Ardhan Husein Zakhori adalah CEO di Millenial Group. Ia mewarisi perusahaan Kakeknya. Pribadinya yang sangat ramah membuatnya disukai banyak orang. Ia memiliki ambisi yang besar diumur yang masih muda. Namun, karena Kakeknya semakin tua dan mulai sakit-sakitan ia harus mencari calon istri dan menikah secepatnya. Saat itu pula cinta masa kecilnya datang.
"Will you marry me?" tanya Ardhan.
"Yes, I do," jawab wanita itu.
Ardhan yang malang. Ia tak tau jika hal itu akan menjadi awal ia mengetahui banyak kenyataan pahit. Akankah Ardhan menerima kenyataan dan mempertahankan cinta masa kecilnya? Atau menikahi orang lain demi mewujudkan keinginan Kakeknya? Dapatkah Ardhan bertahan dengan semua ujian ini? Penuh puzzle yang harus diselesaikan, ikuti perjuangan Ardhan dalam cerita ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daratullaila 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
..."Sebuah hubungan dibangun atas dasar kepercayaan. Jika ragu, berarti kau keliru."...
...✨...
Seminggu setelah kedatangan Aiko, Noah masih selalu bersamanya. Bermain bersama, mengikuti kemanapun Aiko pergi, bahkan rela keluar panti tanpa izin demi Aiko yang ingin melihat taman.
Hari ini Aiko mulai masuk sekolah. Dia satu sekolah dengan Noah. Sebenarnya Aiko juga sudah akrab dengan Ardhan dan Key. Hanya saja mereka jarang ke panti.
Aiko dan Noah berjalan menuju sekolah. Mereka datang lebih awal agar jalanan tidak terlalu ramai. Udara sejuk merasuki pernapasan mereka. Embun pagi terlihat masih menetes di dedaunan. Kicauan burung menemani hari mereka yang cerah.
"Aiko kamu nanti duduk sama aku ya. Nanti awal kamu masuk kamu harus perkenalan. Kamu sebutin nama dan panggilan aja. Kalau disuruh cari tempat kosong langsung aja datangain aku. Atau kamu nanti langsung duduk sama aku aja. Kamu jangan nangis lagi kalau ada teman yang ngejek kamu. Kita semua sama kok. Aku pasti akan melindungi kamu," celoteh Noah panjang lebar yang hanya mendapat anggukan dari Aiko.
Saat awal datang ke panti, banyak anak panti yang mengejek Aiko karena mata dia lebih kecil dan kulit dia lebih putih. Namun, saat itu Ardhan datang membela Aiko.
"Hey kalian! Kalau ada teman yang punya kelebihan harusnya kalian tidak boleh iri!" ucap Ardhan ketika membela Aiko.
Sejak saat itu, Ardhan menjadi orang yang dikagumi Aiko. Walau Noah yang selalu berada di sisinya, bayangan Ardhan menyelamatkannya tak akan pernah dilupakan.
Mereka mempercepat langkah dan menerobos orang-orang yang mulai ramai. Suara klakson bersahut-sahutan, bahkan ada yang rela menerobos lampu merah dan hampir menabrak pejalan kaki. Sebentar lagi bel sekolah berbunyi. Mereka harus bergegas karena perlu sekitar 5 menit lagi untuk sampai di sekolah.
Tepat ketika mereka memasuki gerbang, lonceng berbunyi. Mereka segera berlari ke kelas sebelum guru datang. Namun, Aiko meminta untuk diantar ke ruang guru. Maka Noah pergi ke ruang guru dahulu setelah itu masuk kelas.
Berisiknya suara menandakan semua murid sudah berkumpul. Noah berjalan menuju tempat duduknya mengambil posisi nyaman. Terdengar langkah kaki bu guru yang membuat suasana menjadi hening.
"Selamat pagi anak-anak," sapa bu guru
"Pagi bu," jawab para murid serempak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru lagi. Ayo perkenalkan diri kamu," ucap bu guru bicara pada gadis kecil di sampingnya.
"Halo semua. Nama aku Aiko. Panggil aja aku Iko ya. Hajime mashite," ucap Aiko memperkenalkan diri.
***
Ardhan terbangun oleh suara alarm. Dilihatnya sudah pukul 6. Dia bangkit dan mulai membuka tirai jendela. Kakinya melangakah keluar menuju balkon. Udara pagi ini masih sejuk. Ia menghirup napas dalam-dalam berharap udara siang nanti tidak banyak polusi.
Ardhan memeriksa jadwal di gawainya. Hari ini waktunya ke panti. Ia segera memesan banyak makanan dan hadiah lewat toko online.
Setelah selesai ia kembali menutup balkon dan pergi mandi. Tak butuh waktu lama untuk bersiap, Ardhan sudah di meja makan sekarang. Dilihatnya Noah sudah menghabiskan setengah piring nasi goreng sedangkan Ardhan belum makan apapun.
"Kalo makanan aja lo cepat dek," ledek Ardhan.
Noah tak menghiraukan. Ia tetap melahap makanan kesuakaannya itu. Ardhan yang diacuhkan pun hanya diam dan lanjut membuat roti untuk sarapannya.
"Bang gue pinjam mobil lo ya. Gue ke kantor sendiri," ucap Noah setelah menenggak segelas air.
"Tumben lo? Kesambet apaan?" ketus Ardhan.
"Ya kan gue mau mandiri bang. Lagian mobil lo kan banyak. Sama adik sendiri gak boleh pelit," Noah malah menasehati.
"Ya terserah lo sih mau pakai mobil atau mau sama gue. Asal lo bahagia," ucap Ardhan berlalu pergi.
"Kunci ada di kamar gue," teriak Ardhan setelah manjauh.
Ardhan memasuki mobil Ferrari kesayangannya. Sebelum melajukan mobil ia menelepon seseorang.
"Selidiki diam-diam tentang hubungan antara Lintang Group dan Gardara Company. Cari tahu juga tentang keracunan di panti asuhan dan restoran X," perintah Ardhan langsung mematikan telepon.
Ardhan melajukan mobilnya. Jalanan begitu ramai saat ini. Ia terjebak macet sekarang karena pergi terlalu siang.
****, batinnya.
Ia mengklakson tak sabaran. Makian keluar dari mulutnya melihat mobil lain berjalan sangat lambat. Sebentar lagi sudah masuk jam kantor. Ia tak ingin menjadi CEO yang tidak disiplin. Akhirnya dia memaksa menerobos keramaian agar sampai di kantor tepat waktu.
Saat sudah sampai di perusahaan, gerbang sudah ditutup. Walau dia tetap bisa masuk tapi dia tak ingin. Ia pun memutar balikkan mobilnya.
Sebelum agak jauh dari kantor ia melihat dari spion Key sedang dibonceng laki-laki. Key terlihat sangat akrab dengan laki-laki itu.
Bisa-bisanya kamu akrab sama cowok lain Key, batin Ardhan kesal dan menancapkan gas menghampiri Key.
"Key!" teriaknya.
Key berbalik melihat Ardhan sedang bersandar di depan mobil. Raut wajahnya menunjukkan bahwa Ardhan sedang marah.
"Ada apa Dhan?" tanya Key berjalan menghampiri Ardhan.
"Kamu tadi sama siapa? Itu pria yang dijodohakan sama kamu? Naik motor gitu masih mau kamu sama dia. Kamu bakal kepanasan kalo sama dia. Lebih baik sama aku aja. Ingat aku ini calon suamimu," ucap Ardhan panjang lebar.
Key hanya cekikikan melihat tingkah Ardhan. Saat ini muka Ardhan terlihat sangat imut.
"Apasih kamu Ardhan. Dia itu ojol kali hahaha," jelas Key tertawa.
"Eh ...," ucap Ardhan salah tingkah.
"Tetap aja gak boleh. Sekarang aku akan jemput kamu setiap hari. Kamu gak boleh sama cowok lain," ucap Ardhan angkuh.
"Hahaha terserah kamu aja. Aku masuk dulu," jawab Key berlalu.
Ardhan menarik tangan Key, memutar tubuhnya dan menggendongnya untuk naik ke mobil.
"Dhan aku mau kerja Dhan," Key memberontak.
"Udah diam!" tegas Ardhan.
Key menurut sekarang. Ia tak berani lagi bertanya pada Ardhan. Saat ini dia sudah pasrah akan dibawa kemana.
"Key," ucap Ardhan lembut tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku tadi kasar banget ya?" tanya Ardhan takut-takut.
Key diam. Ia tak berniat menjawab Ardhan.
"Key maafin aku. Tadi aku emosi," jelas Ardhan.
"Seemosi apapun cowok, gak pantas kasar sama cewek!" bentak Key.
Telak. Ardhan kalah sekarang.
Perlahan Ardhan menepikan mobilnya. Ia menghela napas sebentar menenangkan dirinya.
Ardhan menggenggam tangan Key. "Maaf ya," ucapnya tulus.
Key tetap bergeming.
"Aku cuma gak mau lihat kamu sama cowok lain Key. Aku gak mau kehilangan kamu lagi," ucap Ardhan menunduk. Terdengar sedikit nada penyesalan darinya.
"Key aku harus apa?" tanya Ardhan pasrah.
Key tak tega. Ia meluluhkan hatinya, menepis egonya, dan membalas genggaman tangan Ardhan.
"Kamu cukup percaya aku," ucap Key lembut.
mohon dukungannya juga untuk novelku kak....SunFlower. mohon tinggalkan saran, masukan dan kritik kan dariku yang masih belajar ini....🙏🏻😊🤗
semangat terus, ditunggu updatenya
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
💛 Good luck! 💛
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
semangat^^
maaf Cinta dan air mata dan cinta Berlumur Dosa tahap penghapusan gak usah di like ya Thor 🙏🙏