NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Judul

"Eitt, mau apa?" tanya Alisha seraya tersenyum miring.

Giovan ikut tersenyum, lalu tangannya mengelus bibir Alisha yang tampak pink.

"Mau cium," jawabnya yang langsung menarik tengkuk Alisha dan melumatnya hingga habis.

"Ungh."

Giovan membaringkan ke samping tubuh istrinya dan mulai merayap mengelus pundak Alisha yang kebetulan terekspos karena Alisha yang memakai lingerie.

"Sshh!"

Ciuman Giovan turun ke leher jenjang istrinya, wangi dari tubuh Alisha membuat Giovan kecanduan.

Pria itu menatap wajah istrinya yang sedang menahan geli, lalu dengan sengaja ia menggigit kecil leher Alisha.

"Sshhh, aww!" ringis Alisha namun, Alisha mengabaikan rasa sakit itu.

Giovan tersenyum miring karena berhasil membuat tanda kiss mark di leher jenjang Alisha.

Dan dia segera bangkit menjauhi Alisha yang sedang keenakan. Melihat Giovan yang menjauhinya, kesadaran Alisha seketika kembali.

"Kok berhenti?" tanya Alisha.

Ada rasa kecewa di dalam dirinya sendiri karena Giovan hanya sekadar bermain-main saja.

"Aku harus pergi ke kantor," jawab Giovan lalu pergi.

Alisha melongo tak percaya saat ditinggal begitu saja, gadis itu segera duduk di atas kasurnya dan berdecak kesal.

"Hais, Giovan sialan! Lihat aja ya," gumamnya dengan kesal.

---

Di kamar mandi, Giovan mati-matian menahan dirinya agar tidak ketahuan oleh Alisha.

"Huft, dasar lemah! Baru ciuman aja udah langsung bangun!" gerutu Giovan.

Giovan bermain sebentar menggunakan tangannya, hanya untuk membuat adik manisnya itu tertidur.

"Ahh, ahh. Alisha!"

"Ummh."

Crot.

Akhirnya milik Giovan keluar juga, pria itu segera membereskan kegaduhan yang ia buat dan langsung mandi karena harus berangkat ke kantor.

"Gara-gara Alisha, akhir-akhir ini aku harus main dengan tangan!"

Selesai mandi, Giovan keluar dari kamar mandinya dan melihat Alisha yang sudah menunggunya dengan wajah yang suram.

"Lama!!" seru Alisha.

Bug.

Sebelum masuk, Alisha sempat menyenggol bahu Giovan dan membuat pria itu sedikit oleng.

"Astaga, ada apa dengan gadis itu?" bingung Giovan yang tidak merasa bersalah sedikit pun.

Alisha masuk ke dalam kamar mandinya dan menyalakan shower, saat dia sedang menggosok tubuhnya, Alisha tak sengaja melihat sesuatu di dinding.

"Iss, apaan nih?" gumamnya yang melihat lendir berwarna putih.

"Anjing! Giovan!!" teriak Alisha membuat Giovan yang sedang memakai baju terkejut.

Brakk.

Giovan langsung mendobrak pintu kamar mandi dan melihat Alisha yang sedang berdiri dengan memakai handuk.

"Ada apa, Lis?" tanyanya yang berpikir jika ada penyusup masuk ke dalam kamar mandinya.

Namun,

"Ini apa hah?! Kenapa banyak mozarella di kamar mandi? Kamu baru aja buah benih ya?!"

Mendapatkan pertanyaan frontal dari Alisha, Giovan seketika tersadar jika dia memang membuang-buang benihnya sendiri.

"I-itu.."

Bugh.

"Ini tuh calon anak-anak kita! Bisa-bisanya dibuang sembarangan?! Gimana kalau salah satu dari mereka itu ada yang calon dokter atau calon sarjana hah?!"

Bungkam, Giovan tak mampu menyahut apa pun yang Alisha katakan.

"Seharusnya memang ku buang langsung saja ke closet!" batin Giovan.

Setelah puas mengomel, akhirnya Alisha capek sendiri. "Ya sudah, sana pergi! Aku mau mandi."

Giovan segera menutup pintu kamar mandinya kembali dan membiarkan Alisha mandi.

"Hah, begini amat punya suami!"

"Kan, lumayan bibit anak malah dibuang-buang!" gerutu Alisha dan melanjutkan mandinya.

---

Giovan menuruni tangga sambil memasangkan jam tangan Rolex-nya.

"Selamat pagi," sapa Giovan yang langsung menarik kursinya lalu duduk.

"Hm, pagi."

"Ke mana Alisha, Gov?" tanya Edward.

Giovan mengalihkan tatapannya pada kakeknya itu. "Dia sedang mandi," jawab Giovan.

Kepala Edward mengangguk. "Ya sudah, kita tunggu saja dia."

Fiona dan Christian sama-sama memutarkan kedua mata mereka, karena harus menunggu kedatangan Alisha dulu, barulah mereka semua bisa sarapan.

Tak lama Alisha datang, namun kali ini gadis itu tampil berbeda dari biasanya.

"Selamat pagi, Kakek," sapa Alisha yang memang hanya menyapa Edward saja.

"Pagi, cucuku," ujar Edward.

Alisha segera duduk di kursinya dan langsung mengambil makanannya sendiri.

"Alisha."

"Ya."

"Kenapa rambutmu tidak dikeringkan, nak?" tanya Edward.

"Ahh, ini aku tidak sempat mengeringkan rambut karena takut kalian semua kelaparan," jawab Alisha sambil menatap seluruh keluarga Vizcaya.

"Tidak, kami semua tidak mungkin kelaparan, nak. Sekarang lebih baik kamu keringkan dulu rambutmu itu, kalau tidak nanti kamu masuk angin," titah Edward.

Alis Alisha mengerut, ia menatap semua orang yang berada di meja makan. Alisha tak bodoh, ia dapat melihat jika para keluarga Vizcaya tampaknya memang lapar.

"Ahh, nanti saja, Kakek. Aku bisa.."

"Sekarang, Alisha. Nanti kamu sakit," kekeh Edward.

"Huft, baiklah aku keringkan dulu rambutku ya," ujar Alisha menghela napasnya.

---

Cerys berdecak, gadis itu segera bangkit dari kursinya dan menggebrak meja makan.

Brak.

"Aku sarapan di sekolahan saja, bisa pingsan kalau sarapan di rumah mah!" ujar Cerys.

Edward langsung menatap tajam ke arah cucunya itu. "Jika kau melangkah, maka aku bersumpah akan menembak kakimu!" ujar Edward.

Christian segera menarik tangan anaknya dan menyuruhnya untuk kembali duduk, sebelum daddy-nya tersebut murka.

"Mom!!"

"Cerys, diamlah! Bisa tidak, jadi anak yang baik-baik saja. Lihat kakakmu, Kayla. Dia diam saja!" omel Christian.

Cerys berdecak kesal, ia menatap tajam Alisha yang masih berdiri.

"Kalau begitu kita sarapan saja dulu, sepertinya Cerys sudah.."

"Abaikan saja dia, Alisha. Sekarang cepat keringkan rambutmu," titah Edward.

Alisha hanya bisa mengangguk patuh. "Baiklah, aku janji tidak akan lama," ucapnya.

"Ya, lama juga enggak papa," ujar Edward.

Alisha tersenyum tipis dan segera pergi dari meja makan untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.

"Hah, perhatian sekali pria tua itu pada Alisha. Sepertinya dia tulus menyayangi Alisha."

---

Tiga puluh menit berlalu namun, belum ada tanda-tanda Alisha sudah selesai mengeringkan rambutnya.

"Lama amat sih dia? Kenapa lama sekali?" tanya Fiona yang sudah kesal.

Cerys mengetuk-ngetuk jarinya di meja. "Kalau begini aku bisa telat, Mom. Sudahlah, aku sarapan saja di kantin!"

"Cerys!!" sentak Edward membuat yang lain kaget.

"Kalau kau tidak bisa mentaati peraturan yang berada di rumah ini, silakan keluar dari sini!"

"Tapi, Kakek.."

"Aku tak peduli siapa kamu, mau kau cucuku ataupun anakku. Jika kau tidak bisa patuh padaku maka aku akan menghukummu!"

Cerys kembali duduk ke tempatnya dengan air mata yang berkaca-kaca.

"Mommy.." panggil Cerys pada ibunya, Christian.

Christian mencubit paha sang anak. "Diamlah, Mommy tidak akan bisa membantumu jika Kakek sudah marah!" bisik Christian.

"Ahh, maafkan aku yang lama," ucap Alisha yang akhirnya datang.

Giovan menghela napas lega, karena akhirnya istrinya itu datang. "Kau, untung saja kau segera datang. Jika tidak..."

"Kenapa?" bingung Alisha.

"Kakek akan mengamuk!" bisik Giovan.

Mata Alisha melebar. "Iya kah?"

"Hm."

Alisha mengalihkan perhatiannya pada Edward. "Kakek."

"Ya."

"Maafkan aku yang lama."

"It's okay," Lis," ucap Edward sambil tersenyum.

Di atas kendali keluarga Vizcaya ada Edward dan di atas Edwardnya lagi ada Alisha, si tahta paling atas dari apa pun itu.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!