"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surprise!
"Aston!"
Heston memanggil sang kakak saat lelaki itu akan masuk ke dalam kamar.
Kalau sudah Heston memanggil nama seperti itu pasti sesuatu telah terjadi.
"Besok saja kita bicara," tolak Aston.
"Tidak!" Heston menolak balik.
Pokoknya mereka harus berbicara sekarang.
"Ada apa?" tanya Aston membalik badan.
Mata dua saudara itu saling memandang satu sama lain, Heston menatap dengan tatapan permusuhan yang kental.
"Kau sudah tahu semuanya tapi kenapa tidak mau mengatakan padaku," protes Heston.
"Aku mendengar pembicaraanmu dengan mama, kalian membicarakan tentang hubunganku dengan Hana!"
Aston masih bergeming, dia tidak tampak terprovokasi sama sekali.
"Sudah?" tanyanya kemudian dengan santai.
Karena merasa Aston akan menghindar lagi, Heston berusaha menahan sang kakak dengan mendorong tubuh Aston sampai membentur pintu kamar.
"Jangan membuatku hilang kesabaran," kesal Heston.
Sebenarnya Aston ingin sekali membalas perbuatan kurang ajar adiknya itu tapi dia mengurungkan niatnya.
"Lebih baik kau kembali ke kamarmu sendiri karena besok aku mempunyai kejutan untukmu," ucap Aston penuh arti.
"Jawab saja pertanyaanku, aku tidak punya banyak waktu!" Heston tambah emosi.
Sebelum emosi Heston tambah meledak-ledak lebih baik Aston cepat masuk ke dalam kamarnya.
BRAK!
Terdengar pintu kamar yang ditutup dengan kasar.
Heston hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan meninju udara karena selalu tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
"Kejutan apa maksudnya?"
Keesokan harinya, Aston menghindari Heston dengan berangkat kerja lebih awal.
Biar saja mereka bertemu di kantor nanti.
"Heston!" tegur mama Riana yang melihat Heston baru saja turun ke lantai satu.
"Kau tidak sarapan lagi?"
Tanpa menjawab, Heston berlalu pergi. Tetapi, suara papa Erlan menghentikan langkah lelaki itu.
"Sikap kurang ajar apa itu! Cepat minta maaf pada ibumu!" serunya.
Heston memejamkan mata sejenak kemudian membalik badan dan memutuskan sarapan bersama kedua orang tuanya.
Suasana jadi begitu canggung karena kemarahan papa Erlan sebelumnya.
"Aku ingin pernikahanku dengan Queen diundur," Heston akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara.
"Kenapa lagi? Hal baik itu harus disegerakan, undangan sudah mulai dicetak, jangan membuat wedding organizer merevisi tanggal yang tidak pasti," balas mama Riana.
Memang benar kalau permintaannya tidak akan didengar kecuali dari Queen sendiri, Heston memang harus meminta bantuan pada calon istrinya itu.
Setelah selesai sarapan, Heston buru-buru pergi ke kantor. Dia ingin cepat bertemu dengan Aston.
Sementara Aston sudah datang ke kantor seraya membawa Hana bersamanya.
Hana begitu gugup karena untuk pertama kali datang ke perusahaan keluarga Ernest.
"Apa kau gugup?" tanya Aston.
"Ya begitulah," balas Hana yang bersikap santai. Kemudian dia berdehem karena bagaimanapun Aston adalah atasannya.
"Kita harus bisa menempatkan diri, Pak!"
Aston menaikkan kedua alisnya, dia tidak terbiasa mendengar Hana bersikap formal seperti itu.
Kemarin paman-paman, sekarang bapak-bapak!
Lelaki itu jadi menggerutu sebal tetapi dia berusaha bersikap profesional.
"Asistenku akan membawamu ke bagian personalia lalu kau bisa bergabung dengan devisi perencaan proyek mulai hari ini," jelas Aston kemudian.
"Apa? Devisi perencanaan?" Hana merasa terkejut karena Aston tidak membicarakan ini sebelumnya. Dia merasa belum mampu di posisi itu.
"Kenapa?" Aston justru bertanya balik. "Kau harus membuktikan kemampuanmu, Hana! Itulah tujuanmu masuk ke perusahaan ini!"
Hana menggigit bibir bawahnya lalu menganggukkan kepalanya pelan.
Bersamaan dengan itu, Heston sudah datang ke perusahaan dan langsung mencari Aston.
"Itu dia!" Heston berseru ketika melihat sang kakak.
Aston tersenyum tipis melihat Heston yang mendekat.
"Berbaliklah, Hana!" pintanya.
Hana merasa kebingungan tapi dia menuruti Aston untuk membalik badan.
Matanya langsung menangkap sosok Heston di sana.
"Surprise!" seru Aston.
Itulah kejutan yang sudah disiapkan Aston untuk adiknya.
agak lama yaa nunggu nya