NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Lika-liku Perjalanan Menuju Reruntuhan Kaisar

Rintangan Pertama: Hutan Kabut Beracun

Tiga minggu perjalanan membawa mereka sampai di pinggir Hutan Kabut Beracun, hamparan hutan lebat yang tertutup kabut hijau pekat siang dan malam. Kabut itu mengandung racun mematikan yang bisa merembes lewat pori-pori kulit, melumpuhkan kekuatan dan mematikan nyawa dalam hitungan hari. Banyak pelancong dan ahli kultivasi yang hilang tanpa jejak di sini.

Namun, bagi Long Yue, hutan ini bukan sekadar bahaya. Berkat pengetahuannya tentang Jalur Alkemis, ia langsung mengenali jenis tanaman dan uap beracun yang ada di sana. Sebelum masuk, ia meracik ramuan penawar sederhana dari tumbuhan pinggir hutan, lalu membuatkan kalung penangkal racun untuk dirinya dan Jing Xu.

Meski demikian, bahaya tetap mengancam. Di dalam hutan, mereka diserang oleh kawanan Serigala Kabut — Binatang Tingkat 5 yang bergerak tak terlihat di balik kabut, serta Cendawan Darah yang melepaskan spora racun saat terganggu. Jing Xu yang kini berada di Pembentukan Energi Tingkat 5, bertarung dengan lincah dan tegas, memanfaatkan Pedang Hitam Purba-nya untuk menebas setiap musuh yang mendekat. Sementara Long Yue dengan kekuatan Pembentukan Energi Tingkat 7, menggunakan Api Ungu Surgawi untuk membakar kabut beracun dan memusnahkan musuh dalam sekejap.

Di tengah pertempuran itu, Long Yue menemukan kesempatan besar. Di dasar sebuah lembah tersembunyi, ia menemukan kumpulan Bunga Kabut Murni — bahan alkemis tingkat tinggi yang tumbuh subur hanya di lingkungan beracun murni. Ia mengumpulkan semuanya, menyimpannya sebagai bahan utama untuk meracik obat tingkat tinggi di masa depan. Tak hanya itu, Jing Xu juga menemukan sebuah pedang pendek kuno yang tertanam di akar pohon besar, senjata tingkat tinggi tambahan yang ia jadikan senjata cadangan.

Setelah dua minggu berjuang melewati hutan itu, mereka keluar dengan selamat, tubuh mereka semakin tangguh karena terlatih menahan racun, dan bekal bahan berharga yang bertambah banyak.

Rintangan Kedua: Pasukan Perampok Padang Pasir

Setelah melewati hutan, mereka tiba di Dataran Pasir Luas, hamparan gurun kering yang panas dan tandus. Di sini, bahayanya bukan hanya suhu udara yang membakar dan kekurangan air, tapi juga kelompok perampok yang menguasai wilayah itu. Kelompok ini bernama Pasukan Sabit Merah, berjumlah lebih dari lima puluh orang, dipimpin oleh tiga orang ahli Penyatuan Energi Tingkat 1. Mereka dikenal kejam, merampok siapa saja yang lewat, dan jarang meninggalkan korban hidup.

Saat melihat Long Yue dan Jing Xu berjalan sendirian membawa banyak barang berharga, pasukan perampok itu langsung mengepung mereka dengan angkuh. Pemimpin utamanya tertawa keras, "Anak-anak muda yang naif! Kalian pikir wilayah ini aman? Serahkan semua barang, dan mungkin kami akan memberi kalian kematian yang cepat!"

Namun, mereka salah besar. Long Yue dan Jing Xu tidak gemetar sedikit pun. Jing Xu melangkah maju, pedangnya terhunus, hawa Tingkat 5-nya menyebar membuat para perampok rendah mundur ketakutan. Sementara Long Yue berdiri tenang, tatapannya dingin, membuat ketiga pemimpin perampok itu merasakan kengerian yang tak bisa dijelaskan.

Pertarungan pun pecah. Jing Xu bergerak cepat bagaikan bayangan, memotong barisan depan musuh dengan teknik pedang andalannya, semakin terampil dan berani. Long Yue bertarung di tengah, menghadapi ketiga pemimpin itu sendirian. Dengan kekuatan puncak Pembentukan Energi dan pemahaman Jalur Formasi, ia memanipulasi pasir di sekitar mereka menjadi pusaran penghalang, lalu menghancurkan pertahanan mereka satu per satu dengan mudah. Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh pasukan perampok itu sudah tumbang atau lari ketakutan.

Kesempatan besar datang dari kemenangan ini. Di markas rahasia para perampok yang mereka temukan di balik bukit pasir, terdapat tumpukan harta rampasan bertahun-tahun: ribuan keping emas, ratusan inti binatang buas tingkat tinggi, dan puluhan gulungan teknik kuno yang dirampok dari pelancong lain. Di antaranya, Long Yue menemukan sebuah gulungan teknik gerakan — Langkah Angin Badai, teknik tingkat tinggi yang sangat cocok untuk Jing Xu. Ia memberikannya langsung kepada sahabatnya itu, yang dengan gembira segera mempelajarinya. Jing Xu kini bergerak jauh lebih cepat, hampir menghilang dari pandangan saat berlari.

Rintangan Ketiga: Gunung Es dan Binatang Tingkat 8

Semakin mendekati wilayah tengah, medan perjalanan semakin ekstrem. Mereka harus menyeberangi Pegunungan Es Abadi, tempat suhu udara turun di bawah nol derajat, dan angin kencang bisa merobek kulit siapa saja yang tidak terlindungi. Di sini, bahaya terbesar bukan lagi manusia atau binatang biasa, tapi makhluk kuno yang jarang terlihat — Harimau Es Raksasa, Binatang Buas Tingkat 8, setara Penyatuan Energi Tingkat 3.

Makhluk itu menjaga satu-satunya jalan lintas lembah yang harus mereka lewati. Aumannya mengguncang gunung, dan setiap langkahnya membuat tanah beku retak-retak. Tekanan kekuatannya begitu besar hingga Jing Xu langsung terhuyung mundur, kakinya sulit digerakkan. Bahkan Long Yue pun harus mengerahkan seluruh energinya, Api Ungu Surgawi menyala terang sekujur tubuhnya untuk melawan hawa dingin yang mematikan itu.

"Ini musuh terkuat kita sejauh ini," bisik Long Yue dengan napas teratur, matanya tajam meneliti gerakan makhluk itu. "Bedanya dengan Tingkat 7 dulu sangat jauh. Kita tidak bisa bertarung sembarangan."

Namun, justru di sinilah letak peluang terbesar mereka. Long Yue menyadari bahwa makhluk ini sangat kuat, tapi memiliki kelemahan: sifat es yang kaku dan lambat beradaptasi. Ia merancang strategi: Jing Xu akan bertindak sebagai pengalih perhatian, menggunakan kecepatan barunya untuk terus bergerak dan menyerang dari berbagai arah, sementara Long Yue akan mencari celah menggunakan pemahaman energi dan serangan Api Ungu — musuh alami sifat dingin.

Pertarungan itu sengit dan hampir mematikan. Jing Xu terluka di bahu akibat hantaman angin es, dan Long Yue beberapa kali terpental mundur dengan napas memburu. Namun, kerja sama mereka semakin matang. Mereka saling menutupi kekurangan satu sama lain, saling mendukung, dan berjuang habis-habisan. Akhirnya, dengan satu serangan gabungan — pedang berapi Jing Xu yang dipadatkan energi, dan tusukan api ungu Long Yue yang tepat sasaran — mereka berhasil mengalahkan makhluk raksasa itu.

Kemenangan ini membawa dua keuntungan luar biasa. Pertama, mereka mendapatkan Inti Es Murni dari dalam tubuh makhluk itu, benda langka yang mengandung energi dingin murni. Long Yue menggunakannya untuk menyeimbangkan energi apinya, membuat dasarnya semakin kokoh dan stabil. Kedua, di gua tempat makhluk itu tinggal, mereka menemukan sisa peninggalan seorang ahli kuno yang dulu mati di sana: sebuah gulungan peta tambahan yang lebih rinci menuju Reruntuhan Kaisar, lengkap dengan tanda bahaya tersembunyi yang tidak ada di peta asli milik Klan Jing. Penemuan ini mengurangi risiko mereka tersesat atau masuk ke perangkap mematikan di masa depan.

Pertumbuhan dan Ikatan Persahabatan

Selama berbulan-bulan perjalanan yang penuh rintangan ini, Long Yue dan Jing Xu tidak hanya semakin mendekat ke tujuan, tapi juga mengalami pertumbuhan pesat.

Jing Xu, dengan latihan terus-menerus, pengalaman bertarung melawan musuh kuat, dan bekal teknik baru, kini kekuatannya sudah mendekati puncak Pembentukan Energi Tingkat 5. Pengalaman bertarungnya melimpah, dan ia tidak lagi sama dengan pemuda yang dulu cemas dan ragu. Ia kini menjadi pejuang sejati, berani, cerdas, dan sangat terampil.

Sementara Long Yue, setiap pertarungan dan setiap penemuan semakin memperdalam pemahamannya tentang Tiga Keahlian. Ia semakin mahir menggabungkan ilmu Formasi, Alkemis, dan Penempaan menjadi satu kesatuan. Kekuatannya di Pembentukan Energi Tingkat 7 semakin kokoh, hampir menyentuh ambang batas menuju Tingkat 8. Ia belajar mengendalikan energi alam, membaca bahaya sebelum datang, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai senjata.

Lebih dari itu, ikatan persahabatan di antara mereka semakin kuat tak terputus. Di tengah bahaya maut, rasa lapar, dingin, dan kelelahan, mereka saling menjaga, saling menguatkan, dan berbagi segalanya. Mereka bukan lagi sekadar sahabat seperjalanan, melainkan saudara yang terikat oleh darah dan keringat perjuangan.

Enam bulan berlalu begitu saja, penuh dengan kisah pertempuran, penemuan, dan petualangan yang tak akan terlupakan. Akhirnya, setelah melewati gunung, lembah, hutan, dan gurun, di ujung cakrawala yang jauh, mereka melihat pemandangan yang ditandai di peta.

Di bawah langit yang berwarna keemasan samar, terbentang sebuah dataran luas yang dikelilingi pegunungan berujung salju. Di tengah dataran itu, berdiri sisa-sisa bangunan raksasa yang menjulang tinggi hingga menembus awan, dengan pilar-pilar batu sebesar gunung kecil, dan dinding yang terukir pola-pola kuno yang masih memancarkan hawa kekuatan dahsyat meski sudah ribuan tahun berlalu.

Di sinilah tujuan akhir mereka: Reruntuhan Istana Kaisar Langit.

Napas keduanya tertahan. Jantung mereka berdegup kencang karena kegembiraan sekaligus rasa hormat yang mendalam. Rintangan perjalanan sudah selesai, tapi tantangan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di dalam sana tersimpan kekuatan mutlak, rahasia zaman kuno, dan bahaya yang jauh melebihi apa pun yang pernah mereka hadapi.

Namun, di wajah kedua pemuda itu tidak ada sedikit pun rasa takut. Hanya ada tekad yang membara dan keyakinan penuh. Dengan kekuatan yang telah mereka bangun, persahabatan yang kokoh, dan pengetahuan yang luas, mereka melangkah maju, menembus gerbang raksasa yang terbuka lebar menyambut kedatangan mereka.

1
Nanik S
💪💪💪💪🙏
Nanik S
Berhasil Long Yu
Nanik S
Bisakah Long Yu menundukkan api ungu
mengejar cahaya
kan namanya juga tanaman langka tanaman itu udah nyerap enrgi alam selama ribuan tahun y jelas lah pasti banyak binatang yang tertarik ya kan.
Nanik S
Setiap tanaman langka pasti ada penghuninya
Nanik S
oky💪💪💪
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!