Masih ingat dengan putra bungsuh Pak Zain dan Bu Jihan,
Yes... Labib Muhasibi Khoirul Musthofa yang biasa di panggil Bibi, adek dari Zula
Yang mana kini tumbuh dewasa menjadi laki laki tampan yang cukup dingin
sikapnya bar bar turunan dari kakak dan juga Uminya, yang sering pergi bermotor besar untuk mendatangi tongkrongan para remaja dan tkngkrongan gak jelas
dengan tujuan untuk berkumpul sekaligus berdakwah,
Ya namanya anak kyai se nakal nakalnya dia tetap sholat puasa dan juga mengaji
walaupun aneh dan sering di bilang gus kok tukang nongkrong
tapi itu hanya omongan manusia netizen saja, tapi saat di rumah dia juga punya pesona tersendiri bagi para santri putri
wajah tampannya mampu menghipnotis para santri putri saat mengaji,
walaupun sikapnya yang super duper dingin seperti di kutup utara, dan justru itu yang makin membuat mereka terpesona pada Gus Bibi
gimana kelanjutan ceritanya.. yuk simak.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Auto Mundur
Kini pata santri putri cukup menggerutu di dalam hati karena gagal untuk mencari perhatian dari gus tampan yaitu Bibi
Dan pastinya dia akan dapat teguran untuk mengulang kembali setorannya
Karena tadi sengaja tidak deres lagi agar sering di ingatkan sama Bibi dan di perhatikan sama Bibi.
Kalau sama Heny sudah pasti salah 3 kali harus mundur,
" Gue jadi tiba tiba pengan datang bulan aja deh sekarang" ucap salah satu santri putri yang ada di barisan luar aula
Ya secara sudah pasti ketegasan Umi Heny akan menghampiri mereka
" Gue juga, istikhadhoh gak apa apa deh, kalau.harus mengulang lagi" tambah yang lainnya karena mereka yang gemeteran
Heny memang santun dan lembut tapi tidak saat sedang setoran, Heny tidak memberi ampun untuk kesalahan ke 3, yang harus mengulang lagi nantinya
" Ya Allah.... Datangkanlah haidku sekarang juga aq belum siap setoran" ucap Salah satu dari yang lain
Tiba tiba teman yang ada di seberangnya merasakan hal aneh pada anunya
Dan dia menitipkan Qur'annya pada teman di sebelahnya lalu berlari ke toilet terdekat
Tak lama lagi dia kembali dan
" Yeeess..... Gue datang bulan " ucap santri tersebut yang mana doa temanny justru di kabulkan padanya
Sontak semua langsung menoleh ke arahnya dan
" Injek injek jempol kaki gue " ucap mereka berebut agar ketularan haidnya pada mereka
Sebenarnya itu hanya mitos tapi sering kali terjadi di kalangan santri
Gimana dari readers ada gak yang pernah melakukan hal serupa..
" Monggi selanjutnya mbak" ucap Heny dari dalam dengan suara cukup keras
Mereka yang cukup rame sekerika terdiam dan merapikan bajunya dengan ragu ragu lalu maju kedepan untuk setoran hafalan mereka
Selanjutnya mereka perlahan mulai baris dan mengantri dengan hati yang deg degan karena sudah bisa menebak kalau dirinya harus mundur dan mengulang subuh nanti
" Mohon maaf silahkan mundur dan di ulang subuh nanti ya mbak" ucap Heny dengan tegas pada salah satu santri yang gagal
Kini di rumah sakit Ryan sudah di tangani dan du rogen, kemungkinan ada sesuatu yang agak serius tapi tidak begitu parah
Dan mungkin kalau kena benturan lagi itu cuku serius dan harus di oprasi
" Gimana bang?" tanya Zula saat El selesai menangani
" Cukup aman, dan gak perlu tindakan, bisa segera sembuh tapi kamu harus sabar, dia tidak bisa secepatnya sadar, karena lukanya cukup dalam" jawab El menjelaskan
" Untung saja organ dalam tidak terluka, cuman kalau sampai tadi kebentur sekali lagi ini udsh fatal dan harus di lakukan tindakan oprasi" jawab El lagi
" Jadi bang Ryan? Koma ? Apa gimana bang?" tanya Zula sambil menangis
" Bisa di katakan begitu La, jadi sabar ya, ini setelah Abang jahit nanti langsung di pindahkan ke ruang ICCU" Jawab EL yang hendak menangani lanjut Ryan
" Abang... Hiks hiks hiks..." tangis Zula kembali pecah
" Udah sabar... Ryan akan baik baik saja, berdoa, minta pada Allah" jawab El sambil mendekap Zula
" Keluar dulu ya, ini nanti loe takutnya miris abang mau jahit dulu kepala Ryan, jadi sekiranya loe gak tega melihatnya loe keluar dulu sama Aira" tambah El menjelaskan dan akhirnya Zula keluar dan di temani oleh Aira
Sedangkan Zain dan Jihan baru saja ikut kembali pulanh bersama mobil ambulance
Karena ada santri yang menjadi tanggung jawab mereka
Kalau Zula sudah di temani Aira dan juga El, tadi juga sudah mengutus santrinya untuk segera menyusul
Di dalam El sudah menjahit luka yang cukup dalam dan sudah memerbannya lalu di pindahkan ke ruangan ICCU husus keluarga yang sudah di siapkan
Saat Ryan di bawa keluar oleh para perawat Zula dan Aira segera mengikuti kemana bangkar itu di bawa
Dengan di dekap El yang ada di belakang mereka
Jadwal El sudah selesai sejak sore tadi, tapi kalau bukan Zula atau anggota keluarganya yang meminta El pasti mengutus atau di tangani oleh dokter yang bertugas di jadwalnya
Sesampainya di depan ruang ICCU, El masuk dan memasnag semua alat ke tubuh Ryan yang mana harus di bantu dengan alat alat tersebut
Sedangkan Zula dan Aira menunggu di luar
Tak lama El selesai dan menyamperi keduanya di bangku luar saat mereka menunggu
" Udah makan belum?" tanya El pada mereka
Aira menggeleng karena Aira memang belum makan semenjak makan ramen bersama dengan syifa dan Bibi tadi di resto Bibi
" Makan dulu ya, pakde temani" ucap El pada Mereka lagi
" Aira makan dulu sana sama pakde, Umi udah " jawab Zula berbohong tadi dia bukan makan bareng kedua orang tuanya tapi lebih tepatnya curhat
" Loe juga gak boleh gitu La, makan juga " ucap El pada Zula
" Udah bang, tadi sebelum ke sini Sebelum Abang Ryan jatuh Ula udah makan bareng abah dan Umi bang, Aira aja , sana makan bareng pakde sekalian" jawab Zula pada El dan Aira
" Ya udah... Ayo Aira mau makan di resto apa rumah pakde, " ucap El pada keponakanya
" Pakde aja" jawab Aira lagi dan akhirnya merek berdua berdiri dan hendak pergi makan malam
" Ya Udah gue bawa Aira dulu, loe baik baik di sini, di doakan suaminya" ucap El pada Zula."
" Iya bang" jawab Zula dan El pamit
" Assalamualaikum.. " ucap El saat pergi
" Waalaikumsalam.." jawab Zula juga ikut bangkit
El berjalan menggandeng Aira yang sampai saat ini masih seperti anaknya sendiri sejak dulu dia kecil
Sedangkan Zula lalu masuk ke dalam ruangan Ryan dengan menggunakan baju seterilnya yang sudah di siapkan
El kini menuju ke mobilnya dengan Aira yang sudah berdidi di sebelah pintu mobilnya
" Masuk nak" ucap El saat dia sudah masuk ke dalam
" Iya pakde" jawab Aira lalu masuk ke dalam mobil El.
El mulai fokus pada parkirannya untuk keluar dari area rumah sakit
" Gimana kuliahnya, udah semester berapa sekarang?" tanya El pada pendidikan Aira
" Semester 5 pakde, alhamdulillah lancar, ya bagi bagi waktu saja sih" jawab Aira santai
" Okey.... yang rajin jangan kelayapan terus, " jawab El sambil fokus dengan jalanan malamnya
" Mana gak pernah ya" jawab Aira lagi
" Bohong storyny aja ngafe phlang kuliah" jawab El yang melihat story WA nya Aira setiap harinya
" Masak pakde nampak?" spontan Aira menjawab dan langsung menecek ponselnya
" Kenapa kaget kontak pakde belum di prifasi?" jawab El bertanya balik dan Aira malah nyengir
" Dasar keturunan Zula, pupuk aja sikap pelupanya itu" ucap El sambil mengelus kepala Aira yang masih sibuk dengan ponselnya
" Oh iya..." jawab Aira sambil nyengir
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤