Tidak pernah gadis itu bayangkan akan mempunyai kekasih yang kejam dan juga mengklaimnya tiba-tiba menjadi miliknya.
Dia Danial Arsalan Putra Syahreza, cowok tampan dan cool, ketua OSIS dan juga penguasa. Apapun itu untuk gadisnya menjadi miliknya.
"Kamu hanya milikku sayang!" tegas Danial tanpa ada bantahan dari gadisnya.
"Hikz... aku mau pulang."
"Jangan mencoba berlari sayang. Sejauh apapun kamu berlari. Aku akan tetap menemukan mu."
Anja tidak peduli. Dia ingin pulang dan menghindari Danial mulai sekarang. Maupun selamanya.
Danial menyeringai, "Maaf sayang!"
Danial langsung membekap mulut Anja menggunakan sapu tangan yang sudah ia taruhkan obat bius sebelum nya.
"Hfmmt.... hikz.."
"Tidur yang nyenyak sayang ku!" ucap Danial tersenyum mengecup bibir mungil itu lama. Setelah itu membaringkan tubuh gadisnya di atas kasur.
"Kamu hanya milikku Anja Adelia. Sekarang maupun Selamanya sayang."
# SELAMAT DATANG DI NOVEL FIKSI REMAJA, YANG BUCIN DENGAN PERCINTAAN, YANG SUKA DENGAN TEKA-TEKI DI DALAMNYA.
# SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI CERITA INI🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Murid Baru
"Katanya ada murid baru, katanya dia anak pemilik sekolah ini."
"Cewek atau cowok?"
"Kurang tahu sih, semoga ajha cowok, kan lumayan, cuci mata di kelas."
"Emang mau di taruh di kelas kita?"
"Hem ngak tahu sih."
"Pagi anak-anak, sekarang kita kedatangan murid baru, silahkan masuk nak!" ujar buk guru tersenyum, di balas rasa penasaran semua siswa yang ada di sana, termasuk Anja, Lala dan Selsa.
Perempuan itu masuk dengan style yang sederhana dan menambah kecantikan di wajahnya.
"Gila cantik banget."
Suara sorak para kaum adam melihat murid baru tersebut.
"Alah biasa ajha," ucap Kesya malas.
"Cantik karena murid baru, cobak kalau udah lama, mana mau mereka lihat, wajahnya membosankan," genx Kesya tertawa terbahak-bahak, tanpa takut di dengar oleh guru yang ada di depan mereka.
"Kesya!!" peringat buk guru membuat mereka bungkam.
"Perkenalkan diri kamu nak!"
"Kenalkan nama gue Ratu Raman Anjasa, kalian bisa panggil gue dengan nama Ratu."
"Oh iya, Ratu ini adalah anak pak Anjasa, pemilik sekolah ini, jadi kalian harus bersikap sopan ya ke ratu?"
"Iya ibuk."
*****
"Mau pesan apa sayang?" tanya Danial mengusap surai gadisnya.
"Mau nasi goreng Nial, sama susu kotak."
"Kalian mau apa?" tanya Anja kepada kedua sahabat nya Selsa dan Lala.
"Gue sama Lala bakso dan es teh satu."
Danial mengangguk lalu pergi dari meja mereka untuk memesan makanan.
"Itu beneran pak bos kita yang dingin dan tidak suka di perintahkan?" jelas Riko bingung dan penasaran, bisa jadi Danial kerasukan jin karena mau di suruh seperti itu.
"Kan ada pawangnya di sini, makannya jinak," jawab Stefen santai, menunjuk gadis kecil bos nya.
"Kak Stev tunjuk Anja ya?" tanya Anja polos.
Mereka berdua menggelengkan kepalanya dengan cepat, bisa mati mereka nanti kalau gadis itu kasih tahu Danial, bisa-bisa mereka menjadi santapan Roki malam ini, Roki adalah
hewan peliharaan Danial.
"Gue boleh gabung ngak?" tanya Ratu duduk di sebelah Anja, tempat duduk Danial yang tadi.
"Mending lo nyari meja yang lain deh, udah ada yang tempati nih meja," jawab Riko mengusir.
"Udah penuh, boleh ya Anja?"
"Lo ngak ngerti bahasa manusia ha?" ujar Selsa kesal.
"Kok lo marah sih? gue kan minta baik-baik."
"Lo ajha yang ngak tahu diri."
"Saya..."
Bruk. Mereka berdua terjatuh dengan posisi Ratu ada di bawah dan Danial ada di atas tubuh mungil Ratu.
Ganteng banget, batin Ratu tersenyum, pangeran gue nih.
Semua orang yang melihat adegan itu memposting nya langsung di berita hot sekolah tahun ini, pasti sangatlah menghebohkan.
"Nial!" lirih Anja melihat mereka yang tidak beranjak sedikitpun dari sana.
Karena panggilan gadisnya, Danial langsung mendorong tubuh Ratu dengan kasar dan membersihkan bajunya, seakan iya baru menyentuh kuman.
"Nial pelukan sama Ratu?" tanya Anja polos.
"Ngak sayang, kita tadi ngak sengaja jatuh, makanya seperti itu."
"Tapi Nial ngak apa-apa kan?" tanya Anja khawatir.
Danial menggelengkan kepalanya, untung gadis kecilnya tidak cemburu dan marah, bisa frustasi nanti Danial melihat gadis kesayangan menjauhinya.
"Hai nama gue Ratu!" ucap Ratu tersenyum manis dengan percaya dirinya menjulurkan tangannya ke Danial.
Danial tidak peduli dan menyuapkan makanan yang tadi pelayan antarkan.
"Nial! ngak sopan."
"Lo siapa nya pangeran gue?" tanya Ratu melihat tingkah Anja yang sok akrab dengan pangerannya.
"Dia pacar gue dan gadis kesayangan gue, lo mau apa?" tanya Danial tajam.
"Kamu kan pangeran aku."
Lala, Selsa, Riko dan Stefen, jijik mendengarnya.
"Jangan ngimpi ketinggian deh lo mak lampir," ujar Lala mengejek.
"Jaga ya kata-kata lo, gue bisa keluarin lo dari sekolah ini."
"Hem, gue lupa lo pemilik sekolah ya, ohh takut..."
"Pokoknya lo ngak boleh deket-deket sama pangeran gue!"
Ratu hendak mendorong Anja, namun Danial langsung mendorong kasar tubuh Ratu sampai mundur beberapa langkah.
"Jangan sentuh gadis gue!!"
Semua hening, karena mereka masih mau selamat dari amukan Danial.
"Lo jadi pacar gue atau lo keluar dari sekolah nyokap gue!!" tawar Ratu tersenyum miring.
Ratu tidak tahu siapa yang iya lawan saat ini, seorang iblis yang berwajah tampan, batin mereka merinding, bahkan sekolah ini bisa rata besok pagi kalau iblis mau hal itu terjadi.
Danial tersenyum miring, andai gadis kecilnya tidak ada di sini, pasti ia sudah membunuh gadis kurang ajar di depannya ini, tapi Danial tidak ingin nantinya gadis menangis tidak bisa tertidur karena melihat adegan menyeramkan itu.
"Anja! kita pergi ke kelas yuk!" ajak Selsa mengerti situasi ini.
"Tapi Nial..."
"Bentar lagi kan bel."
"Kamu pergi dulu ya sayang! nanti aku nyusul, ingat jangan nakal."
Anja mengangguk lalu mengikuti teman-teman nya ke kelas, mungkin Danial sedang ada urusan kan.
"Ha...ha.. lo ngak mau pacaran dengan gue di depan gadis lo itu."
Danial semakin mendekat, dan argh.... Danial menancapkan silet catter ke bahu gadis itu.
semua orang menahan nafas, melihat darah keluar dari bahu Ratu.
"Lo gila ahh??" teriak Ratu meringis.
"Gue masih berbaik hati, lo pilih jadi gelandangan dalam satu detik atau lo bersujud minta maaf ke gadis gue?"
"Gue pemilik sekolah ini."
"Dan gue Danial Arslan Putra Syahreza, bos dari perusahaan busuk papa lo."
Deg.
1
2
3
Ratu langsung terduduk dan menangis di hadapan Danial, "Gue mohon jangan bunuh gue!"
kalo ada belinya di mana??
soalnyaa ceritanya bagus banget, bikin penasaran..
kok gg lanjut sii thor??
Berarti benar yg di tabrak Anja itu anaknya si Viktor,,