Raisa bersumpah bahwa dia akan membalaskan dendamnya pada sang kakak tiri karena telah membuatnya kehilangan banyak hal dalam hidupnya dan aia akan mengambil apa yang menjadi sumber kebahagiaan wanita itu.
Setelah menghilang selama 10 tahun, dia kembali dengan identitas barunya sebagai Aluna dan merencanakan banyak kehancuran untuk Deswita, kakak tirinya yang ternyata memiliki kehidupan yang begitu luar biasa.
Merasa iri dengan semua itu membuat dendamnya semakin membara dan dia akan merebut semua kebahagiaan Deswita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAWI. 19
Sudah beberapa hari ini setelah kejadian di mana waktu itu Andra mencium bibirnya, Aluna terlihat menjauh darinya dan itu membuat Andra merasa sangat bersalah. Dia merasa bersalah atas apa yang dilakukan terhadap Aluna. Apalagi ketika melihat wanita itu yang seperti menjauh darinya. Itu semakin membuat rasa bersalah itu bersarang di hati dan juga pikiran Andra.
Bahkan ketika dia berada di rumah pun dia terus memikirkan Aluna yang terlihat menjauhinya ketika di kantor tadi.
Melihat suaminya yang terlihat banyak pikiran seperti itu membuat Deswita langsung menghampirinya dan bergelayut manja di pangkuan laki-laki itu. Padahal dia tahu jika saat ini suaminya sedang bekerja.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Deswita ketika melihat ada yang aneh dengan suaminya.
Laki-laki itu terlihat seperti sedang memikirkan beban yang begitu. Sebenarnya apa yang membuat suaminya itu memikirkan banyak hal? apa ini semua ada hubungannya dengan pekerjaan atau dengan hal lain.
"Aku baik-baik saja Deswita. Aku hanya merasa sedikit kelelahan saja. Ada apa?" jawab Andra sambil bertanya balik pada istrinya.
Mendengar jawaban dari suaminya seperti itu membuat Deswita sedikit merasa lebih tenang. Setidaknya dia tahu apa yang membuat suaminya seperti itu jadi dia tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya penasaran saja apa yang membuat kamu terlihat begitu banyak pikiran seperti itu. Oh iya, kamu temenin aku ke undangan teman SMA aku ya. Dia nikah dan aku diundang. Jadi besok kita harus pergi."
"Apa harus?" tanya Andra, karena jujur saja dia malas pergi ke acara-acara seperti itu karena dia tahu seperti apa teman-teman istrinya.
Mereka akan membicarakan banyak hal seputar perhiasan liburan atau barang-barang mewah lainnya. Andra tidak terbiasa dengan itu semua dan Dia merasa bahwa dirinya tidak terlalu cocok berada di dekat mereka semua. Lingkungan para wanita-wanita yang hanya bisa memamerkan harta milik suaminya saja. Bukan dia keberatan jika istrinya melakukan hal itu, hanya saja memang tidak menyukai hal-hal yang berbau dengan kesombongan seperti itu walau ia pantas menyombongkannya kerajaan memilikinya. Tapi tetap saja Andra merasa tidak nyaman dengan lingkungan istrinya.
"Harus dong! memangnya kamu nggak mau nemenin aku?" tanya Deswita dengan wajah cemberutnya.
Dia sudah mulai terlihat kesal ketika suaminya bertanya seperti itu. Sedangkan Andra sendiri langsung mengalah daripada harus berdebat dengan istrinya nanti. Jadi lebih baik dia menuruti apa yang wanita itu inginkan.
"Oke kita pergi besok!" jawab Andra yang sudah memutuskan bahwa mereka memang akan pergi besok.
Mendengar jawaban dari suaminya membuat Deswita merasa bahagia. Dia benar-benar merasa bahagia karena laki-laki itu mau ikut dengannya untuk menghadiri acara teman sma-nya.
Dia tidak akan menyia-nyiakan momen ini dan dia harus tampil maksimal. Dia akan menunjukkan pada mereka semua bahwa dia adalah Deswita, sang ratu yang bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Bahkan dia ingin menunjukkan pada mereka semua bahwa suaminya adalah Andra Wiranto, salah satu pengusaha sukses di kota mereka.
***
Keesokan harinya, di saat Aluna sedang menikmati hari liburnya tiba-tiba saja sang kakak datang masuk ke dalam kamarnya.
Maharani mendatangi adiknya itu dan mengajaknya pergi ke acara pesta pernikahan salah satu pasiennya.
"Dek, ayo pergi ke pesta."
"Pesta apa?" tanya Luna yang kaget karena tiba-tiba saja dia diajak pergi oleh kakaknya. Entah ke mana wanita itu akan mengajaknya pergi ke pesta tapi yang jelas itu benar-benar membuatnya kaget.
Dia sudah menikmati hari liburnya tapi tiba-tiba saja kakaknya itu datang dan mengajaknya pergi ke pesta. Padahal dia juga tidak tahu pesta apa yang dimaksud kakaknya saat ini.
"Pesta nikahan. Tadinya kakak nggak mau datang tapi kasihan. Dia dia salah satu pasien kakak dan dia juga pelanggan tetap di klinik kecantikan kita. Jadi nggak enak kalau nggak datang. Jadi kamu ikut ya?" Maharani mengajak Aluna untuk mau pergi bersamanya.
Tapi ketika dia melihat bahwa Aluna tidak menolak Maharani langsung memaksanya.
"No...no...no...! pokoknya kamu harus ikutan nggak boleh nolak. Ayolah, temani kakak kamu ini sesekali. Lagi pula ngapain terus-terusan di rumah. Di sana kamu bisa mencari laki-laki yang mungkin saja cocok dengan kamu. Di sana juga banyak pengusaha hebat yang masih single. Jadi kamu bisa mencoba dekat dengan mereka."
"Ah tapi malas kakak," jawabnya karena dia benar-benar malas pergi ke acara-acara seperti itu.
Sayangnya Maharani terus saja memaksanya hingga akhirnya pun Aluna mengalah dan dia ikut pergi bersama dengan kakaknya.
Dia benar-benar dipaksa untuk pergi dengan wanita itu hingga akhirnya dia memakai pakaian apa yang dia miliki saja. Hanya dengan dandanan yang sangat sederhana saat ini sudah terlihat begitu cantik dan itu membuat Maharani terpukau dengan kecantikan adiknya.
"Tidak sia-sia aku mempertaruhkan karir untuk kamu. Lihat betapa cantiknya wanita yang ada di depanku saat ini," ucap Maharani dengan penuh percaya diri.
Dia benar-benar percaya dengan dirinya sendiri bahwa dia telah berhasil merubah Aluna yang dulunya tidak secantik itu menjadi cantik seperti sekarang. Pada dasarnya Aluna ataupun Raisa itu sudah cantik sejak dulu. Tapi karena tangan biadab wanita bernama Deswita dan juga ibunya, kecantikan itu berubah menjadi petaka.
Beruntung mereka bertemu saat itu. Jika tidak entah seperti apa kehidupan Aluna sekarang ini.
"Nah, katanya tadi gak mau sekarang dandan-nya paling cantik. Duh, memang ya kalau udah cantik itu di apain aja juga cantik."
"Kakak, ih. Udah ayo berangkat. Jangan muji aku terus nanti bedaknya luntur."
"Hahaha... ada-ada aja kamu ini Aluna." jawab Maharani.
Mereka pun segera pergi ke acara pesta tersebut dan Maharani terlihat begitu bangga bisa membawa Aluna pergi bersamanya. Banyak pasang mata yang menatap ke arahnya hingga membuat Aluna merasa sedikit tidak nyaman dengan tempat ini karena memang banyak sekali orang yang melihatnya.
"Kakak, pulang yuk. Aku takut. Di sini banyak yang ngeliatin aku," ucapnya pada Maharani karena dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan tempat ini.
"Sebentar dulu. Kita nikmati dulu pestanya dan setelah itu kita akan pulang. Aku janji ini tidak akan lama." jawab Maharani karena dia tidak mungkin meninggalkan pesta ini begitu saja di saat mereka baru saja sampai.
Banyak pasang mata yang menatap ke arah Aluna dan banyak juga yang berbisik tentang kecantikannya hingga membuat Andra yang mendengar itu pun langsung penasaran sebenarnya siapa wanita yang di ceritakan mereka.
Tepat saat dia berbalik arah, dia langsung kaget ketika melihat siapa yang di lihatnya.
Deg!
"Aluna?" gumamnya kaget ketika melihat ternyata Aluna yang di bicarakan banyak orang saat ini.
***