NovelToon NovelToon
PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

PEMAKSAAN BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?

Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)

Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUPIR KEPOIN MAJIKAN

Haile berjalan tanpa mengetahui dirinya diikuti oleh sang supir, hingga sampailah di tempat pendaftaran poli kandungan.

Deg!

Jantung Thur langsung berdegub kencang.

"Dia..dia benar benar ke poli kandungan" batinnya sambil mengamati Haile dari jauh hingga duduk di kursi antrian.

Haile dengan santai dan menunggu namanya dipanggil sambil mengamati pasien yang lain. Ia melihat beberapa pasien ditemani oleh laki laki yang terlihat mengelus perut buncit wanitanya, bisa diduga jika pria pria ini adalah kekasih ataupun suami.

Nyeees! Hati Haile seperti mendapatkan siraman es batu hingga terasa membeku sesaat.

"Andai aku mencintai suamiku dan suamiku mencintaiku, mungkin kita akan menjadi keluarga bahagia" batinnya.

"Jika memang Leo bukan jodohku setidaknya aku berjodoh dengan pria yang bisa kucintai, bukan pria yang menyiksaku bersama keluarganya" lanjutnya dalam hati.

"Kali ini, aku pastikan akan benar benar melindungi bayiku meskipun nyawa taruhan" tambahnya lagi tanpa bersuara.

Thur masih setia mengamati Haile dari kejauhan.

Menunggu 4 nomor antrian, akhirnya dipanggil juga.

"Haile Alveran" panggil perawat.

Namanya dipanggil, Haile langsung masuk ruangan poli kandungan.

"Selamat pagi, Nyonya Haile" sapa dokter.

"Selamat pagi, Dokter" balas Haile ramah setelah duduk di hadapan si dokter.

"Ada keluhan apa nyonya? Apakah anda sedang mengandung?" tanya dokter wanita.

"Ini dok, sejam lalu saya diperiksa oleh dokter Philip, tunangan anda. Saya dirujuk ke anda untuk tindakan lebih lanjut" jawab Haile.

"Astaga, anda putri jenderal ya. Maafkan saya, saya tidak pernah bertemu anda sebelumnya" ucap si dokter merasa sungkan.

"Tidak masalah, dok. Anda dokter Katherine kan? Salam kenal" sahut Haile.

"Benar, panggil saja Kath, jika anda berkenan" ujar dokter tersebut.

Haile mengangguk dan memberikan senyuman.

"Baiklah, mari kita periksa kondisi janinnya. Silahkan Nyonya berbaring di brankar" minta Dokter Kath.

Haile menurut dan dibantu perawat.

Beberapa saat, Kath bisa melihat dilayar monitor pemeriksaannya memang Haile sedang mengandung, apalagi dipastikan dengan bunyi detak jantung janin.

Dug..dug....dug..

"Suara ini denyut jantung si janin ya Nyonya. Janin berusia 6 minggu jalan 7 dalam kondisi sehat dan normal" jelas dokter Kath.

Haile tersenyum mendengarnya.

Tak lama kemudian, pemeriksaan selesai dan Haile dipersilahkan untuk duduk kembali di kursi pasien konsultasi.

"Gejalanya mual mual ya? Apa ada lagi?" tanya dokter Kath.

"Mual dan pusing saja, dok" jawab Haile.

"Baiklah. Saya berikan obat pereda mual serta penambah darah. Kemudian untuk obat penguat kandungannya juga saya tambahkan di resep obatnya" ujar dokter Kath.

"Terima kasih, dok" sahut Haile.

Proses pemeriksaan selesai. Haile mendapatkan resep obat untuk ditukarkan di apotik.

Thur melihat Haile keluar ruangan lalu menuju apotik.

Pria ini buru buru kembali ke parkiran untuk menyambut istrinya datang.

Pria ini berusaha menutupi rasa penasarannya dengan keadaan sang istri serta calon anak mereka.

"Aku harap kalian baik baik saja dan bisa memaafkan ku" batinnya.

Menunggu sekitar 10 menit, Haile terlihat berjalan menuju mobil.

Thur yang awalnya didalam mobil langsung keluar dan membukakan pintu penumpang.

"Nona, apakah anda sakit?" tanya Thur saat mobil mulai berjalan.

Kening Haile berkerut, bagaimana seorang supir berani menanyakannya keadaannya?

"Bukan urusanmu, Thur. Aku harap kamu tau kapasitas mu hanya sebagai driver dan bodyguard bukan yang lain" sahut wanita itu.

"Ba..baik..Nona..maafkan saya telah lancang" ujar Thur mengalah.

Suasana dalam mobil pun hening seketika, hingga Haile mengatakan tujuan barunya.

"Bawa aku menuju kantor jenderal. Aku ingin bertemu ayahku" mintanya.

"Siap, Nona" balas Thur menurut.

Thur menjalankan mobilnya berlawan arah alias memutar kembali karena jalanan menuju kantor militer London sudah terlewat. Namun ia tidak berani protes dan menurut saja.

Di kantor militer, sedang ada rapat diantara petinggi tentara. Ada Jenderal, Komandan, Asisten Komandan serta beberapa senior prajurit.

"Aku ingin kalian semua bertanggung jawab atas penyusup pemberontak Irlandia di markas ini. Jangan biarkan ada lagi kasus yang sama. Kita harus perkuat keamanan serta screening prajurit" jelas Michel, sang jenderal.

"Siap, Jenderal!" seru serentak yang lain.

"Oh ya, aku ingin menugaskan Leo dan Betrand menemaniku serta 4 prajurit lainnya pergi ke Cambridge untuk menyelesaikan pemberontakan Skotland-Irlandia disana. Jenderal Wales meminta bantuan kita" ucap Jenderal Michel.

"Siap, laksanakan!" seru Leo dan Bertrand kompak.

"Dan Atlas, aku tugaskan untuk menjaga markas ini selama kami tidak ada. Aku berikan kamu wewenang memimpin pasukan serta mengambil keputusan militer selama aku tidak ada sisini" jelas jenderal Michel.

"Siap, Jenderal. Akan saya terima tugas ini dengan baik dan penuh tanggung jawab" sahut Atlas.

Setelah meeting bersama, mereka pun keluar ruangan rapat.

Bersamaan dengan datangnya Haile di kantor.

"Loh, kenapa kamu kesini sayang?" sapa Michel kepada putrinya.

"Aku ingin berbicara kepada ayah" ujar Haile.

"Ya, ayo masuk ruangan ayah" sahut Michel.

Keduanya pun berjalan beriringan menuju ruangan jenderal.

Keduanya duduk berdampingan.

"Aku hamil, Yah" to the point Haile kepada ayahnya.

Michel langsung membeku dan menatap tak percaya sang putri.

"A..apa? Kamu hamil? Anak suamimu?" tanyanya dan Haile mengangguk.

Michel terdiam sesaat seperti mencerna kabar kejutan dari putrinya ini.

"Terus apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya kemudian.

"Ya aku pasti akan menjaganya" jawab Haile.

"Kamu serius? Bagaimana jika pria brengsek itu tau kamu sedang hamil anaknya? Dia tidak akan membiarkanmu bahagia" ujar Michel.

"Maka dari itu, aku ingin meminta bantuan ayah untuk mengasingkan ku entah kemana dimana Antonio tidak tau aku dimana" ucap Haile.

"Hmmm..ayah sudah melarangnya datang ke London, jadi dia tidak bisa mengejarmu sampai sini" sahut Michel.

"Pasti tidak mempan untuknya, Yah. Dia akan mengejarku dan menangkapku lagi" ujar Haile.

"Apa kamu ada ide mau pergi kemana? Katakan saja pada ayah agar bisa memiliki pandangan kehidupanmu disana nanti" sahut Michel.

"Aku berfikir untuk tinggal di pesisir pantai sekaligus ingin memberikan sekolah gratis untuk anak anak disana" balas Haile.

"Pesisir pantai? Sangat berbahaya. Ayah tidak setuju jika kamu tinggal di pesisir pantai. Orang orang jauh pendatang, pedagang, pemberontak, datang lewat sana. Bisa bisa Antonio juga sudah memiliki jalur masuk lewat pesisir pantai itu" ucap Michel khawatir.

"Ayah jangan khawatir. Selama 3 tahun aku tinggal bersama Antonio, aku bisa mengecek jika Antonio tidak pernah naik kapal untuk transaksinya" ujar Haile.

Michel melihat keseriusan raut wajah sang putri sehingga tidak tega menolak permintaan Haile secara brutal.

"Dimana tempat pesisir pantai yang kamu inginkan?" tanyanya kemudian memberikan kesempatan diskusi dengan sang putri.

"Dover. Pesisir laut yang sepi dan jauh dari keramaian" jawab Haile.

"Oh di Dover. Baiklah, disana memang tempat asal eyang dari ibumu. Ayah bisa tenang jika kamu disana tinggal di tempat yang ayah dan ibumu familiar. Tapi masalahnya, kita sudah tidak kesana selama 10 tahun" ujar Michel.

"Tapi Ayah masih ingatkan dimana rumah keluarga ibu disana?" tanya Haile penasaran.

"Ingat tapi perlu aku cari kembali" jawab Michel.

"Beri ayah waktu 1 bulan ya untuk mempersiapkan tempat tinggalmu di Dover. Ayah besok akan ke Cambridge mungkin selama 1-2 minggu sehingga belum bisa mampir ke Dover" lanjutnya.

"Apa aku sama ibu saja yang ke Dover?" minta Haile.

"Soal itu, nanti bahas setelah ibumu pulang dari Itali 3 hari lagi mungkin" sahut Michel.

Haile mengangguk paham dan menurut.

1
Mia Camelia
aduh leo kau kejam😂
Mia Camelia
semangat thor😄
cerita nya seru👍
SariRani: Terima kasih kakak 🙏🏻 mohon dukungannya biar semangat berimajinasi hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!