NovelToon NovelToon
Rahasia Dokter Niko

Rahasia Dokter Niko

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dokter
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Tidak ada yang mengira bahwa kuli bangunan yang bernama Niko adalah seorang Dokter Spesialis Kandungan yang genius. Selama ini dia selalu di pandang sebelah mata oleh istri serta mertuanya karena pekerjaannya yang tidak berkelas dengan pendapatan yang pas pasan, padahal di luar sana banyak wanita yang menggemari Niko dengan status Dokternya. Hingga pada suatu hari, penyamaran Niko terbongkar ketika dia berhasil menyelamatkan nyawa seorang Ibu dan bayinya pada saat melahirkan. Nyawa yang tertolong itu tak lain adalah saudara sepupu istri Niko yang tinggal di luar kota. Sejak mengetahui kebenaran itu, istri serta mertuanya terkejut dan berubah memuji muji profesi Niko.

Akan tetapi, apakah Niko masih memberi kesempatan pada istrinya yang selama ini selalu menghinanya? Bagaimana kisah tersembunyi dari kehidupan Dokter Niko? Dan alasan apa yang membuat dia menyembunyikan identitasnya? Simak kisahnya di sini😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niko berkunjung ke rumah Citra

Setelah Citra duduk di kursi depan, Niko mulai mengajaknya berbicara.

"Kamu baru lulus kuliah ya?" tanya Niko memulai percakapan, lalu Citra mengangguk pelan.

"Kamu tadi berangkat naik apa?" Niko kembali bertanya agar obrolan mereka masih berlanjut.

"Naik Bis Dok," jawab Citra tetap dengan pandangan yang tertunduk. Niko tidak menyangka bahwa sikap ramah Citra bukan hanya ketika di ruang kerja saja, melainkan ketiak berada di luar ruangan.

"Kenapa saat bicara kamu selalu menundukkan kepala? Apa kamu takut, atau malu? Jangan bilang karena kamu adalah perawat dan aku adalah Dokter, karena kita sudah tidak di Rumah Sakit lagi. Jadi tidak ada jabatan yang membedakan kita." tegas Niko sebelum Citra menjawab.

"Emmm, maaf Dok. Saya memang terbiasa bicara dengan menundukkan kepala. Saya kurang percaya diri jika harus memandang lawan bicara saya, apalagi laki laki." jawab Citra apa adanya. Rupanya Citra memang golongan perempuan yang pemalu, dan hal itu membuat Niko semakin tertarik. 

"Oh begitu, kamu.... sudah punya pasangan?" tanya Niko dengan ragu. Awalnya Citra sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, tetapi dia kemudian memberi jawaban dengan menggelengkan kepala.

Setelah mendapat jawaban dari Citra, entah mengapa Niko merasa lega dan gembira. Niko sendiri tidak tahu alasannya, tetapi sepertinya Niko mulai jatuh cinta sejak pandangan pertama kepada Citra. Obrolan keduanya masih berlanjut hingga keduanya tiba di rumah Citra. 

"Di depan itu rumah saya Dok, yang ada pohon besar." ujar Citra.

"Oh di situ? Apa aku tidak di tawari mampir untuk minum air?" canda Niko. Entah mengapa dia begitu ingin mengenal Citra dengan dekat, gadis yang baru saja dia kenal tadi pagi.

"Mampir? Emmm... maaf Dok, rumah saya kecil dan berantakan. Dokter pasti tidak nyaman berada di sana, " jawab Citra. Niko seketika terharu mendengar jawaban Citra, entah mengapa dia merasa Citra adalah perempuan seperti yang ada dalam pencariannya. Ramah, rendah hati dan sederhana.

"Siapa bilang saya nggak nyaman? Memang kamu sudah pernah mengundang saya ke rumah kamu sebelumnya?" Niko justru semakin berantusias untuk ke rumah Citra.

"Belum Dok. Saya hanya menebak saja. Karena teman teman saya banyak yang tidak nyaman jika main ke rumah saya, hanya ada satu atau dua orang saja yang betah. Jadi saya berpikir...." 

Ucapan Citra terputus karena Niko tiba tiba menyela. "Kamu pikir saya sama seperti teman teman kamu? Kalau begitu, mari kita buktikan apakah aku seperti teman teman kamu atau tidak!" seru Niko dengan yakin. Citra tidak bisa menahan kemauan Niko, sehingga ketika tiba tepat di depan rumahnya, Niko pun ikut turun.

Dengan ragu dan sedikit gugup, Citra mulai melangkah memasuki area halaman rumahnya dengan di iringi Niko di belakangnya. Setelah tiba di depan pintu, Citra lekas membukanya lalu mempersilahkan Niko untuk masuk.

"Sekali lagi saya minta maaf Dok, jika anda tidak nyaman." tutur Citra sebelum Niko melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Niko tersenyum simpul mendengar ucapan Citra. Dia justru semakin penasaran, sepertinya ada sesuatu yang di rahasiakan di dalam rumah itu. Ketika Niko sudah memasuki rumah Citra, dia di persilahkan untuk duduk. 

"Silahkan duduk Dok, maaf tempat duduknya sudah usang dan keras..." ucap Citra mempersilahkan Niko duduk pada kursi berbahan kayu dan tidak nyaman di kulit jika lama-lama di duduki. 

"Tolong berhenti meminta maaf kepadaku, bukan kesalahan kamu jika keadaannya memang seperti ini. Kamu harus tetap bersyukur apapun keadaannya," ujar Niko. Dia mencoba memberi dukungan kepada Citra agar lebih percaya diri. Karena sepertinya Citra sering di kucilkan oleh orang orang di sekitarnya, sehingga dia kehilangan kepercayaan diri.

Belum sempat Citra menjawab, tetapi terdengar ada suara yang memanggilnya.

"Citra...." terdengar ada suara di iringi dengan pukulan benda di meja. Setelah mendengar panggilan itu, Citra lekas berlari ke asal suara. Ada sebuah ruangan yang menyerupai kamar, tetapi tidak ada daun pintunya. Hanya ada tirai yang menutupi ruangan tersebut. 

Sebelum berlari ke kamar itu, Citra terlebih dahulu berkata kepada Niko. "Maaf Dok, saya ke dalam dulu untuk melihat keadaan Bapak." Tanpa menunggu jawaban dari Niko, Citra kemudian berlari menuju ke kamar Bapaknya. 

"Bapak?" Tanya Niko dalam hati. Dia memikirkan sesuatu, " Ada apa dengan Bapaknya?" 

Karena Citra tidak kunjung ke luar, Niko berinisiatif untuk melihat apa yang terjadi di dalam kamar itu. Perlahan dia berdiri lalu mendekat kearah kamar tersebut, lalu Niko mendapati Citra tengah membalurkan minyak angin kepada laki laki beruban yang mungkin di panggil Citra dengan sebutan Bapak. Semakin mendekat, Niko mulai mencium bau menyengat seperti aroma keringat dan air kencing. Sebenarnya sejak pertama masuk ke dalam rumah Citra, Niko sudah mencium aroma itu, tetapi Niko tidak begitu memperdulikannya karena memang awalnya baunya hanya samar. Namun, ketika Niko berjalan mendekat ke arah kamar Bapaknya Citra, bau itu semakin tajam tercium. Dan rupanya itu memang bau itu muncul dari kamar Bapaknya Citra.

"Dokter?" Citra terkejut ketika melihat Niko sudah berdiri di belakangnya. Niko sendiri juga terkejut setelah melihat dengan dekat keadaan Seno, Bapak kandung Citra yang terbaring di ranjang dengan tubuh yang kurus.

"Dia Bapak kamu?" Tanya Niko dengan lirih kepada Citra, lalu Citra mengangguk.

"Maaf Dok, lebih baik Dokter di luar saja. Di sini baunya menyengat sekali," Ujar Citra dengan lirih juga. Sekali lagi dia meminta maaf kepada Niko atas ketidaknyamanannya.

"Sudah ku bilang, berhenti untuk meminta maaf!" tegas Niko. 

Karena mendengar ada orang asing yang datang, Seno menoleh ke arah Citra dan Niko. Tatapan matanya cukup membuat Citra mengerti jika Seno ingin bertanya siapa Niko.

"Pak, ini Dokter Niko. Beliau Dokter di Rumah Sakit tempat Citra bekerja." Tutur Citra memperkenalkan Niko kepada Bapaknya. Seno hanya mengangguk pelan sambil tersenyum untuk memberi tanggapan atas perkenalan Niko tersebut, karena lidah Seno terasa sulit untuk berbicara. Beliau hanya bisa memanggil nama Citra serta istrinya, meski tidak jelas penyebutannya.

Niko memberikan sapaan hangat kepada Seno, dan setelah saling berkenalan, Citra membiarkan Bapaknya untuk kembali beristirahat. Citra mengajak Niko untuk keluar dari kamar dan kembali ke ruang tamu. Setelah keduanya kembali duduk, Niko mulai menanyakan keadaan Seno.

"Sudah berapa lama Bapak kamu sakit?" Tanya Niko dengan raut wajahnya yang serius. Dia merasa begitu iba atas pemandangan yang baru saja dia lihat.

"Sudah dua tahun terakhir Dok, beliau terkena stroke setelah jatuh dari kamar mandi. Sebelumnya memang punya riwayat tekanan darah tinggi." Ungkap Citra dengan nada yang sedih.

"Kamu hanya tinggal berdua dengan beliau?" Tanya Niko lagi untuk mencari tahu lebih detail.

"Tidak Dok, ada Ibu. Tapi Ibu belum pulang. Ibu bekerja di rumah orang sebagai asisten rumah tangga, berangkatnya pagi dan pulangnya sore. Saya punya kakak, tapi kakak sudah menikah dan ikut suaminya. Sebentar lagi Ibu pasti pulang," 

1
atheina_ARA
kayanya Othor LG deadline akhir tahun nich diduniaa nyata
T. L. Handayani: hehehe, tau aja kak🤭 lagi fokus ma sebelah🤭
total 1 replies
atheina_ARA
Thor..
Thor
Thor
up lagi donk
jangan kelamaan ya
ok thor
T. L. Handayani: mkasih kk, tp sepertinya cerita ini ga bakalan panjang babnya🥰
total 2 replies
Naomi Ne Angga
lanjut thoor
Hj. Raihanah
we lo memang Ngga punya hati stella. ngapain ngeburukin orang coba ngaca diri lo itu apa
T. L. Handayani: kalau udah ketutup rasa cemburu itu memang susah Umi😭😭
total 1 replies
Dane
lanjut up ķak
Hj. Raihanah
terusin dong cerita nya kak
T. L. Handayani: Baik Umi, sabar ya🥰
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Yg ini udah kontrak Mbak Say..... pasti dpt 20 bab terbaik.... duhhh pgn ih...
T. L. Handayani: amiin teh. Mkasih doanya 🙏🙏
total 5 replies
Hj. Raihanah
semoga neko cepat tahu apa yang sedang citra alami
T. L. Handayani: Iya bun, ikuti terus kelanjutannya🙏🙏 Dan jangan lupa di kasih dukungan like dan ratenya🙏🥰
total 1 replies
Hj. Raihanah
kapan neh lanjutan cerita nya thorr🙄
💜⃞⃟𝓛 ᎩᏬᏁhiat ⍣⃝ꉣꉣ❀∂я
ceritanya bagus.👍
T. L. Handayani: terima kasih kak🙏🙏
total 1 replies
Hj. Raihanah
aduhh shella kamu itu terlalu pede kalau neko bakal peduli sama kamu neko nggak suka Sama. cewe yang suka merendahkan orang lain😌😌😌
T. L. Handayani: Iya Bun, kepedean itu Shella emang😪
total 1 replies
Hj. Raihanah
seru bangettt cerita nya ☺☺☺ aku suka dengan alur cerita nya. ayuu semangatt untuk cerita selanjutnya😇
T. L. Handayani: Terima kasih Umi, minta dukungan like dan rate 5 nya ya🥰🥰 terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Nurul
padahal mah pake baju seadanya juga bisa ko, yg penting bisa bersyukur udah cukup.

hai ka, Zed mampir 🥰
T. L. Handayani: mohon dukungan likenya🙏🙏
total 2 replies
Nurul
kerennya dokter jenius 😍
T. L. Handayani: Terima kasih kakak, mau dong di kasih rate 5🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Mochammad Rizal
lanjut up nya Thor😍😍
Leni Nurleni
Cerita nya Bagus
Puspa Herliyah
Lanjut thor...
Faisal Lasantu
lanjut ya
T. L. Handayani: siap kak🥰🥰
total 1 replies
Ina Yulfiana
y wajr lch Mila pengin hidup enak ..semoga Mila bisa berubah dan dpt kesemptn ri Niko dan buat ibu'a Mila itu yang sudah ngompor²in Mila jd matre nyesel dech ...


next semngt sukses selalu
T. L. Handayani: semoga aja kak🙃
total 1 replies
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
T. L. Handayani: terima kasih kk❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!