Alda mengalami pelecehan dan di jebak oleh salah satu teman lelakinya saat masih menduduki bangku SMP.
Pada suatu hari orang tua Alda mengetahui putrinya tengah hamil dan mereka mengusir Alda tanpa mau tahu penyebab sebenarnya.
Berhubung teman lelaki yang menghamili Alda juga tidak mau bertanggung jawab dan malah memfitnah Alda. Akhirnya Alda memutuskan untuk pergi jauh ke luar kota.
Singkat cerita, Anak Alda tumbuh menjadi gadis remaja yang cerdas dan penurut. Alda melarang putrinya untuk pacaran ataupun sekedar berteman dekat dengan teman laki-laki di sekolahnya.
Pada suatu hari Alda memergoki putrinya pulang diantar oleh seseorang yang sangat dikenali Alda. Alda merasa sangat marah dan melarang putrinya menjalin hubungan dengan lelaki tersebut.
Yang penasaran, ikuti ceritanya yuk di episode berikut!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faeyza Sadean, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Om Dirga
Arka merasa penasaran dengan kekasih Nadia yang katanya om-om itu. Ia sudah mencoba meminta Nadia untuk memberitahu foto kekasihnya tersebut tetapi Nadia tidak mau memberitahu dengan alasan privasi. Padahal Arka hanya ingin melindungi Nadia saja. Ia khawatir kalo sampai Nadia kenapa-napa.
Saat ini Arka sudah berada di rumah. Ia tampak sedang melamun, duduk di sofa sembari melihat ke arah luar dari jendela kaca.
"Mikirin apa?" Ucap Diego tiba-tiba, hingga membuat Arka terperanjat kaget.
"Papa ini, bikin kaget saja." Ucap Diego sembari mengelus dadanya.
"Lagian siapa suruh melamun."
Arka merasa malu karna sudah ketahuan lagi melamun. Tapi kemudian ia terbengong ketika melihat seseorang di belakang papanya tampak tersenyum melihat ke arahnya.
"Oh ya Ar, kenalin ini sepupunya papa yang pernah papa cerita kan waktu itu. Om Dirga namanya."
Diego meminta Arka dan Dirga untuk berjabat tangan.
"Om Dirga?" Ucap Arka pelan, tidak menyangka ternyata laki-laki yang bikin heboh di sekolah tadi masih saudara sama papanya.
"Ada apa Ar? kamu kenal sama om Dirga?" Ucap Diego dengan memandang Arka, lalu gantian menatap ke arah Dirga.
Dirga mengangkat bahunya sebagai kode tidak tahu dan merasa belum pernah bertemu dengan Arka.
"Nggak pah, cuma kayak kenal aja." Kilah Arka yang sebenarnya bertanya-tanya karna kata Nadia om Dirga adalah saudara dari papa Nadia, tapi ternyata om Dirga juga bersaudara dengan papa Arka. Walaupun penasaran tapi Arka enggan untuk bertanya-tanya.
Semasa remaja, Diego memang tidak terlalu menyukai Dirga karna menurutnya Dirga terlalu munafik. Selain itu mereka berdua juga berbeda circle dan sekolah, jadi keduanya tidak terlalu akrab dan tidak sejalan. Tapi sekarang Diego sudah berubah dan ingin menjalin hubungan yang baik dengan Dirga.
Setelah itu mereka bertiga mengisi waktu luangnya untuk bermain billiard sambil mengobrol ringan dan sesekali bercanda.
"Kamu sekolah dimana Ar?" Ucap Dirga iseng bertanya.
"Di SMA PELANGI om, kelas tiga." Jawab Dirga sembari memperhatikan bola billiard yang menggelinding menuju lubang meja billiard.
"Oh, kenal yang namanya Nadia?"
Dirga iseng bertanya tentang Nadia karna menurutnya Diego tidak akan menyadari bahwa Nadia adalah putri kandung Diego.
"Nadia yang mana om? Soalnya setahu Arka, ada tiga Nadia yang satu angkatan sama Arka."
Walaupun sebenarnya Arka tahu siapa yang dimaksud Nadia oleh om Dirga, tapi ia pura-pura tidak tahu saja, sekalian bisa kepo.
"Nadia Putri D kalo nggak salah." Sebenarnya Dirga tahu bahwa inisial D adalah Dewangga. Tapi Dirga tidak mau membuat Diego malah jadi penasaran. Sebab, ada nama kebesarannya di belakang nama Nadia.
"Oh dia sekelas sama Arka? Memangnya dia siapanya om? Kok bisa kenal?"
Arka masih pura-pura tidak tahu, sekalian mengetes kebenaran tentang pengakuan Nadia.
"Keponakan temen nya om." Jawab Dirga tanpa curiga bahwa Arka dan Diego sudah mengetahui hubungan Dirga sama Nadia.
Arka hanya mengangguk saja, walaupun sebenarnya hatinya jadi semakin bingung dan curiga. Padahal jelas tadi siang Nadia mengakui om Dirga saudara papa Nadia, tapi kenapa om Dirga malah mengatakan lain. Sebenarnya disini siapa yang berbohong. Arka malah jadi berpikir bahwa om Dirga memang benar kekasih Nadia. Arka berencana akan menyelidikinya nanti.
"Kamu masih suka sama Nadia Ar?"
Diego yang sedari tadi hanya menyimak obrolan Arka dan Dirga, kini ikut membuka suara.
"Apa sih pah? Memangnya kapan Arka bilang suka sama Nadia?" Kilah Arka yang merasa tidak menyukai Nadia lebih dari teman dekat.
"Iya sih nggak pernah bilang, tapi dulu sering cerita sama papa tentang Nadia. Apa itu namanya kalo nggak suka?" Ucap Diego sengaja menggoda Arka.
"Nggak pah, itu Arka cuma kasihan saja sama Nadia. Dia suka di bully sama temen-temen di sekolah gara-gara Nadia nggak punya ayah. Nadia itu suka di sebut anak haram, punya banyak papa dan lain-lain. Padahal setahu Arka, mamanya Nadia itu baik pah."
Arka menceritakan apa yang pernah dialami Nadia yang selalu dibully teman-temannya.
Mendengar cerita dari Arka, senyum di wajah Diego mendadak sirna. Hal itu diperhatikan juga oleh Dirga dan membuat Dirga merasa penasaran dengan apa yang sedang di rasakan/di pikirkan oleh Diego.
Setelah itu Diego langsung pamit untuk ke kamar mandi dan beralasan mendadak mulas. Padahal Diego sedang merasakan sesak di dadanya dan juga marah kepada anak-anak yang sudah berani membully putri kandungnya.
"Arka, om minta tolong sama kamu. Tolong kamu lindungi Nadia di sekolah ya! Dari dalam kandungan, Nadia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari papa kandungnya. Sekarang harus menerima hinaan seperti itu. Om kasihan sama Nadia." Pesan Dirga pada Arka yang langsung di angguki Arka dengan anggukan dan senyuman.
"Om jangan khawatir! Dari dulu Arka sudah berusaha untuk menjaga dan melindungi Nadia, walaupun Nadia sering kali menolak dan menuduh Arka yang tidak-tidak."
****
Malam ini Nadia sedang berada di depan rumah untuk menunggu mamanya pulang dari tempat kerja. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WIB. Tapi mamanya tak kunjung pulang juga.
Daripada kesal sendiri, Nadia iseng menghubungi Arka. Tadinya sudah mencoba menghubungi Diego tapi tak kunjung di jawab. Karna merasa kesal, Nadia malah memblokir kontak Diego.
"Ada apa Nad? Panjang umur loe. Baru juga gue ngomongin loe. Berasa panas ya kupingnya?" Ledek Arka ketika sudah menjawab panggilan dari Nadia.
"Sue loe, ngomongin apa loe tentang gue? Jangan macem-macem ya! Ntar gue laporin atas pasal pencemaran nama baik. Mau loe?" Balas Nadia dengan prasangka negatifnya.
Arka terdengar menertawakan ancaman Nadia.
"Udah dulu deh, nyokap gue udah pulang. Udah dulu ya bye.."
Nadia langsung memutuskan panggilannya, dan menyambut kedatangan mamanya.
"Mama darimana saja sih? Kok jam segini baru pulang?" Tanya Nadia sembari mencium punggung tangan Alda.
"Mama lembur, sayang. Tadi juga susah cari kendaraan. Kamu ngapain malam-malam disini?" Balas Alda sembari membuka kunci pintu rumahnya.
"Bagi duit! Hehe.." Jawab Nadia sembari menadahkan telapak tangannya dan tertawa kecil menampilkan deretan giginya.
"Yaudah ayo masuk dulu! Tidur disini dulu aja ya! Mama khawatir kalo jam segini kamu di luaran sendirian."
Nadia mengangguk dengan menampilkan senyuman manisnya. Kebetulan ia juga sedang merindukan pelukan hangat dari mamanya.
"Mama nggak kesepian sendirian di rumah?" Tanya Nadia saat keduanya hendak akan tidur bersama.
"Ya kesepian, tapi kan mama jarang di rumah. Lebih sering di tempat kerja."
"Kapan Nadia tinggal disini lagi mah? Nggak enak tinggal di rumah oma. Kalo motor mogok, susah cari angkotnya."
Alda tertegun mendengar keluhan Nadia tapi ia juga masih Khawatir, Diego akan menemukannya. Apalagi sampai saat ini Diego masih berusaha mengejarnya sekalipun dirinya tidak pernah mengakui bahwa dirinya adalah Alda yang di carinya.
Bersambung..
trus cewek yang ke kampus Kenzo itu gimana lanjutannya. indah atau siapa itu...😊
😅
bapaknya pebinor, anaknya juga jadi pebinor..
kayaknya ada udang di balik bakwan dech...😄😄
nggak bisa nahan apa ya.. habis disakiti fisik dan psikis nya tapi dengan kata maaf, udah mau diajak ngadon lagi...
duh aduh Arin....