NovelToon NovelToon
Pengacara Jodohku

Pengacara Jodohku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:42.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Revalina Celendia 20 tahun, sering di sapa Lina atau Reva, seorang pelayan kafe dan penjaga warnet. Tapi juga memiliki nama 'Recel' di dunia dunia siber.

Abhirama Notonegoro 27 tahun, pengacara junior yang terpaksalah menikah dengan pelayan kafe, yang baru di kenalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Jadi Pasangan

Tubuhku diam membeku melihat video yang di tunjukkan Wini padaku, bukan karena melihat pak Rama dalam vidio itu. Tapi karena perempuan yang di peluk oleh pak Rama dalam video itu. Meski wajahnya tidak nampak jelas, tapi aku hafal punggung dan baju perempuan itu, yang tidak lain adalah aku sendiri.

"Ternyata dia pria breng sek, Lin. Lihat, dia berusaha melecehkan seorang perempuan."

"Kamu dapat video ini dari mana?" heran ku, karena seingatku aku pernah mencari video itu, tapi gak menemukannya.

Aku juga tidak menyangka pria yang aku pukul itu pak Rama. Melihat video itu, membuatku teringat kalau pak Rama ada masalah dengan Carol, kakak tiri Rania, membuatku jadi menyambungkan kejadian hari itu yang bertepatan, dengan ulang tahun Rania.

"Ni lihat, menurut komentar. Pihak perempuan sampai trauma takut untuk keluar dari rumah sejak kejadian itu, kasihan kan." ujar Wini dengan menyerahkan ponselnya padaku.

Jelas ini sengaja dibuat untuk menjatuhkan pak Rama, karena dari komen semua menghujat pak Rama.

"Buat apa di sebarkan di medsos, tidak langsung lapor polisi, aja?"

"Ya mungkin dia gak percaya sama hukum, mengingat lelaki itu pengacara. Pasti banyak pembelaan yang akan dia lakukan." ujar Wini saat aku mengembalikan ponselnya.

"Bisa aja itu hanya, ulah oknum tidak bertanggung jawab." ujarku karena ada bagian yang di edit.

Di video itu tidak ada aku mendorong pak Rama, seharusnya aku mendorong pak Rama dan kabur. Tapi kenapa berubah menjadi aku di gendong dan di bawa masuk ke dalam salah satu kamar.

"Ahhh pasti kamu sudah terpesona dengan pengacara itu, ya. Sampai berasumsi demikian."

"Ehhh bukan begitu," bantahku, dengan menggerakkan kedua tanganku membantah ucapan Wini.

"Aku wanita di dalam video itu, jadi aku tahu bagaimana kebeneran video itu yang sebenarnya." sambungku di dalam hati, karena tidak mungkin aku bilang sejujurnya, yang bisa berakibat muncul berbagai pertanyaan dari Wini.

"Dunia kalangan orang seperti mereka itu sudah biasa dengan dunia malam, hotel, HTS jadi, lebih ada kemungkinan itu perempuan yang selama ini bungkam, jadi baru buka suara karena." ucap Wini terhenti dan mendekat kearahku untuk berbisik.

"Karena ada masalah, seperti menuntut pertanggungjawaban mungkin."

"Uhuk uhuk, uhuk." mendengar asumsi Wini membuatku tersedak air liur ku sendiri, sekaligus tidak percaya dia punya asumsi segila ini.

"Bisa aja kan, saat kamu bilang mungkin itu ulah oknum tidak bertanggung jawab. Aku jadi kepikiran kearah sana."

"Kenapa kamu berpikir kearah sana?"

Wini memperlihatkan kembali vidionya padaku. "Coba kamu perhatikan video ini dengan seksama. Awalnya pengacara kesayanganmu jalan sempoyongan, lalu memeluk perempuan dari belakang dan perempuan itu berontak. Tapi setelah dia menggendong perempuan itu, perempuan itu tidak lagi berontak dan pengacara kesayanganmu berjalan tidak sempoyongan lagi."

Aku takjub mendengar penjelasan Wini yang cukup mendetail itu. "Cocok jadi detektif," candaku membuat Wini tertawa renyah.

"Aku ini penggemarnya 'Detektif Conan' jadi harus melihat seperti dia."

Aku mengangguk dan tersenyum mendengar ucapannya.

"Sudah ah, senyummu meremehkan ku, sana pulang!" ujar Wini.

"Eh enggak ya."

"Sana pulang, tu ada yang jemput!" ujar Wini menujuk keluar cafe.

Nampak pak Rama masih duduk di atas motor Ninja dan baru melepas helm yang dia gunakan.

"Tumben naik motor," kataku sambil berjalan keluar dari dalam kafe.

Aku berjalan kearah pak Rama yang sudah turun dari motornya. "Ada perlu sama saya, atau sengaja mau ke kafe pak." basa-basiku begitu sampai di depan pak Rama.

"Atau mau membahas maslah komisi pengacara yang harus saya bayar."

"Bisa bicara di tempat yang enak buat ngobrol, berdua dengan saya."

"Bicara berdua, sepertinya gak bisa deh pak, karena saya harus jaga warnet sebentar lagi."

"Ya sudah kita bicara di warnet aja, kalau begitu." ujarnya sambil naik ke atas motor lagi.

"Ayo naik!"

"Pak Rama mau ngantar saya?" tanyaku yang di jawab dengan anggukan kepala tanpa suara, atau senyum sebagai formalitas.

Aku naik keatas motor yang memiliki tempat duduk belakang yang super sempit itu, yang membuat tubuh kami menempel kalau tidak aku halangi dengan tas lusuhku, yang aku taruh di tengah di antara tubuh kami.

Pak Rama mengendarai motor tidak terlalu kencang, tapi juga tidak pelan, cukup membuatku merasa nyaman meski tidak berpegangan apa-apa.

Sampai di warnet, pak Rama membiarkan aku mengobrol dengan Dafa. Pak Rama juga mengobrol sebentar dengan Dafa, sebelum Dafa pergi meninggalkan warnet.

"Apa bapak ingin membahas masalah pembayaran, yang harus saya bayar?" tanyaku begitu suasana memungkinkan untuk mengobrol berdua.

"Tidak, saya tidak minta komisi atau bayaran."

"Kenapa?" tanyaku memotong ucapan pak Rama.

"Anggap itu sebagai ucapan terimakasih, atas keberanianmu memukul ku hingga aku tidak melecehkan mu."

"Baru kali ini ada yang bilang makasih, setelah di pukul." pikirku, dengan terus mendengar penjelasan pak Rama, tentang orang tuanya yang memintanya untuk minta maaf padaku. Tapi pak Rama urungkan, setelah memastikan aku ternyata tidak mengenalnya, dan pura-pura melupakan kejadian hari itu.

"Jadi selama ini bapak sudah tahu siapa saya."

"Maaf, bukan maksud saya membohongimu."

"Lalu sekarang tujuan bapak apa? Apa ada hubungan dengan video yang tersebar di media sosial."

"Kamu sudah tahu?"

"Tadi sebelum pulang, Wini teman saya yang bekerja di cafe memperlihatkan video itu, yang... "

"Sudah di rubah endingnya." sambung pak Rama membuatku mengangguk pelan. Yang di lanjutkan pak Rama, dengan menceritakan hubungannya dengan Carol dan apa yang terjadi sebenarnya.

"Ya sudah, tinggal bapak konfirmasi kejadian sebenarnya." santaiku.

"Netizen menyerang kehidupan pribadiku yang di anggap kacau, belum lagi jika ayahmu tahu pasti akan berpikir buruk tentangku."

"Lantas harus bagaimana?"

"Kita nikah."

"Hah!"

"Pura-pura jadi pasangan yang siap nikah, atau nikah kontrak. Karena ini tidak hanya tentang nama baik saya, atau ketahuan ayahmu."

"Keluarga bapak menyuruh untuk menikahi saya?" tebakku ragu tidak percaya, dengan jalan pikiran orang tuanya yang malah menyuruh menikahi aku, yang tidak punya harta dan jabatan ini.

Pak Rama mengangguk pelan, "kenapa saya, kan banyak teman bapak yang selevel."

"Bukan masalah level, orang tua saya berniat menuntut orang yang mengaku sebagai kamu."

"Maksudnya?"

"Penyebar video mengaku sebagai korban, yaitu kamu. Padahal kita tahu video itu itu sudah di rubah, jadi jika ingin menuntut balik kamu harus muncul, dan untuk melindungi mu kita harus nikah atau jadi pasangan."

Aku menghela nafas berat, "ribet banget sih, pak."

"Mereka yang bikin ribet," ujar pak Rama dengan menghela nafas.

"Apa ini dari keluarga Carol?"

"Bukan, ini ulah orang yang pernah saya masukan penjara, karena korupsi, dia ingin menghancurkan saya."

"Dia mendapatkan video itu dari mana?"

"Dari security hotel, yang menjual padanya. Saya juga berencana menuntut security itu."

"Saya akan lunasi hutang ayahmu dan membiayai jika kamu ingin kuliah." ujarnya lagi, saat aku hanya diam dengan keraguanku.

"Pendaftaran mahasiswa baru sudah ditutup."

"Pakai koneksi, keluarga saya."

"ngotot banget sih," kesalku di dalam hati.

"Boleh saya pikir dulu."

Pak Rama mengangguk pelan, "semakin cepat, semakin baik."

1
Teti Hayati
Rekomended... bagus ceritanya..
Teti Hayati
👏👏👏👏👏...
terima kasih cerita bagusnya....
eed: Terimakasih kakak 😍💕🙏
total 3 replies
Teti Hayati
Disenyumin aja yaa Lin, 🤭
Teti Hayati
Ini mh ceritanya promoin anak lewat pintu belakang.... 🤣🤣🤣🤣
Teti Hayati
Aiih... bapak tirinya Lina, anak sama bapak sama2 ular kayaknya
Teti Hayati
Haissssst.. sembarangan ngatain Laras kampungan...
Teti Hayati
Hallo bang Rama... 👋
Teti Hayati
Baru ngeuh ada yg baru, jadi baru mampir... 🤭
Sengaja nengokin Mas Juna, eeeh... saingannya udh gede ternyata.... 🤣🤣🤣
eed: Terimakasih sudah mampir🙏😍
total 1 replies
Siti Maemunah
aah bentar kali kak cepet up ya kak
Suntoro Yanti
bilang saja lina orang bapaknya rama
lia juliati
jujur lah kan hamil gak BS sd boong
in
Siti Maemunah
yg lama dong upnya 💪
Siti Maemunah
cepet up lagi kak jdi penasaran deeh 💪
Siti Maemunah
semoga ga ada kabar buruk .. semangat thor ditunggu upnya
Siti Maemunah: siap selalu menunggu 👍
total 2 replies
Siti Naimah
lucu juga si Lina.. nginap di rumah mewah ibunya ternyata kelaparan 🤭
Elen Gunarti
double up Thor 👍👍👍👍👍👍
eed: 🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
Onih Rohani
up yang banyak
Elen Gunarti
lanjutt
Siti Maemunah
aaah upnya sedikit sekali💪
eed: 🙏🙏💪💪💪
total 1 replies
Siti Maemunah
semangat di tunggu up nya kak💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!