NovelToon NovelToon
Sexy Venus

Sexy Venus

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riri Lidya

Masa lalu yang kelam membuat Helena harus hidup dengan dua identitas. Pertama, sebagai dirinya sendiri. Kedua sebagai Candy, wanita malam yang mendapatkan uang setelah memuaskan hasrat para pria hidung belang.

Semua pria itu sama sekali tidak tahu mengenai Helena. Mereka hanya tahu tentang Candy. Sampai kemudian terjadi sesuatu yang tak terduga, ada seorang pria yang menyadari jika Helena dan Candy adalah wanita yang sama. Ya, Adam tahu kalau Helena memang sengaja menyamar menjadi Candy. Hal itu membuatnya ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan wanita itu.

Tentu saja seharusnya Adam adalah pria yang Helena jauhi. Namun kenyataannya, Helena malah selalu berakhir di ranjang pria itu. Apa yang harus Helena lakukan? Bagaimana jika seluruh dunia tahu identitas aslinya? Jika itu terjadi, sanggupkah ia menghadapi masa lalu yang kembali terkuak?


WARNING 21+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Lidya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

“Helena, Baby-”

Helena mengangkat tangannya ke atas menghentikan Adam bicara. “Jangan sekarang. Kepalaku ingin pecah.”

Helena bergerak menuju meja bar kecil dan menuangkan wine yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalu di gelasnya. Ia meneguk dengan cepat lalu melirik Adam yang menuangkan wine ke gelasnya juga namun tidak ada niat untuk minum.

“Kau tidak meminumnya?”

Adam memainkan pinggiran gelasnya. “Aku dapat melihat jika kau sedang marah. Bila itu tentang siapa aku, aku rasa bukan hanya kau saja yang marah di sini. Aku juga sangat marah sebenarnya karena kau tidak mau memberitahuku siapa dirimu sebenarnya.”

Helena menatap Adam sebentar sebelum minum kembali hingga tandas. Adam mengambil botol wine di antara mereka lalu mengisi gelas Helena.

“Ya, kau benar. Tidak seharusnya aku semarah ini.” Helena memijit kepalanya yang sedikit pusing.

“Ariadne Helena Alexandras. It’s you, right?”

Seketika Helena menegang dengan wajah pucat. “Pulanglah Adam. Aku ingin beristirahat.”

“Bukankah kau bertunangan? Perlukah aku mengatakan namanya?”

“Hentikan.” Tubuh Helena mulai gemetar. Ia butuh lari dari tempat itu. Ia perlu obatnya sekarang! Tangannya saja memutih karena memegang erat tangkai gelasnya.

“Matthew Parker-”

Prang!

Gelas yang Helena genggam pecah melukai tangan mulusnya saking kuatnya ia genggam.

“Helena!”

Helena menatap jemarinya yang gemetar dan sedikit berdarah lalu mendongak melihat Adam yang wajahnya berubah-ubah. Detik sekarang tubuh itu menggunakan wajah Adam tapi detik berikutnya Matthew yang menatapnya khawatir. Helena hampir tidak bisa membedakan siapa yang ada di depannya. Dengan kuat ia menggelengkan kepalanya saat mendengar suara yang familiar. Suara yang terus menghantuinya...

“Lena!”

“No. stop it,” bisik Helena gemetar.

“LENA!”

Suara itu terdengar dengan sangat jelas. Helena mendongak menatap pria di depannya. Pria itu terlihat menyunggingkan senyum yang sangat menyeramkan baginya. Tidak, jangan lagi!

“Matthew...” Dan Helena tak sadarkan diri.

***

Matthew berbaring miring menatap Helena -yang juga berbaring miring menghadap Matthew- dengan tatapan penuh kasih sayang, dengan kedua kaki mereka berlawan arah. Alhasil bibir Matthew berada di area mata Helena begitupun juga Helena. Bibir Matthew bergerak mengatakan 'I Love You' tanpa suara membuat Helena tertawa geli.

“Katakan juga, Lena.”

“Baiklah. Baiklah.” Helena masih tertawa.

“Lena...” panggil Matthew tidak sabaran.

Helena menangkup kepala Matthew lalu mencium ujung hidung pria itu dengan gemas. 'I love you too, my love'

Senyum Matthew mengembang. “I love you, Lena. I love you just the way you are, my love.”

Dan semuanya menjadi putih perlahan...

Helena membuka matanya. Menutup kembali lalu membuka lagi menyesuaikan cahaya di ruangan tersebut. Ini kamarnya, ia tahu itu dari dekorasinya yang berwarna pink dan hitam.Helena melirik tangannya yang terpasang jarum kecil. Dengan ngeri ia mencabut benda itu. Helena mencoba bersandar di kepala ranjang saat telinganya mendengar samar-samar suara dua orang yang berbincang di luar kamarnya.

“Ia hanya butuh istirahat. Jangan biarkan ia bekerja dulu atau melakukan apapun selama 24 jam.”

“Nanti kuhubungi lagi jika ia sadar.”

Setelah itu pintu terbuka menampakkan Adam yang sedikit kaget.

“Kau sudah sadar? Kenapa kau mencabut infusnya?”

“Aku tidak suka infus,” ujar Helena lemah seperti bisikan.

Adam menghela nafas pelan, duduk di pinggir ranjang. Ia mengusap pipi Helena dengan ibu jarinya. “Lihatlah dirimu, kau sangat pucat, Baby. Kau butuh infus.”

Helena menggeleng lemah. “Pergilah Adam.”

Hati Adam sangat sakit atas pengusiran Helena namun dengan cepat ia tepis. Helena sangat membutuhkan dirinya sekarang ini. Ia mencium puncak kepala Helena lalu berbisik di sana, “Maaf... Maafkan aku, Baby.”

Helena tidak menanggapinya membuat Adam frustasi.

“Katakan apa yang harus aku lakukan supaya kau kembali seperti biasanya. Dimana macan betinaku itu pergi, huh?”

Helena tersenyum lemah. Ia menatap Adam tepat di manik mata pria itu dan Adam pun membalas tatapannya.

“Sudah sejauh mana kau tahu siapa aku?”

“Baby...”

Helena menepis tangan Adam yang masih menangkup wajahnya. “Menurutmu apa aku terlihat membutuhkan rasa kasihanmu?”

“Baby, kau salah.”

Helena mendenguskan tawa. Menggelengkan kepalanya lemah. “Bagian mana yang salah? Katakan, Adam.”

Adam menangkup kembali wajah Helena yang mencoba memalingkan wajahnya. “Hei, lihat aku, Baby. Aku tahu aku salah dan aku minta maaf akan hal itu. Aku berjanji tidak akan mengungkit masa lalumu lagi. Aku berjanji...”

“Benarkah?”

Adam mengangguk pasti. “Kau bisa pegang ucapanku. Ayo, kau butuh istirahat sekarang.”

“Adam?”

Adam menatap mata lelah Helena. “Yes, Baby.”

“Bisakah kau temani aku malam ini?”

Adam mengangguk lalu memposisikan tubuhnya di belakang Helena, memeluk wanita itu dari belakang.

“Kau belum menjawab pertanyaanku,” ujar Helena membuat Adam bingung. Seakan tahu, Helena mengulangi pertanyaannya. “Apa aku terlihat seakan membutuhkan rasa kasihanmu?”

Adam terdiam sejenak. Memperat pelukannya. “Kau adalah wanita yang sangat kuat yang pernah aku kenal. Dan jangan lupa dengan kemandirianmu. Aku sangat bangga denganmu akan hal itu. Kau tidak membutuhkan rasa kasihan. Tapi kau membutuhkan seseorang yang memberikanmu dukungan dalam hal apapun... Dan aku akan terus berada di belakangmu saat kau membutuhkanku, Helena.”

Tiba-tiba saja Helena berbalik lalu memeluk tubuh Adam erat seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Adam.

“Ya... Tidurlah Baby.” Adam mengecup puncak kepala Helena dan membuat lingkaran kecil di punggung wanita itu membuat Helena cepat tertidur.

***

Helena terbangun akibat silaunya cahaya matahari yang menerobos jendela. Ekor matanya menangkap nampan berisi sarapan untuknya. Dalam hati tak dapat ia pungkiri jika dirinya sedang tersenyum saat ini walau ia belum tahu apakah Adam yang menyiapkan ini untuknya atau bukan. Ia membawa nampan itu berada dipangkuannya dan menemukan sticky note di sana.

-Habiskan sarapanmu lalu temui aku di kantor pukul 12-

(Jangan telat atau aku akan memukul bokongmu)

-A-

Senyum Helena semakin mengembang saat yang membuat sarapan itu membubuhi namanya sendiri. Dengan cepat ia menghabiskan makanannya lalu mandi. Dan mengendarai mobilnya.

1
Theresia Lewar
Luar biasa
Khansa Arsyifa
👍
Parti Pastys
inti dari masalh mereka kurang komunikasi....adam belum sampai cerita mslh nya disuguhkn helena dgn kopernya#emosi.
Anonim
Suka bgt sma couple ini...

Moga aja ada lnjutan cerita khidupan mereka stelah menikah..
Anonim
Daddy frontal bgt yaak .. wkwkwk
Anna Musrifah
aq suka sm ceritanya
Risma Wati
bagus cerita,singkat n jelas...d tunggu karya2 lainnya ya,semangatttt💪💪💪
Patma
kadang suka bingung,
tapi bagus ceritanya
lee ailee
kenapa yang like dikit padahal ceritanya seru
Laila_zaerii
kak, mau baca yang clever venusnya dong 😭😭😭

saya pernah baca di WP tapi ndak selesai jadi penasaran sampai sekarang endingnya gimana 😭😭😭
Vina Minolarizky
sangat bagus selalu☺
Danty Indria
well,menarik
dafa ramadhan
best
Vlink Bataragunadi 👑
sukaaa suka bgt!!! ini indah bgt keren bgt, romantisnya dapat tegangnya dapat, ih keren bgtttttt! sukses trs ya Ri ♡(∩o∩)♡
Vlink Bataragunadi 👑
duh....demi apa aku menangis terharuuu (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
duh adam..... emak meleleh....
Vlink Bataragunadi 👑
well.... ga ada manusia yg sempurna, ya kan helena hihihi
Vlink Bataragunadi 👑
akhirnya Matthew dapat balasannya...
Vlink Bataragunadi 👑
tegang bgttttt (╥﹏╥)
Vlink Bataragunadi 👑
aku sampe ga bisa nafas, thoor (╥﹏╥)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!