Nada adalah seorang gadis yang berusia 22 tahun, kedua orang tuanya telah tiada dan dengan terpaksa ia harus tinggal bersama bibi nya, Nada hanya dijadikan tulang punggung keluarga oleh bibinya. Bibinya berstatus single parent dengan satu putri.
Nada bekerja di salah satu perusahaan ternama dan terbesar sebagai office girl, namun nasib baik mengubah nya hingga menjadi asisten pribadi seorang nyonya muda. Hingga sampai suatu saat dan karena alasan tertentu Nada harus menjadi istri kedua dari seorang CEO muda yang tampan yang telah memilik seorang bayi perempuan yang mungil.
namun setelah menikah, Nada hanya berperan layaknya seorang pengasuh.Di karenakan suami nya tak pernah menyentuh Nada sama sekali sampai suatu saat keajaiban pun datang dan mengubah semuanya..
Tak sampai di situ, masih banyak Lika liku kehidupan yang harus Nada hadapi sampai akhirnya ia menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.
mau tau kelanjutan nya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Novarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Pagi hari setelah kejadian pertengkaran kecil di malam itu, Cassie dan Elvin terlihat seperti biasa nya seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka.
"apa kau telah memasak sepagi ini?" tanya Elvin yang masih memejamkan matanya.
"aku baru selesai mandi, belum ke dapur" jawab Cassie.
"ahh.. aku tau itu pasti Nada yang sedang masak, kamu cepatlah mandi aku tunggu di ruang makan" ucap Cassie dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga dan pergi menghampiri Nada.
Langkah Cassie tiba-tiba terhenti ketika berada di pintu dapur, ia berpegangan pada sebuah dinding di samping nya dengan sebelah tangan memegang kepalanya. Rintihan Cassie tentu saja terdengar oleh Nada yang sedang menyiapkan sarapan.
"astaga.. Bu Cassie.. ibu kenapa?" ucap Nada setengah berlari menghampiri Cassie.
Nada membantu Cassie untuk duduk di sebuah kursi.
"apa yang sakit? perlu aku panggilkan dokter?" tanya Nada dengan panik.
"aku gak papa, kamu gak usah cemas" jawab Cassie yang masih menahan sakitnya.
Nada mengambilkan obat yang biasa Cassie konsumsi dan segelas air. "ini minum lah" ucap Cassie menyodorkan satu butir obat air minum. Setelah Cassie meminum obat tersebut, keadaan nya menjadi lebih baik, ia menyuruh Nada untuk cepat menyembunyikan obat itu sebelum Elvin tiba.
Setelah Nada menyimpan obat, ia kembali dan mengambilkan beberapa makanan penuh nutrisi untuk ibu hamil di piring Cassie.
"kamu gak perlu melakukan ini, aku bisa sendiri" ucap Cassie.
"gak papa Bu, aku senang melakukan nya, jadi gak sabar aku menanti kehadiran si kecil" ucap Nada menatap perut Cassie.
"ya, setelah nanti anak aku lahir, aku ingin kamu yang merawat nya"
"pasti, ibu tenang aja aku akan merawat nya dengan baik, biar ibu bisa istirahat" saut Nada.
"ahh.. iya, kalau boleh tau yang tadi ibu minum itu obat apa? kenapa pak Elvin gak boleh mengetahui nya? apa ada yang ibu sembunyikan?" tanya Nada yang begitu penasaran.
"bukan apa-apa hanya vitamin"
Nada berpikir sejenak ia bergumam dalam hati nya gak mungkin kalau itu hanya vitamin, sedangkan tadi Cassie terlihat begitu kesakitan. Namun Nada tidak ada keberanian lebih untuk menanyakan lebih lanjut. Ia cukup berpura-pura percaya dengan apa yang Cassie katakan sambil mencari apa yang sebenarnya terjadi.
Tak lama kemudian, Elvin datang menghampiri mereka, Elvin mengecup pipi Cassie dan kemudian duduk di sebelahnya.
"pemandangan yang indah di pagi hari, aku ingin suatu saat nanti punya suami yang seperti pak Elvin, udah ganteng, baik, penuh dengan kehangatan dan kasih sayang suami plus plus" ucap Nada dalam batin nya.
Seketika Nada teringat dengan ucapan Raka di malam itu, ia merasa punya hutang sebuah jawaban pada Raka. Rencana nya Nada akan meminta saran pada Cassie setelah selesai sarapan dan Elvin pergi ke perusahaan.
*
30 menit berlalu, mereka pun telah selesai melakukan sarapan, Elvin segera pamit dan bergegas ke kantor. Cassie yang telah mengantarkan Elvin ke depan rumah, duduk santai di sebuah ruang tv sambil menonton sebuah acara. Sementara itu dengan Nada yang masih sibuk di dapur membereskan semuanya dan dilanjutkan dengan pekerjaan rumah lainnya.
Selesai berbenah rumah, Nada menghampiri Cassie dengan membawa cemilan biskuit dan segelas susu hangat untuk Cassie. "aku bawakan ini buat ibu" ucap Nada.
"kenapa kamu harus segala repot nada, aku menyuruh kamu tinggal disini untuk menemani aku bukan menjadikan mu ART" ucap Cassie.
"gak papa bu, aku udah terbiasa melakukan nya".
Cassie hanya tersenyum, dan suasana hening seketika hanya terdengar suara dari sebuah acara tv. Nada pun membuka sebuah pembicaraan, dan menanyakan apa yang ingin ia tanyakan. Nada membahas apa yang Raka katakan pada nya di malam itu dan meminta saran pada Cassie, karena selama ini Nada belum pernah mengenal dengan yang namanya pacaran.
"apa? Raka bilang suka kamu?" tanya Cassie yang kaget dengan cerita Nada.
"kurang lebih seperti itu, menurut ibu aku harus gimana? apa aku harus menerimanya? kebetulan aku juga ingin merasakan kasih sayang seseorang, tapi apa ini gak terlalu cepat?" ucap Nada.
"gak! kamu gak boleh menerimanya" ucap Cassie dengan ketegasan nya.
"loh kenapa? apa Raka bukan orang yang baik? atau ibu mengetahui sesuatu tentang nya?"
"pokonya jangan terima dia, aku akan mencarikan yang jauh lebih baik dari dia buat kamu"
"baiklah, nanti aku akan bicara dengan nya"
"bicarakan siang ini, kamu datang ke perusahaan temui dia dan sekalian antarkan makan siang untuk Elvin"
"baik Bu, aku paham" ucap Nada.
Dalam pandangan nya yang menatap sebuah televisi, Cassie berpikir kalau ia harus mempercepat semuanya, sebelum akhirnya Nada menemukan dan mencintai pria lain. Keputusan dan tekad Cassie telah bulat ia begitu yakin dengan apa yang di lakukan nya adalah yang terbaik buat semuanya. Cassie melepaskan gelang yang selalu ia pakai dan memasangkannya di pergelangan tangan Nada. Sontak semua itu membuat Nada terkejut.
"apa ini? kenapa ibu memasangkan nya di tangan aku?" tanya Nada.
"aku hanya ingin kamu memakainya, jangan pernah kamu lepaskan" ucap Cassie.
"tapi bu, ini terlalu berharga buat aku pakai"
"Nad.. aku hanya ingin berbagi kebahagiaan bersama kamu, jika kamu menolak nya aku gak segan untuk merusak wajah cantik mu" ucap Cassie mengancam Nada.
Nada hanya bisa menurut ketika Cassie mengancamnya.
***
Bersambung. . .