NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 19.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Dengan kecepatan penuh namun tetap terjaga keseimbangannya, kendaraan itu membelah jalanan kota menuju ke sebuah Rumah Sakit Internasional Jakarta.

Di sepanjang perjalanan, tangan Regatta tak pernah berhenti menekan luka yang menganga di tubuh suaminya, berusaha sekuat tenaga untuk menahan aliran darah yang terus mengalir.

Wajahnya terlihat pucat, namun matanya memancarkan ketegaran yang luar biasa.

Meskipun hatinya terasa seperti tercabik-cabik melihat keadaan suaminya yang kian melemah dan nyaris menutup matanya.

"Aku mohon, Mas ... jangan tutup matamu sekarang! Lihat aku, lihat aku, Mas! Aku mencintaimu, sungguh! Jangan tinggalkan aku dan anak-anak di dunia ini, karena perjuangan kita belum selesai, Mas! Aku ingin memberikan keturunan untukmu dan adik untuk Triplets! Bertahanlah ..." ujar Regatta dengan suara bergetar, berusaha agar Raka tidak memejamkan matanya.

Xion tetap megendarai mobil itu dengan kecepatan penuh dengan pengawalan Shadow Guard di luar sana, yang telah membersihkan jalanan dari lalu-lalang kendaraan yang padat.

CKIIIIIT!

BRAK!

Sesampainya di pintu utama rumah sakit tersebut, tim medis yang telah dikonfirmasi sebelumnya oleh Xion, langsung membawa Raka masuk ke ruang penanganan unit gawat darurat.

Regatta berdiri terpaku di depan pintu yang tertutup itu engan napas terengah, menahan rasa kalut akan semua kemungkinan yang akan dia dengar nanti.

Tidak lama kemudian, seorang dokter utama yang menangani Raka, keluar dengan wajah serius.

"Bagaimana dengan keadaan suami saya, Dokter?" tanya Regatta dengan wajah khawatir.

"Maafkan saya, Nyonya ... keadaan Tuan Raka cukup kritis sekarang. Luka akibat tusukan senjata tajam itu menembus dari bagian da-danya sampai ke belakang, sehingga dia kehilangan banyak da-rah."

"Kami memiliki kendala sekarang, golongan darah yang beliau butuhkan untuk melakukan transfusi ternyata tidak mencukupi. Stok da-rah yang kami miliki hanya tinggal satu kantung, dan itu tidak cukup untuk menyambung nyawa Tuan Raka ...." ujar Dokter itu menjelaskan.

"Memangnya golongan darah suami saya apa, Dok?" tanya Regatta dengan wajah tegang.

"Beliau memliki golongan darah langka, Nyonya. AB Rhesus Negatif, dan itu adalah golongan sangat langka di Jakarta," jawab Dokter itu.

Regatta menghela napas lega, karena dia memiliki golongan darah yang sama dengan Raka.

"Ambil saja darah saya, Dok! Kebetulan golongan darah saya sama dengannya!" ujar Regatta tanpa berpikir dua kali.

"Silahkan periksa kesesuaiannya sekarang, Dok! Dan langsung ambil, berapapun yang kalian butuhkan untuk menyelamatkan nyawanya! Jangan buang-buang waktu lagi! Nyawa suami saya taruhannya!" lanjutnya dengan nada tegas.

"Baiklah, Nyonya. Silahkan ikuti saya ke ruang sebelah sana," jawab Dokter itu dengan wajah lega.

Pemeriksaan terhadap Regatta dilakukan dengan cepat, dan ucapan Regatta ternyata benar, golongan da-rahnya memang sama dengan Raka.

Pengambilan da-rah itu berlangsung cukup lama, karena memang dibutuhkan agak banyak untuk menyelamatkan Raka.

Da-rah Regatta akhirnya mengalir di dalam tubuh Raka, sebagai penopang nyawa yang sangat berharga saat itu.

Proses penanganan akan luka Raka berlangsung selama berjam-jam lamanya dan penuh ketegangan, hingga akhirnya Raka dipindahkan ke Ruang Perawatan Intensif atau ICU untuk pemantauan yang sangat ketat selama 24 jam ke depan.

"Keadaannya memang sudah stabil, namun beliau masih dalam keadaan kritis. Kami akan memantau perkembangannya setiap detik, sampai benar-benar aman untuk dipindahkan ke dalam ruang perawatan," ujar Dokter itu kepada Regatta, sebelum dia kembali masuk ke dalam ruangan istirahat.

"Baik, terima kasih untuk segalanya, Dokter ..." jawab Regatta sambil tersenyum penuh ketulusan.

"Sama-sama, Nyonya."

Setelah Dokter itu berlalu dari hadapannya, Regatta langsung mengatur semuanya bersama Xion.

Dari ruang perawatan dengan tingkat VVIP yang lengkap, aman, dan nyaman, sampai pembayaran obat-obatan terbaik untuk suaminya nanti.

Tidak hanya itu, dia juga mengatur dan memerintahkan Shadow Guard, sebuah pasukan khusus andalannya, untuk menyebar di setiap sudut lorong, pintu masuk, hingga area luar bangunan rumah sakit tersebut.

Keamanan dia perketat hingga berkali-kali lipat, sehingga tidak ada seorang pun yang boleh mendekat ke ruangan itu, tanpa izin mutlak darinya.

Musuh-musuhnya diluar sana pasti sudah mengetahui tentang suaminya yang terluka, dan mereka pasti akan melakukan berbagai macam cara untuk menghabisi Raka, agar dirinya terpuruk.

Setelah urusan pengamanan dan administrasinya selesai, Regatta segera kembali ke Penthouse mewah mereka.

Kaylin dan Kalista menyambutnya dengan wajah khawatir, karena Triple D bersikeras untuk ikut tinggal di rumah sakit bersama Ibu sambung mereka, demi menjaga Ayah mereka yang sedang sakit.

"Bagaimana keadaan anak-anak?" tanya Regatta dengan wajah lelah.

"Mereka bersikeras untuk ikut Queen menjaga Tuan Raka, dan mereka baru saja terlelap saat kami menjanjikan akan kesana esok hari," lapor Kalista.

"Baiklah, bawa mereka beserta keperluan mereka untuk beberapa hari kedepan ke rumah sakit. Saya sudah menyiapkan kamar VVIP untuk Raka di sana, walau dirinya sekarang masih di ruang ICU. Saya pulang untuk mengambil keperluan kami, dan saya akan kembali kesana malam ini juga," ujar Regatta dengan nada lelah.

"Jaga mereka dengan nyawa kalian! Jangan sampai kebobolan lagi! Musuh-musuh lama sudah mulai muncul kembali, kita harus segera bertindak dalam senyap kembali, jika ingin hidup mereka aman ..." perintah Regatta dengan nada tegas.

"Baik, Queen!"

Setelah itu, Regatta masuk ke dalam kamar yang dia tempati bersama Raka selama beberapa bulan ini, tubuhnya langsung luruh ke atas lantai, karena tenaganya terkuras habis, baik fisik maupun bathinnya.

Di dalam kamar itu, dia termenung sejenak, teringat betapa bahagianya mereka beberapa jam yang lalu, sebelum badai itu menerjang mereka tanpa ampun.

Regatta berdiri dengan tekad yang kuat, dia tidak boleh menjadi lemah sekarang. Dia adalah tameng untuk anak-anak sambungnya sekarang, jika dia lemah, maka semuanya akan mudah tumbang.

Dengan tangan gemetar namun sigap, dia langsung mengemas perlengkapan pribadi Raka dan dirinya sendiri ke dalam sebuah tas besar.

"Kamu harus berjuang, ya Mas ... Aku akan selalu ada untukmu dan anak-anak kita, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita! Aku akan merelakan nyawaku, demi keselamatan kalian semua!" bisiknya penuh tekad, sambil memeluk erat kemeja kesayangan suaminya itu.

Tidak ingin berlama-lama meninggalkan Raka di rumah sakit, Regatta langsung mandi secepat kilat, lalu dia kembali melesat ke rumah sakit.

Begitu tiba disana, Xion mengambil tas yang dibawa Regatta, sementara dia langsung duduk dengan setia di kursi depan pintu kaca ruang ICU.

Matanya tidak sekalipun berpaling dari sosok Raka yang terbaring lemah dan penuh alat bantu medis di dalam sana, yang sedang berjuang untuk kembali sadar.

Xion kembali dari ruang VVIP dan ikut berjaga di sana bersama Queen-nya, lalu dia mendekat ke arah Regatta dengan perlahan.

"Sebaiknya Anda beristirahat sejenak, Queen. Kami yang akan berjaga di sini," ujar Xion dengan nada lembut yang tegas.

Regatta hanya menggelengkan kepalanya pelan, tangannya menyentuh pembatas kaca yang dingin itu dengan penuh kerinduan.

"Tidak perlu, Xion ... selama dia belum sadar dan aman sepenuhnya, saya tidak akan beranjak dari tempat ini. Biarkan saya menunggunya sampai dia sadar ..." ujarnya dengan nada lirih, namun penuh keyakinan.

"Dia selalu menjaga saya, dan sekarang giliran saya yang menjaganya sampai akhir!"

"Saat dia sudah sadar nanti, saya akan memberikan tugas kepada kalian semua, untuk mencari sisa-sisa musuh kita dari dunia bawah! Kita akan melenyapkan mereka semua dalam senyap!"

"Baik, Queen!"

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!