Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.
Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.
Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Ingat kamu
"Bakso pedas lontong panjang tiga biji" kata Rival di lapak Oka.
"Sambal satu sendok???" tanya Oka.
"Tiga setengah" jawab Rival.
Entah apa yang di bicarakan mereka, yang jelas setelah dua Minggu, Rival memberikan kode sandi secara langsung saat bertemu di lapak Oka.
Anak buah Rival merapat dan hanya mereka yang tau pembicaraan seputar 'bakso' itu.
Tak lama Rival terdiam. Pikirannya terganggu karena teringat anak istrinya di rumah.
"Pak, bisa saya pinjam korek api??" tanya Rival pada seorang tentara yang sedang melaksanakan tugas gabungan di dekat lapak Oka. Pangkat tentara itu sama dengan nya, Kapten. Nama yang terlihat jelas disana adalah 'Hanafi Arshen'.
"Oh..iya" polisi itu menyerahkan korek apinya.
Pak Hanafi Arshen bertugas disini?" tanya Rival.
"Saya biasa di panggil Arshen. Iya saya sedang patroli" Arshen melihat dari ujung rambut Rival sampai ujung kaki. Penampilan yang aneh menurut Arshen, pria itu tersenyum misterius menurut Rival.
"Maaf.. bisakah saya pinjam sebentar ponsel bapak untuk menghubungi seseorang?" tanya Rival.
Tanpa pikir panjang Arshen memberikan ponselnya. Rival pun menerima ponselnya untuk menghubungi Shila
______
"Iya sayang.. Abang pasti hati-hati. Kamu juga jaga kesehatan, sabar jaga anak kita ya! Ingat kandunganmu" cemas Rival.
"Iya bang.. Shila pasti hati-hati"
"Abang rindu kamu dek" ucapnya pelan menahan perasaan.
"Shila juga rindu Abang"
______
"Dulu ikut Pramuka????" tanya Arshen
"Ikut.." jawabnya.
Arshen mengambil pena di atas gerobak Oka, lalu mengambil kertas minyak dan menulis sandi rumput di atas kertas. Setelah itu menulis D \= 1 lalu menulis huruf dan angka yang harus Rival pecahkan. Rival melihat tulisan itu lalu menuliskan sesuatu yang agaknya mungkin tidak di mengerti oleh Arshen.
Arshen membaca kertas bertulis kata sandi dari Rival. Arshen menatap mata Rival lalu mengangkat alisnya.
"Jangan pergi di malam buta" gumam Rival.
"Siap!" jawab Arshen yang membuat Rival tertegun.
***
"Rio.. bisakah kamu mempertimbangkan putri saya? Dia anak perempuan saya satu-satunya. Semua kakaknya laki-laki. Saya hanya ingin melihat anak perempuan saya bahagia" kata panglima.
"Maafkan saya pak. Saya bisa saja menikahi putri bapak, tapi apakah bapak akan ikhlas kalau saya tidak pernah mencintai dia??? Istri pertama saya sudah tiada. Saat ini saya sudah menikah lagi. Dan bapak tau mencintai seorang wanita lagi setelah istri kita meninggal itu sangat sulit" jawab Rival.
"Apa kamu mencintai istrimu yang sekarang Rio???" tanya panglima menegaskan.
"Sangat" jawab Rival cepat.
"Apa yang membuatmu bisa langsung mencintai istrimu yang sekarang, padahal istri yang meninggal sulit untuk di lupakan"
Rival tertegun mendengar perkataan panglima. Memang benar istri yang sudah meninggal itu sulit untuk di lupakan bahkan teramat sangat.
"Hati ini tetap menyimpan namanya, di sudut ruang yang tidak akan pernah ada orang yang tau, tapi cinta untuk istri saya ini, tidak bisa saya jabarkan kenapa saya bisa sangat mencintai dia" Rival menunduk merasakan kerinduan yang teramat sangat.
Lyla ternyata mendengar itu dan segera masuk ke dalam kamar.
***
Sedang apa kamu sayang. Apa anak-anak nggak nakal? Apa kamu dan kandungan mu baik-baik saja. Abang rindu juga cemas memikirkan mu. Abang usahakan cepat pulang dek. Tak tahan Abang berjauhan dari kamu.
Tengah malam menjelang pagi, tepatnya setelah sholat tahajud, Rival mendengar ada percakapan untuk ada penyergapan dan pembantaian. Ia mengendap dan merekam semua adegan itu.
"Kenapa akang disini??" tanya Lyla pelan sekali.
"Astaga Lyla.. kaget saya"
"Akang nggak boleh mendengar pembicaraan tetua dan panglima" kata Lyla.
"Saya nggak mendengar, saya baru saja mau melihat dan akan membuka pintunya" ucap Rival setenang mungkin. Terkadang jujur yang salah bisa menyelamatkan kita dari situasi terdesak.
"Ada apa?" tanya panglima memasang wajah tegas, waspada.
"Saya baru saja melihat dan melihat kedalam. Ada apa hingga pagi masih berkumpul" kata Rival sok polos.
"Nggak ada apa-apa, lebih baik kamu kembali saja ke kamar mu" jawab panglima sudah tenang mengira Rival tidak mendengar apapun.
***
Hari yang di tentukan tiba. Rival mengintai lalu mengirim sinyal disana. Oka mengembalikan gerobak bakso itu kepada pemilik aslinya dan bergegas dengan yang lainnya bergeser ke koordinat yang di kirim Rival.
Secara kebetulan anggota Rival itu tertangkap mata Kapten Arshen.
"Pergerakan di koordinat saya. Target sudah bergerak. Bawa perlengkapan!!!" perintah Arshen, ia melihat sandi yang tertulis di kertas yang pernah Rival tulis. dan
***
Rival memburu target, ia mengejar pembawa koper bom bunuh diri yang semalam di lihat dan di dengarnya untuk memprovokasi. Rival menghadang target di hadapannya.
"Game over" seringai bapak dua anak itu, khas ketegasan seorang Kapten King Cobra.
"Rioooo!!! kamu pengkhianat????" ucap Togar tak percaya.
***
Rival mengibaskan pakaiannya yang kotor setelah baru saja bergulat dengan musuhnya. Ia pun keluar dari mabes masih menggunakan pakaian 'preman'.
"Akang... ayah tertangkap karena akang lapor polisi" Lyla menemui Rival.
"Dengar Lyla. Ayahmu memang salah. Dia harus dapat hukuman yang layak karena hampir memecah belah bangsa" tegas Rival.
Lyla menampar dengan keras pipi Rival di hadapan para anggotanya yang lain.
"Seumur hidup aku akan mengingat ini dan akang tidak akan pernah bahagia" ucapnya sambil berlari masuk ke dalam mobil.
"Sumpah yang berlebihan" gumam Oka.
"Sudah makanan sehari-hari. Caci maki kenyang kita telan" jawab Rival.
"Sakit bang??" tanya Oka meringis.
"Masih sakit ngerasain patah hati bro" ucapnya sambil tertawa.
Rival keluar dari area mabes seorang diri. Ia ingin membeli pulsa untuk menghubungi Shila tapi saat keluar dari gerbang markas, ada seseorang berhenti di hadapan Rival dan melempar bom ke hadapannya dalam kondisi Rival sangat tidak siap.
"Awaaaass!!!!!" teriak seseorang menabrak Rival sampai mereka berdua berguling masuk ke dalam lubang resapan air yang kering.
Blaaaaammm...
Ledakan itu terdengar sampai dalam ruangan hingga membuat para anggota keluar.
Para anggota mencari keberadaan Rival dan ternyata ada Arshen juga di dalam lubang itu, mereka mengangkat kedua Kapten itu untuk di beri perawatan.
***
"Aduuuuhhh... sakit Okaaa!!!!!" teriak Rival menerima pijatan dari Oka karena punggungnya terkilir.
"Aaww.. pelaaann" teriak Arshen.
"Sudah baikan bang??" tanya Arshen sambil meringis.
"Terima kasih banyak. Ini sudah lebih baik..tapi darimana kamu tau saya anggota?" selidik Rival.
"Logat bicara Abang sama..saya melihat sabuk pistol di dalam baju Abang yang tidak sengaja terangkat" senyum Arshen kemudian meringis lagi.
"Oohh.. "
--------
"Lagi apa sayang?" tanya Rival menelepon Shila.
"Tiduran saja bang"
"Anak-anak nakal atau tidak?"
"Nggak bang, pintar kok"
"Mama sama dedek gimana?"
"Baik juga papa.. Mama sama dedek sehat kok"
"Masih mabuk ma??" gemas Rival.
"Sedikit pa, tapi sudah nggak sesering awal hamil" jawab Shila
"Papa kangen ma" bisik Rival.
"Mama juga" pipi Shila mulai merah.
"Sebentar lagi Abang pulang. Sabar tunggu Abang ya!! Baik-baik disana"
***
"Kapten Rival dan team. Kalian bisa purna tugas dalam waktu tiga bulan dari target lima bulan. Oleh karena itu, kalian bisa kembali ke kesatuan masing-masing"
"Siap... terima kasih Komandan"
.
.
Maaf kalau tidak berkenan ya. Dalam mata Author. Ini untuk sosok Renjana Yara Megalia.
Kalau ini menurut Author cocok untuk Zalfa Arshila. Istri Kapten Rivaldi Alfario di Untuk Kamu 3 ini ya🤭.
Maaf ya kalau tidak sesuai. Authornya bingung menjabarkan tampan menurut mata ini😅😅😁😁✌️✌️
Tetap semangat selalu ya, jangan lupa tetap dukung Author karena itu penyemangat terbaik untuk selalu berkarya 🤗😘