NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Meski tak mengenal Nova secara dekat, tetapi dari cerita Alma, Danish sudah paham betul satu hal -- pria itu licik, pandai berpura‑pura, dan nekat. Apalagi sekarang posisinya sedang terpojok, bukan hal mustahil jika dia akan berbuat apa saja demi ambisinya.

"Al, dengar aku!" suara Danish terdengar serius dan tegas.

"Sekarang kamu tenang, ya. Kamu aman di sana. Aku yakin Nova nggak akan tahu kamu di mana. Setelah ini nonaktifkan ponselmu, dan lepas kartu SIM-nya. Supaya bila ada seseorang yang mencari keberadaanmu nggak akan bisa menemukanmu. Oke!"

"Besok aku akan ke tempatmu. Dan akan mengatur orang-orang kepercayaanku untuk berjaga diam‑diam di sekitarmu."

Alma tersenyum tipis, hatinya jauh lebih tenang sekarang. "Makasih ya, Nish. Maaf, aku selalu merepotkanmu."

"Kamu ngomong apa, sih! Itulah gunanya teman," sahut Danish cepat. Dia memegang dadanya yang berdegup kencang.

"Sekarang istirahatlah. Jangan lupa kunci pintu rapat‑rapat, dan berdoa memohon perlindungan dari Tuhan."

"Siap. Makasih, ya."

Panggilan pun terputus. Alma kembali berbaring, lalu memejamkan mata. Rasa gelisah yang tadi menyerangnya perlahan menghilang. Napasnya mulai teratur dan akhirnya ia bisa terlelap dalam buaian mimpi.

...

Pagi datang menggantikan malam, dengan cahayanya yang cerah menyinari alam semesta. Danish sudah rapi mengenakan setelan kantor, tampak keluar dari kamarnya. Pemuda itu berjalan tergesa-gesa menuruni anak tangga, hingga menarik perhatian Mami Mia dan Papi Baim yang berada di meja makan.

"Loh, jam segini sudah mau berangkat ke kantor, Mas?" tanya sang mami sambil mengernyit heran.

"Emang ada agenda rapat hari ini?" Papi Baim ikut menimpali.

"Nggak, Mi, Pi. Tapi ini lebih urgent dari apapun," jawab Danish, mimik wajahnya terlihat serius.

"Ya udah, ayo sarapan dulu. Mami udah siapkan sarapan kesukaanmu," pinta Mami Mia.

"Nggak sempat, Mi. Mas sudah janji pagi-pagi mau ke sana. Assalamualaikum," pamit Danish, lalu menyalimi kedua orangtuanya bergantian.

Pemuda itu lantas melesat pergi meninggalkan kediaman Al Ghifari, sekaligus meninggalkan sejumlah pertanyaan di benak pasangan paruh baya tersebut.

"Kira-kira mau ke mana dia, ya, Pi?" tanya Mami Mia, sembari menatap arah kepergian putra keempatnya itu.

"Pastinya ada satu orang yang menjadi tujuannya, Mi," jawab Papi Baim sambil tersenyum tipis.

"Apa dia ke rumah Alma?" tanya Mami Mia lagi, netranya berbinar penasaran.

Papi Baim tidak menjawab, hanya mengangkat bahunya. Namun, senyumnya makin misterius.

Setengah jam perjalanan Danish sampai di Dojo miliknya. Dia akan memilih dua orang terpercaya untuk menjadi bodyguard bagi Alma.

"Kalian sudah, siap?" tanyanya pada keduanya.

"Siap, Mas!" jawab mereka kompak dan tegas.

Selanjutnya Danish menjelaskan kepada mereka berdua akan tugas masing-masing.

.

Sementara itu, pagi-pagi sekali Alma sudah berkutat dengan peralatan masak. Namun, ia hanya memasak menu sederhana dengan bahan seadanya yang ada di kulkas. Yakni, nasi goreng, ayam goreng, dan perkedel kentang. Sesaat setelah ia menyajikannya di meja makan, bel pintu berbunyi.

Alma bergegas melihat siapa tamunya, lewat kamera monitor terlebih dulu. Lalu, senyum tipis tersungging di bibirnya kala mengetahui siapa yang datang. Ia pun segera membuka pintu.

"Hai, ayo masuk!" ucapnya dengan senyum ramah.

Mereka bertiga lantas masuk ke dalam unit tersebut.

"Oh ya, Al. Kenalkan ini... Agam, dia akan berjaga di bawah, memastikan siapa saja orang-orang yang datang. Sementara Nirina, dia akan menemanimu di sini dan tinggal bersamamu. Setidaknya kamu punya teman ngobrol biar nggak kesepian," jelas Danish panjang lebar.

Alma tersenyum, kemudian bersalaman dengan Nirina, sedangkan untuk Agam ia hanya menangkupkan kedua tangannya di dada.

"Mana ponselmu, aku pinjam sebentar," kata Danish tiba-tiba.

"Untuk apa? Aku sudah membuka kartu SIM-nya, kok," Alma tampak bingung, lalu menyerahkan ponselnya tanpa curiga.

Danish pun lantas mengutak‑atik ponsel wanita itu sejenak, memasang perangkat kecil yang ia bawa dari saku jasnya, serta memasukkan kartu SIM yang terdaftar atas namanya, kemudian mengembalikannya pada Alma.

"Sekarang sudah aman. Jadi, kamu nggak perlu khawatir lagi," ucap Danish menegaskan.

Kemudian dia menoleh ke arah Agam dan Nirina. "Ingat pesanku ya. Jangan lengah sedetik pun. Ingat, orang yang kita waspadai ini sangat manipulatif. Dia bisa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dan tugas kalian mencegah hal itu terjadi!" pesan Danish dengan penekanan.

Keduanya mengangguk patuh. "Siap, Mas!" jawab mereka serempak.

Alma tersenyum lega, kini perasaannya jauh lebih tenang. Ia lalu menawarkan kepada mereka untuk sarapan bersama. "Kebetulan sekali aku sudah selesai membuat sarapan. Bagaimana kalau kita sarapan bareng, biar saling mengenal lebih akrab. Tapi memang hanya menu sederhana."

Danish tersenyum, karena dia memang belum makan. "Oh, tentu boleh banget. Aku sengaja berangkat pagi-pagi banget biar bisa sarapan di sini," jawabnya jujur, lalu duduk di kursi makan yang disiapkan Alma.

Mereka pun duduk bersama, menikmati hidangan sederhana, meski awalnya Agam dan Nirina tampak malu-malu. Suasana pun yang terasa hangat diselingi candaan ringan membuat mereka menjadi lebih akrab.

...

Di kamar mewah miliknya, Nova kembali uring-uringan setelah menerima telepon dari seseorang yang disewanya untuk meretas ponsel Alma guna mengetahui keberadaan wanita itu. Namun, informasi yang dia dapatkan sama sekali tak sesuai harapan bahkan terasa sia-sia.

"Aaahhh... dasar sial! Kerja begitu saja nggak becus!" umpatnya geram.

Ponsel yang baru saja dia gunakan untuk berbicara pun langsung dilempar sembarangan ke atas kasur empuk di hadapannya.

"Alasan yang nggak masuk akal! Percuma aku bayar dia mahal, kalau ternyata nggak bisa diandalkan!" raungnya lagi, wajahnya memerah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

Nova mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar, rasa frustrasi dan kepanikan mulai menyiksa seluruh batinnya. Segala cara ia tempuh, termasuk menyewa jasa detektif, dengan biaya yang tidak murah tentunya demi menemukan Alma. Namun, tetap tak terdeteksi keberadaannya, seolah wanita itu benar-benar lenyap ditelan bumi.

Pria itu semakin kalut dan gusar -- sadar betul bahwa peluang untuk mendapatkan jabatan Direktur Operasional yang didambakannya itu makin jauh dari jangkauan. Sementara seleksi uji kelayakan tinggal menghitung hari dilaksanakan.

"Aaargh... Nggak! Aku nggak boleh gagal!"

...

Hari itu, di kantor pusat perusahaan Al Gha Corp, suasana terasa begitu sibuk dan tegang. Seleksi untuk para calon kandidat jabatan Direktur Operasional akan digelar. Sebuah posisi tinggi dan strategis yang menjadi incaran banyak orang. Semua kepala cabang dari berbagai wilayah turut hadir, mengenakan pakaian rapi dan berwibawa, siap bersaing membuktikan kemampuan masing-masing demi mendapatkan kepercayaan memegang jabatan penting tersebut.

Alma datang bersama Danish. Pemuda itu sengaja mengantar Alma meskipun sekarang wanita itu telah didampingi oleh dua orang kepercayaannya. Namun, sebagai sahabat dia ingin menunjukkan dukungannya.

"Sebenarnya ini semua hanya formalitas. Tapi Papi mau agar semuanya terlihat fair dan sportif. Jadi tunjukkan bahwa kamu lah yang terbaik dan memang layak. Meskipun tanpa diuji pun sebenarnya kamu sangat mampu," kata Danish.

"Tetaplah fokus pada tujuanmu dan jangan pikirkan hal lain. Kami ada di belakangmu," tambahnya lagi.

Alma tersenyum lalu mengangguk mantap. "Terima kasih, Nish. Berkat dukunganmu aku berani melangkah sejauh ini. Aku janji akan berusaha sebaik mungkin agar tak mengecewakan kalian yang sudah mendukungku."

Danish balas tersenyum. "Ayo masuk, tunjukkan siapa Alma yang sesungguhnya."

Dengan langkah tegap dan kepala terangkat, Alma melangkah masuk. Di belakangnya, Danish tersenyum bangga. Ia yakin, kemenangan sudah ada di depan mata.

Namun, senyum Alma seketika luntur dan wajahnya berubah datar, ketika mereka keluar dari dalam lift. Berdiri tak jauh dari hadapannya sosok Nova yang menatapnya dengan netra membelalak sempurna. Wajahnya merah padam seolah menahan emosi. Wanita yang selama ini dicarinya ke mana-mana, justru dia temukan di tempat yang tak terduga sama sekali.

Nova segera menghampiri Alma, tentu saja dengan wajahnya yang sudah berubah menjadi lebih manis dan lembut.

"Sayang, aku mencari ke mana-mana, tak tahunya malah bertemu di sini," ucapnya sambil tersenyum palsu.

Dia lantas mendekatkan wajahnya, tatapannya berubah tajam tepat ke manik mata Alma. "Untuk apa kamu ke sini?" tanyanya penuh kecurigaan yang mendalam. Keningnya berkerut seraya menatap Alma dari ujung kepala hingga ujung kaki, seolah baru menyadari sesuatu yang besar.

"Jangan bilang... kamu ikut serta dalam ujian ini? Berani sekali datang ke sini dan mau bersaing juga? Apa maksudmu sebenarnya, Alma!"

"Menurutmu...?"

1
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
lima tiga puluh menit... err.../Drowsy//Drowsy/ gimana konsepnya ibuuu.. lima menit tiga puluh detik?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Siti Muntamah
rasain Alma tahu lho terlambat Nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus dan menarik aku suka....
Tiara Bella: sama² Thor....
total 2 replies
Tiara Bella
direktur baru dtng malah terlambat....hrs dihukum itu Bu Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 5 replies
sunaryati jarum
Semoga sukses
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
sukurin dikiranya Alma gak liat ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: senengnya👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
awal kehancuran mu sdh di dpn mata nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
M. E apa itu mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya, beb, ibu klo mau nulis istilah yg gak tahu tanya simbah dulu🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!