pas magrib.kereta dari Jakarta ke Bogor tadi di awal bab kalau nggak salah hampir 1jam y thor.lalu ngobrol di cafe berapa menit thor 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
Dul...😇
keserakahan tanah??????????🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔😴
Dul...😇
ini Alya umur 25 th semester 6 itu ambil s2 y thor.atau q yang salah baca nya
Hana Roichati
Rasanya sejuk n bahagia melihat dimas n alya
Hana Roichati
bagus,, oke thor 👍👍
Kenzi Kenzi
nyuri end....thor....hehehe
Rina Pujiati
Kelanjutan siska sama raka gmana
Rina Pujiati
Dimas suami idaman banget ,sisain q satu dong thour suami kaya dimas 😁😁🤭
Rina Pujiati
Jangan ada apa" sma dimas kasihan alya
Rina Pujiati
Masih nyimak kak
Fitrah Fitrah
ngapo tidak d lacak nyewa heker
Renata nya Thor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
mampir ya Thor
Liza Elita
kembalikan dimas thor...
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
CAT ME
gimana kelanjutan raka dan siska lanjut dong dimas dan alya dah berakhir jg
Luluk Farida
lanjut terus donk Thor tetep semangat...
Hana Roichati: Terimakasih thor, terus berkarya sukses selalu
ceritanya Raka n Siska dibuat episode sendiri thor 👍👍
total 1 replies
Murni Zain
ikhlas
Murni Zain
semangat KK Dimas,sabar ya
Murni Zain
suka banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!