Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
"Jadi... apa sebenarnya yang Anda inginkan, Nona Ghaizka?" tanya Pak Baskara dengan tatapan tajam namun penuh rasa hormat.
Wanita di hadapannya ini baru saja menyelamatkan nyawa anaknya.
"Aku ingin uang. Aku hanya ingin hidup lebih baik dari sekarang, itu saja." kata Ghaizka menjawab dengan nada suara yang datar
Ghaizka Tidak meminta jabatan, tidak meminta hadiah mewah, hanya uang tunai untuk bertahan hidup.
"Oh, baiklah. Itu hal yang sangat mudah," sahut Pak Baskara tersenyum. Ia menoleh ke arah asisten pribadinya. "Asisten, tolong bawakan uang sini sekarang."
Tidak butuh waktu lama, asisten itu kembali membawa sebuah kantong kertas tebal yang berisi uang tunai dalam jumlah yang sangat besar.
"Karena saya tidak tahu nomor rekening Anda, jadi saya siapkan tunai saja. Tidak apa-apa kan, Buk?" tanya Pak Baskara memastikan.
"Tidak apa-apa," jawab Ghaizka singkat.
Uang itu pun dimasukkan ke dalam tas besar oleh asisten, lalu diserahkan kepada Ghaizka.
"Ini uangnya, Mohon diterima sebagai tanda terima kasih kami," kata Pak Baskara.
"Terima kasih," ucap Ghaizka sambil menerima tas itu dengan wajah datar.
Tanpa basa-basi lagi, ia langsung menggendong putri kecilnya, Gelsya, dan berbalik badan meninggalkan ruangan itu.
Di sudut ruangan, Raka yang baru saja sembuh total dan merasa tubuhnya sangat segar, memperhatikan kepergian wanita itu dengan pandangan tak lepas.
Ia lalu menoleh ke ayahnya dengan wajah penasaran.
"Papa... Bukankah wanita tadi itu adalah salah satu karyawan pabrik kita? Yang bekerja sebagai pengutip berondolan?"
Pak Baskara mengangguk pelan, matanya masih menatap pintu tempat Ghaizka pergi tadi, wajahnya penuh kekaguman.
"Iya betul. Sungguh tak terduga... Siapa yang sangka, di balik penampilannya yang sederhana dan tertutup itu, ternyata dia menyimpan keahlian pengobatan yang luar biasa hebat. Bahkan dokter ahli pun menyerah, tapi dia bisa menyembuhkanmu hanya dalam hitungan menit," kata pak Baskara terkagum-kagum.
Mendengar itu, Raka menghela napas panjang, lalu tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala.
"Hm... Sayang sekali... Padahal dia cantik dan hebat. Tapi sayang... dia sudah menikah dan punya anak," gumam Raka dengan nada kecewa dan sedikit menyesal.
Di perjalanan...
Ghaizka tidak langsung pulang ke rumahnya yang sempit dan kumuh.
Hari sudah mulai sore, matahari perlahan mulai tenggelam, menyisakan warna oranye di langit. Perut Gelsya sudah berbunyi keras menahan lapar.
Dengan menggendong Gelsya dan membawa tas berat berisi uang, Ghaizka berjalan menuju sebuah tempat yang jauh dari keramaian.
Sebuah bengkel besi tua yang kotor dan berdebu.
"Kita mampir sebentar di sini..." kata Ghaizka pada anaknya.
Ia masuk ke dalam bengkel itu. Di sana, seorang lelaki paruh baya dengan tubuh kekar dan wajah garang sedang menempa besi. Itu adalah Tukang Besi.
Tapi Ghaizka datang bukan untuk membelikan pisau atau alat dapur.
Ada sesuatu yang sangat rahasia dan penting yang ia butuhkan dari sini. Sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya.
"Pak, tolong buatkan ini secepatnya," ucap Ghaizka sambil menyerahkan sebuah kertas bergambar sketsa bentuk seperti jarum.
Tukang besi yang awalnya tampak garang dan cuek, seketika berubah menjadi sangat waspada
"Jarum? Atau bagian dari senjata tersembunyi?" tanya tukang besi itu terbata-bata.
Ghaizka menatapnya tajam, matanya berkilat dingin.
"Buat saja sesuai gambar. Gunakan besi terbaik yang tahan panas dan tidak mudah patah. Aku butuh ini besok pagi," perintah Ghaizka tegas tanpa menjelaskan lebih lanjut.
"Baik Nona... Baiklah! Saya akan kerjakan sekarang juga! Janji besok pagi sudah siap!" sahut tukang besi itu dengan sangat patuh, seolah-olah dia sedang berhadapan dengan orang yang sangat berkuasa atau memiliki jabatan tinggi di masa lalu.
Ghaizka pun mengangguk puas, serta menyodorkan sejumlah uang tunai yang cukup besar.
"Wah... banyak sekali uangnya, Terima kasih banyak Nona," ucap pria garang itu tersenyum sambil mengenggam uang tersebut.
Ghaizka pun menggendong Gelsya yang sudah lapar itu meninggalkan bengkel itu.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...