NovelToon NovelToon
Terpaksa Di Nikahi Pria Cebol

Terpaksa Di Nikahi Pria Cebol

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Oktana

Selina adalah gadis yang sangat pemilih dalam hal pacaran! Dirinya selalu menolak pria yang mengajaknya pacaran jika pria itu terlihat culun dan jelek dimatanya.
Namun malam itu tepatnya malam valentine, sang papa membawakan kejutan yang tidak akan pernah Selina lupakan seumur hidupnya.
"Siapa anak kecil ini, Pa?" tanya Selina.
"Jaga bicara kamu, beliau ini bukan anak kecil tapi beliau ini adalah Pak Albert Van Dework, orang yang mengakuisisi perusahaan kita sekarang dan beliau ini adalah calon suami kamu" papar Rendra sang papa membuat Selina langsung terbengong.
Mulai saat itu hidup Selina menjadi berantakan sebab ia harus menikah dengan seorang pria berbadan kerdil, sekaligus pemarah dan sangat menyebalkan namun sangat mesum...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Oktana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Ketahuan

Semua mahasiswa dan mahasiswi mendengarkan pembelajaran yang diajarkan oleh dosen yang terkenal killer itu.

Meskipun dosen killer namun beliau selalu menasehati mahasiswanya untuk selalu rajin belajar supaya cepat sarjana.

''Cepat ya kalian jadi sarjana biar biasa membuat orang tua kalian senang. Jangan jadi sugar baby''ucap dosen itu yang di kenal sering ceplas-ceplos kalau bicara dan galaknya minta ampun.

Semua orang yang ada di ruangan itu saling pandang satu sama lain, dan ya benar mahasiswa/i yang mempunya Om senang di luaran sana merasa tertampar dengan ucapan sang dosen.

''Siapa tuh yang punya gadun??'' ucap Selina dengan puas.

''Huuuuuuuu'' mahasiswa lain langsung menyoraki karena mereka penasaran siapa saja di ruang kelas itu yang punya sugar dady atau Om senang.

''Ah sudah-sudah, kok kalian malah bergaduh macam makhluk yang ada di ragunan sih'' kesal dosen itu padahal dia yang memulai membahas mengenai sugar daddy.

Waktu pulang pun tiba, Selina sudah meminta kepada Albert untuk tidak menjemput ke kampus sebab ia akan mengerjakan tugas kampus di rumah temannya, tanpa curiga Albert mengizinkan begitu saja.

Selina menunggu Selo di parkiran kampus karena pemuda itu mengatakan untuk menunggunya di sana.

Tak lama Selo pun datang menenteng tas sembari membawa kunci motor di tangannya.

"Selina" Selo memanggil sang gadis pujaannya.

"Akhirnya kamu datang juga" balas Selina.

"Yah Maaf sudah menunggu" ucap Selo.

"Gak apa-apa kok cuma sebentar" balas Selina sembari tersenyum.

"My princess, siap pulang bersamaku?" tanya Selo yang langsung di angguki oleh Selina.

Selina lantas menaiki motor yang Selo bawa, seketika semerbak aroma parfum pemuda itu tercium membuat Selina nyaman.

"Parfum Minion lebih harum, tapi aku juga nyaman menghirup parfum Selo" ucap Selina dalam hatinya.

Selo tak kunjung melajukan motornya membuat Selina merasa heran.

"Selo, Why diam saja?" tanya Selina.

" Aku paling takut kalau orang yang aku bonceng terjatuh karena tidak berpegangan padaku" jawab Selo.

"Ternyata Selo ingin aku pegangan..hehehe" ucap Selina girang dalam hatinya.

Selina pun dengan malu-malu memegang pinggang Selo namun tanpa di duga, Selo menarik kedua tangan Selina hingga memeluk pinggangnya.

"Ya ampun perut Selo sixpack sekali" ucap Selina sembari meraba lembut perut Selo membuat Selo seketika menahan sesuatu.

"Selina cukup pegangan tangan saja" pinta Selo membuat Selena langsung menghentikan usapan lembut pada perut Selo yang sixpack itu.

"Maaf ya aku tidak sadar sudah mengelus perut kamu" balas Selina malu-malu.

Selo pun hanya diam, ia langsung melajukan motornya. Sepanjang jalan Selina tak henti-hentinya memandangi punggung Selo yang terbilang kekar.

Selo hanya tersenyum melihat Selina dari balik kaca spion.

"Selina, kamu tahu kamu adalah satu-satunya perempuan yang aku bawa ke atas motorku" ucap Selo.

"Aku nggak percaya, mana mungkin pria setampan Selo tidak pernah membonceng perempuan" ucap Selina dalam hatinya.

"Hmmmm,, kalau aku tidak percaya, gimana?" tanya Selina.

"Ya sudah kalau tidak percaya" balas Selo.

Motor besar yang dikemudikan oleh Selo membelah jalanan dan seolah-olah hanya mereka berdua yang ada di jalan itu.

"Pi lihat, itu seperti Selina, menantu kita?" ucap Karina yang saat ini sedang ada di dalam mobil bersama sang suami.

Hans segera menengok, ia tidak begitu jelas karena banyak sekali pengendara motor di depannya.

"Yang mana?" tanya Hans.

"Itu loh Pi yang sedang dibonceng oleh seseorang, masa Papi nggak lihat? Itu Pi yang pakai motor besar" Karina mencoba meyakinkan sang suami.

"Yang pakai motor besar itu banyak, yang dibonceng bukan satu orang dua orang, Mi. Mami pikir aja, masa menantu kita dibonceng orang lain ke mana suaminya? Mami Jangan berpikir yang aneh-aneh!!" Hans mencoba untuk tidak menanggapi ucapan sang istri.

"Bener loh Pi itu Selina, Pak Ujang tolong kejar motor besar itu" perintah Karina.

Sopir itu menuruti ucapan sang majikan, Ujang mencoba memepet motor yang Selo kendarai namun hal itu membuat Selina sadar bahwa ia sedang di ikuti oleh mobil mertuanya.

"Mati gue, kenapa bisa papasan sama mobil mertua. Gawat-gawat, bisa-bisa mereka ngadu sama Minion kalau gue pulang di bonceng cowok lain" ucap Selina dengan panik.

Ia mencoba menyembunyikan wajahnya semakin menempel pada punggung Selo agar Karina dan Hans tidak curiga.

Begitu mobil sang mertua semakin mendekati motor Selo, motor itu berhasil melewati sebelum lampu merah menyala namun mobil Hans terjebak lampu merah.

"Arghhh sialan, gak kekejar deh!" kesal Karina.

"Sudah lah Mi, itu bukan Selina. Jangan sampai berprasangka buruk nantinya" ucap Hans.

"Iya Pi, cuma Mami mau mastiin aja dia bukan menantu kita" balas Karina.

Karina dan Hans pun melupakan hal itu, mobilnya kembali melaju ketika lampu hijau menyala.

Di atas motor yang sedang melaju, Selina masih khawatir hingga ia tak sadar memeluk Selo semakin erat.

"Hei, kamu takut jatuh sampai peluk aku erat banget?" tanya Selo.

"Eh, maaf-maaf" balas Selina sembari melepaskan pelukannya.

"Peluk terus juga gak apa-apa" kelakar Selo.

Kini gerbang perumahan elit tempat tinggal Albert sudah terlihat, Selina meminta Selo untuk berhenti.

"Selo, stop disini aja" ucap Selina.

"Kenapa gak masuk sekalian?" tanya Selo.

"Kamu tahu kan kalau Papa aku galak, aku pasti kenalin kamu kok suatu saat nanti" jawab Selina.

"Yasudah kalau gitu" balas Selo sembari menghentikan motornya.

Selina turun, ia langsung membuka helm pemberian Selo namun tiba-tiba susah terbuka.

"Sini aku bantu" ucap Selo.

Selo dengan hati-hati membuka helm yang ada di kepala Selina hingga terbuka.

"Terimakasih ya Selo udah nganter aku pulang" ucap Selina.

"Ya Selin" balas Selo.

Cuppp!!!

Tanpa di duga Selo tiba-tiba mencium pipi Selina.

"By.. Sampai nanti" ucap Selo lalu kembali melakukan motornya meninggalkan Selina yang terpaku seorang diri.

"Ya ampun Selo, Selo cium aku.." lirih Selina sembari memegangi pipinya yang panas dingin.

Ia kemudian berjalan menyusuri rumah mewah yang berjejer hingga sampai di depan rumah sang suami.

Ia masuk begitu saja, rumah itu dalam keadaan sepi karena semua pembantu sudah kembali kerumah yang ada di belakang.

"Sepertinya Minion belum pulang" ucap Selina.

Ia naik ke atas lantai dua dimana kamarnya dan Albert berada.

..

Kring!!!!!

Dering dari ponsel Selina terdengar, baru saja dirinya keluar dari kamar mandi, bahkan tubuhnya masih memakai bathrobes.

"Albert" gumam Selina.

Ia segera mengangkat panggilan telepon dari sang suami.

"Hallo, Albert!" sapa Selina.

"Aku langsung pulang kerumah Mami, Jungkook akan menjemput nanti" ucap Albert.

"Iya" hanya itu jawaban dari Selina.

Albert mematikan panggilan telepon secara sepihak, seperti biasanya.

"Selalu saja matiin panggilan telepon sesuka hatinya" gerutu Selina.

1
Rahma Wijaya
knapa gak di lanjut sihh,, huhuhu,
ceritanya bagus banget😍
Lembayung Senja: sepi pembaca Kak, cape nulis poin gak ada jadinya bab nya pendek
total 1 replies
Rahma Wijaya
apakah alrbet dan Selena akan berjodoh kembali😄😄
Lembayung Senja: hehehe... terus baca hingga bab selanjutnya ya kakak cantik....😍
total 1 replies
Rahma Wijaya
pasti si Albert marah besar
Purvideeshida Shida
😍😍😍😍👍👍
Laila Isabella
terima kasih author atas karya unik nya..still support you..😘😘😘
Lembayung Senja: terimakasih kakak sayang.....😍
total 1 replies
Safitri Agus
terimakasih Thor🙏🥰, tetap semangat ya😊
Safitri Agus
inkubator Thor.. inkubator bukan kalkulator 🤦
Les Tari
bagus
Safitri Agus
lanjut 👍
Safitri Agus
menghibur kali Thor 🤭
Lembayung Senja: lanjut dong...
total 3 replies
hallo Assalamu'alaikum Author, kabarnya gimana sehat? ditungguin nih lanjutan nasib nya Selina dan Albert, semoga author sehat selalu supaya bisa lanjutin kisah ini.
semangat thor 💪👍
good job Mr.Albert👍👍
fighting💪
Safitri Agus
oh ini yg main film 365 derajat itu kan🤭
Safitri Agus: bercyanda Thor 😂🙏
total 4 replies
akukaya
jet peribadi nya dijual?
akukaya
hahahahaha 😄🤣😄🤣
akukaya
Pangeran Kerdil ... persis dlm filem Shrek... hahahahaha 🤣😄🤣
akukaya
hahahahaha 😄🤣😄🤣😄🤣
Iin Wahyuni
lanjut thor💪
Safitri Agus
lanjut Thor 👍
Iin Wahyuni
lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!