NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota baru

“Selamat datang di Kota Velmora.”

Diana menghirup udara segar begitu tiba di Velmora. Perjalanan dari Westoria ke Velmora cukup jauh, tetapi itu memang pilihannya sendiri—menjauh sejauh mungkin dari semua kenangan menyakitkan.

Bandara Velmora terlihat ramai oleh para penumpang yang lalu-lalang, tetapi Diana justru merasa asing di kota baru ini.

Ia segera memesan taksi online menuju tempat tinggal barunya. Sebelum datang ke kota ini, Ibu Kartini—ibu kos lamanya—lebih dulu menghubungi keluarganya yang tinggal di Velmora untuk membantu Diana mencari kontrakan atau rumah sementara.

Beberapa saat kemudian, taksi online yang ia pesan pun tiba.

“Ibu Diana?” tanya sopir taksi.

Diana mengangguk pelan.

Sopir itu membantu memasukkan koper Diana ke dalam bagasi, lalu perjalanan pun dimulai.

Mobil perlahan meninggalkan area bandara.

Diana menatap ke luar jendela sepanjang perjalanan. Kota Velmora terlihat begitu berbeda dari Westoria. Jalanannya lebih tenang, suasananya terasa asing, namun entah kenapa juga memberi sedikit ketenangan di hatinya.

Ia hanya berharap keputusan ini adalah keputusan yang benar.

Tangannya perlahan mengusap perutnya.

“Sayang, makasih ya. Kamu nggak bikin Bunda mual. Kamu anak yang hebat.”

Selama masa kehamilannya, Diana belum merasakan mual ataupun pusing berlebihan. Ia hanya sesekali merasa kelelahan.

Tak selang lama, taksi berhenti di depan sebuah rumah minimalis yang ukurannya cukup besar.

Diana menatap rumah itu dengan terkejut.

“Ini beneran rumahnya?”

Ia menatap bangunan tersebut tak percaya.

Dengan cepat, Diana menghubungi Ibu Kartini. Untungnya, panggilannya langsung diangkat.

“Halo, Diana. Kamu sudah sampai, Nak?”

“Iya, Bu. Bu... Diana mau tanya, Ibu nggak salah kirim alamat rumah sewa ini?”

“Tidak, Nak. Itu benar alamatnya. Kenapa? Kamu tidak suka?”

“Bukan seperti itu, Bu. Rumahnya besar sekali, Bu. Diana cuma butuh rumah kecil. Tabungan Diana juga nggak banyak.”

“Tidak perlu pikirkan itu, Diana. Ibu sudah menganggap kamu seperti anak sendiri. Dan anak yang kamu kandung itu juga sudah Ibu anggap sebagai cucu Ibu. Jadi, kamu nggak perlu sungkan. Tinggal saja di sana.”

Air mata Diana menetes perlahan mendengar ucapan tulus itu.

“Makasih, Bu... semoga Tuhan membalas semua kebaikan Ibu,” ucapnya dengan tulus.

“Aamiin. Sebentar lagi sepupu Ibu akan datang ke sana.”

Panggilan pun berakhir.

Tak lama kemudian, seorang wanita yang tampaknya seusia Ibu Kartini datang menghampiri rumah itu.

“Diana, ya?”

Diana mengangguk lalu menyalami wanita itu dengan sopan.

“Iya, Bu.”

“Saya Kartika, sepupu Kartini. Dia sudah banyak cerita tentang kamu,” ucap Kartika ramah.

Diana hanya membalas dengan senyum tipis. Ada rasa malu yang menyelinap di hatinya saat mengingat nasib hidupnya sekarang.

Kartika menepuk pundak Diana dengan lembut.

“Ini sudah menjadi takdirmu. Dan kamu memilih untuk tidak membuang anak itu, itu artinya kamu sudah menjalankan tanggung jawabmu dengan baik,” ucap Kartika lembut. “Rawat dia dengan baik.”

Air mata Diana kembali hampir jatuh, tetapi ia menahannya.

“Iya, Bu,” jawab Diana pelan.

Kartika lalu menyerahkan sebuah kunci rumah.

“Ini kuncinya. Semua sudah dibersihkan, jadi kamu bisa langsung beristirahat di dalam. Maaf Ibu nggak bisa menemani lama-lama, Ibu ada keperluan di gereja.”

“Iya, Bu. Tidak apa-apa. Makasih sebelumnya.”

Kartika mengangguk pelan lalu berpamitan pergi.

Diana akhirnya masuk ke dalam rumah.

Ia menatap sekeliling perlahan.

Rumah itu terlihat bersih, rapi, dan nyaman. Bahkan terdapat dua kamar di dalamnya.

Diana meletakkan kopernya lalu berjalan perlahan menuju kamar.

Tubuhnya terasa sangat lelah setelah perjalanan panjang.

Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk sambil menatap langit-langit kamar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, hatinya terasa sedikit lebih tenang.

“Semoga ini jadi awal yang bagus,” gumamnya pelan.

Tatapannya perlahan turun ke arah perutnya.

“Aku harus cari kerja.”

Ia kembali mengelus perutnya dengan lembut.

“Doain Bunda ya, Sayang... semoga Bunda cepat dapat pekerjaan.”

°°••°°

“Apa yang kamu pikirkan, Samuel?”

Iren menatap tajam putranya dari seberang meja makan. Wajah Samuel terlihat kosong sejak mengetahui Diana berhenti bekerja di toko milik keluarganya.

Piring nasi yang ada di hadapannya bahkan belum tersentuh sedikit pun.

Samuel tersentak dari lamunannya. Ia buru-buru menggeleng pelan.

“Aku nggak apa-apa, Ma,” jawabnya singkat.

Iren menyipitkan mata, seolah tidak percaya begitu saja.

“Terus apa yang bikin kamu melamun, Sam? Sedari tadi aku perhatikan kamu nggak nafsu makan.”

Citra yang duduk di samping Samuel ikut menatap pria itu dengan wajah kesal.

“Apa kehadiranku di sini tidak kamu anggap?” ujar Citra dengan nada kecewa.

Samuel langsung tersadar. Ia buru-buru menggenggam tangan Citra di atas meja.

“Maaf, Sayang. Pekerjaan kantor bikin aku nggak bisa fokus. Maafkan aku, ya.”

Citra masih memasang wajah cemberut, sementara Bayu hanya menatap putranya dengan dingin.

Sebagai ayah, Bayu tahu Samuel sedang berbohong.

“Sibuk sesibuk apa pun kamu dengan pekerjaan, ingat ada Citra di dekatmu. Lupakan pekerjaan sesaat,” ucap Iren sambil menatap tajam putranya, seakan memberi peringatan.

Samuel mengembuskan napas pelan.

“Maaf, Ma.”

Ia kembali menatap Citra dan berusaha menunjukkan senyum manis.

“Maafkan aku, ya. Aku janji akan menyelesaikan pekerjaanku secepat mungkin supaya kita bisa honeymoon ke Noverra.”

Samuel menjeda ucapannya sejenak.

“Di sana juga akan memasuki musim salju. Itu impian kamu, kan?”

Mata Citra langsung berbinar.

Wajah kesalnya seketika berubah menjadi sumringah.

“Kita akan honeymoon di Noverra?”

Samuel mengangguk sambil tersenyum tipis.

“Iya, Sayang. Tiketnya sudah aku pesan.”

Wajah Citra langsung berbinar penuh antusias.

“Benarkah? Aku selalu ingin melihat salju di Noverra,” ucapnya girang. Rasa kesalnya seketika menghilang begitu saja.

Samuel tersenyum tipis, berusaha terlihat tenang meski pikirannya masih berantakan.

“Iya. Kamu pasti suka di sana,” balasnya singkat.

Melihat suasana kembali mencair, Iren dan Bayu mengembuskan napas lega. Setidaknya, untuk saat ini Citra tidak lagi curiga.

“Kalau begitu, kita harus segera menyelesaikan semua persiapan pernikahan kalian,” ujar Iren sambil tersenyum.

Ciara, mama Citra ikut mengangguk antusias. “Benar. Minggu depan kita harus final fitting gaun pengantin.”

Citra langsung tersenyum lebar. “Aku juga sudah memilih konsep dekorasi. Aku ingin pesta pernikahan bertema garden party yang elegan.”

“Itu ide yang bagus,” ujar Iren setuju.

Mereka pun mulai membahas detail pernikahan, mulai dari dekorasi, daftar tamu, hingga lokasi bulan madu.

Samuel tetap ikut dalam pembicaraan itu, sesekali memberikan pendapat tentang acara pernikahan mereka.

Meski begitu, pikirannya terus melayang pada Diana yang entah berada di mana saat ini.

Wanita yang kini berada di tempat yang bahkan tidak ia ketahui.

1
Adriana Bora
sangat2 bagus
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!