NovelToon NovelToon
Air Mata PernikahanKu

Air Mata PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Beda Usia / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Angst / Tamat
Popularitas:414.7k
Nilai: 4.2
Nama Author: Haasaanaa

Dista Keinadira, harus menelan rasa pahit kala Pamannya menjadikan sebagai alat penebus hutang. Kepada sosok pria lajang tua kaya raya yang memiliki sifat dingin dan sulit ditebak yaitu, Lingga Maheswara.



Pernikahan yang hanya dianggap nyata oleh Dista itu selalu menjadi bumerang dalam rumah tangga mereka. Lingga selalu berbuat kasar kepada Dista yang selalu saja mengharapkan cinta darinya.



•••••
"Satu ucapan cintaku akan setara dengan derasnya air mata yang akan kau keluarkan, Istriku.." Kata Lingga disela isak tangis menyakitkan Dista.



∆∆∆
Halo, jangan lupa follow dan dukung selalu🙃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMP~BAB 19

Lingga berdecak sebal karna tidak ada apapun yang bisa melindungi dirinya dari hujan ini. Lingga tidak bisa menyupir dalam keadaan hujan, hal itu yang membuatnya mau tidak mau harus menunggu hujan reda dulu baru bisa kembali ke Mansion. 

Tangan Lingga mengacak-acak dashboard mobil, hingga ia menemukan selendang yang mungkin bisa menutupi rambut Dista nantinya. Karna Lingga merasa jika mungkin wanita itu tidak nyaman tanpa hijabnya, Lingga lega menemukan benda itu. 

Memasukkan selendang itu kedalam kantong plastik, lalu Lingga berlari membawanya kepada Dista yang menunggu di Gubuk kayu itu. Terlihat Dista yang sepertinya memang sudah kedinginan, tubuhnya bergetar dengan memeluk lututnya sendiri. 

“Pakailah ini untuk sebagai pengganti hijabmu..” Ucap Lingga sembari menyerahkan kantong plastik itu kepada Dista. 

Dista yang tengah duduk dengan sedikit berjongkok, mendongak hingga saling tatap dengan Lingga. Dengan sedikit gemetar karna rasa dingin yang menyerang, Dista menerima kantong plastik itu. 

Lingga terusik sebenarnya melihat Dista yang kedinginan seperti itu. Sekalipun di Mansion Lingga selalu menyiksa wanita itu, tapi setidaknya Dista tidak pernah kedinginan seperti ini. Lingga mencari akal, ia melihat ada kayu bakar yang mungkin bisa ia jadikan sebagai bahan pembuat api. 

Dengan pengetahuan yang tidak seberapa akhirnya Lingga bisa membuat api. Dista langsung berjongkok berdekatan dengan api itu, ia mengarahkan tangannya sedikit jauh dari kobaran api agar lebih merasakan kehangatan. 

“Kita tunggu hujan reda, baru bisa melanjutkan perjalanan. Aku tidak bisa mengemudi dalam keadaan hujan begini..”Kata Lingga sembari melakukan hal yang sama seperti Dista lakukan. 

Dista yang sudah memakai selendang berwarna merah pemberian Lingga tadi tersenyum simpul dengan perkataan Lingga. Ia mengikis jarak hingga sangat dekat dengan Lingga, tidak ada rasa takut sedikitpun dihati Dista kali ini. Bahkan Lingga sampai heran, ia pura-pura tidak tahu saja. 

Saat sedang hening, tiba-tiba saja perut lapar Dista berbunyi. Sontak Lingga langsung menatap kearahnya, ia menertawakan Dista yang saat ini tengah malu. 

“Padahal kau makan banyak tadi saat bersama Vania, jam segini sudah lapar lagi aja.” Ejek Lingga disertai gelengan kepalanya. 

“Lagian sudah malam, Mas.. Wajar saja aku lapar, setidaknya ini kan sudah jam makan malam.” Sungguh tepat alasan Dista untuk memudarkan rasa malunya. 

Lingga hanya diam menatap kobaran api itu, ia termenung memikirkan semua kejadian hari ini. Dista terus menatap kearah wajah Lingga, ia menjadi teringat dengan semua cerita Vania tadi. Ntah kenapa, Dista menjadi kasihan dengan Lingga yang ternyata memiliki luka besar di hatinya. 

“Kau bisa bernapas dengan baik disampingku, bahkan berani menatap wajahku seperti ini. Apakah kau tidak takut kepadaku?” Tanya Lingga yang mana langsung membuat Dista tersadar. 

“Tidak pantas rasanya aku takut kepada suamiku sendiri, itu tidak benar.” Jawab Dista dengan penuh percaya diri. Lingga hanya diam termenung memikirkan hal yang Dista katakan. 

“Kau selalu saja menganggap pernikahan kita ini nyata, kau tahu.. Anggapan mu inilah yang membuatku ingin sekali menghancurkan dirimu berulang kali.” Ujar Lingga dengan tatapan tajamnya. Tapi, Dista malah membalas tatapan tajam itu dengan senyuman manis. 

“Mainan bukan?”

“Kau yang mainan!” Jawab Lingga cepat, tiba-tiba saja angin berhembus kencang hingga keadaan menjadi lebih dingin. 

Dista menjadi kasihan dengan Lingga yang bertelanjang dada itu. Pasti pria itu merasakan kedinginan, dapat terlihat dari bulu-bulu ditubuh Lingga yang seakan bangkit semua. 

“Kita bisa saling menghangatkan, berpelukan contohnya.” Saran Dista yang mana berhasil membuat Lingga melotot sempurna. 

“Mimpi! Aku tidak akan melakukan hal seperti itu kepada wanita miskin seperti mu!” Tolak Lingga mentah-mentah, ia sedikit menjauh dari Dista yang mulai aneh-aneh saja. 

Dista merasa tidak perduli, ia tidak mau terjadi hal buruk kepada Lingga. “Cobalah dulu, kalau caraku salah.. Kau boleh menghukum ku, Mas..” Rayu Dista lagi. 

Kedua mata tajam Lingga menatap penuh ke arah Dista yang sepertinya sangat yakin dengan ucapannya sendiri. 

“Kalau caramu tidak berhasil, maka aku akan_”

“Terserah mau apa, aku terima semua hukuman mu, Mas.” Sela Dista dengan senyuman manisnya. Hingga tidak ada lagi alasan bagi Lingga untuk menolak, ia menurut saja dengan ide aneh dari Dista itu. 

Tangan kekar Lingga meraih tubuh mungil Dista, ia memeluk Dista dengan sangat erat. Sekalipun Dista memiliki tubuh yang mungil, tapi benar saja Lingga merasakan kehangatan. Ia sampai memejamkan mata karna rasa pelukan ini sungguh nyaman, seperti pelukan yang mana begitu Lingga rindukan. 

“Aku seperti pernah merasakan kehangatan ini, tapi dengan siapa?” Gumam Lingga di dalam hati. Ia membuka mata kembali kala merasakan tangan Dista yang meraih telapak tangannya. Melakukan genggaman erat hingga Lingga juga merasakan kehangatan di sana. 

“Bagaimana, caraku berhasil kan?” Tanya Dista sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami. 

“Hem..” Hanya itu sahutan dari Lingga, pria itu menikmati pelukan hangat itu. Merengkuh tubuh mungil Dista bagaikan boneka bantal favorit nya. Ntah kemana rasa benci dan jijik yang pernah ada di hatinya, seakan sirna begitu saja terganti dengan kehangatan. 

••

Posisi itu membuat keduanya tertidur, hingga Lingga terbangun karna mendengar suara klakson mobil. Bahkan Dista pun terbangun juga, ia melepaskan pelukan Lingga. 

“Sudah reda..” Ucap Dista, ia lega sekali. 

Dari kegelapan yang mana hanya cahaya lampu dari mobil Malik yang menerangi. Terlihat pria itu datang, keterkejutan terlihat diwajah tampan yang menenangkan itu. 

“Nona Dista, Tuan muda..” Sungguh terkejut hati Malik melihat Lingga dan Dista berada di gubuk kayu dalam keadaan hujan begini. 

“Kenapa kau lambat sekali datang?” Tanya Lingga dengan amarah, ia bangkit begitu saja. Disaat itulah Malik memberikan kaos kepada Lingga untuk di pakai, ia sudah menduga jika ada kejadian seperti ini. 

“Tadi ada_”

“Sudahlah, sekarang cepat kita pulang. Dista, cepatlah!” Lingga berjalan terlebih dahulu meninggalkan Dista dan Malik. 

Keduanya saling tatap satu sama lain, diatas menjadi gugup sendiri. “Kau baik-baik saja?” Tanya Malik, ia mendekati Dista yang sudah menunduk sekarang. 

“Bersama suamiku, sudah pasti aku baik-baik saja..” Balas Dista sambil tersenyum simpul yang mana membuat hati Malik terenyuh. 

1
Anonim
Thour tolong jgn di rendahkan kali martabat wanita, gk ada wanita yg sanggup di hina kata gitu, sholeha seorang wanita gk harus di injak2 harga dirinya biar. Disebut sholeha😡😡😡😡😭😭😭😭😭😭
Anonim
Dista otanya gk ada udh begitu di hina di rendahkan udah dianggap seperyi binatsng madih mikir pamannya gooooooobloooooooook
Anonim
Nikmati penderitaan mu dista
Anonim
Udh di jual gk di hargai di rendahkan di buang masih aja peduli sama kel
Pamannya wkwkkwkw luar binasa bukan luar biasa lagi di luar akal udh sifatnya apa orang begini calon penghuninsurga wkwkkwkw gk jamin juga jmaaf ya agak gk bisa nerima
Anonim
Wekwkkw pasti dlm hati dista suamiku lagi kesal
Wkwkwkkwkw wanita goblok gk tau apa yg pantas di sebut gk bisa menghargai diri sendiri
Anonim
Dista menikmati setiap
Penderitaannya dgn dalih mencari pahala , wkwkkwkw pahala itu bukan hanya dgn melayani suami yg biadab yg ada mati, sholeha yg keliru 🥶
Anonim
Lama2 jijik dan muak liat sifat dista, gk ada manusia yg kaya gini, tapi ya sudah lah nsmanya juga cerita 😂
Anonim
Mungkin ini yg bikin vanua gk mau sama lingga, kaya harta tapi miskin jiwa dan gk ada akhlaknya sombong , angkung kejam
Anonim
Dista bodoh merusak mentalnya sendiri, mengangumi iblis berwujud manusia, istri yg berbakti juga gk begitu melihat suami berzina dpn mata tapi tetap kagum🥶
Anonim
Dista gk usah banyak tanya, lakukan aja tugas nya sebagai istri lakukan pekerjaan yg di perintahkan, karena suaminya iblis manusia2 yg ada di sekitarnya juga iblis, jaga mentanya aja jaga kesehatannya semoga semua cepat kelar dia bisa hidup bahagia, berdoa minta sama yg kuasa udah
Yusran Lacon
ceritax udah bagus...cuman endingx gak seru
Abd Kadir Taha
jangan terhipnotis dengan kata"nya!
Abd Kadir Taha
bawa dista pergi bersamamu malik!
Abd Kadir Taha
semoga malik yang memberikan kebahagiaan itu!
Heny
Dista sm malik aja thor
Heny
Smg vania bisa menolong dista
Heny
Suami durjana gk punya hati
Heny
Terlalu sombong
Rohana Nana
lawan suami kejammu distaaaa..
#ayu.kurniaa_
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!