ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perubahan Yohana dan rencana dinda
'.Setelah drama yang terjadi tentang pernikahan Dinda, semua tamu tidak berani banyak bertanya lagi, apalagi melihat wajah Verick yang memerah karena menahan marah.
Dinda dan Nathan berjalan bergandengan tangan menuju Morgan dan Yohana yang terlihat sedang berbicara sambil tertawa di sana.
Morgan yang melihat kedatangan adiknya sontak tersenyum lembut dan berjalan menghampirinya, diikuti Yohana dan Gara.
"Adik, apa kamu baik-baik saja? Apa mereka membuatmu tidak nyaman?" tanyanya serius sambil melirik wajah datar Nathan.
"Kenapa wajah pemuda ini selalu seperti itu, apa dia tidak bisa tersenyum sedikit saja kalau di hadapanku?" gumam Morgan dalam hati.
Dinda menggeleng dan tersenyum tipis.
"Aku baik-baik saja, Kak. Dan aku biasa saja mendengar ucapan mereka semua," ucap Dinda santai.
Yohana menatap Dinda lekat, lalu menatap pemuda di samping adik iparnya itu.
"Beruntung sekali dia. Setelah bercerai dengan pemuda tampan, malah dapat kekasih yang jauh lebih tampan dari mantan suaminya," gumam Yohana. Entah mengapa dia merasa tidak suka melihat Dinda yang selalu beruntung.
"Oh ya, Kak, dari tadi kalian juga belum kenalan kan dengan kekasihku. Ayo, Mas Komandan, perkenalkan dirimu pada kakakku," ucap Dinda lembut.
Nathan mengangguk dan menatap Morgan dingin, lalu mengulurkan tangan kekarnya.
"Nathan Patterson," ucap sang komandan dingin.
Deg.
Jantung Morgan berdebar kencang. Matanya memerah. Dia menatap pemuda itu hati-hati dan melihat warna mata hazel yang indah.
"Dia... dia sangat mirip dengan Tuan Nathan kalau dilihat dari dekat. Dan namanya. Kenapa aku merasa familiar dengan nama itu? Nathan Patterson? Sepertinya aku pernah dengar Tuan Muda Nathan menyebutkan nama itu, tapi siapa? Kenapa aku lupa?" gumamnya dalam hati. Dia terlihat gelisah.
Dinda dan yang lain yang melihat Morgan terdiam merasa heran. Gara menepuk pundak kakaknya lembut.
"Kak, kenapa Kakak diam saja? Lihat, tangan calon adik iparmu dari tadi menggantung di hadapan Kakak," bisik Gara. Morgan tersentak, lalu menerima uluran tangan Nathan dengan perasaan yang sulit dijelaskan.
"Morgan," ucapnya singkat, lalu melepas tangannya dari tangan pemuda di hadapannya.
Sang komandan mengernyit heran melihat tingkah pemuda itu.
"Ada apa dengannya? Kenapa saat aku sebut namaku dia terlihat aneh?" gumam Nathan, lalu melihat Dinda yang sibuk mencari seseorang.
"Kalau begitu saya permisi," ucap Nathan dan pergi menghampiri wanita yang menatap ke arah tangga.
Morgan melihat kepergiannya sambil tersenyum tipis. Yohana yang melihat itu terkejut dan memegang tangan suaminya.
"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Bukannya kamu tidak menyukainya?" tanya Yohana serius.
Senyuman Morgan langsung luntur dan dia menatap Yohana tajam.
"Dari mana kamu tahu aku tidak menyukainya? Aku peringatkan padamu, jangan sembarang bicara apalagi di depan adikku. Ucapanmu bisa membuat hubungan adikku dengan pemuda itu renggang. Mengerti?" ucap Morgan tajam. Entah kenapa malam ini dia merasa Yohana berubah. Apa mungkin ini sifat asli wanita yang sekarang menjadi istrinya?
Dan juga, kalau Dinda mendengar ucapan Yohana, pasti Dinda akan berpikir dua kali tentang hubungannya dengan pemuda yang membuatnya penasaran.
Yohana tersentak lalu mengangguk. Dia melihat kepergian Morgan dengan tangan mengepal.
"Sialan, aku ini istrinya tapi kenapa dia terus saja membela adiknya? Ini tidak bisa dibiarkan. Bisa-bisa dia lebih dekat dengan adiknya dibanding aku yang sudah sah jadi istrinya," gumamnya marah.
*_*_***
Verick yang melihat semua anggota keluarganya sudah hadir berjalan ke arah panggung dengan wajah tersenyum lembut.
Setelah menaiki panggung, dia memegang pengeras suara dan menatap semua tamu dengan serius.
"Selamat malam untuk semua tamu yang berkenan hadir di pesta pernikahan putra saya, Morgan Erlangga. Saya senang atas kehadiran kalian malam ini. Untuk itu saya akan memperkenalkan anggota baru keluarga Erlangga malam ini, dia menantu saya yang bernama..." Belum sempat Verick mengucapkan nama Yohana, tiba-tiba Dinda menaiki panggung dengan senyum lembut.
Verick menatap putrinya heran, sama seperti semua tamu yang bingung melihat Nona Muda misterius itu naik ke panggung. Seolah mereka menganggap Dinda tidak sopan karena memotong pembicaraan ayahnya sendiri.
Yohana yang tadinya bahagia karena sebentar lagi akan diperkenalkan di hadapan semua tamu dan media, karena di sana sudah banyak wartawan yang bersemangat memotret serta membuat video, berita tentang keluarga Erlangga selalu hangat di kota-kota besar, langsung menggertakkan giginya dan menatap Dinda tajam.
"Apa lagi sekarang yang dia inginkan? Apa dia tidak puas ingin menghancurkan pesta pernikahanku tadi dan sekarang ingin bertingkah lagi di depan semua orang?" gumamnya dalam hati sambil mengepalkan tangan kuat.
Morgan hanya terkekeh melihat kelakuan adiknya yang selalu membuat orang kesal.
"Bahkan di depan kekasihnya sendiri dia tetap sama seperti biasanya, membuat semua orang kesal," gumamnya sambil tersenyum tipis. Dia tidak melihat wajah istrinya yang marah.
Dinda tidak mempedulikan semua orang yang menatapnya. Dia hanya menatap ayahnya serius. Nathan? Dia berdiri bersama Gara di dekat panggung.
"Apa lagi yang dia ingin lakukan? Dasar wanita itu selalu membuat orang geram," geram Nathan dingin.
Gara yang mendengar itu hanya diam, tapi dia melirik Nathan sinis.
"Dia hanya berani bicara begitu di belakang Kakak. Coba saja dia bicara di depan orangnya, pasti dia dapat pukulan yang tidak main-main," ucap Gara dalam hati.
Dev dan keluarga yang lain hanya diam melihat Dinda naik ke panggung. Mereka juga penasaran kenapa Dinda tiba-tiba naik.
"Haaa, semoga Kakak tidak membuat kekacauan lagi. Kasihan Kak Morgan kalau pestanya hancur karena adik kesayangannya sendiri," ucap Dev yang diangguki Wiwi, Alexia, dan Vania.
Dinda yang sudah berdiri di hadapan ayahnya, Verick langsung mendekati putrinya dan berbisik pelan.
"Ada apa, Sayang? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu yang penting pada Ayah?" tanya Verick serius.
"Ya, Ayah. Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku juga akan mengatakannya di hadapan tamu yang hadir. Dan aku ingin Ayah memberikan pengeras suara itu padaku," ucap Dinda tak kalah serius. Verick yang mendengar itu hanya mengangguk dan memberikan pengeras suara itu hati-hati.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi. Sepertinya ini bukan masalah biasa," gumam Verick menatap putranya Morgan dan menantunya Yohana yang terlihat ingin marah.
"Apa ini semua berkaitan dengan menantu baruku? Apa dia menyembunyikan sesuatu dari kami semua? Kalau memang benar dia menyembunyikan sesuatu, aku tidak akan pernah bisa memaafkannya," kecamnya dalam hati sambil menatap tajam ke arah Yohana.
Dinda menatap semua tamu yang hadir. Dia berdiri tegak dan melihat kakaknya Morgan dengan senyum lembut.
"Selamat malam untuk kalian semua yang hadir di pesta pernikahan kakak saya, Morgan Erlangga. Malam ini kami memang akan memperkenalkan anggota keluarga baru Erlangga. Untuk itu saya yang akan memperkenalkan kakak ipar saya. Ayah, biarkan putrimu ini yang memanggil kakak iparku. Aku ingin sekali menyebutkan namanya di hadapan semua tamu yang hadir," ucap Dinda menatap ayahnya dengan senyum lembut.
Verick mengangguk dan membalas senyuman putrinya. Semua tamu yang mendengar itu akhirnya mengerti dan merasa bersalah karena menganggap Dinda tidak sopan pada ayahnya dan semua tamu.
Yohana yang tadinya marah langsung tersentak. Dia menatap Dinda terkejut.
berbagai peran dan kisah di ceritakan menjadi 1 dengan peran yang tegas dan sakti..
suka banget sama ceritanya, recommended deh pokoknya..
dan aneh nya aku menyukai tingkah mereka 🤣
apa kah dia sudah beranak-pinak
semangat thor