NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 Malam Yang Indah #1

Hari sudah malam, tetapi suara hiruk-pikuk para rakyat masih juga tak berhenti terdengar. Malahan, rasanya suara-suara yang terdengar jadi semakin ramai.

"Maharani Agung! Kami membawa sesuatu yang menarik!" Dayang Ra mendekat kearah Da Xie yang sedari tadi hanya diam duduk di singgasananya.

"Apa?"

"Lihat ini!"

Dayang Ra berteriak dengan girang sembari menunjukkan barang yang dibawa oleh Dayang Ya. Itu adalah sebuah jubah hitam yang terlihat lusuh.

"Hah? Kenapa kalian memberikan ini?"

Da Xie menerima pemberian dua orang Dayang nya dengan tatapan bingung. Bukannya membalas, mereka berdua malah saling bertatapan dan cekikikan sendiri.

"Maharani Agung, tidakkah anda ingin mengelilingi kota dan menikmati hasil dari apa yang anda lakukan?" Dayang Ra berbicara dengan riang kepada Da Xie.

"Benar sekali Maharani Agung. Berkat anda, wilayah kekaisaran Zhang yang awalnya hanya 100.000 km² kini menjadi 1,2 juta km² setelah menguasai wilayah Han. Berkali-kali lipat dari sebelumnya. Tentu saja anda harus mendapatkan hadiah atas pencapaian tersebut." Sambung Dayang Ya.

"Untuk itulah kami sengaja membeli ini dari toko terdekat agar anda bisa berkeliling tanpa perlu menjadi pusat perhatian. Bukannya itu ide yang bagus?"

Da Xie akhirnya mengetahui niat baik mereka berdua. Dirinya jadi terharu sendiri. Tidak disangka, ternyata dua Dayang-nya ini sangat mengetahui keinginan terpendamnya.

"Terimakasih Dayang! Kalau begitu aku pergi dulu!"

Da Xie dengan cepat mengenakan jubah yang diberikan oleh Dayang-nya. Setelah itu, Da Xie segera turun dari panggung dan pergi menjauh sembari melambaikan tangan pada dua Dayang kesayangannya itu.

"Sampai jumpa Maharani Agung! Nikmati malam indahmu ini!"

******

"Wah!!"

Da Xie menatap makanan yang ada dihadapannya, sebuah sate dari aneka daging binatang. Baunya sungguh menggugah selera.

Rasanya ingin sekali Da Xie menyantap makanan tersebut dengan lahap. Tetapi baru juga dirinya mengangkat sate tersebut, pemilik kedai sudah memarahi dirinya.

"Nona! Kalau mau dimakan, harus bayar!!"

Da Xie menjadi murung mendengar ucapan tersebut. Sialnya, dirinya lupa untuk membawa uang koin, jadi Da Xie sama sekali tidak bisa menikmati makanan itu.

"Huhu... Untuk apa menjadi Maharani Agung kalau tak bisa memakan sate ini." Rengek Da Xie.

Makanan dari mantan kekaisaran Han benar-benar menggugah selera semua. Makanan disini lebih mempunyai aroma yang kuat dan tampilan yang bisa bikin ngiler. Tetapi yang kurang cuma satu, Da Xie tidak bisa membeli semua itu karena ia lupa membawa uang.

"Nona! Kalau tak ingin beli. Pergi saja!!" Pemilik kedai memarahi Da Xie.

"Ih! Aku hanya ingin melihat saja. Masa tidak boleh sih." Ucap Da Xie sebal sembari memonyongkan bibirnya.

Akhirnya Da Xie berbalik sebelum kembali dimarahi oleh pemilik kedai. Namun dirinya ternyata tidak sadar kalau dibelakangnya ada seseorang.

Bruk!!

"Aduh, Maaf!" Da Xie segera membungkuk kepada orang yang ditabraknya.

"Maharani Agung?" Suara berat yang tidak asing ditelinga Da Xie terdengar. Dengan cepat Da Xie mendongak untuk mendapatkan ternyata orang yang ditabraknya adalah Ni Xao.

"Loh? Ni Xao? Kenapa kau ada disini?"

"Ah... Saya hanya sedang berkeliling dan kebetulan bertemu anda."

Sebenarnya Ni Xao tidak 'kebetulan' bertemu dengan Da Xie. Ketika Pemuda itu mendapat informasi dari para Dayang kalau Maharani Agung berkeliling sendirian, dirinya langsung panik bukan main dan mencari-cari wanita itu di setiap sudut kota.

Beruntungnya Da Xie baik-baik saja. Kalau tidak, maka bisa-bisa Ni Xao menyalahkan dirinya karena lalai menjadi pengawal pribadi Da Xie.

"Maharani Agung, ayo kita segera kembali ke–" Ni Xao hendak berbicara tetapi dia langsung diam ketika menyadari sesuatu.

"Apa? Kau tadi bilang apa? Aku tidak terlalu mendengar karena terlalu ramai."

Pemuda itu tetap diam, dia tiba-tiba teringat dengan ucapan Dayang Ra dari episode 17. Perkataan yang mengatakan kalau dirinya itu BODOH dan TIDAK PEKA.

Ni Xao tidak boleh membawa Maharani Agung kembali. Lagipula, momen ini juga menguntungkan bagi dirinya karena ia bisa meningkatkan hubungan dengan wanita itu.

"Em... Saya tadi bertanya, kenapa wajah Maharani Agung terlihat kesal?" Ni Xao berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

"Ugh! Aku ingin membeli makanan itu, tetapi aku lupa membawa uang." Da Xie mengeluhkan apa yang terjadi.

Ni Xao mengangguk mengerti. "Kalau begitu, saya akan mengambilkan makanan tersebut untuk Maharani Agung," ucap Ni Xao sembari tersenyum.

Mata Da Xie berbinar. Ia benar-benar menginginkan sate itu. "Tolong ya, Ni Xao!"

Ni Xao berjalan menuju kios kedai yang ditunjuk Da Xie, sementara wanita itu duduk dipinggiran jalan seperti anak hilang sembari menunggu pemuda tersebut.

Begitu sampai di kedai, Ni Xao segera merogoh sakunya. Tetapi ia baru sadar sesuatu, "ah... Aku tidak bawa uang."

Bagaimana ini, sepertinya dirinya tidak bisa membeli sate tersebut. Ni Xao melirik kearah Da Xie, Ia jadi tidak tega melihat wajah penuh harap dari Maharani Agung-nya yang sedang duduk dipinggir jalan seperti gembel.

Akhirnya Ni Xao memberanikan diri untuk berhutang sebentar kepada pemilik kedai.

"Tuan, saya lupa membawa uang saya. Bisakah saya berhutang terlebih dahulu? Saya janji akan membayarnya nanti."

"Hah? Tidak boleh —eh!"

Awalnya pemilik kedai hendak menolak permintaan Ni Xao. Tetapi begitu melihat penampilan pemuda tersebut, pemilik kedai jadi ketakutan bukan main.

Bagaimana tidak takut, Ni Xao ini sudah sangat terkenal dikalangan para rakyat sebagai pemuda yang membantai satu pleton pasukan kekaisaran Han hanya dengan tangan kosong, ditambah penampilan nya yang mengenakan penutup mata itu membuatnya jadi sangat mencolok.

Dia dikenal sebagai pemuda yang mengalahkan Li Ya dan menaklukkan seluruh kekaisaran Han dengan mudahnya. Dan Ni Xao mempunyai julukan tersendiri dari para rakyat kekaisaran.

"Prajurit tanpa mata dari Zhang."

Pemilik kedai benar-benar ketakutan, dirinya bahkan tak bisa bergerak dari tempatnya karena sangat ketakutan.

"Tuan? Apa saya tidak boleh berhutang dulu ya?"

"Y–Ya!! Kalau kau mau makanan ini, ambil saja. Semuanya gratis untukmu."

Pemilik kedai menyodorkan satu piring sate miliknya kepada Ni Xao. Hal ini membuat Ni Xao tersenyum senang. "Terimakasih!"

Ni Xao berbalik pergi dari kedai itu menuju kearah Da Xie. Beberapa orang terlihat takut dan menghindari dirinya, tetapi Ni Xao tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia malah senyum sendiri menatap piring berisi sate ditangannya.

"Ni Xao!! Kau datang!!"

Da Xie menatap Ni Xao dengan riang gembira. Dia seperti anak ayam yang melihat induknya pulang.

"Wah!!"

"Saya telah mendapatkan apa yang Maharani Agung minta." Ni Xao ikut duduk disamping Da Xie dan menyodorkan piringnya. Ia tidak peduli kalau bajunya kotor.

Tanpa permisi, Da Xie mengambil dua tusuk sate dan memakannya dengan lahap. Ia sama sekali lupa dengan jabatannya sebagai Maharani Agung.

Sementara itu, Ni Xao hanya tersenyum melihat tingkah Da Xie. Dirinya senang karena bisa membuat Maharani Agung senang.

"Hm~ Enak sekali~"

Da Xie terus makan dengan lahap. Satu persatu daging sate masuk kedalam perutnya. Sungguh, sate ini benar-benar sangat enak. Bumbunya benar-benar sangat kuat, tidak seperti makanan yang biasa Da Xie makan di kekaisaran Zhang yang terkesan hambar.

Setelah memakan lebih dari 10 tusuk sate, Da Xie baru menyadari sesuatu. Ia menyadari kalau sedari tadi Ni Xao tidak ikut makan dan hanya memandangi dirinya saja.

"Kenapa kau tidak makan? Ini makanlah." Da Xie kemudian menyodorkan satu tusuk sate kepada Pemuda didepannya.

Ni Xao sedikit kaget dengan tawaran Da Xie yang tiba-tiba, tetapi dirinya tak berniat untuk menolaknya. "Terimakasih, Maharani Agung."

Tetapi yang tidak diduga Da Xie adalah, Ni Xao langsung memakan sate dari tangan Da Xie. Hal ini terkesan seperti Da Xie menyuapi Pemuda itu. Padahal, Da Xie menyodorkan satenya agar Ni Xao mengambilnya dan makan dengan tangannya sendiri.

"Enak."

Da Xie terdiam beberapa saat sebelum kembali tersenyum. Ya sudahlah, lagipula apa yang dilakukan Ni Xao ini sungguh membuat Da Xie bernostalgia.

"Seperti Memeng saja..."

Memeng adalah nama anak kambing yang pernah dipelihara Da Xie ketika masih kecil. Dulu Memeng akan langsung memakan daun yang disodorkan Desi tanpa banyak bicara, seperti yang dilakukan Ni Xao, memakan tanpa banyak bicara. Sayangnya, Memeng malah berakhir menjadi rendang gagal ketika hari idul Adha tiba.

"Haha... Lagian ibu ada-ada saja. Masa kambing jadi rendang. Memeng-ku jadi mati sia-sia deh."

"Ada apa Maharani Agung?"

"Ah tidak, aku cuma memikirkan masa lalu. Bagaimana kalau makan lagi? Ini enak sekali bukan?"

"Ya. Ini sungguh enak."

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!