NovelToon NovelToon
Takdir Yang Menyatukan Kita

Takdir Yang Menyatukan Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi / Romansa / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:44.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seroja

Sheryl Adelia Adhyaksa, merupakan anak yatim piatu, kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan tunggal saat akan melakukan perjalanan bisnis.

Daren Abellard Danadyaksa, tidak mempunyai saudara, anak tunggal yang mewarisi seluruh kekayaan keluargannya serta jenius yang berhasil membangun dan mengembangkan perusahaannya sendiri.

Peristiwa kecelakaan membuat Daren terjebak di desa dan pertemuan mereka menjadi awal dari keterikatan keduanya.

Tepatnya saat ada seseorang yang dengan sengaja membuat berita bohong dan berakhir mereka berdua harus menjadi pasangan yang terikat dalam pernikahan.

Akankah keduanya bisa saling mencintai dan melalui berbagai rintangan yang ada di hadapan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seroja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TYMK 19

Setelah kejadian itu sebenarnya Sheryl cukup trauma dan mengingatkannya dengan trauma masa lalu.

Apalagi saat mendengar suara pecahan dengan refleks dia akan menutup telinga dan bersembunyi.

...----------------...

Prang...

Sheryl tidak sengaja menjatuhkan piring yang baru saja selesai Daren cuci.

Sebenarnya Daren sudah bilang agar dia saja yang melakukannya, tapi Sheryl tetap ingin membantunya dan ya seperti itu lah.

Reaksi Sheryl seperti sebelum-sebelumnya, dengan refleks dia berjongkok dan menutup telinganya.

"Tolong berhenti! Jangan! Sakit!" gumam Sheryl gelisah dengan air mata serta keringat yang bercucuran.

Daren yang melihat itu langsung mendekat dan membawa tubuh Sheryl agar menjauh dari pecahan kaca.

"BERHENTI!" teriak Sheryl menepis tangan Daren yang akan memeluknya.

"Stt.. Tenanglah ini aku suamimu," bisik Daren berkali-kali untuk menenangkan Sheryl.

Benar saja Sheryl mulai tenang dan kembali sadar dari ingatan buruknya.

"Aku kenapa?" bingung Sheryl dengan tangan yang sedang memegang erat kaus Daren.

Setelah kejadian itu Sheryl sering kali mimpi buruk dan langsung ketakutan saat mendengar suara pecahan kaca atau teriakan orang-orang.

Bagaimana tidak meninggalkan trauma, jika tiba-tiba banyak orang datang berteriak dan menghancurkan properti rumah.

Apalagi kondisinya dia adalah perempuan yang sedang sedirian dalam rumah itu.

"Tidak papa. Tapi apa aku boleh bertanya?" ucap Daren sembari membawa Sheryl agar duduk di atas kursi.

"Apa kejadian itu masih membekas dalam ingatanmu?" tanya Daren lembut dan hati-hati.

"Em.. Itu," mata Sheryl bergerak gelisah seolah tidak ingin Daren mengetahui hal yang dia sembunyikan.

"Apa kamu belum ingin membagi kegelisahan dalam hatimu padaku?" tanya Daren lagi.

Walau terkesan memaksa, namun Daren berusaha agar Sheryl tidak kembali menutup diri padanya.

Setetes air mata mengalir dari mata Sheryl. Pikirannya berkecamuk antara memberitahu Daren atau tidak.

Sheryl hanya takut jika Daren akan meninggalkannya jiak mengetahui banyak sekali trauma yang dimilikinya.

"Oke. Jika kamu belum mau bercerita tidak papa. Aku akan mengambilkanmu minum dulu," dengan helaan nafas kecil Daren berusaha memahami Sheryl dan tidak membuat wanita itu tambah tertekan.

Tapi sebelum beranjak, Sheryl dengan cepat menahan Daren dengan menggenggam tangannya.

"Ada apa, hm?" tanya Daren dengan senyum menenangkannya.

Sheryl menggelengkan kepalanya dan terisak kuat. Tangannya menggenggam kuat tangan Daren.

Daren memeluk tubuh Sheryl untuk menyalurkan kehangatannya agar membuat Sheryl tenang.

Cukup lama mereka berpelukan, bahkan mereka sudah berpindah posisi dengan Daren yang memangku tubuh Sheryl.

"A khm aku takut," ucap Sheryl serak.

Daren diam menunggu Sheryl melanjutkan ucapannya dengan tangan yang tidak berhenti mengelus lembut kepala hingga punggung Sheryl.

"Suara teriakan, suara pecahan dan suara suara menakutkan lain itu selain mengingatkanku pada kejadian kemarin, itu juga mengingatkanku pada keluarga angkatku yang sering melakukan kekerasan dan suara teriakan atau bentakan yang sama." lanjutnya lemah.

"Makannya sewaktu kita baru saja pulang dari puskesmas, aku lebih memilih diam tidak menanggapi cacian orang-orang itu."

Setiap akan melanjutkan kalimatnya, Sheryl akan terdiam cukup lama. Namun Daren yang mengerti pun hanya diam menunggu hingga Sheryl selesai bicara.

"Aku pikir dengan aku diam, mereka juga akan diam. Tapi ternyata kejadiannya seper hiks," belum selesai Sheryl berbicara, rasa sesak di dadanya membuat isakkan tidak bisa dia tahan.

Daren ikut merasakan sesak melihat keadaan Sheryl yang terus saja berusaha kuat dan bekerja dengan keadaan seperti ini.

Daren mengusap pipi Sheryl dan sedikit-sedikit mengangkat kepala Sheryl lembut agar menatapnya.

"Dengarkan aku. Kamu ingat kan sekarang ada aku yang berdiri di sisimu?" ucap Daren yang diangguki oleh Sheryl.

"Kamu ingat, sebelum mereka sempat merusak pintu rumah ini, aku sudah ada di sana dan menghentikan mereka. Iya kan?" ucap Daren lagi yang lagi-lagi diangguki semangat oleh Sheryl.

"Jika dulu kamu memang sendiri dan tidak memiliki sandaran. Maka sekarang kamu memilikiku kan? Perlahan hanya ingat ada aku di sini yang akan selalu menjadi perisaimu! Kita sama-sama berusaha menghilangkan kenangan buruk dalam ingatanmu, Ya?" terakhir Daren mengatakan hal itu sebagai penutup yang membuat Sheryl menitikan air mata haru.

Tidak menyangka sekarang dia benar-benar memiliki seorang pelindung yang begitu mengerti dirinya dan juga mencintainya.

"Aku mencintaimu," ucap Sheryl tiba-tiba dengan suara yang cepat.

Wajahnya Sheryl sembunyikan dalam ceruk leher Daren, bisa dipastikan wajahnya sudah semerah apa.

Daren membelalakkan matanya kaget. Selama ini hanya dia yang mengatakannya. Tapi apa tadi?

"A apa kamu bilang?" ucap Daren gagap, masih tidak percaya.

"Gak ada pengulangan!" ucap Sheryl tidak terlalu jelas karena masih bersembunyi.

Daren tersenyum lebar. Itu artinya Sheryl sudah menerimanya sepenuhnya.

Saking bahagianya Daren memeluk erat Sheryl dan mengecup pucuk kepala Sheryl berkali-kali sambil bergumam 'aku mencintaimu'.

Sheryl sendiri tersenyum bahagia mendapatkan kesempatan untuk dicintai dan mencintai orang seperti Daren ini.

Beruntungnya aku mendapatkanmu dalam kesendirianku. Walau dalam perjalanannya, takdir yang telah menyatukan kita tidak bisa dibilang baik. Tapi aku bahagia. Aku mencintaimu suamiku, bisik Sheryl haru.

"Aku yang beruntung mendapatkan wanita seperti dirimu. Aku mencintaimu istriku," ucap Daren bahagia.

Mereka bahkan melupakan pecahan kaca dan juga waktu yang terus berjalan. Padahal sudah waktunya mereka pergi bekerja.

Ya bekerja. Daren yang sudah sepenuhnya pulih, juga ingin memberikan nafkah pada Sheryl, jadi 3 bulan yang lalu Daren mulai mencari pekerjaan.

Menurut informasi dari Pak Budi, ada pekerjaan di ladang milik saudagar kaya yang katanya dipercaya oleh seorang penguasa kerajaan bisnis di segala penjuru dunia itu.

Maka dari itu Daren langsung menemui saudagar kaya itu dan syukurnya saudagar kaya itu mau menerimanya bekerja di ladang.

Padahal kan ada tiga tetua yang bisa membantunya, tapi Daren memilih bekerja dengan saudagar itu.

......................

Tok.. Tok.. Tok..

"Misi Bu Dokter, Pak Daren ada di rumah? Saudagar mencarinya di ladang."

Suara ketukan serta ucapan dari seseorang membuat pelukan keduanya terlepas dan saling menatap, sebelum mereka tertawa bersama.

"Kita melupakan pekerjaan masing-masing," ucap Sheryl sembari tertawa.

"Aku jadi tidak ingin pergi," ucap Daren di sela tawa, dan berganti mimik wajah tidak rela.

Sheryl kembali tertawa dan mengucapkan "Gak boleh. Katanya mau beli motor biar bisa jalan-jalan," sembari bercanda.

"Udah sana temui orang di depan. Biar aku yang bereskan ini. Aku juga harus ke puskesmas," ucap Sheryl lembut sembari mengusap pipi Daren.

"Huh.. Ya sudah. Kamu saja yang temui dia dan katakan 5 menit lagi aku menyusul. Biar aku yang bereskan semua ini, jangan kamu! Nanti tanganmu terluka," ucap Daren panjang lebar. Jauh beda sekali bukan jika dia berada di luar sana.

Sheryl mengangguk pasrah, karena ucapan Daren adalah mutlak dan entah kenapa dia tidak bisa membantahnya.

Ceklek..

"Maaf ya Pak, kami sedang bersiap tadi. Suami saya bilang nanti dia menyusul," ucap Sheryl setelah membuka pintu.

"Tidak apa apa Bu Dokter. Kalau begitu saya permisi," ucap orang di luar yang tak lain adalah Pak Budi.

Sekarang keadaan Pak Budi sudah pulih dan sudah bekerja kembali di kadang yang sama dengan Daren.

"Iya Pak, terima kasih." angguk Sheryl sembari mengucapkan terima kasih.

Setelah itu Sheryl kembali ke dalam rumah dan bersiap setelah melihat lantai dapur ternyata sudah bersih tanpa ada pecahan beling.

Sheryl masuk ke dalam kamar dan melihat Daren sedang berganti pakaian, tanpa sadar rona merah di kedua pipinya kembali muncul.

Melihat tubuh kekar milik suaminya sendiri itu membuat kagum sekaligus malu, padahal bukan satu dua kali dia melihatnya bahkan memegangnya.

"This's yours," (Ini milikmu) bisik Daren tepat di telinga Sheryl, dengan tangan yang sengaja memegang tangan Sheryl untuk menyentuh otot perutnya.

Seolah terhipnotis Sheryl hanya terdiam, baru setelah beberapa detik dia membelalakkan matanya seakan menyadari Daren sedang menjahilinya.

"Ish!!! Udah sana kerja kerja!" kesalnya dengan kaki yang di hentak-hentakkan. Persis seperti anak kecil.

"Ahahaha, iya iya." tawa Daren menguar karena berhasil membuat rona merah itu bertambah pekat.

Karena tidak ingin mengulur waktu terlalu lama akhirnya Daren berhenti dan mereka segera pergi ke tempat tujuan yang berbeda.

.

.

.

Tbc...

1
Wiwik Elly
kok lama gk updaet
suarni parani
tetap semangat thor, semoga dilancar semua urusannya 💪💪💪👍👍
Xin Liánhuā
sabar ya, hpnya ada kendala dari kemarin... diusahakan malam ini bisa di update ya...
terimakasih dukungannyaaa❤❤❤
🍉 Chin-mae 😕
semangat thor
🍉 Chin-mae 😕
lanjut thor
Yati Rohayati: lanjut donk pengen baca lg
total 1 replies
Dede Karlina
semangat thor
Archyzyati Nani: hayyy Slm bertmn kk
total 1 replies
Xin Liánhuā
/Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Uswatul Khasana
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!