NovelToon NovelToon
Sensasi Duda Seksi

Sensasi Duda Seksi

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Beda Usia / Tamat
Popularitas:86.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lyaliaa

Seorang wanita mandiri yang baru saja di selingkuhi oleh kekasihnya yang selama ini dia cintai dan satu-satunya orang yang dia andalkan sejak neneknya meninggal, namanya Jade.
Dia memutuskan untuk mencari pria kaya raya yang akan sudah siap untuk menikah, dia ingin mengakhiri hidupnya dengan tenang. Dan seorang teman nya di bar menjodohkan dia dengan seorang pria yang berusia delapan tahun lebih tua darinya. Tapi dia tidak menolak, dia akan mencoba.
Siapa sangka jika pria itu adalah kakak dari temannya, duda kaya raya tanpa anak. Namun ternyata pria itu bermasalah, dia impoten. Dan Jade harus bisa menyembuhkan nya jika dia ingin menjadi istri pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyaliaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Mataku perlahan terbuka, aku meraih ponselku yang ada di meja samping tempat tidur. Pukul satu malam, aku duduk. Mataku rasanya berat untuk terbuka, tapi aku tetap memaksanya. Aku melihat keluar jendela. Tirainya sengaja tak aku tutup, biasanya aku bisa melihat mobil Rhine dari sana. Tapi tidak ada, pria itu masih belum kembali.

"Aish, Jade. Apa yang kau harapkan dari seorang pria." Aku kembali berbaring dan menutup mataku. Aku tidur jam sepuluh, terbangun di tengah malam, dan bodohnya yang ku cari pertama kali saat bangun adalah Rhine. Aku berusaha membuang nama pria itu dalam pikiranku sekarang , dia sangat menganggu. Tertidur..

**

Meja dan kursi tertutup kain putih yang di rancang berpita. Tersedia makanan berat hingga cemilan kecil di meja panjang yang ada di bawah pohon. Orang-orang mulai berdatangan memasuki gapura yang dipenuhi karangan bunga. Ada yang sendiri, ada yang bergandengan dengan pasangannya dan ada juga yang masuk sambil berbisik-bisik dengan orang lain yang ada di sampingnya. Aku dapat melihat semuanya dari balik kaca jendela.

Pagi yang cerah tapi tidak panas, hembusan angin di udara hampa dan senggolan tipisnya di dedaunan pepohonan yang mengelilingi tempat itu membuat nya menjadi sejuk. Aku merasakannya begitu keluar, anginnya menyambut ku dengan segera. Aku melangkah perlahan mengikuti jalan setapak yang diberi tiang berhiaskan bunga di sisi kiri dan kanan jalan sambil menggenggam buket bunga.

Semua mata tertuju padaku. Aku melirik ke samping kiri dan kanan mencari orang yang sekiranya ku kenal. Dapat, aku tersenyum pada Gea dan Hana yang duduk pada meja yang sama. Aku terus berjalan, terus berjalan ke depan dan seorang pria tampak menantikan diriku di ujung jalan. Di atas panggung kecil yang indah, Rhine berdiri di atas sana. Dia menungguku, pakaian rapi dengan setelan jas. Aku menaiki satu tangga sambil mengangkat gaun putih yang ku kenakan.

Pernikahan kami, Aku dan Rhine menikah. Kami mengikrarkan janji setia dan bertukar cincin. Semua orang bersorak saat dia mencium ku. Aku bisa mendengar sorakan histeris Hana saat kami berciuman.

Aku akan melempar buket bunga yang ada di tanganku saat aku memasuki tempat acara tadi. Aku mengenal sebagian orang yang berbaris untuk bisa mendapatkan bunga itu, dan sebagian lagi aku tidak mengenal mereka. Tapi aku tak peduli, aku berbalik dan melemparkan buket itu semampuku.

"Nenek?" Aku terkejut saat orang yang menerima buket itu adalah nenek.

**

Mataku langsung terbuka selebar-lebarnya dan jantungku berdegup kencang. Aku bermimpi. Aku ada di kamarku, langit-langit ruangan itu tampak terang, aku memiringkan kepalaku ke arah jendela. Tirainya masih terbuka lebar dan cahaya matahari menyilaukan mataku, terlalu terang. Aku menoleh ke sisi lainnya, sepertinya aku melihat seseorang. Aku kembali menatap langit-langit dan menoleh lagi. Aku tidak salah liat, seorang pria sedang berbaring di tempat tidurku. Dia menghadap padaku dengan tangan kirinya sebagai tumpuan. Rhine.

Aku mengedipkan mataku berkali-kali, berharap aku masih di dalam mimpi. Tapi dia tetap ada disana. Aku mencoba menutup mata lama, aku kemudian membuka mata ku sedikit dan mengintipnya dari ujung mata. Dia masih disana, dia menatap ku.

"Kau sedang apa?"

Bukan, ini nyata. Ini bukan mimpi.

Aku tidak menjawab, aku bergeser sedikit dan membalikkan badan membelakanginya. Terlepas dari mimpi indah yang ku dapati tadi, meskipun rasanya tidak masuk akal melihat nenek ada dalam mimpiku dan menerima buket bunga dariku, aku tidak akan lupa bagaimana pria itu meninggalkan ku semalam.

"Apa kau memimpikan ku?"

"Tidak, untuk apa aku memimpikan pria yang mengejar wanita yang sudah dia tolak dengan begitu bersemangat."

"Apa? Tunggu.. Kau marah padaku? Atau.. Apa kau cemburu?" Nada bicara Rhine berbeda, dia mengeluarkan irama seperti mengejek.

"Cemburu? Mana mungkin aku cemburu, lagi pula tak ada alasan bagiku cemburu padamu. Kita tak ada hubungan apa-apa." Aku menggenggam erat ujung selimut yang ada di depan dadaku. Aku masih membelakanginya.

Tak ada jawaban ataupun pertanyaan lagi, seakan kamarku menjadi hening begitu aku selesai bicara. Rhine tak berkata lagi. Aku menggerak-gerakkan bola mataku heran dengan suasana yang tiba-tiba senyap. Hingga aku merasakan sesuatu menyentuh perutku.

"Bukankah pria dan wanita yang tidur bersama berarti mereka punya hubungan?" bisik Rhine di telingaku. Jantungku berdetak tak karuan lagi. Ingatan malam itu muncul di kepalaku diluar kendali.

"Kapan? Kita tak tidur bersama, aku tidur sendirian semalam. Dan kau bahkan tak kembali setelah tengah malam."

"Kau menungguku?" kepercayaan dirinya sungguh membuatku kesal dan tak bisa berkata-kata. Dia benar-benar tak ingin kalah.

Aku merapatkan bibir atas dan bawahku rapat menahan diriku untuk tidak berbalik dan memarahi pria itu atas kepergian dia semalam. Aku merasakan jemarinya di perut ku, aku yakin itu tangannya. Aku merasa geli dengan hembusan nafas di telingaku dan jarinya yang bermain-main di perutku.

Aku mulai merasakan tangannya bergerak menjauh, aku merasakan telapak tangannya yang hangat menyentuh kulit pahaku. Dia mengangkat piyamanya naik dan bergerak terus ke atas hingga pinggangku, dia mengelusnya lembut. Tubuhku bergetar singkat sebagai respon dari sentuhannya. Aku terangsang lagi, tidak. Tidak boleh.

"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini," aku berniat menepis tangannya dan menurunkan piyama ku kembali. Namun gagal, tangan kekarnya itu tak bisa terkalahkan dengan tangan mungil yang ku punya.

"Euhh," aku bernafas ringan dengan mulutku hingga mengeluarkan suara saat dia memutar tubuhku untuk menghadap padanya. Dia melakukannya dengan begitu mudah, aku iri bagaimana pria bisa sekuat itu. Atau mungkin masalahnya ada padaku yang tak sebanding dengannya. Aku tidak bisa membandingkan apa pun dengannya, semua yang tampak menjadi miliknya jauh lebih baik dariku. Kecuali itunya. Hanya itu masalahnya. Aku menarik diri membuat jarak antara kami.

"Jangan marah begitu, aku pergi karena melihat pesan dari Gea."

"Pesan apa?"

"Zarra dan Hana di kantor polisi, mereka bertengkar di tepi jalan dan kebetulan polisi yang sedang berpatroli malam melihatnya, dia membawa mereka ke kantor polisi karena tak henti bertengkar."

"Benarkah?" Aku mendekat pada Rhine, aku suka kejadian. "Tapi jika Gea disana bukankah masalahnya bisa selesai?"

"Mereka bertengkar karena aku, mana mungkin aku tidak kesana."

Aku terdiam sejenak karena berfikir, aku yakin Rhine dan Hana baik-baik saja. Sikap mereka saat bertemu semalam tampak normal. Aku tidak mengerti mengapa pertengkaran mereka disebabkan oleh Rhine.

...----------------...

1
ros
ceritanya menarik 👍
Aik Unique
Luar biasa
Naurasky
ceritanya luar biasa bagus, dan alurnya juga keren/Casual//Casual/
Isna mansur
ceritanya singkat...tapi keren..../Good//Good//Good/
Lina Yulianti
cerita yg cukup singkat thor. tetap semangat untuk berkarya
julia
Bagus
dita18
yahhh thoorrr kok udh END aja sih😭😭rasanya sebentar bngt cerita kisah cinta mereka thoorrr
gk rela sebenarnya klo hrus pisah sm mereka.. 😢😢
dita18: smngt trusss ya thoorrr,,, ditunggu karya2 othoorrr selanjutnya /Smile/
total 2 replies
dita18
gk berasa udh gede aja anak nya Rhine&Jad😁
kira2 Ryan&Hana udh ada anak jg blm ya🙈😅
dita18
akhirnya Ryan&Hana sah jg selamat ya😊😊
dita18
kan bener dy ,,,,krn dy gak terima Rhine nikah lagi dg Jade & nolak dy berkali2
dita18
pasti Zarra pelaku nya atas kecelakaan yg di alami Rhine
dita18
penasaran Zarra ini ada hubungan apa dg Rhine & Hana ya?
dita18
ihhh thoorrr kok Rhine gtu sih sm Jade😕 jgn buat Jade sedih & patah hati thoorrr kasian
klo emg Rhine bkn jodoh nya,,, kasih Kade jodoh yg lebih baik lagi thoorrr
dita18
Jade pingsan krn Rhine abis minum alkohol kadar tinggi jd Jade kena efek nya
dita18
Luar biasa
dita18
akhirnya udh sah jg ya Jade😅
dita18
thoorrr knp msh bnyk bngt teka-teki nya🙈aku capek berpikir nya 😂😂
dita18
apakah Ryan pacaran sama Hana?
dita18
adik kakak kyk nya misterius bngt yah..
dita18
sbnrnya crta nya bagus thoorrr😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!