NovelToon NovelToon
Balqis Untuk Baim

Balqis Untuk Baim

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:140.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Putri Balqis yang biasa di panggil Balqis adalah gadis muda yang hidup sebatang kara.Gadis cantik dan lemah lembut yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya karena ia hidup di besarkan oleh seorang nenek yang menemukannya saat bayi. Hingga akhirnya ia hidup seorang diri setelah sang nenek meninggal.

Muhammad Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Baim adalah seorang pemuda yang memilih hidup di jalan daripada di rumah. Meninggalnya sang ibu dan merasa ayahnya lebih sayang pada sang kakak membuatnya menjadi pemuda pemberontak yang tidak mau di atur hingga ia memilih menjadi bagian dari geng motor.

Baim jatuh cinta pada Balqis yang telah menolongnya dari pengeroyokan yang menimpanya.

Bagaimana kehidupan keduanya selanjutnya setelah pertemuan hari itu?

Happy Reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUB 19 Rumah Nenek

Balqis Untuk Baim (19)

Darimana Baim tahu? Dari orang yang di bayar untuk menjebak Balqis. Yang ternyata adalah teman Baim yang masih tergabung di geng motor. Dia mengaku seseorang membayarnya untuk menjebak Balqis.

Namun, ia tidak tahu identitas jelas orang itu karena hanya sekali bertemu. Selebihnya mereka berhubungan via telepon. Namun, semenjak kejadian itu, nomor teleponnya sudah tidak aktif.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Balqis mematung melihat rumah yang ada di depannya. Ia pikir, rumah nenek Baim itu rumah sederhana di pinggiran kota. Namun, nyatanya rumahnya cukup besar. Dengan halaman yang luas juga.

Di halamannya ada banyak aneka tanaman hias yang masih terawat. Rumah ini seperti ada penghuninya.

Baim menyadari keterkejutan Balqis. Namun, ia belum mau menjelaskannya. Ia masih sibuk mengeluarkan barang-barang milik mereka dari bagasi mobil.

Mereka naik taxi dari terminal.

"Ayo masuk!" ajakan Baim menyadarkan Balqis dari lamunannya.

"Ah iya." Balqis mengekori Baim.

Ceklek

Lagi-lagi Balqis terkejut saat Baim langsung membuka pintunya dengan mudah.

Tidak mungkin bukan kalau rumah ini tidak di kunci bertahun-tahun. Karena yang Balqis tahu dari cerita Baim, Neneknya sudah meninggal sejak ia masih duduk di bangku SMP.

Baim mengamati keadaan di dalam rumah yang bersih dan tampak terawat.

"Kamu bilang rumahnya sudah lama tidak di tempati?," Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga.

" Iya. Memang sudah lama tidak di tempati. Tapi, ada orang yang dibayar untuk merawat dan menjaga rumah ini."

"Nanti aku jelaskan. Sekarang kita membersihkan diri dulu dan makan siang. Tadi, kita hanya sempat sarapan di terminal dengan bubur ayam. Pasti sekarang sudah lapar lagi." jelas Baim.

"Baiklah. Tapi, kamu hutang penjelasan padaku." Baim mengangguk.

"Ini kamar kita." Baim mengajak Balqis masuk ke dalam kamar yang cukup besar.

"Kamar kita?."Beo Balqis.

"Kita suami-istri, Balqis. Kalau kamu lupa."

"Hehe." Balqis hanya menggaruk tengkuknya.

Ia melihat foto-foto yang cukup banyak. Ada foto Baim juga. Sepertinya itu foto keluarganya Baim.

"Aku mandi dulu,ya. Nanti giliran kamu." Baim masuknke kamar mandi membiarkan Balqis yang sedang mengamati foto yang ada di dinding.

Balqis terus mengamati foto. Kemudian, ia berjalan ke arah jendela dan membukanya. Kebetulan, jendela itu berhadapan langsung dengan taman taman di samping rumah. Juga kolam ikan mini.

Balqis takjub atas indahnya rumah ini. Balqis semakin yakin, Baim bukan orang biasa. Tapi, kenapa selama ini ia berpenampilan layaknya orang tak punya?

Saking fokusnya Balqis melihat pemandangan di luar, ia tidak menyadari Baim sudah selesai dengan acara mandinya.

Baim tersenyum melihat Balqis. Gadis yang ia pikir akan sulit di taklukan, ternyata kini menjadi miliknya walaupun dengan cara yang tak terduga.

"Aaa..." Balqis berteriak saat Baim memeluknya dari belakang.

Baim terkekeh. Ia merasa senang melihat keterkejutan Balqis. "Sudah aku bilang, biasakan dengan ini." Bisik Baim di telinga Balqis membuat tubuh Balqis meremang. Sebenarnya saat di rumah keluarga Arumi, Baim terkadang mengejutkan Balqis dengan sentuhan-sentuhannya.

Entah itu pelukan atau kecupan mendadak. Yang seringkali membuat Balqis berteriak sampai pernah Bu Nurmala mengetuk pintu kamar karena khawatir.

"Kalau mendadak tetap saja aku terkejut." Balqis mencebik.

"Kamu suka rumah ini?"

"Suka."

"Sayangnya, ini rumah nenek. Bukan rumahku."

Baim hanya diam. "Kita bisa berusaha keras untuk membangun rumah kita sendiri." jawab Balqis.

Baim tersenyum. Ia mengeratkan pelukannya.

"Bang, lepas. Aku mau mandi." pinta Baim.

Walaupun ia merasa nyaman berada di pelukan suaminya. Tapi, ia merasa ini tidak baik bagi kesehatan jantungnya.

"Hem, baiklah. Nanti kita sholat berjamaah ya, sebelum kita makan siang," ucap Baim sambil mengecup pipi Balqis.

"Baiklah." Balqis pun membalikkan badan dan ingin segera berlalu menuju kamar mandi.

Namun pemandangan di depannya membuat ia langsung menutup wajahnya.

"Hei kenapa di tutup ?" tanya Baim usil.

"Ish, malu bang. Kenapa belum pakai baju." kesal Balqis.

"Kenapa harus malu. Kamu istriku."

"Pakai baju dulu, Bang. Aduh mataku terkontaminasi." Ucap Balqis tetap menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Ini pertama kalinya Balqis melihat Baim hanya menggunakan handuk saja. Saat ia tinggal di rumah Arumi, ia belum pernah berada di posisi ini. Karena kamar mandi di luar kamar, ia pasti melihat Baim yang sudah berpakaian lengkap.

"Kalau tidak mau?."

"Ya, sudah kalau Abang tidak mau."Balqis mencoba berjalan dengan meraba-raba karena tidak ingin membuka matanya. Ia masih belum terbiasa.

Gemas dengan tingkah istrinya, Baim langsung menggendong Balqis ala bridal style.

"Bang!!." Balqis terkesiap.

"Kalau jalannya begitu, kapan sampainya?." Baim segera menurunkan Balqis di depan kamar mandi.

"Mandilah. Aku tunggu."

"Huft." Balqis masih menormalkan detak jantungnya. Lalu ia masuk ke dalam kamar mandi.

Kamar mandinya pun cukup luas dan nyaman. Tak ingin terlalu terkesima dengan semua yang ia lihat, Balqis segera menyelesaikan ritual mandinya. Namun, ia lupa tidak membawa pakaiannya. Karena tadi terburu-buru.

"Aduh, drama lagi kalau begini." Ucap Balqis yang tahu saat ia hanya menemukan jubah mandi dan handuk berukuran sedang yang kalau ia pakai hanya akan menutupi sebagian pahanya.

Balqis terus mengamati dirinya di depan cermin.

"Tenang Balqis, kamu harus terbiasa dengan kondisi seperti ini." Balqis menghirup udara sebanyak-banyaknya. Setelah merasa yakin, ia perlahan keluar dari kamar mandi.

Balqis mengintip keluar, ternyata kamarnya kosong. Baim tidak ada disana.

"Baguslah." Balqis bisa sedikit tenang. Ia langsung keluar dan menuju tasnya yang berisi pakaian. Namun, ia di buat bingung saat tasnya tidak ada disana.

Ia pun beralih pada lemari pakaian yang ada di sana.

"Apa mungkin, Bang Baim sudah membereskannya ke lemari?" Balqis mengerutkan keningnya.

Ia pun membuka lemari dan berapa terkejutnya saat lemari itu sudah berisi pakaian wanita seukuran dirinya. Namun, jelas bukan miliknya. Baju itu juga tampak baru semua.

"Ini milik siapa ?" gumam Balqis.

"Tentu, saja itu milikmu." Balqis yang terkejut langsung membalikkan badannya.

"Sejak kapan Abang di situ?" tanya Balqis melihat Baim berdiri dengan nampan berisi air minum.

"Barusan." jawabnya tanpa berkedip melihat penampilan Balqis yang pertama kali ia lihat. Jubah mandi itu memang hanya sebatas paha. Sehingga Baim bisa melihat jelas kaki jenjang istrinya.

Merasa tidak nyaman dengan tatapan Baim, Balqis mengambil asal pakaian yang ada di sana dan segera berlari kembali ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.

"Aduh, aku lupa tidak membawa pakaian dalamku." Gumam Balqis. Ia kembali mengintip ke luar dengan hanya mengeluarkan kepalanya saja.

Perlahan Balqis membuka pintu.

"Kamu lupa ini!" Baim menyerahkan barang yaalng lupa Balqis bawa.

Balqis langsung mengambil barang pribadi miliknya dengan wajah merah padam karena malu.

Brakkk

Balqis menutup pintu dengan kasar saking malunya.

Baim terkekeh. Balqis benar-benar menggemaskan.

"Malam ini sepertinya aku tidak bisa lagi menahan diri." Baim tersenyum mengingat bertapa cantiknya Balqis.

TBC

...----------------...

...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....

...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

...Terima kasih atas dukungannya...

...🥰🥰...

1
Idah Jafar
wah jangan jangan....
Surati
bagus ceritanya 👍, tapi kok gantung sih thor
Andariati Afrida
Ceritanya bagus thor, tapi napa tamatnya gantung ya
Asih S Yekti
waduh kok tamat , ceritanya nggantung gak ada yg endingnya jelas
Rifaria Binelti
ayo siapa yg mendengar pembicaraan mila dan rini?
Syalum
😍
Fera Damayanti
Luar biasa
Sri Puryani
lho kok sdh selesai thor? kok ngantung gini , di atas tamat lho....ternyata akhirnya kok ngantung thor
Sri Puryani
sebetulnya itu karma ibunya bilqis tp tdk nyadar
Sri Puryani
alhamdulillah hslnya negatif
Sri Puryani
semoga hsl test dna nya negatif
Sri Puryani
hamil muda kok mkn durian? blh ya thor?
Sri Puryani
enak saja pas lg butuh nyari anak yg dibuang
Sri Puryani
siapa hayo? bpknya baim kah?
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus cuma pas ending nya gantung banget ceritanya
Mama lilik Lilik
gini,yg gak suka ceritanya gantung, di awal di tulis end, gak taunya di PHP /Sob/
Mama lilik Lilik
di awal cerita, lupa babnya nama nya Andini,sekarang ganti Siska, ganti lagi dara ,yg benar mana nich
Mama lilik Lilik
manggilnya ya Abang ya kakak,yang bener mana🤦🏼‍♀️
ghina suabey
kok crtnya TDK d teruskan
ghina suabey: diteruskan crtnya kah, soalnya bgs
total 1 replies
Mama lilik Lilik
pasti ulah Andin kerjasama bos nya Baim,pak Bondan,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!