Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlawanan Rania
Rania menyeringai "Bagaimna bila gantian, kau saja yang aku cambuk!"
Ratih terkejut, bola matanya terbelalak. Ia mundur kebelakang selangkah demi selangkah. "Apa-apaan kau ini Clara! Berani sekali ingin mencambuk ku!"
"Kenapa tidak! Kau ibu tiri yang sangat jahat!" bentak Clara sambil menghentakkan cambuk ke lantai, terdengar suara menakutkan dari cambuk tersebut.
"Awas saja kalau berani mencambuk ku. Ronald akan membalas mu! kau akan di hajar habis-habisan oleh adikku!" ancam Ratih, namun ancaman itu tidak membuat Rania ciut.
Rania semakin maju kedepan, Ratih mulai ketakutan, ia mundur kebelakang.
"Ka-u cuma nakut-nakutin aku bukan? Tanya Ratih tergagap. "Ka-u tidak akan berani melakukannya, karena semua aib mu ada pada ku!"
Rania terdiam lalu menatap tajam pada Ratih "Aib apa?! Kamu menyembunyikan rahasia tentang hidup ku?!"
"Ternyata benar, kamu memang sudah hilang ingatan. Pantas saja jiwa mu sudah kerasukan setan!"
"PLAKK!
Rania menghentakkan cambuk ke kaki Ratih, wanita tua itu terkejut dan menjerit kesakitan.
"Aaauuuuu ...!"
"Tante pikir aku tidak akan berani melakukannya?!
"Bianca!!!! teriak Ratih memanggil anak kandungnya.
"Mama ....!" seru Bianca sambil berlari.
"Clara! Kurang ajar kau! berani sekali cambuk kaki mama ku!" teriak Bianca murka
"Kenapa? Apa kamu tidak suka ?! Bukankah kalian pernah lakukan itu pada Clara!"
"Dasar gila!" teriak Bianca
Rania terbahak "Aku memang sudah gila! Dan semua itu karena perbuatan kalian!"
Bianca maju kedepan Rania, ia mengangkat tangannya ingin menampar Rania, namun belum sempat tangan itu menyentuh pipi Rania. Rania berhasil menangkap tangan Bianca dan berkata.
"Kau ingin menampar pipiku sebelah mana? Kiri atau kanan!" tantang Rania.
"Kedua-duanya!" teriak Bianca.
"Baiklah akan aku kabulkan!" seru Rania sambil menghempaskan tangan Bianca, dan tangannya melayang di udara.
"PLAK-PLOK!"
"Akkhhh! Jerit Bianca sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Ka-u berani menampar ku!"
"Kenapa tidak? Kalian pikir aku takut!" seru Rania dengan tatapan menghunus "Aku bukan Clara yang dulu! Clara yang bisa kalian tindas!"
"Clara! Kembalikan uang ku! Kau telah berani masuk kedalam kamar ku dan mencuri uang ku!"
"Ohya? Apa benar itu uang mu, Tante?!
"Tentu saja semua itu uang milikku, berani sekali kau mencurinya!"
Rania terkekeh "Tapi sayang, uang itu sudah habis aku belanjakan."
"Apa?! Bola mata Ratih melotot "Kurang ajar kau Clara, dasar anak setan! Berani-beraninya habiskan uang ku untuk belanja!"
"Aku bukan pencuri! Kalianlah yang telah mencuri uang ku! Bagaimana bisa kalian bilang aku pencuri? Padahal Itu uang dari Kakek ku! Tante Ratih hanya menyimpannya sementara!"
"Ka-u?! Tunjuk Ratih.
"Apa! Tante mau bilang apa?! tantang Rania, ia melipat kedua tangannya di dada.
"Asalkan kalian tahu, ini baru peringatan awal! Jangan pernah mencoba untuk membuat cara licik lagi, aku tidak akan biarkan kalian jadi Ratu di rumah ku!" ancam Rania, ia melempar cambuk di tangannya kearah mereka berdua.
"Ambil cambuk ini! Jadikan bahan renungan buat kalian!" tukas Rania, lalu melangkah pergi dan menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"Sialan!" teriak Ratih, nafasnya tersengal menahan amarah yang hampir meledak.
"Kenapa wanita itu bisa jadi bar-bar dan kasar!'
"Aku juga tidak habis pikir mah, setelah mengalami tabrakan dan bangun dari koma. Clara berubah kasar dan tidak bisa kita kendalikan.'
"Seharusnya kau bunuh saja anak itu, biar bertemu dengan ibu dan bapaknya di neraka!"
"Aku juga menyesal mah, kenapa Clara tidak mati saja malam itu! Padahal aku menabraknya dengan keras. Ternyata nyawanya masih bisa tertolong!"
Ratih menghempaskan bokongnya ke sofa dan memijit keningnya yang mulai berdenyut.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang mah?! Kenapa om Ronald belum juga kembali."
"Paman mu masih sibuk ngurusin bisnisnya di Thailand. Semoga secepatnya ia kembali dan memberikan pelajaran pada Clara!"
"Ya sudah mah, aku obati kaki mama. sepertinya kaki mama bengkak."
"Iya, sangat sakit di bagian tulang kaki."
"Mama masih tidak percaya, kenapa tenaga Clara begitu kuat, apa ada yang tidak beres dengan anak itu."
"Sudah mah, kita pikirkan nanti. Ayo aku bantu berjalan ke kamar. Mama harus istrahat, aku takut migran mama kambuh lagi."
Bianca membantu memapah Ratih berjalan kedalam kamar.
Sementara Rania tersenyum puas setelah memberikan mereka berdua pelajaran. Ia menatap keduanya dari lantai atas.
"Kalian berdua harus membayar semua perlakuan kalian pada Clara dulu!" Tukasnya sambil melangkah masuk kedalam kamar.
Terus ikuti kelanjutannya ya All... 🤗💜💜
Tolong bantu LIKE setelah membaca, berikan VOTE GIFT sebagai penyemangat bunda. jangan lupa komen di Rate bintang lima 🌟
💜💜💜💜
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍