NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Pengganggu

Saat ini Dika tengah berada di sebuah pasar kecil di perbatasan Kampung. Walaupun kecil tapi setiap hari pasar itu selalu ramai oleh orang yang melakukan transaksi jual beli. Bahkan bisa dibilang barang yang dijual disana cukup lengkap, mulai dari sayur mayur, bumbu dapur, buah, ikan, makanan matang, pakaian, sampai jajanan pun juga ada.

"Kalian dimana? Kok sepi?," tanya Dika pada seseorang Via telepon

"Kita lagi ngejar Feri dan gengnya Dik, mereka berulah lagi," jawab Aldo yang ada diseberang.

"Oke, aku nyusul. Share lok tempat kalian sekarang," pinta Dika pada sahabatnya itu.

"Oke," Tuuutt

Setelah mendapat lokasi teman-temannya saat ini Dika segera menyusul. Dia segera menaiki motornya sebelum ketinggalan jejak Feri dan gengnya yang suka bikin rusuh dipasar maupun masyarakat.

"Mas Dika, tunggu!," teriak seorang perempuan sambil berlari kecil kearah Dika.

"Ck, dia lagi," gumam Dika mematikan lagi motornya.

"Mau kemana? Aku ikut," rengek perempuan itu yang bernama Amel. Sudah lama perempuan itu naksir Dika tapi tidak pernah ditanggapinya.

"Maaf Mel, aku buru-buru. Feri bikin rusuh lagi," Dika segera menyalakan motornya lagi kemudian meninggalkan Amel.

Amel terlihat kesal karena lagi dan lagi diabaikan oleh Dika. Sudah sekitar 6 bulan perempuan cantik dan sexy itu mengejar cinta Dika. Tapi selama itu pula Dika tak pernah menanggapinya.

"Iih, sebel. Awas ya kamu Mas. Kalau ketemu lagi aku nggak akan lepasin kamu," gerutu Amel melihat kepergian Dika sambil menghentakkan kakinya.

"Kurang apa sih aku Mas? Sampai sekarang kamu selalu menghindariku," gumam Amel lagi lalu meninggalkan tempat itu.

Dika telah sampai ditempat yang Aldo kirimkan tadi. Terjadi perkelahian antara geng Feri dan geng Aldo. Selama ini mereka seperti musuh bebuyutan. Tapi yang sering membuat masalah adalah geng Feri sedang gengnya Aldo hanya membela diri ataupun orang-orang yang menjadi korban Feri dan gengnya.

"Kamu ngga apa-apa Do?," tanya Dika menghampiri Aldo yang terjatuh karena terkena pukulan Feri.

"Aku nggak apa-apa Dik, tapi kali ini kita kalah jumlah," jawab Aldo meringis menahan sakit diperutnya.

"Kau tunggu disini, biar aku yang hadapi Feri," Dika membantu Aldo berdiri kemudian menghampiri Feri yang tersenyum meremehkan.

Walau selama ini dia selalu kalah setiap berhadapan dengan Dika tapi tetap saja sikap sombongnya tidak pernah berubah.

"Maju kau Dika! Aku nggak akan kalah darimu kali ini," tantang Feri dengan angkuhnya.

Dika hanya menanggapi tantangan Feri dengan senyum simpulnya. Sudah berulang kali dia mengatakan hal tersebut setiap berhadapan dengannya, tapi setiap kali mereka bertarung pasti Feri kalah darinya.

"Jangan terlalu sombong, kau lupa selama ini aku selalu menang darimu," ucap Dika menjawab tantangan Feri. Bukannya meremehkan, tapi ini salah satu tak tiknya untuk menyerang mental lawan.

"Jangan banyak bacot, ayo kita buktikan.. Ciyaa," Feri mulai menyerang duluan. Dia sudah mulai tersulut emosi karena selama ini dia sangat dendam dengan Dika.

Terjadilah pertarungan sengit antara Dika dan Feri. Beberapa kali Dika sempat terkena pukulan Feri. Dia sedikit lebih kuat kali ini.

"Ternyata dia memang lebih kuat dari sebelumnya, aku harus waspada," batin Dika melihat peningkatan kemampuan Feri.

"Kaget kau? Sekarang aku lebih kuat dari sebelumnya," ucap Feri dengan senyum meremehkannya.

Ciyaa

Feri mulai menyerang lagi. Tapi serangannya kali ini meleset. Tenaganya sudah mulai terkuras karena sebelumnya dia berkelahi dengan Aldo.

Dika tidak melewatkan kesempatan itu. Selama ini dia belum mengeluarkan semua kemampuannya saat menghadapi Feri. Tapi kali ini dia tidak bisa seperti biasanya. Dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya yang sebenarnya.

Ciyaa.. Hap.. Dug

"Akhh..," Feri meringis merasakan sakit dirahangnya karena terkena pukulan Dika yang cukup kuat.

"Akh, ampun," kali ini Dika mengunci tangan Feri sehingga dia tidak bisa lagi melawan Dika.

"Aku menyerah Dik, kau menang," ucapnya menyerah.

"Jangan pernah bikin onar lagi! Kalau nggak mau aku habisi," ancam Dika kali ini terlihat lebih tegas tanpa ampun.

"Baik Dik, aku janji nggak akan bikin ribut lagi. Tolong lepasin aku!," ucap Feri lagi memohon pada Dika.

Dika pun melepaskan Feri dan gengnya. Tapi kalau sampai mereka berulah lagi dia tidak akan diam. Sebenarnya Dika masih membutuhkan Feri dan gengnya untuk mendapatkan informasi terkait komplotan gembong narkoba yang berada didaerahnya itu.

Selama ini mereka bergerak cukup rapi sehingga agak sulit untuk menangkap komplotannya. Dika curiga mereka bekerja sama dengan geng anak lokal sehingga mereka dapat bersembunyi dengan mudah.

"Kau percaya dengan omongannya Dik? Dia itu licik. Nggak akan semudah itu dia bertobat," ucap Aldo nggak terima.

"Sudahlah, kalaupun mereka bikin rusuh lagi aku sendiri yang akan turun tangan Do. Aku akan bertanggung jawab," tanggap Dika yang hanya diangguki Aldo.

"Ayo balik! Lukamu harus segera diobati," ajak Dika pada temannya itu.

Mereka pun menurut dan kembali ke markas. Tapi lagi-lagi dikejutkan dengan adanya seseorang yang tidak dia inginkan. Siapa lagi kalau bukan Amel. Gadis benar-benar tidak menyerah.

"Mau apa lagi kau kesini?," tanya Dika malas.

"Wajahmu kenapa Mas? Kok memar-memar kayak gini?," Amel tidak menjawab pertanyaan Dika tadi. Dia justru terkejut melihat keadaan Dika saat ini.

Amel berusaha mendekat ingin melihat luka diwajah Dika, namun Dika justru menghindar dengan memundurkan dirinya beberapa langkah sehingga Amel tidak bisa menyentuh wajahnya.

"Aku hanya ingin mengecek lukamu Mas, biar aku obati ya?," rayu Amel belum menyerah.

"Tidak usah, aku bisa obati sendiri lukaku," tolak Dika membuat Amel geram. Tapi dia berusaha menahannya.

"Sudahlah Mel, kalau Dika nggak mau mending obatin aku aja gimana?," ucap Aldo menengahi mereka sambil menaik turunkan alisnya. Dia tahu kalau Dika nggak suka dengan Amel.

"Idih, nggak sudi ya? Obatin sendiri bisa kan?," balas Amel dengan ekspresi jijik.

"Sok kencantikan kau, nggak sadar apa Dika tuh nggak suka sama kamu?," balas Aldo karena kesal.

"Kamu?," Amel ingin membalas perkataan Aldo tapi tidak jadi karena dipotong oleh Dika.

"Mending kamu pulang aja Mel. Kami mau istirahat," ucapan Dika mampu menghentikan ocehan Amel tadi.

"Tapi.. Mas..," Amel masih tidak ingin pergi tapi Dika tidak menghiraukannya. Malah berjalan masuk meninggalkan Amel diluar.

"Kamu budek ya? Sana pergi, ganggu aja," imbuh Aldo nggak kalah kejam.

"Awas kau!," gumam Amel nggak terima. Lalu pergi dari rumah Aldo dengan perasaan dongkol.

Dika menghela nafas lega karena sudah tidak mendengar suara gadis itu lagi diluar. Dia ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa sakit semua, tapi tidak jadi karena mendengar ada yang mengetok pintu.

"Hufh, ada apa lagi? Aku kan sudah bilang pergi! Jangan ganggu istirahatku," ucap Dika sedikit keras karena sudah tidak tahan dengan sikap Amel yang keras kepala.

"Maaf Mas, kalau aku ganggu istirahatmu. Aku pergi dulu," ucap seorang gadis yang ternyata bukanlah Amel. Tetapi yang datang kali ini adalah Kamila.

"Kamila?," Dika sangat terkejut mendengar suara Kamila. Dia segera beranjak untuk mencegah Kamila pergi.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!