NovelToon NovelToon
Kehendak Atau Pilihan

Kehendak Atau Pilihan

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elga Rista

#Terkadang yang kita anggap obat ternyata adalah luka terhebat#

Novel ini menceritakan seorang laki laki yang bernama Raka Pratama. Raka pernah berpacaran dengan seseorang 5 tahun. Tetapi Ia menjalin hubungan dengan perempuan yang Pondasi hidup nya berbeda. Sehingga Membuat kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka. Dan akhirnya, Ia memilih menyerah.

Luka di hati Raka yang masih basah tersebut , Ia malah bertemu dengan perempuan yang sedang patah hati. mengapa begitu? Rara baru saja mendapatkan kabar bahwa kekasihnya itu dijodohkan dengan perempuan lain. Padahal mereka berdua sudah memikirkan untuk lanjut kejenjang lebih serius.

Dua orang yang sudah patah, bertemu dalam keadaan rapuh. Tanpa sadar mereka saling menjadi sandaran. Bagaimana mereka mengatasi perbedaan dan tekanan dari orang sekitar? Apakah mereka bisa saling menyembuhkan atau justru saling melukai atau bahkan orang yang mereka temui adalah " Jodoh Orang lain "?

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Ikutin terus yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elga Rista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran Yang belum sepenuhnya Terungkap

“Kamu harus cerita semuanya.”

Nayla menghapus air mata.

Menatap Rara dengan sorot yang kalah.

“Baik…”

suara Nayla gemetar.

“Aku akan cerita.”

“Tapi kamu harus siap dengan apa yang akan kamu dengar.”

Udara kembali diam.

Terlalu diam.

Rara masih duduk mematung didepannya ada Nayla yang menarik nafas dalam sebelum cerita semuanya.

“Ra… aku nggak ada maksud buat bohong sama kamu.”

Nada Nayla pelan, hampir setengah berbisik. Ada rasa takut di dalamnya, juga rasa bersalah yang selama ini ia tahan.

Rara masih menggenggam hpnya yang erat. “Tapi kenapa kamu ngirimin pesan itu la. Kenapa ngga langsung keintinya aja. Kamu tahu aku lagi takut sama semuanya," ucap dia lirih

Nayla menelan ludah, lalu menggeleng. “Aku cuma…cuma mau kamu lihat dengan mata kamu sendiri. Soalnya kalau aku cerita langsung… kamu pasti cuma bakal bilang ‘nggak mungkin’.”

Rara tidak membantah karena Nayla benar.

Ia pernah begitu.

Beberapa kali.

Nayla menghela napas panjang. Tangannya gemetar sedikit. “Ra, tolong denger aku dulu sebelum kamu marah.”

Rara diam. Itu cukup menjadi tanda.

Nayla menaruh ponselnya, menatap Rara dengan mata yang basah tapi tidak menangis. “Kamu masih ingat kan, malam itu… waktu aku sama Arya mau jemput kamu buat double date?” ( episode 3-4 )

Rara mengangguk pelan. “Iya…,"

Nayla memejam sebentar lalu flashback itu kembali menamparnya.

[ Flashback ON ]

Lampu merah di perempatan Jalan A masih menyala panjang. Mobil Arya berhenti sempurna. Nayla sedang memeriksa makeup tipisnya lewat cermin kecil sampai mata itu melihat sesuatu di kaca tengah.

“Sayang, kenapa?” Arya melirik.

“Eh… itu bukannya… Dhian ya?”

Suara Nayla tercekat.

Sebuah mobil hitam berhenti tepat di jalur sebelah kiri mereka. Kaca bagian depannya terbuka. Dan jelas, sangat jelas Dhian sedang berbincang sambil tersenyum dan menoleh pada seorang perempuan di sampingnya.

Perempuan itu merapikan rambutnya, lalu menepuk bahu Dhian seperti sudah sangat dekat.

Jalanan ramai, tapi waktu terasa beku.

Lampu masih merah.

Nayla mendekatkan wajahnya ke kaca, memastikan. “Ya Allah… iya itu benar Dhian.”

"Kok dia sama perempuan, apakah adiknya ya?," tanya Nayla sambil menatap kearah mobil Dhian.

Arya hanya diam sambil menatap Dhian. Dia sendiri juga bingung.

"Tapi kayaknya engga deh, itu udah keliatan dewasa, kalau kata Rara adiknya Dhian masih SMA," ucap Nayla

Arya mengerutkan kening. “Mungkin dia sama temen kerjanya kali.”

“Jam segini? Malem-malem?"

Nayla menjawab cepat, jantungnya berdetak kacau.

Lampu mulai berkedip hijau. Mobil Dhian bergerak duluan.

Nayla bisa lihat raut wajah Dhian yang sedikit bingung, tidak nyaman dan terpaksa . Tapi Nayla tidak suka dengan apa yang Ia lihat dan Ia tidak mau tahu kalau sampai Dhian menyakiti Sahabat satu satunya itu. Dia yang bakal maju paling depan.

“Ra… jangan bilang Rara nggak tahu,” gumam Nayla lirih.

Arya menatapnya penuh cemas. “Yang, kamu yakin mau kasih tahu dia?”

Nayla menggigit bibirnya. “Belum sekarang. Rara lagi seneng… aku takut dia shock.”

Mobil mereka melaju. Tapi tatapan Nayla tertinggal di perempatan itu.

Beberapa hari kemudian......

Kos-kosan terlihat sepi sore itu. Hanya suara kipas kecil berputar yang terdengar di dalam kamar Nayla.

Nayla baru selesai kerja, masih memakai baju kantornya, kini bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Jempolnya men-scroll WhatsApp Story teman-temannya tanpa niat apa pun—hanya kebiasaan untuk mengalihkan penat.

Sampai matanya terpaku.

Sebuah status muncul.

Teman perempuannya.

Dengan seorang pria.

Dan mereka sedang bertukar cincin.

Ada balon-balon kecil.

Ada tulisan “Finally engaged”.

Ada tangan perempuan itu yang gemetar bahagia saat diselipkan cincin.

Nayla mengernyit. “Eh… kok kayak pernah lihat cowoknya?”

Ia memperbesar foto.

Menatap lebih teliti.

Sampai akhirnya tatapan itu berubah tegang.

Wajah cowok itu…

Gerak tangannya…

Kemeja putih gelap yang pernah Nayla lihat…

“Kok mirip banget sama…”

Nayla menelan ludah.

Ia memperbesar sekali lagi foto tangan sang pria yang menyelipkan cincin memperhatikan bentuk jarinya, gelang couple dengan Rara yang biasa Dhian pakai dan jam tangan hitam itu. Jam hadiah dari Rara saat ulang tahun Dhian tahun kemarin. Jam yang sama dengan yang dipakai pria di mobil saat lampu merah waktu itu.

Darah Nayla berdesir cepat.

“Ya Tuhan… jangan bilang itu Dhian lagi…”

Bibirnya bergetar.

Ia screenshot cepat status itu, menyimpannya dalam folder tersendiri, lalu langsung membuka chat Rara.

Tetapi Ia sedikit Ragu ingin mengasih tahu Rara. Karena Ia tahu betul sifat sahabatnya itu. Rara tidak akan percaya kalau dikasih tahu begitu saja. Dan Ia memutuskan untuk tidak jadi memberi tahu sahabatnya. Ia akan mencari cara secara pelan pelan mengasih tahu Rara dengan mengirimkan pesan dengan nomor baru yang Rara tidak punya. Walaupun sebenarnya caranya salah tetapi niatnya tidak

Dan di ponsel Nayla malam itu, ada foto yang tidak pernah ia kirim.

[ Flashback OFF ]

Rara mengangkat wajahnya cepat, napasnya tercekat seolah ada yang menarik dari dadanya.

“Jadi… itu… bener Dhian?” suaranya hampir hilang.

Nayla mengangguk kecil. “Iya, Ra. Aku lihat langsung. Aku sama Arya lihat. Dan setelah itu… aku cuma takut kamu makin sakit kalau aku ngomong seenaknya.”

“Habis itu… kamu kirim pesan-pesan itu ke aku?” tanya Rara, menyatukan potongan kejadian di kepalanya.

Nayla buru-buru menggeleng. “Tapi aku ngga ada buat nyakitin kamu. Sumpah, Ra. Tapi aku cuman mau kamu tahu semua nya sebelum terlambat. Biar kamu sadar kalau ada yang nggak beres.”

“Dengan cara begitu?”

Suara Rara retak.

Nayla menutup wajahnya sebentar. “Aku salah. Dan aku minta maaf. Tapi aku cuma mau kamu lihat kenyataan yang harus kamu tahu.”

Rara mundur satu langkah. “Nay… aku percaya sama kamu. Tapi kamu harusnya ngomong, bukan begini.”

“Emangnya kalau aku ngomong kamu bakal langsung percaya ? kamu selalu bilang Dhian beda. Kamu selalu yakin dia nggak bakal ngelakuin hal-hal yang kamu takutkan.”

Nayla menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Ra… kamu sering banget nolak kebenaran kalau soal Dhian.”

Keheningan panjang di antara mereka.

Rara merasakan perih itu menanjak dari perut ke dada.

Takut.

Kecewa.

Marah.

Semua bercampur jadi satu yang menggetarkan.

“Nay… kamu harus kasih aku waktu,” akhirnya Rara berbisik.

Nayla menahan napas. “Aku ngertiin Ra, maafin aku,"

Ia merogoh ponsel dari tasnya, membuka galeri lalu memperlihatkan satu foto. Foto dimana Dhian yang bertukar cincin dengan teman Nayla.

Rara menutup mulutnya spontan.

Dan perempuan itu. Perempuan yang sama Ia liat ditoko cincin waktu itu ( Episode 10 )

Rara hampir kehilangan keseimbangan. “Ya Allah…”

Nayla cepat menahan lengannya. “Ra… maafin aku. Aku cuma takut kamu sakit hati. Aku cuma mau jagain kamu.”

Tapi Rara tidak menjawab.

Ia menatap layar ponsel Nayla lama sekali sampai gambarnya buram di matanya sendiri.

Hatinya seperti diremas dari dalam.

“Kenapa baru sekarang kamu kasih lihat?”

Pertanyaan itu keluar lirih, tapi menghantam.

Nayla menatap ke bawah. “Karena aku pengecut, Ra. Karena aku takut kamu benci aku. Karena aku tahu kamu sayang banget sama dia… lebih dari yang kamu akui.”

Rara memejamkan mata.

Sakit sekali rasanya.

Lalu ponselnya bergetar.

Rara membuka perlahan.

Satu pesan baru masuk.

Nomor itu adalah nomor dari........

( BERSAMBUNG.....)

 

Ikuti kisahnya di bab selanjutnya ✨

Jangan lupa beri komentar, saran, dan like

Karena dukungan kalian merupakan semangat untuk author membuat cerita. Terima Kasih sudah membacanya❤️

1
Vania M.
kok sedyhhhhh aku nyaaaa/Sob/
Vania M.
ya ampun fajarrrrrrr👍Laki laki tidak suka basa basi ini🤣🤣
Vania M.
semangat fajarr😍
Elga Rista Septina
Hehe makasih banyak ya kakak-kakak. 🤍 Senang banget lihat kalian ikut menebak dan seru-seruan bareng. Semoga alur ceritanya tetap bikin penasaran yaa, jangan lupa ditunggu kelanjutan bab berikutnya. 🥰✨
Elga Rista Septina
makasih banyak ya kakak-kakak semua atas doa, semangat, dan dukungannya. 🥹🤍 Semoga kita semua selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan dimudahkan segala urusannya. Untuk novel baru, mohon ditunggu yaa, author lagi nyiapin cerita terbaik buat kalian. Semoga nanti bisa nemenin hari-hari kalian lagi. Terima kasih sudah selalu setia menemani perjalanan author. 🤍✨🌷
Andita f.
Lanjut novel baru thor🙏🤣
Andita f.
lanjut💪
Andita f.
ya ampunnn🤣
Melinda Alvina
ya Allah sedihhh😭😭 Semangat terus kak. Ditunggu novel selanjutnya 🤗😁
Melinda Alvina
Alhamdulillah😍👍🙏
Melinda Alvina
loh sama fajar? bagusss😍
Cut Anggraini
Raka & fajar😍😍
alisyha
Alhamdulillah😍ga sesuai ekspektasi ku sih aku pikir sama Raka, ternyata sama fajar🤭 lanjut thor🤣🙏
Alzahra Dwi Anjar
gas poll fajarrrr🤣
Cut Anggraini
plot twist baru nih🤣
Elga Rista Septina
Terimakasih atas dukungannya🤗
Melinda Alvina
Haduh👍
Alzahra Dwi Anjar: astaghfirullah raka🤣
total 1 replies
Cut Anggraini
lanjut 🙏
Elga Rista Septina
WKWKWK ya ampun, kompak banget nih kalian ngerasain gemesnya. 🤣🤍 Makasih ya kakak-kakak udah selalu kasih komentar dan semangat buat author. Ditunggu aja kelanjutannya yaa, semoga nanti bisa menjawab rasa penasaran kalian. Doain author biar rajin update terus. Selamat menikmati ceritanya dan jangan lupa jaga kesehatan yaa. 🥰📚🤍
alisyha
Luar Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!