NovelToon NovelToon
Kesepakatan Di Atas Buku Nikah

Kesepakatan Di Atas Buku Nikah

Status: tamat
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:961.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: shakila kanza

Kisah masa lalu Ayahnya juga Bundanya terlalu membekas hingga Intan tak bisa percaya pada Cinta dan kesetiaan.
Baginya Kesetiaan adalah hal yang langka yang sudah hilang di muka bumi.
Keputusannya untuk menikah hanya untuk menyelamatkan perusahaan dan menghibur orang tuanya saja.
Jodohpun sama-sama mempertemukan dirinya dengan orang yang sama-sama tak mempercayai Cinta.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Akan kah Dia mempercayai Cinta dan Kesetiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebelum Hari itu tiba

Hening.

Intan sedikit malu, aktingnya tadi sepertinya berlebihan sehingga Reihan terus saja memandangi dirinya terus seolah tak percaya.

"EHmm.... " Dehem Intan menegur Reihan yang masih saja terdiam sembari menatapnya.

Reihan tersadar lalu menunduk dan memesan makanan untuknya, Reihan masih tak habis pikir Intan bisa bersikap manja dan manis seperti tadi, karena selama ini susah sekali gadis itu di aja berakting manis.

"Udah... gak usah lebay juga kali... Itu tadi karena ada Divo, biar dia tidak lapor ke Bunda juga tidak mengejar-ngejar aku lagi. " Kata Intan menunduk berpura-pura bermain ponsel, nyatanya dirinya hanya scroll Instagram kemana-mana tanpa di lihat sedikitpun.

"Aku tau. Tapi Aktingnya tadi juga jelek, masih kurang sentuhan jadi masih kurang nyata... " Bohong Reihan, padahal dirinya sudah nyaris salah tingkah di buatnya.

Intan mendengus namun kemudian tersenyum lega, "Syukurlah jika jelek, besok aku tak akan melakukan nya lagi. " Kata Intan lalu memutuskan pandangan nya ke arah lain.

Reihan pura-pura cuek, lalu memakan makanannya yang barusan di pesannya, Intan menunggu sambil memejamkan matanya.

Reihan makan sambil memandang wajah cantik di hadapannya, entah dirinya kenapa bisa memutuskan untuk menikahi Intan.

"Sudah jangan lama-lama lihatnya... nanti beneran jatuh cinta lagi... " Kata Intan saat sadar Reihan masih memandanginya sembari makan.

"Bisa gitu makanannya pas di mulut masuknya... kok gak salah ke hidung... " Kata Intan lagi lalu menopang dagu, gantian memandangi Reihan yang memandanginya.

"Sialan!! " Reihan mengumpat dalam hati memasang wajah arogannya kembali.

"Situ cantik-cantik suka kepedean juga ya... " Kata Reihan sambil mengelap bibirnya dengan tisu karena sudah selesai makan.

"Emang aku cantik ya?? " Intan bertanya seolah tidak merasa Cantik.

"Ckk... Cantik karena kamu perempuan! Tapi cantiknya biasa saja, apalagi wajah es kamu itu bikin nilai kecantikan mu cuma 50℅." Jawab Reihan menjatuhkan Intan, hingga Intan sebel sendiri.

"Ckk itu mulut emang gak bisa kalau gak setelan pedes. Palingan dulu mama mertua ngidam nya bon cabe level 20,makanya situ kalau ngomong parah pedesnya". Kesal Intan yang justru di jawab gelak tawa Reihan yang seolah mendapat pujian hebat.

Makan siang itu pun berakhir dengan perdebatan yang tak berujung dari keduanya, seperti nya justru tidak lengkap jika tidak ada perdebatan di setiap pertemuannya.

Intan menuju mobilnya, Reihan mengikuti Intan dari belakang seolah mengawasi langkah gadis yang sebentar lagi akan menjadi istri nya itu.

"Hati-hati." Kata Reihan sebelum Intan membuka pintu mobilnya, Intan pun berbalik terkejut, tumben pria arogan itu berpesan pada dirinya seperti tadi.

"Ehm... Ya, kamu juga... " Jawab Intan lalu tersenyum sedikit disertai rasa kikuk.

"Kabari jika ada apa-apa. Dan... " Reihan menjeda ucapannya, seolah berat untuk mengatakannya.

"Dan?? " Tanya Intan bingung tak bisa memahami terusan dari kalimat Reihan yang terputus.

"Dan... Jangan terluka... Pastikan hari itu kau tetap datang... Aku tak punya pengantin pengganti untuk dirimu... kamu pengantin limited di dunia ini... Hanya kamu yang sanggup yang lain tak akan bisa..." Kata Reihan pada akhirnya.

"Ckkk Astaga... Kamu berkata seolah-olah aku akan melarikan diri, atau akan mat... " Belum selesai Intan berkata Reihan langsung menutup mulut Intan dengan telunjuknya.

"Stop... jangan teruskan... Katanya Allah menurut sangkaan hamba-Nya... sedikitnya aku paham tentang itu... jadi stop jangan berpikir demikian atau sampai kau ucapkan... Aku tak ingin kesepakatan kita gagal... " Kata Reihan membuat dada Intan berdetak dan pikirannya melayang ke mana-mana.

"Masuklah... hati-hati... sampai jumpa esok hari... Dan pastikan kau datang... " Reihan membuka pintu mobil Intan dan mendorong Intan masuk ke dalamnya.

Intan pun masuk dan mengucap salam lalu melajukan mobilnya keluar dari restoran, menuju tempat menuju gudang produksi yang akan di cek bersama difa.

Saat di perjalanan, sekertaris nya mengabari jika akan terlambat karena mendadak ban mobilnya bocor, sehingga Intan datang sendiri ke lokasi.

***

Di Gudang.

Masih di dalam mobil Intan masih mencerna pertemuannya tadi dengan Divo dan Reihan, mengingat sikap kedua laki-laki itu yang berbeda.

Divo yang mudah sekali mengucapkan kata cinta, bahkan mengatakan katanya sudah menyukai dirinya sejak masih di bangku kuliah, Intan lalu mengingat bagaimana Ayah Arsya menyukai Bunda nya sejak di bangku kuliah juga, bahkan memendam rasa itu begitu lama hingga Bunda nya menjadi janda.

Intan juga membandingkan dengan Reihan calon suami arogannya yang bahkan sama dengan dirinya tak percaya apa itu cinta. Reihan tak akan mungkin mengungkapkan perasaannya bahkan mungkin sampai dirinya menutup usia.

Intan merasa sedikit ragu untuk tetap melanjutkan pernikahan dirinya dengan Reihan, namun sikap terakhir pertemuannya dengan Reihan menunjukan penghargaan besar meski tetap di sampaikan dengan kata-kata yang menyebalkan.

Intan keluar dari mobil, lalu memperhatikan karyawan yang berlaku lalang, ternyata dirinya melamun di dalam mobil sembari menunggu difa tadi lama sekali, hingga adzan asar berkumandang di masjid dekat pabrik.

Intan pun melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ke arah masjid. Jalannya lumayan jauh, sekitar 15 menit baru sampai di masjid yang lumayan sepi ini, sepertinya tidak banyak penduduk yang terbiasa shalat asar berjamaah di masjid.

Intan pun shalat di masjid sendirian, setelah shalat Intan merasa lelah lalu bersandar sebentar di serambi lalu memasang Handsetnya dan seperti biasa memutar lagu untuk mengusir sepi di dalam dirinya hingga dirinya tertidur.

Waktu semakin sore, Intan masih nyenyak dalam tidur nya hingga masjid itu terkunci oleh orang, karena tak tau jika ada Intan di dalamnya.

***

Intan membuka mata, saat banyak sekali kepulan asap mengelilinginya, pandangan matanya saat memandang keluar sudah tertutup kobaran api.

" Siapapun.... Tolong....!!! " Intan berteriak meminta tolong namun semua orang tak mendengarnya.

Semua orang telah pergi meninggalkan dirinya yang berteriak-teriak histeris di dalam gudang sendirian.

"Tolongggg.... "

"Tolongggg..... "

"Tolonggggg Aku.... "

Semua suaranya sudah dia keluarkan namun tak ada satupun orang yang mendengar ataupun memandang dirinya saat ini.

Kaki Intan lemas hingga seluruh keringat dingin keluar dari tubuhnya, dirinya ingin berlari menabrak kobaran api itu namun setiap langkah yang ingin dia coba terasa amat berat sekali.

Di luar nampak semua karyawan mencoba menyelamatkan diri dan petugas kebakaran menyiram semua sisi gudang hingga semuanya padam, namun anehnya tempat dimana Intan berada tak tersiram sama sekali hingga tubuh Intan terasa sesak oleh asap hitam yang memenuhi kerongkongan nya.

"Tolong...!!! "

"Tolong....!! "

"Lihat aku di sini...!!! "

Suara Intan melemah dengan keringat yang semakin menguras seluruh tubuhnya, pandangan nya sudah berubah abu-abu hingga mata itu tertutup mengiringi tubuhnya yang semakin melemah.

***

Maaf ya baru Up... soalnya repot mengurus kepulangan anak dari rumah sakit... 🙏🙏

1
Misbah Elmunir
Aach..
Jadi mewek kann😩
sam sung
bnyk bawang thor...kisah intan nya bu mutia..👍👍
@Al**
/Good/
Ibnu Rizqi
tenang mba Intan,nanti mamas Rehan tak santet online biar bucin ,tau rasa ...🤣🤣
Ibnu Rizqi
mz Raihan ku beri tahu ya,untuk m luluhkan hati ayang Intan ,pakai aja lagu tadi , Muhasabah Cinta milik author ,auto klepek klepek..hi...hi...hi
Ibnu Rizqi
aq juga bingung Reihan ,itu lagu apa 😄😄😄😍🤭
Ning Suswati
sok sok an mencari surga dari ridho suami, iya kalau statusnya jelas, masa mau mati aja ribet, mati y mati aja, zia juga bego sampai menaruhkanharga diri, apa ayah arsya gk tau y kehidupan zia
Ning Suswati
masih lah mau lanjut baca, tpi kalau si bang rey masih bisa di bego2i maaf kanlah daku undur diri
Ning Suswati
masa sih reihan gkkapok2.meladeni jalang gila ,sdh tau kalau jiatnya untuk.mengacaukan masih aja peduli, reihan nya yg gila kali ya
Ning Suswati
apa iyaya masa koma abis operasi melahirkan sampe koma ber thn2,
Ning Suswati
ahhkkkk gk lucu thor, masa intan harus meninggal, jadi males bacanya
Ning Suswati
apaan sih gomong nya intan ngelindur, jgn sampai anak ditinggal mati, sapa juga yg mau ngurusnya, aq gk suka deh thor
Ning Suswati
laki2 emang gk pernah mikir pakai perasaan sedangkan wanita menggunakan perasaan langka sekali kalau laki2 itu bisa mau mengerti dan memahami perasaan isteri, yg ada egonya
Ning Suswati
nasehatnya semuanya benar, tapi kan sdh terjadi berulang kali, diingatkan agar tdk lagi berhubungan dg yg namanya syantika, terus dan terus malah meragukan kata2 isteri sendiri, gk takut apa dg papa mertua yg selalu mematai
Ning Suswati
syukurin, bagus deh, aq suka dg tindakan intan walaupun salah pergi tanpa izin suami, apa harus izin dg laki2 yg tdk pernah mau memikirkan perasaan isteri sendiri bahkan lebih percaya dg yg jelas2 ingin menghancurkan rumah tangganya.
Ning Suswati
itulah laki2 sok perhatian dan jadi pahlawan bagi jalang, tdk pernah memikirkan perasaan seorang isteri
Ning Suswati
buat apa sih mengurusi urusan orang lain, apalagi anak jalang yg ingin menghancurkan rumah tangganya, ceritanya kaya dunia cuma selebar daun kelor
Ning Suswati
laki2 emang gk pake perasaan tapi tanpa mau memperbaiki diri dan sensi terhadap lingkungan apalagi dg isteri, kadang2 terabaikan demi jalang yg benar2 gk punya hati
Ning Suswati
bagus deh, rasain kamu reihan, gk usah jadi pahlawan kesiangan dg mengurus yg bukan urusan, aq suka kestiaan ayah arsya, tuh contoh buat reihan
Ning Suswati
aq suka, dramanya gk ber tele2, semua baik2 saja, kasian cabay nya kalau selalu ada konflik, apalagi masalah hati karena ada wanita lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!