NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konten Kreator Dadakan

Rian langsung mengubah tampilan kamera menjadi kamera depan. Pria itu berakting seolah sedang membuat konten video.

“Ok guys … ini suasana di sekitar Blue Mart. Ternyata banyak banget pedagang kaki limanya. Ada tukang soto ayam, tukang bakso, tukang ayam geprek. Terus ada juga tempat makan, kaya di depan gue ini.”

Rian mengganti kamera menjadi kamera belakang, kemudian menyorot tempat makan yang didatangi Anyelir. Bahkan Rian berpura-pura mewawancarainya.

“Maaf Bu, mau tanya. Kalau di tempat makan ini, menunya apa aja ya?”

“Banyak,” jawab Anyelir singkat, padat dan jelas. Wajahnya nampak masam. Dia langsung masuk ke tempat makan tersebut. Sudah kepalang basah, Rian pun meneruskan aktingnya. Sekarang dia mewawancarai Sandi.

“Kalau di sini makanan yang enak apa aja, Pak?”

“Di sini banyak menunya, udah kaya warteg. Kamu lihat aja sendiri.”

“Ooh … oke-oke. Makasih.”

Rian segera menuju etalase yang memajang banyak makanan. Dia menyorot semua makanan yang tersaji. Kameranya mengikuti Sandi yang sedang menyendokkan makanan.

Selesai Sandi mengambil makanan, Rian mulai mengambil makanan untuknya. Sesekali dia berpura-pura melihat pada kamera sambil memperlihatkan makanan apa yang diambilnya.

Sambil membawa piringnya, Rian menuju meja yang kosong. Dia mengambil meja yang dekat dengan meja yang ditempati Anyelir dan Sandi. Posisi duduknya sengaja menghadap kedua orang tersebut.

Pemuda itu menaruh ponsel di atas meja menggunakan tripod mini. Dia makan sambil sesekali berbicara ke kamera, seperti vlogger makanan. Padahal kameranya terarah pada Anyelir dan Sandi.

Tanpa menaruh curiga, pasangan peselingkuh itu menikmati makan dengan tenang, sesekali Sandi menggenggam tangan Anyelir. Gaya bahasa tubuh mereka benar-benar mencurigakan. Kalau hanya sekedar rekan kerja, tidak mungkin seintim ini.

Rian segera menghabiskan makannya. Dia membayar dulu makanannya, baru keluar dari tempat makan. Pemuda itu mencari tempat persembunyian. Dia masih ingin merekam kedekatan Anyelir dan Sandi.

Selang beberapa menit kemudian, Anyelir dan Sandi keluar. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan. Sesekali Sandi merapihkan anak rambut yang menutupi wajah Anyelir. Dan semuanya terekam di kamera Rian.

***

Di rumah, Sisil sudah selesai memasak. Ayam mentega, capcay, tahu cabe garam sudah tertata di atas meja. Nasi yang harum aroma pandan juga sudah tersedia di meja.

Gadis itu sudah mengaduk nasi, yang kalau bahasa Sundanya disebut akeul, mengaduk nasi untuk menghilangkan uap dan nasinya jadi lebih enak.

Gadis itu segera menghubungi Alvin yang berada di mini market. Pria itu sengaja menyibukkan diri di sana. Jika berada berdua di rumah saja, pria itu takut khilaf hingga melakukan perbuatan yang tidak semestinya.

“Om … masakan udah siap. Kita makan bareng ya,” ujar Sisil setelah panggilannya terjawab.

“Oke, Om pulang sekarang.”

Wajah Sisil nampak sumringah. Ini pertama kalinya Alvin mencicipi masakan buatannya. Tentu saja Sisil merasa antusias.

Ketika dia menarik kursi makan, ponselnya berdenting. Empat buah pesan berupa potongan video masuk. sang pengirim tentu saja Rian.

Sisil dibuat terkejut ketika melihat potongan video tersebut. Melihat gerak-gerik keduanya, Sisil yakin kalau ada sesuatu di antara mereka berdua. Dengan serius dia terus menonton empat video yang dikirimkan Rian.

“Om Alvin harus tahu ini,” gumam Sisil pelan.

“Tahu apa?”

Sisil terjengit ketika mendengar suara Alvin. Saking seriusnya melihat video di ponselnya, gadis itu sampai tidak mendengar kedatangan pria itu. Buru-buru Sisil mematikan video, menaruh ponselnya di dengan posisi layar menutup ke meja.

“Tahu apa?” ulang Alvin lagi sambil menarik kursi di samping Sisil.

“Harus tahu soal ide yang aku punya buat AlMart.”

Sisil terpaksa berbohong. Dia tidak bisa langsung memberikan video tersebut. Kalau Alvin langsung mengkonfirmasi, pasti Anyelir akan mengelak dengan seribu macam alasan. Dia butuh bukti yang lebih kuat lagi untuk disodorkan pada Alvin.

Kalau perlu, Sisil akan membuat Alvin sendiri yang memergoki istrinya bersama pria lain.

“Memangnya kamu punya ide apa?”

“Nanti aja ngobrolnya, Om. Sekarang makan aja dulu.”

Sisil menambahkan nasi ke atas piring Alvin. Kemudian mengambilkan lauk lain, ayam, capcay dan tahu cabe garam.

Ketika Alvin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, dapat dia rasakan makanan yang dimasak Sisil benar-benar lezat.

“Makanan ini enak banget. Kamu beneran pintar masak.”

“Om mau aku masakin tiap hari?”

“Mau dong. Tapi kalau seperti itu, kamu harus jadi istri Om dulu.”

TING!

Sendok yang dipegang Sisil terjatuh begitu saja di atas piring. Bunyinya keras, tapi tidak sekeras suara detak jantungnya sendiri.

Alvin yang keceplosan tak meneruskan kalimatnya. Pria itu juga menikmati makanannya.

Usai makan siang, Alvin membantu Sisil membereskan peralatan kotor. Keduanya bekerja sama di dapur. Sekilas mereka sudah seperti pasangan suam istri saja.

“Ehm … aku boleh tanya sesuatu ngga, Om?”

“Tanya apa?”

“Menurut Om, mungkin ngga sih kalau seorang istri selingkuh?”

“Mungkin aja. Selingkuh kan ngga mengenal gender.”

“Kenapa?”

“Ngga apa-apa. Di kampusku, kabarnya istri salah satu dosen selingkuh. Ada mahasiswa yang mergokin istri dosen itu.”

“Terus, si dosennya tahu?” tanya Alvin mulai penasaran dengan cerita Sisil.

“Belum … si mahasiswa bingung mau kasih tahunya. Buktinya udah ada sih, tapi takut dengan reaksi dosennya. Kalau Om jadi si dosen gimana?”

Cerita tentang dosen, sudah pasti cerita karangan Sisil. Dia menjadikan Alvin sebagai dosen si korban perselingkuhan istrinya.

“Om ngga akan langsung percaya gitu aja. Om akan selidiki dulu, benar atau ngga.”

“Kalau benar? Apa yang akan Om lakukan? Memaafkan atau meninggalkan?”

“Om mau tahu dulu, apa penyebabnya sampai dia berselingkuh. Tapi pastinya kepercayaan itu sudah runtuh. Kalau kepercayaan sudah runtuh, bagaimana mempertahankan rumah tangga?”

Sisil menaruh piring terakhirnya yang dicuci ke rak piring. Dia mengeringkan dulu tangannya lalu mendekati Alvin.

“Kalau begitu, Om bakal jadi duda dong.”

“Lebih baik jadi duda, dari pada terus bertahan dengan ikatan pernikahan yang toxic. Dengan begitu, Om bisa mencari perempuan lain yang mau serius menjalani rumah tangga dengan Om.”

“Siapa?”

Sisil refleks bergerak mundur ketika Alvin berjalan mendekat. Dia tidak bisa bergerak mundur lagi karena punggungnya sudah membentur kulkas di belakangnya. Sementara Alvin terus mendekat. Sekarang posisi mereka hanya terpaut beberapa inci saja.

Sisil menahan nafasnya ketika Alvin menaruh sebelah tangannya ke kulkas. Posisi keduanya semakin dekat saja.

“Kalau Om jawab sekarang, apa kamu sanggup mendengar jawabannya?”

“M-maksud Om, apa?”

“Dulu … Om pernah menyukai seorang. Dia masih muda, baru berusia tujuh tahun. Tapi senyumnya, tingkah cerianya membuat Om menyukainya. Awalnya Om merasa kalau itu hanya sekedar perasaan simpati saja. Tapi sekarang … Om sadar kalau itu … cinta.”

Mulut Sisil seketika terbungkam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Namun gadis itu tahu kalau orang yang dibicarakan Alvin adalah dirinya.

“Kamu bisa melihat sendiri bagaimana rumah tangga Om. Kami sedang berada di persimpangan. Om tidak bisa melepas karena terikat janji.

Tapi … jika orang itu memiliki perasaan yang sama dengan Om. Maka Om tidak akan peduli lagi dengan janji terdahulu. Om akan mengejarnya dan menjadikannya sebagai milik Om.”

Mata Alvin terus menatap Sisil sepanjang pria itu melontarkan kalimat demi kalimat yang sukses membuat hati Sisil meleleh. Om tampannya, yang selama ini menjadi om kesayangannya mengakui perasaan padanya.

Senang? Ya … bisa dibilang perasaan Sisil senang. Karena tanpa disadari sebuah perasaan pun sudah menyusup masuk ke dalam hatinya. Setiap dia memejamkan mata, hanya wajah Alvinlah yang terbayang.

TRING!

Belum sempat Sisil bereaksi, ponsel Alvin berdenting. Di layar ponsel tertera nama Anyelir.

***

Hadeuh ganggu aja🤣

1
Nuraisah Aisah
ceritanya seru dan selalu sukses mebuat q nggak bisa move on dari karya-karya author nya
Safitri Agus
sakitnya gak seberapa,tapi mungkin malu🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
auwhhh 😂
gk sakit kan Yan.....cetek tamparan Sisil mah kek di elus ...yakann🤭
Safitri Agus
mereka bersekutu sil
Safitri Agus
eh..kok jadi mas,🤭
Ria alia
Lagi sil yg banyak biar tau rasa c rian 🤣
Ya ampun c calon duda bisa galau oge nya 🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
iiiii om Al pundungan.....dan semakin sadar kalo dirinya udah tuirr .....ya resikonya dong kalo menjalin kasih dgn gadis yg masih piyik.....maklum masinh pertu di tatar P4 ( Pedoman Penghayatan Pengamalan Percintaan )😂.....biar peka terhadap hal yg berbau percemburuan dari pasangan 😔
juwita
tampilng bulak balik lalaki model si Ryan g akn bisa di jadikan suami idaman🤣🤣
vania larasati
lanjut kak
yumna
kena kan m ssil...harusnya tadi km nguping sil anye m rian ngmg apa
tini_evel
kisah anaknya dion hadir juga.. 😍
tehNci
Daaah....bener kata Alvin, tidak ada yg namanya persahabatan tulus antara pria dan wanita, pasti ada udang dibalik bakwan😂...Rian, enak gak tuh tamparan Sisil? WIS lah....Sisil jadi menjauh, kecewa sama kamu. Gara² Rian jadi kompor
tehNci
Syukuriiiin...
Rahma Inayah
enak gk Rian dpt cap 5 jari biasa nya orng cap 3 jari tp km 5 jari .percuma aja Ryan km jungkir BLK. pun hati Sisil ttp pada om Alvin seorang .km kerja SMA dgn Anye juga GK bakalan dpt kan sosial sesuatu yg di paksa GK bakal buat hidup mu bahagia apalgi cnt mu bertepuk sebelah tangan
Humaira
wooii rian, kamu yang ikut campur urusan sisil 😤😤
Humaira
ehem... 🤭🤭
Humaira
nah gitu dong om, jujur 🥰🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
aah kamu mah ryan malah bikin suasana makin runyam
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!