Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Aku Ulang Waktu Agar Bisa Bersamamu
Semakin mendekati rumah utama keluarga Wallace, perasaan Rachel makin berkecamuk. ada debar di dalam hatinya yang tak mampu dia kendalikan. Sejak tadi berbisik pada dirinya sendiri untuk tenang tapi ternyata tidak bisa.
Rachel makin gugup ketika membayangkan apa yang akan mereka lakukan saat telah tiba di rumah.
Tidak tahu jam berapa malam ini, mobil telah terparkir di garasi.
Zen menggandeng tangan Rachel untuk masuk ke dalam rumah sayang sudah sepi.
Mereka hanya bertemu dengan beberapa pelayan yang masih berjaga.
Setelah masuk ke dalam kamar jantung Rachel makin tidak tenang, jadi gugup bagaimana caranya memulai ini semua.
"Zen, aku cuci muka sebentar ya, tunggu dulu," ucap Rachel dengan kegugupan yang luar biasa, namun yang ditunjukkan seolah dia baik-baik saja.
"Hem, pintu kamar mandi tidak usah ditutup. Aku akan menyusul," balas Zen.
Rachel hanya mengangguk saja. Zen lebih dulu melepas jam tangannya dan segera menyusul sang istri. Melihat Rachel yang sedang menggosok giginya. Zen lantas memeluk Rachel dari arah belakang, mencium leher Rachel sekilas hingga membuat wanita itu merinding.
Zen kemudian melepaskan pelukannya dan ikut mencuci wajah.
Sudah sama-sama lebih segar keduanya saling tatap dan membuat suasana kembali canggung. Kali ini Zen tidak bertanya lagi apakah Rachel Sudah siap atau belum. Dia langsung menggendong sang istri saat hendak keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
Rachel kini hanya mampu pasrah sampai akhirnya dia dibaringkan di atas ranjang.
Tanpa ada kata lagi Zen segera mencium sang istri dan Rachel memejamkan mata. Rasa panas yang sejak tadi menggelitik kini mulai menguasai jiwa.
Ciuman mesra itu mengalirkan hasrat yang tak mampu mereka bendung, Rachel bahkan mengerakkan kedua tangannya untuk melepas kemeja yang Zen pakai.
Rachel tidak sadar, bahwa kini tubuhnya sudah lebih dulu ditelanjjangi oleh sang suami. Sampai kedua buah sintal itu mampu Zen sentuh dengan lembut.
Kini tak ada yang mampu menghentikan keduanya, Rachel sudah berada di tahap pasrah, bahkan suka rela menyerahkan semuanya. Membusungkan dadda ingin Zen lebih dalam menyesap.
Dessah Rachel adalah satu-satunya suara yang terdengar di ruang sunyi tersebut.
Dan makin keras dessahannya saat Zen akhirnya menyatukan diri. Rachel sampai nyaris menjerit saat benda asing itu masuk.
"Ah Zen," lirih Rachel, nafas mereka sama terengah. Namun Zen masih menghentikan semua pergerakan. Ingin membiasakan Rachel atas penyatuan ini.
"Sakit?"
"Iya, itu besar sekali."
"Ingin berhenti?"
"Jangan, nanti semakin susah masuknya."
"Aku coba bergerak ya?"
"Pelan-pelan," pinta Rachel, dia juga berhenti bicara sebab Zen kembali mencium bibirnya. Seirama dengan tubuh Zen yang bergerak naik turun dengan lembut. Rasa sakit yang sejak tadi begitu terasa kini perlahan menghilang, diganti nikmat yang membawa getaran tak berkesudahan.
"Ah Zen."
"Sakit?"
"Enak," balas Rachel malu-malu, namun memang perasaan seperti ini yang dia rasakan.
Akhirnya mereka benar-benar menyatu dalam nikmat, bahkan saling membalas memberi kepuasan. Awalnya Rachel memang sedikit ragu, tapi di tengah permainan dia benar-benar menjadikan Zen hanya miliknya seorang. Memeluk erat dan ikut bergerak menyempurnakan penyatuan.
Malam ini ranjang itu tak bisa tenang, bergerak seirama dengan yang dilakukan oleh sang pemilik.
Sampai akhirnya gelombang itu menghampiri secara bersamaan. Rachel memekik dan Zen memeluknya semakin erat.
Diantara nafas yang terengah, Zen membisikkan kata cinta di telinga sang istri. "Aku sangat mencintaimu Hel, aku ulang waktu agar bisa bersamamu."
Sungguh, kalimat ini terasa sampai ke dalam hati Rachel. Hingga dia membalas pelukan dan mengelus kepala Zen dengan lembut.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua