NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Ayam Bumbu Bali

Dion

Waktu terus berjalan. Alina masih menjalani kehidupan barunya sebagai seorang ibu hamil. Bisa juga dikatakan tawanan milik Vincent. Hari-harinya ia habiskan di kamar, ruang tv, ruang tamu, dapur, kamar mandi. Tidur, makan, mandi, main hp, nonton tv, rebahan. Begitu saja terus secara berulang-ulang.

Alina sering merasa bosan. Hidupnya serasa monoton. Tidak ada aktivitas berarti yang ia jalani. Tak ada teman bercerita. Karena nyatanya keberadaan Bi Siti tidak benar-benar bisa menjadi teman baginya. Wanita itu hanya datang seminggu sekali. Kalaupun datang, ia sudah terlalu sibuk dengan bersih-bersih, masak, dan pekerjaan lainnya. Sedangkan Vincent, laki-laki yang kadang baik tapi lebih banyak angkuhnya itu amat sangat jarang datang ke apartemen menemui Alina. Selama sudah lebih dari satu bulan Alina tinggal di apartemen itu, baru sekali saja Vincent datang menemuinya. Itupun untuk mengantarnya cek kandungan.

Lalu bagaimana dengan Vincent?

Ah, sudahlah. Laki-laki mapan, tampan dan kaya raya tapi bodoh soal urusan asmara. Hingga saat ini ia masih belum bisa move on dari Alicia. Meskipun pernah mendapatkan penolakan dari wanita itu saat ia susah payah menemui di luar negeri, nyatanya hingga detik ini ia masih berharap bisa bersanding kembali dengan wanita yang sudah menemaninya bertahun-tahun itu.

Siang ini di ruang kerja Vincent Louis Oliver.

Tok... Tok... Tok...

"Masuk!" ucap Vincent tanpa menoleh. Ia tengah sibuk dengan beberapa map di atas meja kerjanya.

Seorang wanita cantik berpenampilan rapi muncul dari balik pintu. Itu Talita, sekretarisnya.

"Permisi, Pak. Ada yang ingin bertemu," ucap Talita.

Vincent menoleh. "Siapa?"

Belum sempat wanita itu berucap, seorang laki-laki berkulit putih seusia Vincent nyelonong masuk ke dalam ruangan itu.

"Hai, Bro!" sapa pria itu.

"Dion?" ucap Vincent. Laki-laki itu mendekat. Lalu duduk di sebuah bangku di depan meja kerja Vincent. Vincent memberi kode untuk Talita untuk meninggalkan mereka berdua.

"Kapan pulang?" tanya Vincent pada sahabat yang ia dengar sempat berlibur di luar negeri.

"Kemarin," jawab Alina. "Gue denger lu abis nyusulin Alicia? Gimana?" tanya nya kemudian.

Vincent menghela nafas panjang. Lalu menggelengkan kepalanya. "Nihil," jawabnya.

"Gue diusir, anjeenk! Kayaknya dia benar-benar nggak mau balik sama gue lagi," tambah Vincent

Dion berdecak sambil menggelengkan kepalanya. Pria yang bisa dibilang menjadi saksi perjalanan cinta kedua anak manusia itu lantas menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku itu.

"Kalau saran gue, sih, lepasin!" ucap Dion. "Jangan maksain perasaan orang yang emang udah nggak mau sama lo. Mungkin dia udah bahagia Ama pasangannya yang sekarang. Mending lu juga move on. Masihkah banyak cewek-cewek lain yang mau nerima lo apa adanya! Soalnya lu kan banyak adanya."

Vincent berdecih. "Ngelawak mulu, Lo!"

"Nggak semudah itu. Dia udah nemenin perjalanan gue dari gue belum tahu apa-apa, sampai sekarang!"

"Dan dia udah lelah nemenin lu dari belum tahu apa-apa sampai lu tahu segalanya seperti sekarang!" ucap Dion menimpali.

Vincent melirik kawannya itu. Dion terlihat santai. Vincent yang sebenarnya sedang sibuk mendadak jadi bad mood. Ia melempar ringan pulpen di tangannya. Lalu menjatuhkan tubuhnya di sandaran kursi kerja itu. Entahlah. Mungkin benar ucapan Dion. Tapi entah mengapa rasanya ia belum rela melepas Alicia. Kenangan selama bertahun-tahun terlalu berharga untuk dilepaskan begitu saja.

Dion menggelengkan kepalanya melihat sang sahabat. Hingga tiba-tiba satu pesan masuk ke hp nya, sebuah nomor yang sangat ia hafal mengirimkan sebuah foto yang sukses membuatnya mengulum senyum, lalu membalas pesan itu.

"Wait. Lima belas menit dari sekarang aku akan makan kamu."

.....

Di tempat terpisah, beberapa jam kemudian.

Malam ini. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh. Alina dengan piyama kimono putih kini tengah berada di dapur. Dengan outer yang dibiarkan terbuka, slip dress dengan belahan dada rendah, dan sebuah handuk kecil membungkus rambutnya, Alina sibuk menghangatkan makanan peninggalan Bi Siti itu ke dalam microwave.

Ponselnya memainkan sebuah musik klasik yang menenangkan. Musik yang tiba-tiba menjadi musik favoritnya semenjak hamil. Alina sibuk dengan aktivitasnya. Sepiring ayam bumbu Bali sudah hangat. Wanita itu mengangkat piring di tangannya. Mendekatkan ke hidungnya dan menghirup aroma itu dalam-dalam.

Hmmm...nikmat sekali. Masakan Bi Siti memang tidak pernah gagal. Alina nampak tersenyum. Dengan semangat ia berbalik badan, hendak duduk di meja makan itu. Namun tiba-tiba....

Bugghh...

"Aww...!"

Alina memekik. Tanpa sengaja ia menabrak sebuah dada bidang nan tegap milik seorang Vincent Louis Oliver yang entah sejak kapan berdiri di sana. Alina terkejut. Begitu juga Vincent. Ayam bumbu Bali yang masih utuh sebagian terguling ke dada Alina. Juga kemeja Vincent. Meninggalkan bercak merah kecoklatan di sana.

"Vi-Vincent! Ma-maaf, aku nggak sengaja!" ucap Alina. Dengan cepat ia meletakkan piring berisi lauk itu di atas meja makan. Lalu menarik beberapa helai tisu dan membersihkan noda di kemeja Vincent.

"Maaf. Aku benar-benar nggak tahu kamu di belakangku," ucap wanita itu terlihat panik. Harga kemeja itu pasti mahal. Ia akan merasa bersalah jika kain itu rusak. Terlebih lagi ia merasa sudah banyak melakukan kesalahan pada Vincent akhir akhir ini.

Vincent yang ketumpahan bumbu Bali itu hanya diam. Diam-diam memperhatikan Alina yang terlihat sangat gugup.

"Tidak apa-apa," ucap Vincent tenang namun sepertinya tidak didengar oleh Alina. Ia terus membersihkan hingga tiba-tiba tangan kekar itu menghentikan gerakan Alina.

Gadis itu mendongak. Tatapan mereka saling beradu untuk beberapa saat. Gadis itu terdiam. Posisi mereka cukup dekat. Aroma tubuh Vincent terendus sempurna. Wajah itu sangat sempurna itu nampak jelas di hadapan Alina. Tampan tanpa cela. Perawakannya tinggi tegap dan atletis. Hidungnya mancung. Tanpa jambang ataupun kumis. Aroma tubuhnya, ah, Alina sudah sangat hafal.

"Bersihkan saja dirimu. Aku bisa membersihkan pakaianku sendiri!" ucap Vincent dengan tenang dan berwibawa. Ia berucap dengan sorot mata yang tak berpindah dari bola mata Alina. Hal yang selalu Vincent lakukan tiap kali berbicara dengan seseorang. Menatap matanya.

Alina menunduk. Ia menarik tangannya lalu mundur. "Maaf," ucapnya lirih.

Vincent mengangkat dagunya. Ia melihat ke arah dada dengan belahan cukup rendah itu.

"Bersihkan saja punyamu!" ucapnya yang kemudian berjalan melewati Alina, mendekati kulkas dan mengambil sebotol air putih di sana.

Alina menelan ludahnya kasar. Ia lantas duduk di salah satu kursi meja makan di sana dan mulai mengelap dadanya yang kotor menggunakan tisu. Vincent mendekat. Meraih sebuah gelas di sana dan menuangkan air putih yang ia bawa ke dalamnya. Ditenggaknya air itu sembari menyaksikan pemandangan seorang wanita yang tengah "bersih-bersih" di sana. Fokus matanya tak bergeser. Entah mengapa ia suka pemandangan itu. Sedangkan Alina yang sibuk itu tak menyadari bahwa ia kini tengah menjadi objek pandang seorang Vincent Louis Oliver.

Udara terasa sedikit memanas. Setan turut serta hadir di ruangan itu. Laki-laki yang tidak sedang mabuk itu nampak melonggarkan dasinya lalu meletakkan gelas yang telah kosong itu di atas meja dengan gerakan yang sedikit kasar.

Alina mendongak. Menatap Vincent. Bola mata pria itu bergerak menatap dada lalu wajah. Alina yang menyadari hal itu buru-buru menutupi tubuhnya yang terekspos menggunakan jubah piyamanya. Ia menunduk lagi. Merasa tidak aman.

Vincent mengangkat satu sudut bibirnya. Tanpa mengucap sepatah katapun, ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Menuju kamar utama tempat ia biasa beristirahat bila berada di apartemen itu.

1
Silvia
jangan tergoda Vincent
Silvia
cerita nya bagus
Desyi Alawiyah
Vincent, aku mohon kamu jangan kegoda lagi.. Alicia udah jahat sama kamu, dia udah selingkuh dari kamu.. Dan sekarang, Alicia hamil anaknya Dion, sahabat kamu.. 🤧
Desyi Alawiyah
Idih, dasar cewek nggak tahu malu si Alicia.. Cari Dion sana, jangan ganggu Vincent.. 🙄
Cahaya Nilam
awas aja klo vincent jd orang bego mau balikan ma barang bekas 😡 tak rela aq istrinya di sakitin lg..
Radya Arynda
jangan sampai vincen balikan sama sampah thooir,,,,mosok vincen dadi tutup aib,,,,buang sampah mantan pada tempat sen vincen jangan goblok
Milla
Yaaaaa kan thorrrrr di gantung terussssssss 😔🥹🤭
Desyi Alawiyah
Yah si Alicia datang... 🙄🙄
Desyi Alawiyah
Jangan sampe deh si Adit bikin ulah... Udah cukup ia dulu bikin hidup Alina susah 😢
Radya Arynda
haduh si sampah mantan datang,,,,jangan ter goda vincen,,,,dia mencari kambing hitam biar ada yang ngakui anak nya,,,buang sampah pada tempat nya,,,hayooo jangan sampai. balikan lho thoor
Radya Arynda
semangaat Alina,,,,selalu ber sama dan suka duka denga vincen,,,semogah mertua mu baik,, Vincent jangan ter goda sama sampah bekas nya dion...
Desyi Alawiyah
Plis, Vin.. jangan diangkat.. Mungkin si Alicia mau ganggu kamu lagi.. Dia pasti mau mohon-mohon agar bisa balikan sama kamu... 😳

Udahlah, si Alicia itu menurut aku cocoknya sama Dion atau nggak sama Adit... Cewek mokondo sama cowok mokondo, jadi clop 🤭🤣
Milla
Yaa mau ganggu kamu dong vint sama balikan sama kamu setelah di buang sama pacar nyaa yang teman kamu itu 😭
Radya Arynda
blokir aja vincen,,,bibit pelakor,,manusia parasit,,,,,buang jauh2 sampah seperti alice
Desyi Alawiyah
Dahlah, Alicia bikin males deh 😄 Kenapa Alicia nggak ngejar Dion aja sih.. 🧐

Mau ngapain tuh cwek hubungin Vincent.. jangan ngadi-ngadi yah kamu, Alicia.. 😌
Desyi Alawiyah
Untung pak Suryo dan pak Herman nggak jadi besanan, coba kalo jadi, pasti mereka ribut mulu dah 🤭

Mungkin si Adit dan teman-temannya takut sama Vincent, makanya ngumpet 🙄
Radya Arynda
jangan biar kan vincen ter goda sampah mantan ya thooor,,,buat vincen bucin sama alina dan melupakan mantan sampah👍👍👍👍👍
Milla
Lanjut thorrrr
Desyi Alawiyah
ehem, ehem... 🤭🤭🤭😋
Desyi Alawiyah
Wah... mau ngapain si Alicia ngirim SMS ke Vincent.. Mau caper? Minta balikan??? 🙄

Hm, jangan harap yah 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!