NovelToon NovelToon
KUE ULANG TAHUN YANG TAK TERLUPAKAN

KUE ULANG TAHUN YANG TAK TERLUPAKAN

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Muksini

Kejutan dari mama yang belum pernah dilakukan,dengan memberikan kue ulang tahun diusiaku yang ke-20 thn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muksini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERNIKAHAN BANDI

Wanda sangat sibuk mempersiapkan yang akan dibawa karena besok mereka berempat akan berangkat ke Semarang untuk menghadiri pernikahan mantan adik iparnya yaitu Bandi, begitu pula dengan Andra dia harus mempersiapkan mental untuk bertemu dengan ayah kandungnya.Perasaan berkecamuk dalam hati dan pikirannya!! apa yang akan dia lakukan jika nanti bertemu dengan ayahnya, haruskah dia biasa-biasa saja seperti anak dan ayah pada umumnya?? atau menghindar seolah-olah tidak mengenal?.Tapi ibu telah berpesan,bagaimanapun dia adalah ayahmu, jangan mengikuti emosi dan jangan menjadi anak durhaka! Perang batin yang hebat membuat Andra melamun dan tidak menyadari kehadiran ibunya yang langsung duduk di sampingnya.

"ada apa nak? Tanya ibu dengan suara pelan

Andra terkejut mendengar suara ibunya

"ehh ibu mengagetkan Andra saja! Ucapnya

"apa yang sedang kamu pikirkan?? sehingga tidak menyadari kehadiran ibu nak? tanya ibu dengan suara lirih dan menatap Andra

" kalau boleh berkata jujur Andra sangat bingung Bu!!

"apa yang membuatmu bingung nak? ibu bertanya

"bagaimana sikap Andra bila bertemu dengan ayah di sana Bu? sedangkan Andra belum bisa melupakan semua yang Ayah lakukan kepada kita di masa yang lalu"dengan kepala menunduk Andra menjawab

"Nak ibu pernah berkata padamu berusahalah untuk memaafkan, dan ibu tidak ingin kamu menjadi anak yang pendendam apalagi terhadap ayahmu!!!"

"Andra sudah berusaha Bu tapi sangat sulit untuk menghilangkan rasa benci dendam!!"jawabnya sambil tidak bisa menahan tangis

Wanda pun memeluk Andra dengan anak sampai berkata "Nak memang sulit tapi harus berusaha jangan rasa benci dan dendam membuatmu menjadi anak durhaka!!"

 Semakin deras air matanya membasahi baju ibunya ,Wanda tahu bahwa rasa kecewa yang dirasakan oleh putranya kepada ayahnya dari masa anak-anak, remaja, hingga dia beranjak dewasa.

"Nak kamu sudah beranjak dewasa suatu hari nanti akan menjadi kepala keluarga , dan jangan lupakan kamu memiliki seorang adik yang butuh figur seorang ayah"ucap ibu sambil tetap memeluknya.

Andra melepaskan pelukannya dan berusaha menghapus airmata nya dan menatap ibunya dia berusaha tersenyum.

"Bu..Andra ..ak..akan berusaha belajar iklas,"ucapnya dengan terbata - bata

"Ya nak ibu yakin kamu bisa dan percaya itu,ibu merasa bangga memiliki putra seperti mu !"ujar Wanda sambil kembali memeluk anaknya.

"Sudah sekarang makan dan istirahat besok pagi - pagi kita sudah harus selesai dan siap otw" lanjut Wanda.

Setelah itu Andra langsung cuci muka ,makan dan menuju kamar.Wanda melihat putrinya Sella berkemas juga dengan memasukkan boneka kesayangannya ke tas.

"Sayang jangan banyak - banyak bawa boneka disana banyak orang tar hilang bawa 2 saja ya" Ucap Wanda sambil mengeluarkan beberapa boneka dari dalam tas .

"baik ibu"jawabnya sambil menyimpan kembali bonekanya didalam lemari.

Dengan tersenyum Wanda pun memeluk putrinya dan mengelus rambutnya yang panjang."Sudah sekarang tidur besok kesiangan ya sayang" ucap Wanda

"Siapppp bu" jawabnya langsung naik ketempat tidur, " malam bu"tambahnya

"Malam sayang" jawab Wanda sambil mematikan lampu kamar.

Suara azan subuh membangunkan Wanda yang terlelap,dengan hati - hati dia membangunkan suaminya,

"Mas bangun"

Dengan menggeliat dan dengan mata masih berat " Ya dek" Abi menjawab perkataan istrinya,dan langsung turun dari kasur menuju kamar mandi dan langsung sholat subuh.

Wanda pun membangunkan Andra dan Sheila, suasana pagi yang tadinya sunyi sekarang ramai.Setelah semuanya selesai kami pun pamitan dulu ke orang tua,beserta menitipkan kunci rumah sekalian untuk menjaganya selama kami pergi.Pukul 08.pagi otw dari sumatera menuju semarang.

Selama perjalanan Andra yang biasa mabuk kendaraan ini terlihat tenang dan sella pun yang biasanya periang ini jadi pendiam.

Wanda pun membuka percakapan agar tidak canggung.

"Sella gak mau makan jajan sayang!!"

"tidak bu nanti saja didalam kapal,masih kenyang tadi sarapan"ucapnya sambil menoleh ke ibunya

"Andra juga tidak mau ya!!"ujar Wanda

"Tidak bu nanti saja" jawab Andra

"ok..ok klau begitu"

Mobil pun masuk ke dermaga kapal,suasana didalam kapal tidak terlalu ramai karena bukan hari liburan dan hari - hari besar.Kami berempat menggelar lesehan sekalian makan dan istirahat.Tidak terasa kapal pun merapat ,menandakan sudah sampai di pelabuhan sebrang.Menuju Semarang baik Andra dan Sella mereka tertidur.

Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih setengah hari itu, akhirnya kami sampai ke Semarang.Mobil kami pun langsung parkir tidak begitu jauh dari rumah mantan mertua.

Wanda langsung membangunkan Andra dan Sella," anak-anak bangun kita sudah sampai"

Mereka terkejut karena kenapa cepat sekali telah sampai, dengan mata yang masih mengantuk Mereka bertanya,

"memang sudah sampai ibu?"tanya Andra

"ya lihat itu rumah nenek bukan!! jawab Wanda sambil menunjuk ke rumah, mereka berempat pun langsung turun.Lumayan banyak bawaan yang kami bawa.

Begitu begitu melihat kami yang datang, Bandi langsung menyambut kami dengan pelukan."sudah bujangnya ponakan Pak lek ini"ucap Bandi sambil memeluk Andra dan tak lupa juga memeluk Sella.

"apa kabar mbak ,mas!!"mau cari Bandi kepada Wanda dan Abi

"baik Bandi gimana kabar kalian semua di sini?"tanya Wanda

"Alhamdulillah baik mba"jawab Bandi sambil mencium tangan Wanda dan Abi

Kami kami berempat mas menuju ke rumah mantan mertua, dan langsung disambut oleh mereka,"Apa apa kabar nak Wanda?"tanya Bu Lilis kepada mantan menantunya.

"baik Bu gimana kabar ibu dan bapak di sini!!"

"Alhamdulillah kami baik semua"jawab bu

Lilis, dan tak lupa dia memeluk kedua cucunya, sambil menangis.

Setelah setelah bersalam-salaman dengan keluarga besar, kami dibesarkan bodoh dan menikmati sajian yang sudah dipersiapkan.

Kulihat dari tadi mata Anda seolah-olah sedang ada yang dicari, Wanda tahu apa yang sedang dicarinya.Dia juga merasa was-was jika bertemu, tapi di kuatkan hati demi anak-anak.Kami berempat berniat istirahat di kamar yang telah disediakan.

Sayup - sayup Wanda mendengar suara Bandi yang berbicara keras, seperti sedang memarahi seseorang. tapi Wanda mencoba pura-pura tidak mendengar , dia tidak ingin

anak-anaknya tau.Andra yang berpura-pura sibuk dengan handphone, seolah-olah tidak tahu dia tidak mau membuat ibunya gelisah dan risau.Sedangkan Abi melirik Wanda dengan tatapan tajam seolah-olah menyuruh untuk tidak usah ikut campur.

Wanda tahu tatapan mata suaminya ada kecemburuan di sana, padahal dia tahu ke Semarang pun itu demi menjaga perasaan anak-anak dan juga dia sudah mengizinkan.

Abi ingin melihat dan berkenalan dengan mantan suami Wanda, walaupun dalam hatinya ada rasa kecemburuan.Tapi ditepisnya rasa itu, dia sudah merasa bahagia dan nyaman dengan keluarga saat ini.

Suasana kamar sunyi dengan pikiran masing-masing.

Menjelang malam rumah semakin ramai dipenuhi oleh sanak saudara yang baru datang untuk menghadiri pernikahan Bandi esok hari.Tapi dari mereka datang sampai malam Wanda tidak melihat sosok Budi, padahal tadi siang sayup-sayup terdengar suara Bandi berbicara keras yang Wanda yakini itu adalah Budi.Apakah Budi menghindari untuk bertemu kami berempat??

Walaupun aku tahu tidak mudah untuk melupakan apalagi bertemu secara langsung, tapi kita tidak bisa mundur dari kenyataan.

Tanpa mereka sadari di sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah Bandi, duduklah seseorang yang sedang melamun dan bingung apa yang harus dia lakukan.

Dia adalah Budi, yang sejak siang hari sudah berada di rumah itu, rasa malu, takut ,was-was bergejolak di dalam hatinya.

Budi tahu kedatangan mereka berempat, dia melihat dari jauh, begitu sakit hati yang dia rasakan melihat kebahagiaan mereka, rasanya Dia tidak sanggup untuk bertemu langsung dengan mereka.

Tiba - tiba ada suara ketukan pintu terdengar dan memanggil namanya, Budi beranjak dari tempat duduknya, dan membukakan pintu.

ternyata yang datang adalah ibu Lilis, ibunya.

"Budi apakah kamu tidak ingin bertemu dengan mereka terutama anak-anak? tanya Bu Lilis dan langsung masuk ke dalam

"Saya bingung dan takut , apalagi saya melihat anakku Andra dan sella bu"ucapnya

"sampai kapan kamu seperti itu, lari dari masalah apa yang membuatmu takut"ujar Bu Lilis

"aku takut mereka tidak menerima dan menganggap ku sebagai ayah mereka!! ucapnya pelan dan dengan suara yang serak

"temui lah mereka dan pasrah apa yang akan terjadi selagi mereka masih di sini, jika anak-anakmu marah kepadamu resiko yang harus kamu terima"

Setelah berkata seperti itu Bu Lilis meninggalkan Budi, besar harapannya supaya Budi menemui anak-anaknya apapun yang akan terjadi.Setelah kepergian ibunya Budi pun berpikir, dan dia mengambil keputusan untuk menemui mereka.

1
Radin P. R.
Kece banget!
Yessica Gutierrez Mamani
Karakternya hidup banget!
Lalula09
Wah, seru banget nih, thor jangan bikin penasaran dong!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!