bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Roy kembali menatap Lisa,lalu jari jemari nya menyentuh pipi Lisa dan menghapus air mata disana.
"Ok,gua nyerah,gua rasa tidak ada pilihan lain juga buat gua,dengan terpaksa gua harus menikah dengan ketos alay seperti lo"
Laki laki itu hanya diam dan tersenyum sinis.
Lisa yang mulai sadar ketika melihat senyum sinis itu,gadis itu langsung mendorong tubuh RoyRoy agar menjauh darinya.
"Gua pegang omongan lo,ya,kalau nanti lo jatuh cinta sama gua,gua gak tanggung jawab" Jawab Roy sambil mengangkat setengah tangannya keatas dengan senyum sombongnya.
"Ogah gua,gua gak akan pernah jatuh cinta sama lo"
"Ya udah,sekarang lo ikut gua,jangan harap lo bisa bebas dari hukuman gua" Ujar Roy dengan nada dingin seperti biasanya.
"Iya,gua tahu,ruang OSIS kan"
Langkah gadis itu sangat pelan,karena darah di lukanya sudah kering dan membuat nya sulit berjalan karena terasa sakit.
Laki laki itu mengimbangi langkah gadis yang disampingnya itu dan tidak ada yang tahu kalau laki laki itu sedang tersenyum bahagia saat ini. Apalagi ketika melihat gadis yang disampingnya sudah kembali menjadi kuat dan pemberani saat berhadapan dengan dirinya.
Tapi secara jujur laki laki itu tidak tega ketika melihat gadis itu rapuh seperti tadi.
Kedua insan tersebut menjadi pusat perhatian ketika melintasi di depan kelas kelas,pasalnya Roy seperti sedang mengawal Lisa.
"Kenapa tuh,Lisa"
"Halah paling ulah dia sendiri,dia kan suka cari masalah"
"Kalian apaan sih,gak boleh kayak gitu"
"Abang Roy tampan benar ya"
Itulah kata kata yang keluar dari siswa siswi yang melihat mereka berdua.
Dalam sekejap siswa siswi tersebut terdiam ketika Roy menatap mereka dengan tajam.
Sedangkan Lisa meringis kesakitan dan menghentikan langkah nya ketika merasakan sakit di lutut nya. Roy yang melihat itu langsung mengangkat tubuh Lisa dalam gendongan nya,lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Hal tersebut sukses membuat semua siswa siswi yang melihat kejadian langka tersebut berteriak histeris dan melongo tak terpercaya. Pasalnya mereka tahu seperti apa Roy,seorang laki laki yang sulit ditaklukkanditaklukkan,tak pernah melakukan hal tersebut kepada gadis gadis di sekolah sebelum nya.
Lisa yang kaget atas tindakan tersebut langsung melotot kan matanya kearah pria yang menggendong nya.
"Turunin gua gak"
Lagi dan lagi Roy tidak menggubris nya dan terus berjalan dengan mata memandang kedepan.
Lisa jadi malu sekarang,bukan cuma satu dua orang yang melihat kejadian tersebut,tapi hampir semua nya.
"Roy,lo dengar gak sih,turunin gua sekarang" Kesal Lisa, tapi suaranya hanya terdengar oleh Roy saja.
Roy yang awalnya fokus memandang kedepan, kini menundukkan pandangannya ke arah Lisa.
Sekali lagi lo ngomong,gua cium lo,"
Degggggg
Jantung Lisa kembali berpacu dengan cepat, ketika wajah tampan Roy semakin dekat hanya beberapa centi dong.
Lisa hanya diam dan menurut saja.
"Lutut gua masih sakit,hukuman nya besok aja ya" Kelas Lisa ketika mereka berdua sudah sampai di ruangan OSIS.
Ya,laki laki itu membawa nya keruang OSIS bukan UKS,Roy langsung mendudukkan Lisa di salah satu kursi disana. Di dalam sana hanya ada mereka berdua.
Setelah mendudukkan Lisa,Roy berniat keluar dari sana,tapi langkah nya terhenti ketika melihat Desi menghampiri nya.
"Roy,ada apa" Tanya Desi tapi matanya mengarah ke Lisa.
"Eh,Des,kebetulan ada lo disini,gua nitip dia bentar ya,gua mau ke UKS"
"Ke UKS,ngapain" Tanya Desi lagi.
"Ngambil obat sama plester" Jawab Roy lalu pergi dari sana menuju ke UKS.
Desi yang melihat Lisa yang sedang duduk di kursi dengan lutut yang berdarah,gadis itu mendekat.
"Kenalin gua Desi" Ujarnya sambil mengulurkan tangannya.
"Lisa" Jawabnya sambil menyambung uluran tangan Desi.
"Lo siapa nya,Roy"
"Tanya in aja langsung ke pacar lo"
Desi yang tidak menyangka kalau gadis itu menyebut dirinya sebagai pacar Roy,dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,karena jujur saja Desi sangat penasaran dengan kedekatan Roy dengan gadis di hadapan nya sekarang.
Pasalnya ini adalah ketiga kalinya dia melihat Roy selalu berdua an dengan gadis di hadapan nya ini.
"O,iya,gua minta sama lo untuk jaga jarak dekat pacar gua,soalnya gua tidak suka kalau ada cewek lain yang deketin cowok gua" Ujarnya dengan senyuman mengejek.
Lisa yang mendengar ucapan tersebut menjadi kesal sendiri,pasalnya ini bukan keinginan dia tapi Roy sendiri yang suka seenak nya memaksa dirinya.
"Lo tenang saja,gua gak minat sama cowok lo"
"Syukur deh,lagi pula Roy baik sama lo itu karena lo sedang terluka"
"Hemm" Lisa hanya menjawab dengan deheman saja.
"Jadi lo jangan baperan,Roy itu tidak suka sama cewek urakan dan pembuat onar kayak lo"
Lisa benar benar dibuat kesal kali ini,oleh seorang gadis yang dia kira sebagai pacar Roy itu
"Gua kan sudah bilang,gua tidak tertarik sama pacar lo,belum cukup ya" Kali ini Lisa sedikit menekankan setiap kalimat yang dia ucapkan.
"Kasih tau juga sama cowok lo,gua gak butuh dikasihani" Ujarnya pagi sambil mencoba untuk berdiri dan berniat pergi dari sana.
Namun usaha Lisa untuk pergi dari sana terhenti ketika melihat sosok Roy yang sudah kembali dengan membawa kotak p3k ditangan nya,dengan berat hati Lisa kembali duduk di kursi nya.
"Thanks ya,Des,mau jagain cewek bandel ini" Ujar Roy.
Lisa yang mendengar itu,ingin rasanya menendang laki laki itu andai kakinya tidak sakit.
Roy langsung berjongkok di hadapan Lisa, dengan telaten dia membersihkan luka di lutut Lisa dan sesekali meniup ketika gadis itu meringis kesakitan.
Semua yang dilakukan Roy terhadap Lisa,mampu membuat Desi tidak suka.
"Ayo,gua antar lo ke kelas lo" Ujak Roy ketika sudah selesai mengobati luka Lisa.
"Gua bisa sendiri" Jawab Lisa pelan dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu.
Namun lagi lagi Lisa dikagetkan ketika Roy mengangkat tubuhnya kembali dalam gendongannya. Bukan hanya Lisa yang kaget tapi juga Desi.
Hati Desi benar benar dibuat sakit,ketika perhatian Roy lebih kepada perempuan lain selain dirinya. Bahkan Roy tidak pernah diperlakukan seperti itu sama dirinya.
"Des,gua duluan,mau nganterin cewek bandel ini dulu" Pamit Roy.
Tesss
Tak terasa air mata Desi menetes dengan sendirinya ketika kedua orang itu sudah menjauh darinya. Hatinya terluka saat melihat orang yang selama ini dia cintai begitu perhatian kepada perempuan lain.
*******
Sesampainya dikelas Lisa,Roy kembali mendudukkan Lisa dikursi yang biasanya gadis itu duduk. Walau di dalam kelas hanya beberapa orang saja,tapi sudah cukup menjadi pusat perhatian.