NovelToon NovelToon
XUAN JI

XUAN JI

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:661.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Regar

Sepuluh tahun lalu Xuan Ji menggunakan seni beladiri rahasia Klan Xuan untuk mengalahkan Kaisar Iblis. Setelah itu ia tiba-tiba menghilang dan dalam catatan sejarah, tidak ada nama Xuan Ji yang menaklukkan Kaisar Iblis tersebut.

Setelah Sepuluh tahun Perang melawan Kaisar Iblis, di Sekte Pedang Abadi muncul seorang Penatua bernama Xuan Ji juga. Namun, basis Kultivasinya sangat rendah dan mata duitan.

Ketua Sekte Pedang Abadi tidak ingin Penatua Xuan Ji hanya makan gaji buta saja. Kemudian ia memaksa Penatua Xuan Ji turun gunung untuk merekrut murid. Xuan Ji tidak boleh kembali sampai ia harus membawa minimal Sepuluh murid.

Xuan Ji dengan sombong mengatakan akan membawa murid baru dan menjadikan mereka sebagai Kultivator terkuat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegemparan Puncak Qianyun

“Cepat terima Yue‘er dan pergilah melakukan Kultivasi tertutup!” seru Xuan Ji buru-buru, takut Tang San berubah pikiran.

Ekspresi wajah Tang San menjadi tidak enak dipandang setelah Xuan Ji mengatakan itu, ia merasa ditipu Pria tua yang sikapnya tidak sesuai dengan usianya tersebut.

Xiao Yue menerima Kristal Monster Elang Kaisar Surgawi itu dengan hati-hati. Setelah Sepuluh tahun tinggal di Sekte Pedang Abadi, ini pertama kalinya ia mendapatkan sumberdaya tingkat tinggi.

“Terimakasih Master Tang.” Xiao Yue menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, senyum cerah memancar dari wajahnya. Dengan sumberdaya tingkat tinggi itu, maka basis Kultivasinya akan meningkat lagi.

“Ya, seraplah sumberdaya itu, aku menantikan prestasimu dalam kompetisi tahunan nanti,” sahut Tang San tersenyum masam. Ada rasa tak rela menyerahkan sumberdaya yang menghabiskan satu tahun pendapatan Sekte Pedang Abadi tersebut.

Hanya dalam dua hari saja, Tang San telah menginvestasikan dua tahun pendapatan Sekte Pedang Abadi pada Puncak Qianyun. Kalau Xuan Ji gagal mendidik murid-muridnya, maka ia akan mendapatkan cibiran dari Penatua Puncak lain.

Tang San tidak langsung meninggalkan Puncak Qianyun, ia justru duduk di kursi rotan. Tatapan matanya bertemu dengan Xue Yao yang juga menatapnya tanpa berkedip sembari mengunyah bakpao.

“Apakah bocah ini juga memiliki bakat surgawi?” selidik Tang San curiga semua murid Xuan Ji adalah anak-anak yatim-piatu yang ia pungut di jalanan. Mungkin di Benua Tianlong, hanya Penatua Puncak Qianyun saja yang merekrut anak kecil yang belum bisa berkultivasi.

“Dia memiliki fisik Naga Surgawi Legendaris,” sahut Xuan Ji dengan santai sembari menarik napas dalam-dalam. Kemudian ia berteriak, “Hei, bocah-bocah! Dalam hitungan sepuluh, kalian harus berbaris di tempat latihan!”

Suara itu memekak telinga, sehingga Tang San terpaksa menutup telinganya. Namun, Xue Yao tetap tenang dan menatapnya dengan tatapan mata penasaran tanpa berkedip.

“Kau bilang apa tadi? Fisik Naga Surgawi Legendaris!” Tang San terkejut dengan jawaban Xuan Ji tersebut. “Bo-bocah ini dari Klan Long?” selidiknya.

Xuan Ji menggelengkan kepala dan berkata, “Darah campuran, tetapi bakatnya termasuk lumayanlah. Kalau di Sekte kita ini, sudah dikategorikan murid berbakat, sih.”

“Ha-ha-ha ... tidak sia-sia aku berinvestasi besar pada Puncak Qianyun, walaupun secara kuantitas kalah jumlah dengan Puncak lain. Namun, secara kualitas, Puncak Qianyun akan menjadi Puncak bergensi menggeser Puncak Qianfeng.” Tang San tertawa bahagia.

Namun sayang, Tang San yakin Xuan Ji tidak akan merekrut murid lagi, karena ia orang yang pemalas. Akan tetapi Tang San memiliki ide untuk menjadi Paviliun Puncak Qianyun menjadi Puncak paling elit, sehingga hanya murid yang berbakat tinggi yang akan bisa masuk ke sini.

Namun, ide itu baru bisa terlaksana saat Xiao Yue dan murid-murid Xuan Ji mengukir prestasi di kompetisi tahunan dan kompetisi Aliansi Beladiri yang tidak akan lama lagi diadakan.

“Hmm, bocah ini masih menatapku. Apakah ada sesuatu yang salah dengan wajahku, ya?” Tang San merasa tidak nyaman dengan tatapan Xue Yao itu. Dia kemudian mengeluarkan herbal berusia Seribu tahun dan memberinya kepada Xue Yao.

“Enak!” Xue Yao melahap herbal itu.

Tiba-tiba energi spiritual terpancar dari tubuh Xue Yao, yang menandakan basis Kultivasinya telah muncul. Dia kini telah menjadi Ranah Penguatan Tubuh.

“Hmm, monster apa yang telah kau bawa ini Master Ji? Bagaimana bisa dia langsung menjadi Ranah Penguatan Tubuh hanya dengan mengkonsumsi herbal saja.” Tang San tercengang dengan mulut menganga lebar.

Xuan Ji juga terkejut, tetapi ia berpura-pura tenang. “Pemandangan seperti ini akan rutin terjadi di Puncak Qianyun, jadi biasakanlah mulai sekarang.”

Namun, Xuan Ji ikut menganga lebar saat dari ruang Kultivasi tertutup Xiao Yue memancar aura Ranah Raja Bintang. Satu tarikan napas kemudian, aura Ranah Alam Semesta menyelimuti Puncak Qianyun.

Tidak berhenti disitu saja, saat Tang San ingin mencubit pipi Xue Yao. Aura Ranah Raja Surgawi kembali menyebar.

“Seolah-olah basis Kultivasi Yue‘er selama ini tersumbat. Saat sumberdaya tingkat tinggi tiba-tiba masuk ke tubuhnya, hambatan itu langsung terlepas oleh sumberdaya tingkat tinggi tersebut dan energi spiritual yang sangat besar memenuhi Dantian-nya,” gumam Xuan Ji tidak menyangka telah membesarkan monster.

Dirinya yang dulu dicap sebagai murid yang dicintai Dao Surgawi di Klan Xuan harus merangkak perlahan-lahan agar bisa mencapai basis Kultivasi tinggi. Dia juga harus berlatih siang malam dan dijejali berbagai ramuan herbal dan Pil aneh-aneh oleh Ketua Klan Xuan. Makanya, saat Xuan Ji dikirim oleh Sekte Taixu ke kutub Utara, ia mencuri harta pusaka Klan Xuan dan tidak berani lagi kembali ke sana.

“Aaaaaaaaaaaaa! Muridku akhirnya mencapai Ranah Kaisar Bumi!” Xuan Ji melompat-lompat kegirangan, ia telah lupa bersikap sok misterius di hadapan Ketua Sekte.

“Wah, akhirnya Sekte Pedang Abadi memiliki murid pertama yang mencapai Ranah Kaisar Bumi,” kata Tang San ikut tertawa bahagia. “Bahkan basis Kultivasinya kini lebih tinggi dari kita, apa kursi Ketua Sekte kuserahkan saja pada Xiao Yue? Sudah saat generasi muda membawa Sekte ini menuju kejayaan.”

Xuan Ji tidak setuju dengan saran Tang San. Menurutnya masih terlalu dini Xiao Yue mengemban jabatan itu. Xiao Yue masih belum merasakan pengalaman menjelajahi dunia beladiri. Mungkin seratus tahun lagi bila tidak ada murid yang mencapai Ranah Kaisar, barulah jabatan itu diserahkan kepadanya.

Tang San juga merasa jawaban Xuan Ji memang benar. Dia kini tidak akan perhitungan lagi mengeluarkan sumberdaya Sekte untuk mendukung kemajuan Kultivasi Xiao Yue dan murid-murid Xuan Ji yang berbakat lainnya.

Seluruh Sekte Pedang Abadi merasakan aura Ranah Kaisar Bumi tersebut, sehingga para Penatua dari berbagai Puncak dan Paviliun terbang menuju Paviliun Puncak Qianyun. Mereka penasaran siapa yang telah mencapai Ranah Kaisar Bumi, basis Kultivasi tertinggi yang pernah ada di Sekte Pedang Abadi selama ribuan tahun terakhir tersebut.

Hanya Zhuo Fan yang tidak penasaran dengan aura Ranah Kaisar Bumi yang dipancarkan oleh Xiao Yue. Ranah Kultivasi itu masih dibawah basis Kultivasinya yang sebenarnya, yaitu Ranah Kaisar Matahari. Zhuo Fan fokus melatih Jurus Pedang Abadi yang telah ia pahami hanya dalam satu batang dupa saja. Kini ia mencoba meningkatkan kekuatan Jurus tersebut menjadi Jurus Pedang yang lebih kuat dari aslinya.

“Aku tidak menyangka Puncak Qianyun memiliki murid sehebat itu. Pantas saja Master Ji tidak memberinya kepada Puncak Qianyan saat Master Ruo memintanya,” bisik salah satu Penatua.

“Puncak Qianyun berarti menjadi Puncak terkuat di Sekte Pedang Abadi dan gelar murid terkuat Qing He jatuh kepada Xiao Yue,” sahut yang lainnya.

Qing He yang ikut datang ke Puncak Qianyun hanya tersenyum mendengarnya. Dia tidak marah dengan ucapan mereka, ia justru senang Sekte Pedang Abadi kini memiliki Kultivator Ranah Kaisar Bumi.

“Junior Fan pasti senang mengetahui sahabatnya kini telah menjadi Ranah Kaisar Bumi. Mungkin ia juga akan berkultivasi dengan giat agar tidak tertinggal dari Xiao Yue,” gumam Qing He senang dua murid berbakat tersebut menjadi bagian dari Sekte Pedang Abadi. “Lagi pula usiaku sudah Tiga Puluhan tahun, sepertinya aku mengambil sertifikat kelulusan saja dan menjadi Penatua pembantu melatih murid-murid pemula,” pikirnya lagi.

Namun, ia berencana mengambil sertifikat kelulusan setelah ikut dalam kompetisi Aliansi Beladiri nanti. Dia ingin mencoba untuk meraih prestasi yang jauh lebih baik dari edisi sebelumnya.

1
Zein Dewa Ruci
sportif👍
Zein Dewa Ruci
jangan" ini anggota yg membantai klan xio
Zein Dewa Ruci
inilah akibat jadi orang sok keren
Zein Dewa Ruci
panen cuan lagi😄
Zein Dewa Ruci
didikan yang luar biasa🤣
Zein Dewa Ruci
keren🤣
Zein Dewa Ruci
tapi kan masih banyak cincin dimensi bawahannya Duan Mu😄
Zein Dewa Ruci
kayak preman di konoha aja🤣
Zein Dewa Ruci
langsung download kredione🤣
Janop Poernomo
bisaan aje nh otor
S P Lani
Belajar dari mana sih penulis kamu kok aneh ya tiap ngeluarin ilmu masa turun kultivasi ini novel apaan masa hal yg dinkuasai ga dinjaga ga di pelihara setiap bertarung turun ranah aneh banget yg lain mah malah meningkat anda ceritanya sangat melenceng dgn realita.orang awam pun tau kalau udah menguasai ga mungkin turun karena bertarung ahh gila anda
Nugroho Sodiq: kan kena kutukan raja iblis..baca yg detil..
total 1 replies
S P Lani
aneh masa ada ilmunya tiap hari dinpelajari bisa habis sekali pakai gila loe penulis otak loe di mana sih
S P Lani
ngapain di rekrut buat murid sampah dong xuannji
Sriana Junaidi
KEREN
@rt
sabar neng...resiko punya guru bokisss 🤣🤣
@rt
sekalian lapangan bola, bulutangkis, basket 🤣🤣
@rt
udah gembel...ngerusak pula 🤣🤣
@rt
siapa juga yang suka di datengin tukang ngutang 🤣🤣
@rt
kalo jagoan emang belaga bego dulu 🤭🤭
@rt
dasar muka cor 😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!