Marisa Caca Abimana atau yang sering dipanggil caca cewek cantik yang selalu menjadi idola kampus, banyak lelaki yang ingin menjadikan ia pacar namun semua lelaki akan mundur ketika ia menggunakan mantra ajaibnya
" ngak usah sok pacaran segala kalo berani halalin gue " mantra itu yang selalu di dengar para lelaki bahkan ia tak segan berucap di depan banyak orang
namun mantra itulah yang akhirnya menjerat caca dengan lelaki yang bernama Arga ALbara putra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LMH 19
ruang keluarga yang tadinya penuh dengan ke teganya ketika mendapat kabar bahwa caca masuk rumah sakit kini berganti ceria
bagaimana tidak gosip jika caca berbadan dua membuat semua keluarga sepakat merayakan dengan makan bersama bahkan
"dodi pelaminan nya sudah di bereskan
? " tanya Ardi ketika para kepala keluarga berkumpul
dodi lelaki itu menganguk " saya tidak akan membiarkan menantu tertua Ardi menjadi kelelahan hahahaha" gelak tawa memenuhi ruangan
namun kedua lelaki yang duduk di pojok itu terus beragumen dengan berbisik
"ini dokternya salah pasti" doni hanya menganguk membenarkan
"tapi pak apa bapak tidak ingin caca hamil.? " arga menarik doni keluar menuju halaman
"kenapa pak.? " tanya doni binggung melihat arga
arga menghembuskan nafasnya apa ia harus bilang yang sebenarnya bahwa ia dan caca tidak perna melakukan hal itu
"pak.? " pangil doni lagi
"kita ke kamar saja biar saya jelaskan" doni hanya mengikuti arga yang menuju kamar caca
ketika masuk kamar arga mengaruk kepalanya ketika melihat lisa revan dan irene mengelilingi caca
revan mendekati arga lalu memeluknya " selamat ga do'a in gue biar lisa cepet isi" arga menganguk
"van bisa ajak istri loe keluar ngak. " revan melihat lisa yang beranjak lalu keduanya pergi
arga dengan cepat menutup pintu kamar caca agar tidak ada yang masuk
"kenapa pak.? " tanya irene yang melihat aneh dosennya ini
"ca bisa jelaskan " caca melihat arga ragu apakah begitu tidak inginnya arga sehinga ia harus menjelaskan semuanya di depan irene dan doni
"pak bapak kenapa nyangkal sih kan bagus caca hamil bapak udah ngak muda lagi loe ya kan don" doni menganguk membenarkan ucapan irene
"masalahnya itu bukan anak saya" ucapan spontan arga membuat doni dan irene menatap caca menyelidik
"gue ngak hamil ren don "
"maksud loe dokternya salah? " caca menganguk
arga dengan cepat membaca hasil pemeriksaan namun hasilnya masih sama caca positif hamil
"apa mungkin ketuker.? " tanya irene yang membuat arga diam
"bentar deh pak loe daftarin nama caca tadi apa.? " pertanyaan doni membuat arga kesal
"maksud kamu saya tidak hapal nama istri saya sendiri.? "
buru buru doni mengeleng " bukan gitu pak disini nama nya hanya marisa ngak ada nama panjangnya " ucapan doni membuat melihat nama pasien
"fiks ini ketukar" ucap arga ketika ia ingat jika ia mendaftarkan caca dengan nama lengkap caca
"sekarang gimana jelasin semuanya.? " tanya caca yang sedari tadi hanya mendengar argumen mereka
ketiganya saling pandang " loe pura pura hamil aja" usulan doni membuat arga menatapnya tajam
"hehe bukan apa ni pak ngak kasian para tertua di sana udah berharap banyak "
"tapi ngak bohong juga " sahut caca
"yaudah bikin aja caca hamil beneran " caca langsung melempar guling pada teman gilanya itu
"kenapa loe ngak mau hamil.? " tanya irene dengan selidik
"gimana gue mau hamil tidur aja baru tadi malam kita satu ranjang" ucapan spontan caca membuat doni dan irene menatap arga dengan heran
"bapak gay aww" doni langsung mengusap jidatnya yang mendapat sentilan dari arga
"sembarangan aja" irene hanya meringis melihat tingkah doni yang memalukan diri sendiri
"jadi gimana " tanya caca lagi dengan melihat ketiga orang yang di hadapannya ini
"gue ngak nyangka ca idup loe jadi ribet gini " sahut doni dramatis
.
.
.
.
Setelah berdebatan sengit yang terjadi di kamar serta melihat respon kedua belah keluarga akhirnya ke empat manusia itu memutuskan untuk melanjutkan sandiwara yang terjadi akibat tertukar nya surat pemeriksaan
akibat berita itu eyang putri yang beberapa hari ini hanya mampu berbaring kini lebih banyak berbaur dengan keluarga yang lain
Bahkan malam ini ketika resepsi pernikahan lisa dan revan serta caca dan arga eyang putri sangat ngotot ingin duduk di dekat caca
Awalnya pihak keluarga tidak setuju jika caca dan arga ikut merayakan pernikahan walaupun baju dan yang lain sudah lengkap keluarga takut jika caca mengalami hal yang tidak di inginkan mengingat kondisi caca yang pingsan tadi siang tapi bukan caca namanya jika tidak bisa membujuk orang tuanya
Dengan alasan ia baik baik saja hingga mengancam ia akan mogok makan keluarga akhirnya mengizinkan toh nyatanya memang begitu ia baik baik saja tidak terjadi apa apa
Mungkin beda lagi ceritanya jika ia memang hamil
ya walaupun seperti nya hal itu hanya mimpi bagi caca toh arga tidak perna menyentuh nya sama sekali
dan disila mereka sekarang di gedung resepsi pernikahan
Sejujurnya caca merasa iri melihat lisa dan revan yang bisa berbaur dengan keluarga yang lain sedangkan ia hanya duduk di pelaminan bersama eyang putri dan irene
Irene memang di minta oleh luna untuk menjaga caca selagi arga memperkenalkan diri pada keluarga jauh serta rekan bisnis yang hadir
Irene menepuk pundak caca yang melamun " Ca caca" Caca melihat raut muka irene yang tidak biasa
"Arah jam tiga " Ucap irene dengan raut kawatir membuat kerutan di muka caca
Namun caca masih menurut apa yang di bilang irene, seketika muka caca menjadi tegang
Mata elang serta alis yang tebal selalu menjadi ciri khas dari lelaki itu sekian lama tidak bertemu nyatanya hal itu tidak berubah bara lelaki yang membuatnya menutup hati kini berdiri dengan terus melihat ke arah pelaminan dimana caca dan irene berada
"Siapa yang ngundang.? " Tanya caca pada irene
Namun irene mengeleng " Mungkin temenya bang revan " Sahut irene dengan takut
Irene masih takut setiap kali melihat bara lelaki yang ia cintai secara diam diam bahkan ia tau jika lelaki itu gebetan sahabatnya
Namun siapa yang tau hati akan berlabuh ke mana
Irene mengeser duduknya menjadi dekat dengan caca, ia berusaha meminta perlindungan
Caca tau betapa hancurnya hati Irene bahkan Irene sempat hampir di usir dari sang ayah semuanya ulah lelaki itu
Caca memberikan senyum pada Irene seolah semuanya baik baik saja namun nyatanya caca juga tidak mungkin terus menutupi kegelisahan hati nya di depan Irene
Peganya di tanggan caca menjadi kencang se iring bara berjalan mendekati keduanya
Caca melihat sang eyang yang tersenyum dengan melihat sekeliling tampa tau jika cucunya merasa gelisah
"Risa Irene" Pangilan itu membuat keduanya menoleh
lelaki dengan baju biru itu menatap kedua wanita di depannya " Selamat akhirnya abang tau jawaban dari doa abang selama ini " Bara berucap dengan memandang caca
Bara melihat ke Irene " Apa kabar ren senang bertemu lagi " Irene hanya menganguk tampa mau membalas sapaan bara
Bara mengeluarkan kotak kecil dari sakunya
" Ini buat adekku " Caca tertegun melihat bara
Adekku pangilan bara untuk caca ketika caca kesal ternyata masih di ingat jelas oleh bara
Caca mengambil kado pemberian bara " Makasih bang "
Bara menganguk "selamat" Bara melewati keduanya begitu saja membuat doni yang datang menjadi heran
"Ada apa dengan tamu itu" tanya doni pada dirinya sendiri
doni menatap kedua wanita yang ada dihapannya namun caca dan Irene masih terpokus pada lelaki itu
"eehhmmmm" deheman doni membuat keduanya sadar
"kenapa.? " tanya doni yang membuat irene dan caca gelagapan
"ah itu teman lama ya ca " irene meminta persetujuan caca yang di jawab dengan angukan
namun doni tau jika keduanya menyimpan sesuatu
lanjut aah
my brother is my husband
apa yang kamu bayangkan ketika mengetahui jika yang menghamilimu adalah sodarah tirimu sendiri ?
gita merasa dirinya sangat tidak beruntung, setelah percintaannya kandas hidupnya hancur karna kehamilan dan sekarang ayah dari anaknya adalah sodara tirinya sendiri, bagaimana kisahnya ikuti ceritanya