dan kini tuhan balas semua doa dan rasa sakit ku,, kini aku bisa bahagian dengan putra putri ku yang semua bergelar dan memiliki pangkat tinggi serta di pandang baik di lingkungan,, terimakasih tuhan setidaknya setelah badai menghantam kau berikan aku pelangi..
kulupakan semua rasa sakit yang ada dan kujalani hidup bahagia ku di masa tua bersama anak anakku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja di ufuk barat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
selamatan rumah
Pagi nya seperti biasa aku bangun duluan setelah itu tak lupa aku solat subuh kemudian aku mulai memanaskan sisa makanan semalam setelah itu aku lanjut mencuci pakaian kemudian aku mulai membereskan rumah
Setelah semua selesai tak lupa ku bangunkan Diki untuk berangkat kerja seperti biasa
Sinta:" mas bangun mas,, ayok kerja"
Diki:" udah jam berapa sayang"
Sinta:" udah siang mas,, udah jam setengah enam"
Tak selang lama Diki pun bangun lalu duduk di sudut kasur mengumpulkan tenaga yang sepertinya belum terkumpul semua
Kemudian iapun mengambil handuk lalu menuju kamar mandi,,
setelah selesai mandi kemudian dia mulai berberes perlengkapan kerja dan kami pun berangkat kerja
Di tempat pekerjaan seperti biasa,, Diki memanen sawit kemudian aku menyusul mengintip brondolan lalu memasukannya ke angkong
setelah sore kami pun pulang kerumah,, kemudian mandi,, tak selang beberapa lama setelah kami siap berbersih Devan datang membawa Arkan
Devan:" kak ini Arkan nya"
Sinta:" sini sayang sama mamah"
Arkan:" enggak aku gak mau pulang aku mau ikut om Devan aku gak mau pulang"
rengek Arkan meminta ikut dengan Devan
Sinta:" iya besok kita ke rumah nenek lagi ya sayang, sekarang kan oom mau kerja adek gak boleh ikut"
Devan:" nanti kalo oom sudah pulang Arkan oom ajak lagi deh sama oom belikan jajan ya,, tapi Arkan nurut ya sekarang sama mamah sama papah dulu oke"
Setelah dirayu dengan cukup alot dan sabar pun akhirnya Arkan pun mau di tinggal pergi oleh Devan
Devan:" ya udah ya kak aku mau kerja dulu"
Sinta:" oke hati-hati ya,, makasih udah mau nganterin Arkan"
Ting......ting.....
Suara hp ku berbunyi
Ku cek SMS yang masuk,, ternyata dari m-banking
(uang masuk ke rekening anda senilai 7.500.000 ....)
Alhamdulillah gajih sudah masuk batin ku
Sinta:" mas uang gajih sudah masuk,, gimana kapan kita mau adakan sukuran untuk rumah"
Diki:" terserah kamu saja,, gimana bagusnya"
Sinta:" gimana kalau hari Jum'at saja,, kan kata orang hari Jum'at itu hari baik"
Diki:" ya udah gimana bagusnya saja"
Sinta:" oh ya mas,, soal Arkan gimana,, apa mau kita titipin ke penitipan anak atau ke orang tua mu saja"
Diki:" udah lah mending kita titipin sama mamah aja,, kalau sama orang,, kamu tau sendiri mereka kurang telaten kasian Arkan nya"
Sinta:" ya udah deh terserah aku ikut aja gimana baik nya"
Diki:" ya udah nanti malam aku bilang sama mamah "
Sinta:" mas kita jalan jalan yuk makan di luar,, udah lama tau kita gak keluar semenjak bikin rumah"
Diki:" ya udah kamu siap siap duluan,, kan kamu tau kalo kamu dandan itu waktu nya bisa dua jam lebih "
ledek Diki kepada ku
Sinta:" is enggak yah paling cuman bentar udah siap" kata ku sambil menuju ke kamar
Rasanya bahagia banget bisa jalan jalan lagi sama suami dan anak,, makan di luar berbelanja kebutuhan dapur hal yang paling aku suka karena jujur Diki tipe suami yang sudah banget di ajakin keluar apa lagi hanya untuk menemani aku berbelanja
Sambil berdandan sambil senyum-senyum sendiri karena rasanya sudah Lama kami tidak menghabiskan waktu bersama
Setelah selesai kami tak langsung makan,, tapi jalan jalan dulu sambil memesan tea poci dan sosis bakar sambil melihat indahnya pemandangan laut yang indah apa lagi ada kapal kapal yang sedang berlabuh dan pergi di dekat dermaga tersebut
Setelah di rasa sudah cukup lapar,, kami pun pergi ke rumah makan dan memesan ayam geprek dan jus lemon tiga
Sambil makan sambil menikmati indahnya pemandangan laut,, lampu lampu dari kapal, lampu dari beberapa rumah yang ada di dekatnya dan juga lampu lampu dari para pekerja di dekat dermaga
Setelah puas makan dan setelah puas menikmati indahnya pemandangan laut malam,, kami pun pergi berbelanja beberapa keperluan dapur juga buah dan snak untuk cemilan di rumah,, setelah selesai kami pun pulang
sesampainya kami dirumah sambil membawa oleh oleh martabak yang kami beli di pinggir jalan Diki pun mengutarakan niat nya kepada orang tua nya untuk menitipkan anaknya ke orang tua nya
Ibu mertua ku pun menyanggupi nya biarpun dengan wajah terpaksa
Kembali ibu mertuaku menanyai soal selamatan rumah
Mamah Diki:"gimana kapan mau buat acaranya"
Sinta:" mungkin Jum'at mah"
Mamah Diki:" oh ya bagus lah,, lebih cepat lebih baik,, inget ya mamah bisanya jagain Arkan mulai dari jam sembilan sampai sore "
setelah itu kami pun pulang kerumah
Di hari kamis pun aku mulai berbelanja menggunakan motor mertuaku,,, setelah selesai aku meracik sebisa ku
tak lama ibu mertuaku pun datang membantu
Di hari Jum'at nya baru lah ramai tetangga tetangga membantu-bantu di rumah ku
Ada yang mencuci ayam ada yang membuat bumbu dan lainya
aku yang ikut nimbrung bersama ibu ibu yang membuat bumbu,, kami bercerita tentang rumah tangga dak perekonomian masing masing
Tetangga:" enak ya kamu sin,,masih muda sudah punya rumah sudah lengkap lagi tinggal mikirin perabotan nya aja lagi"
Sinta:" ya Alhamdulillah lah mbak hasil dari kerja di PT"
tetangga:"tapi ya udah lumayan sin,, kamu liat saya udah nikah lama anak sudah besar masih mengontrak,, belum mikirin biaya kontrakan belum buat makan,, belum jajan anak dan kebutuhan lain kadang gak cukup uangnya di bagi bagi"
Sinta:'' sama aja mbak saya juga kadang begitu mau makan aja susah apa lagi buat yang lain,,, tapi ya Alhamdulillah lah sekarang udah mending"
Tetangga:" kamu mah mending sin,, suami kamu kerja rajin mana gak merokok lagi kamu lihat kebanyakan laki laki lain jarang ada kayak suami mu"
Sinta:" Alhamdulillah mbak Allah baik sama saya,, saya di kasih yang seperti itu (dalam hati belum tau saja sifat buruk nya)"
mertuaku pun kemudian ikut nimbrung di sela sela percakapan kami
mamah diki:" yah gimana gak enak si sinta,, diki berangkat pagi pulang pagi,, kerja rajin,, sayang sama anak istri,, cobak kurang apa anak saya tapi kamu kadang kurang bersyukur memiliki suami seperti itu"
Bagai di sambar petir kata kata mertua ku sungguh sangat menyakiti hati ku
tak mampu berkata kata,, kemudian aku lanjut meracik makanan yang sudah selesai untuk di hidangkan karena waktu juga sudah semakin sore,,
Setelah memasuki azan isya mulai lah berdatangan bapak bapak yang di undang oleh suamiku untuk mendoakan rumah kami
aku pun di dapur sibuk menyusun makana untuk tamu undangan sambil di bantu beberapa tetangga yang datang
Sampai selesai tetangga tetangga ku membatu aku membereskan sisa sisa makan lalu mencucinya
Tetangga di desa ku memang baik baik kalau soal membantu di saat ada acara tetapi untuk kata katanya itu sungguh menyakitkan
Setelah memastikan semua sudah selesai baru lah mereka pulang satu persatu,, tak lupa aku memberikan sebuah bingkisan makanan sisa acara
sementara mertua ku membawa begitu banyak makana dan juga kue kue yang tersisa
(andai ini acara di rumah nya,, mungkin aku hanya akan di beri 1 bungkus nasi 1 potong ayam dan beberapa kue seperti sebelum sebelumnya setiap ada pengajian di rumahnya,, sementara di rumah ku mengapa begitu beraninya dia mengambil makanan sebegitu banyak,, apakah karena ini rumah anaknya)
mamak Diki:" ini mamah bawa agak banyak ya kamu mamah sisakan sedikit saja,, sayang daripada nanti mama sisakan kalian banyak banyak pasti gak abis kan mubazir kalau di buang"
Setelah selesai ia membungkus semua makanan dan kue kue yang ada kemudian ia pun langsung pulang
Aku dan suamiku pun masuk kedalam kamar untuk istirahat,, sementara Arkan sudah tidur sedari selesai magrib