NovelToon NovelToon
Aline Sang Pewaris

Aline Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Padahal dia gadis kaya raya, seorang pewaris tunggal tapi demi mendapatkan sahabat sejati, Aline rela merubah penampilannya menjadi cupu.

Dengan penampilannya yang cupu, dapatkah dia memenangkan hati seorang Dannis Bryan CEO muda yang kaya raya, yang tidak pernah tertarik menjalin hubungan dengan seorang wanita. Baginya wanita hanyalah alat pemuas nafsunya.

Atau justru hatinya akan berlabuh pada sahabat baiknya, Dewa Barata. Seorang perwira polisi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan malam yang buruk

"Sayang bangun, sudah sore Nak !" Nisa mengguncang tubuh anaknya itu agar cepat bangun karena hari mulai gelap.

"Aline capek Mi." ucap Aline dengan mata masih terpejam.

"Memangnya kamu habis darimana, bukannya kamu tadi ikut Papa ke kantor ?" ujar Nisa, ia menatap anaknya yang sedang merenggangkan kedua tangannya.

"Ke taman hiburan sama Ojak." Aline tersenyum nyengir pada Ibunya itu.

"Astaga. Ya sudah, ayo sayang cepat bersiap. Papa sudah menunggu !"

"Iya Mami sayang." Aline beranjak dari tidurnya.

Lalu Nisa meninggalkan anaknya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Beberapa saat kemudian Aline sudah bersiap siap, ia berdandan secupu mungkin agar Dannis tidak menyukainya.

"Jantungku kenapa selalu berdebar begini ketika sedang mengingatnya. Dia begitu perhatian tadi." gumam Aline ia tampak tersenyum sendiri melihat bayangannya di cermin.

"Astaga aku tidak boleh seperti ini, itu adalah cara dia untuk memikat wanita. Dia selalu mempunyai seribu cara untuk menaklukkan perempuan." gumam Aline, ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Setelah selesai bersiap Aline segera keluar dari kamarnya dan bergabung dengan kedua orang tuanya yang sudah menunggunya di ruang tamu Apartemennya.

"Sayang kenapa kamu berpenampilan seperti itu ?" Nisa tampak kaget melihat penampilan anaknya yang terlihat kampungan dengan kaca mata tebalnya yang sudah bertengger di hidung mancungnya.

"Mi, aku ingin menjadi diriku sendiri." sahut Aline tampak mengiba pada Ibunya.

"Tapi ini tidak seperti kamu yang biasanya sayang." Nisa memperhatikan penampilan Aline dari atas hingga bawah.

"Ini sisi lain dari diriku Mi, aku mau pria itu tidak hanya menyukai kelebihanku tapi juga menyukai kekuranganku." Aline mencoba meyakinkan Ibunya itu agar tidak banyak protes tentang penampilannya.

"Benarkan Pa ?" sambung Aline lagi, ia menatap Ayahnya itu untuk meminta dukungannya.

"Baiklah Papa tidak mempermasalahkan, ayo cepat pergi." Austin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian ia beranjak dari duduknya. Austin sedikitpun tidak mempermasalahkan penampilan anaknya itu, karena ia dulu juga mencintai istrinya dengan penampilan yang apa adanya.

Nisa menatap sendu anaknya itu, ia berpikir apa ia telah salah memaksa putrinya itu untuk melakukan perjodohan ini. Sehingga anak gadisnya itu merasa tertekan dan tampak tidak ceria.

Beberapa saat kemudian mobil melaju dengan kencang menuju sebuah restoran dimana mereka akan mengadakan makan malam dengan tuan Nicholas Bryan dan anaknya.

"Kenapa jantungku jadi berdebar debar begini." gumam Aline ketika melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran tersebut.

Aline melihat seorang pria tua yang masih kelihatan sangat sehat sudah menunggu kedatangan mereka dengan tersenyum ramah. Sedangkan di sebelahnya ia melihat Dannis yang terlihat sangat tampan malam ini menurutnya dan seorang laki - laki lagi yang tampak lebih muda dari Dannis, entah siapa dia juga tidak mengetahui dan sepertinya tidak mau mau peduli.

Dannis tampak terkejut ketika melihat siapa wanita yang akan di jodohkan dengannya, seketika ia menatap tajam wanita yang sekarang sudah duduk di depannya itu.

Sedangkan tuan Nicholas sedikit memicingkan matanya untuk melihat calon menantunya yang tampak berbeda dari foto yang di kirim oleh Austin padanya beberapa hari yang lalu. Lalu ia tersenyum lebar entah apa yang sedang ia pikirkan.

"Austin, selamat datang." tuan Nicholas memeluk Austin layaknya memeluk saudaranya yang sudah lama tidak bertemu.

"Nisa, kamu tidak pernah berubah selalu saja cantik seperti dulu." tuan Nicholas tampak memuji Nisa yang memang tetap terlihat cantik meski usianya sudah tidak muda lagi.

"Terima kasih tuan Nicholas, anda juga terlihat sangat sehat." ucap Nisa.

"Oh ya, ini kenalkan putra pertama ku Dannis." tuan Nicholas menyuruh anaknya itu untuk menyapa.

"Dan ini si bungsu Leonel." tuan Nicholas juga menyuruh anak laki - laki satunya itu untuk menyapa tamunya, berbeda dengan Dannis yang sangat menjaga wibawanya tapi adiknya ini sangat ramah senyumnya terus mengembang apalagi ketika melihat Aline ia terlihat sangat senang.

"Ini Aline putri kami satu satunya." Austin memegang bahu Aline agar segera menyapa tuan Nicholas dan keluarganya.

"Sekarang kamu sudah besar Nak, terakhir Om melihatmu sekitar sepuluh tahun yang lalu." ujar Tuan Nicholas menatap Aline.

Setelah saling menyapa dan berkenalan, mereka kini menikmati hidangan makan malamnya di restoran tersebut.

"Sayang, kamu tahu tidak tuan Nicholas ini sangat setia dengan mendiang istrinya. Sudah hampir dua puluh tahun beliau meninggal tapi sampai sekarang tuan Nicholas tidak pernah mencari penggantinya." ujar Austin memecah keheningan di meja makan tersebut.

"Tidak ada wanita yang bisa mengganti istriku Austin, tidak ada. Dia begitu berharga buatku." tuan Nicholas menatap Austin kemudian menatap Aline sedikit agak lama.

Aline tampak menunduk sibuk dengan pemikirannya. "Om Nicholas begitu setia dengan istrinya, tapi kenapa anaknya seperti kutu kurap gitu." batin Aline dalam hati.

"Semoga Dannis juga akan menjadi seorang pria yang setia seperti dirimu tuan Nicholas." sahut Austin ia menatap Dannis yang sedang memakan kudapan di depannya.

uhukkk

uhukkk

Seketika Aline tersedak ketika mendengar perkataan Ayahnya, sepertinya makanan yang ia telan berhenti mendadak di kerongkongannya. "Setia dari Hongkong." cibir Aline dalam hati.

"Pelan - pelan sayang." Nisa memberikan minuman pada anak gadisnya itu.

"Tidak apa - apa Mi, hanya tersedak kutu kurap." sahut Aline yang mendapat gelak tawa dari tuan Nicholas dan Leonel.

"Kamu pandai bergurau Nak." ujar Tuan Nicholas, ia menatap Aline dengan senyum lebarnya.

"Semoga saja kepolosanmu, bisa merubah Dannis Nak. Kamu benar - benar mirip sekali dengan mendiang istriku." gumam tuan Nicholas, ia masih menatap Aline dengan intens.

Sedangkan Dannis menatap tajam gadis di depannya itu, ia tampak mendengus kesal karena sindirannya itu.

Beberapa saat kemudian mereka sudah menyelesaikan makan malamnya. "Nak, biar Dannis yang mengantarmu pulang. Kalian butuh lebih banyak waktu untuk mengenal satu sama lainnya." Ujar tuan Nicholas menatap Aline yang hendak melangkahkan kakinya untuk pergi.

"Ya biar Dannis yang mengantarmu sayang." ujar Austin.

"Tapi Pa..." Aline belum menyelesaikan perkataannya tapi Dannis sudah menyelanya.

"Tentu saja aku akan mengantarnya Om." ujar Dannis tersenyum menatap Austin.

"Baiklah, Om percaya padamu." Austin menepuk bahu Dannis beberapa kali, kemudian berlalu pergi bersama tuan Nicholas meninggalkan Aline dan Dannis.

Setelah memastikan kedua orang tua itu sudah pergi, Dannis menarik tangan Aline dengan kasar masuk kembali ke dalam restoran tersebut.

"Bisa tidak kamu tidak bersikap kasar dengan seorang wanita ?" sentak Aline, ia meringis kesakitan pada pergelangan tangannya yang di tarik kasar oleh Dannis tadi.

"Perempuan licik sepertimu tidak pantas di lembutin." Dannis menatap tajam perempuan yang sedang duduk di depannya itu.

"Jadi selama ini kamu sengaja masuk ke kantorku dan menjadi sekretarisku hanya untuk memata mataiku hah ?" sambung Dannis lagi, ia berteriak dengan nyaring membentak Aline.

1
Ipehmom Rianrafa
mksh thor💪💪💪
Sri Ariyanti
ancaman papah nicholas gak pernah berubah untuk Dennis, kalo dia gak ke cepet rumah
Sri Ariyanti
babang Dennis kangen nya ditahan dulu ya? Soalnya Aline mau diumpetin dulu
Sri Ariyanti
Dennis pantang menyerah. Semangat Dennis semoga bisa menaklukkan hati Cleo lagi.
Ingat jgn bikin Aline kecewa lagi
Sri Ariyanti
Aline jgn sampai kamu terprovokasi
Sri Ariyanti
danish bikin perkara aja, siap2 aline kecewa dan parahnya tidak ada kesempatan lagi
Mira Astria
mantap ceritanya 😘😁😁😁
Uba Muhammad Al-varo
bagus👍👍👌
Nurhasanah
kenapa Yach, d sini cewek y pada polos, lugu gitu, dpt cowok mantan Casanova semua perasaan, ky gak rela gitu,
fega maria Ary: betul sekali
total 1 replies
Nimas Kartika
Luar biasa
Eva Karmita
sudahlah Aline untuk apa berharap sama laki" yg belum selesai dgn masa lalu nya ngk ada untungnya malah bikin sakit hati 💔🥺
Latifah Herawati
Luar biasa
tutut wahyuningsih
bagus ceritanya 👍❤️
Allenn
Aline
Mami Radifa
Udah tau harus jujur eh si Bang Bull ngga mau jjur sama istri. Bukan nya pernah istri nya nyuruh deketin s Adek? Ini malah sembunyi "Nah kalo dah kayak gini emang enak????
Yunita Tuelah
cerita yang menarik😍😍😍
Zaitun Said
kereeeeeeen
༄༅⃟𝐐 ˢ⍣⃟ₛ Mikha🏡s⃝ᴿ 🇮🇩
Luar biasa
Yuli Yanti
mamfir lgi thor,sambil nunggu cerita bang mamat up bca ni dlu
Yulvita Darnel
akhirnya bahagia, aku suka membaca cerita yang tokoh ceweknya nggak suka ditindas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!